Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *197*


__ADS_3

Gisella dan Barra pun memutuskan untuk pergi bersama.


"Gisella, lebih baik kita satu mobil saja yaa. Biarkan Pak Robby untuk beristirahat sejenak."


Melihat barang-barang yang di belikan oleh Barra yang sangat banyak sekali membuat Gisella tidak jadi untuk membelikan sesuatu untuk Tiara.


Karena dari pemberian Barra pun sudah sangat banyak sekali.


"Baiklah, Kak Barra. Aku ikut dengan mobil Kak Barra."


Gisella pun masuk ke dalam mobil Barra dia mulai menyiapkan diri jika tiba-tiba saja Laura datang untuk menyerangnya.


Barra memperhatikan wajah Gisella yang terlihat sangat kelelahan sekali.


"Bagaimana dengan kantor baru muu, apakah semua nya aman ?. Dan kapan mulai launching produk nya."


Gisella tersipu malu-malu ketika dia berikan pertanyaan seperti itu.


"Besok Kaa, dan besok kita sudah mulai untuk pemotretan."


Barra terlihat sangat senang sekali dia yakin Gisella pasti bisa memimpin perusahaan tersebut.


"Oh, baguslah lalu siapa yang menjadi model untuk pemotretan iklan shampo tersebut."


Gisella menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku Kaa, yang akan menjadi model dari iklan shampo tersebut."


Barra tidak terkejut ketika mendengar hal tersebut karena Gisella yang memang sangat cantik sekali.


"Yaa, baguslah. Karena kamu juga sangat cantik Gisella dan rambut kamu pun sangat terawat jadi sangat cocok sekali."


Barra akan mendukung Gisella dalam menjalankan bisnis nya.


"Semoga saja bisnis ku bisa sangat lancar dan bisa di terima banyak orang."


Barra merasa jika Gisella akan menjadi saingan Laura.


"Kamu Semangat yaa Gisella, aku yakin sekali kamu pasti akan sukses seperti Laura."


"Yang membuat aku semangat itu adalah Tiara, dia yang membuat aku seperti ini. Karena aku ingin sekali Tiara bisa mendapatkan pendidikan yang layak yang jauh lebih tinggi dari Ibu nya."


Barra merasa sangat bangga sekali kepada Gisella, dia memiliki semangat yang sangat tinggi sekali.


Mereka pun akhirnya sampai di depan rumah nya.


Dan ternyata sudah ada mobil Laura di halaman rumah nya.


Gisella pun mulai mengatur nafas nya dalam-dalam.


"Seperti nya hari ini aku akan bertarung dengan Kak Laura, apalagi sekarang aku berada satu mobil dengan Kak Barra. Ini pasti akan membuat tensi darah Kak Laura semakin tinggi."

__ADS_1


Ucap Gisella di dalam hati nya sambil memegang kepalanya.


Barra pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat ada mobil Laura.


"Laura,? untuk apa dia menyusul ke sini. Dia kan sedang tidak enak badan."


Barra pun langsung melirikan mata nya kepada Gisella.


"Aku baik-baik saja kok Kaa, tenang saja aku sudah mempersiapkan diri jika Kak Laura berbicara yang menyakitkan kepada kuu."


Barra merasa sangat kasihan sekali kepada Gisella dia tidak mau Gisella sakit hati dengan perkataan Laura.


Melihat mobil suami nya yang sudah datang Laura pun keluar dari mobil nya dan berdiri di samping mobil nya.



Laura menunggu Barra keluar dari mobil nya.


"Ternyata Mas Barra baru saja datang yaa, lebih cepat aku dari pada dia. Seperti nya dia pergi ke suatu tempat dulu karena tidak mungkin dia baru sampai."


Laura pun terus saja memandangi mobil suami nya.


"Kenapa dia tidak juga keluar dari mobil nya yaa, kenapa dia terus saja diam di dalam mobil. Ini sangat mencurigakan sekali."


Laura pun memilih untuk menghampiri mobil suami nya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2