Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (103)


__ADS_3

Acara yang di tunggu-tunggu pun tiba, Laura tampil dengan sangat cantik sekali dengan gaun putih seperti pengantin.



" Ini adalah hari kebahagiaan kuu bersama dengan suami ku dan dengan kehadiran anak ku nanti."


Laura sudah tidak sabar dengan acara nya tersebut dia pun langsung menghampiri Barra.


"Mas, semuanya sudah aku atur dengan sempurna dan aku sangat senang sekali."


Barra hanya bisa tersenyum ketika melihat kebahagiaan yang di rasakan oleh Laura.


"Sekarang kita hanya tinggal menunggu kedatangan Gisella dan juga ayah dan ibu mereka adalah tamu spesial di acara kita apalagi Gisella."


Barra merasa Laura sudah merencanakan sesuatu kepada Gisella.


"Apa yang akan kamu lakukan kepada Gisella, tidak puas kah kamu selalu bersikap buruk kepada Gisella."


Laura memandangi wajah Barra yang seperti lebih membela kepada Gisella.


"Mas, aku hanya ingin bilang kepada Gisella. Dia sekarang bisa bebas dari perjanjian pernikahan ini karena aku yang sudah hamil jadi Gisella tidak harus hamil dan meninggalkan kamu."


Laura tersenyum sinis sambil meninggalkan Barra.


Barra hanya bisa memandangi Laura yang pergi begitu saja.



Melihat Laura yang meninggalkan Barra, Rossalinda datang menghampiri Barra.


"Barra, kenapa kamu selalu diam saja ketika sikap Laura seperti itu kepada Gisella. Kenapa kamu begitu sangat takut sekali kepada Laura ketika dia bersikap seperti itu. Mama akan melindungi Gisella di saat Laura berencana untuk merencanakan sesuatu kepada Gisella."


Barra merasa di posisi yang serba salah dia ingin sekali membela Gisella tapi Laura adalah istri sah nya yang tidak mungkin meninggalkan nya.


"Gisella maafkan aku, maafkan aku yang bodoh ini tidak bisa adil dengan pernikahan ini. Karena dari awal aku tidak menginginkan pernikahan ini."


Barra mencari Laura yang ternyata sedang menyambut kedatangan tamu.


Dokter Rivan sangat terkejut sekali ketika dia datang dan melihat suasana yang sangat mewah ini.



"Laura benar-benar menginginkan kehamilan ini dia sampai membuat acara mewah seperti ini, aku sangat berharap besar kandungan Laura baik-baik saja."


Dokter Rivan Mahendra berjalan menuju ke Laura dan Barra.

__ADS_1


"Terimakasih banyak atas kedatangan Dokter Rivan, saya sangat berterima kasih sekali atas semua yang Dokter Rivan lakukan dengan istri saya."


Dokter Rivan pun berasal dengan Barra.


"Mungkin ini memang sudah waktunya Laura di berikan kepercayaan oleh Tuhan agar bisa menjadi seorang ibu."


Laura pun hanya bisa tersenyum melihat kedekatan suaminya dengan Dokter Rivan.


"Mereka berdua terlihat sangat akrab sekali yaa, aku sangat senang melihat nya."


Laura menunggu kedatangan Gisella dan Orang tua nya.


Gisella hanya datang berdua dengan Ibu nya saja, ayah nya memilih untuk diam saja di rumah. Dia tidak tega jika Laura sampai membuat hati Gisella terluka.


Ketika Gisella dan ibu nya masuk ke dalam taksi yang sudah di pesan kan.


Rangga pun diam-diam mengikuti mereka dari belakang.


"Maafkan aku Gisella, aku mengikuti mu tampa sepengetahuan mu. Aku sungguh hawatir sekali dengan sikap Kak Laura terhadap kamu."


Rangga pun terus saja mengikuti mobil Gisella dan Ibu nya sampai mereka turun dari mobil nya.


"Lebih baik aku menunggu di sini saja, nanti aku masuk ke dalam jika mereka berdua sudah masuk."


Rangga memilih untuk diam di dalam mobil nya sambil memperhatikan Gisella.



Melihat kedatangan Gisella, Laura pun langsung menghampiri Gisella.


"Akhirnya kalian datang juga di acara ini dan termasuk kamu Gisella, ini adalah acara kehamilan ku dan akhirnya aku bisa hamil anak Mas Barra."


Gisella hanya tersenyum tipis saja sambil mengabaikan tatapan mata Laura.


Rossalinda menghampiri Riana dan mengajak nya untuk menikmati hidangan yang aja


"Gisella, kenapa kamu hanya diam seperti itu. Kamu tidak mau mengucapkan selamat atas kehamilan Kakak mu ini hah ?."


Gisella kembali tersenyum manis sambil memandangi wajah Laura yang terlihat sangat emosional sekali.


"Selamat yaa atas kehamilannya."


Ucap Gisella dengan suara yang sangat datar.


"Oh, apakah kamu merasa sedih yaa. Karena jika aku sudah hamil. Mas Barra sudah tidak akan lagi peduli sama kamu yaa karena mungkin perjanjian kontrak pernikahan tersebut akan berakhir."

__ADS_1


Gisella tertawa mendengar ucapan dari Laura.


"Kakak jangan terlalu sombong seperti itu, bagaimana jika pada akhirnya Kak Barra yang tiba-tiba saja seketika peduli terhadap aku. Kita tidak pernah tahu loh Kak jalan kehidupan kita kedepannya seperti apa."


Gisella memilih untuk pergi menghampiri Barra, dan Laura pun langsung cemburu.


"Untuk apa dia menghampiri Mas Barra, apa yang akan dia katakan kepada Mas Barra."


Laura pun berlari menghampiri Gisella dia lupa jika dirinya sedang hamil muda.


Ketika Gisella hendak berbicara dengan Barra, tiba-tiba saja ada pegawai Barra yang memuji kecantikan Gisella.


"Wah ini adik nya Bu Laura yaa, cantik sekali yaa. Lebih cantik dari Bu Laura."


Ucap pegawai perempuan Barra dan Laura pun dengan sangat jelas mendengar nya.


"Yaiyah, dia kan masih muda pantas saja masih sangat cantik dan segar di pandang."


Laura pun langsung menghampiri mereka dia begitu sangat emosional sekali.


"Dia masih muda dan sudah menikah, iyakan Gisella."


Ucap Laura sambil menggandeng tangan Barra.


"Oh, sudah menikah yaa. Pantas saja sudah menikah cantik sekali seperti ini dan pasti suaminya sangat ganteng sekali."


Gisella merasa Laura melakukan itu semua hanya untuk membuat dirinya malu.


"Boleh tau di mana suaminya, jadi penasaran deh."


Gisella pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan tersebut, dan dia melirik mata nya Laura yang dengan sangat erat sekali mengandeng tangan Barra.


Tapi tiba-tiba Rangga pun datang dengan penuh percaya diri nya.



Rangga merangkul Gisella di depan Barra dan Gisella pun sangat terkejut sekali dengan kedatangan Gisella.


"Perkenalkan saya Rangga Erlangga, saya adalah suami Gisella Meriska. Mungkin seseorang ingin membuat istri ku ini malu karena berpikir suami yang tidak ada di sini. Iyakan Bu Laura, jangan sampai adik ibu yang cantik ini di permalukan di acara yang menurut aku acara yang hanya untuk membuang-buang waktu saja karena tidak ada manfaatnya."


Gisella tersenyum manis kepada Rangga seakan semua yang terjadi sudah merasa rencana sebelumnya.


Gisella dan Rangga terlihat sangat mesra sekali di hadapan Barra.


"Oh iya sampai lupa juga, istri ku juga sekarang sedang hamil muda sekarang sudah 8 Minggu. Saya minta doa nya yaa agar kandungan istri ku ini sehat sampai waktu persalinan."

__ADS_1


Mendengar perkataan Rangga, seketika Laura dan Barra sangat terkejut sekali.


__ADS_2