Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 55.


__ADS_3

Handphone Barra berdering kencang sekali sedangkan Barra sedang mandi.


Gisella ingin menjawab panggilan telephone tersebut tetapi dia sangat takut sekali di sebut tidak sopan.


"Lebih baik aku diamkan saja, sampai Kak Barra selesai mandi."


Gisella meneruskan mempersiapkan keberangkatan mereka tapi handphone tersebut terus saja mendering kencang sekali.


Gisella pun menghampiri handphone tersebut dan melihat siapa yang menelephone Barra.


"Mama Rossalinda."


Gisella pun memilih untuk membawa handphone tersebut dan mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


"Kaaa, ini ada panggilan telephone dari Mama Rossa. Dari tadi terus saja berdering kencang."


Gisella terus mengetuk pintu kamar mandi tersebut, dan akhirnya Barra pun keluar dari dan mengambil handphone nya.


Gisella memilih untuk pergi dia tidak mendengar pembicaraan mereka berdua.


*Ada apa Mam,? hari ini aku pulang. Jam 9 aku sudah berada di bandara.*


*Baiklah kalau begitu, Mama akan mempersiapkan kedatangan kamu yaa.*


*Baiklah Mam*

__ADS_1


Barra mengakhiri panggilan telephone nya tersebut dan langsung memakai baju di hadapan Gisella.


Sudah tidak ada lagi rasa malu Barra merasa jika mereka berdua sudah saling tahu.


Gisella memilih menudukan kepala nya dia mencoba untuk mengalihkan pandangannya.


"Selesai kita langsung ke dalam mobil yaa, Gisella apakah ada sesuatu yang akan kamu bawa untuk di rumah."


Gisella menggelengkan kepalanya dia memilih untuk ingin secepatnya pulang.


"Baiklah kalau begitu kita bisa langsung berangkat ke bandara."


Di perjalanan menuju Bandara pandangan mata Gisella tertuju pada keinginan pantai dan dia tersenyum.


"Kamu masih ingin berlama-lama di sini yaa,? nanti kita berlibur ke Thailand-Bangkok."


"Thailand,?? liburan ke luar negeri. Kak Barra seriusan."


Wajah Gisella terlihat sangat terkejut sekali mendengar nya.


"Apa kamu ingin ke Korea,? nanti kita atur keberangkatan nya di saat aku tidak terlalu sibuk di kantor."


Gisella tidak menyangka jika Barra begitu sangat baik sekali, dan dia merasa jika Laura begitu sangat beruntung sekali mendapatkan suami yang selalu membahagiakan istri nya.


"Beruntung sekali Kak Laura ya, mungkin bulan sekarang dia bisa berlibur ke Thailand bulan depan dia bisa berlibur ke Singapore wah bisa keliling dunia hmmmmm."

__ADS_1


Barra tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Gisella.


"Tidak Gisella, selama kita berumah tangga kita belum pernah berlibur panjang bersama. Untuk honeymoon pun kita hanya 2 hari saja semua itu karena Laura yang sangat sibuk sekali dengan bisnis skincare kosmetik nya."


Gisella pun sangat menyayangkan sikap Laura yang terlalu sibuk dengan pekerjaan nya.


***


Di sisi lain Rossalinda begitu sangat sibuk sekali menyambut kedatangan Barra dan Gisella.


Membuat Laura yang akan pergi untuk ke kantor pun merasa kebingungan dengan kesibukan di rumah itu.


"Laura hari ini kamu libur ke kantor yaa, karena hari ini Barra dan Gisella akan pulang. Kita sambut kedatangan mereka berdua dan semoga bisa cepat memberikan kabar baik untuk keluarga kita."


Laura merasa apa yang di lakukan oleh Rossalinda begitu sangat berlebih-lebihan sekali.


Tapi Laura harus mengikuti apa yang di katakan oleh Rossalinda.


"Baiklah Mam, aku akan menunggu kedatangan mereka berdua. Aku akan menunggu di depan pintu gerbang saja."


Rossalinda menarik tangan Laura ketika Laura akan pergi.


"Kamu di sini saja jangan ke luar rumah, untuk apa kamu harus sampai menunggu di depan gerbang."


Gisella pun diam di ruangan tamu mereka menyambut kedatangan mereka berdua dengan hiasan bunga-bunga indah dan hidangan yang disajikan.

__ADS_1


Laura hanya bisa terdiam saja ketika melihat Rossalinda yang begitu sangat gembira sekali.


Kegembiraan Rossalinda yang berharap jika Gisella bisa segera memberikan keturunan untuk keluarga.


__ADS_2