
Gisella yang begitu sangat tenang sekali ketika Rangga menghampiri nya.
"Gisella, kamu sangat cantik sekali. Seharusnya kamu yang ada di samping ku hari ini."
Gisella hanya bisa menundukkan kepalanya ketika Rangga berkata seperti itu di hadapan Mama nya.
"Sudah Rangga cukup halusinasi mu itu yaa, ayo sekarang kamu ikut dengan Mama. Biarkan Gisella berada di sini sendiri."
Veronica menarik kencang tangan Rangga untuk menunggu kedatangan wanita pilihan orang tua nya itu.
Rangga terpaksa mengikuti apa yang di perintahkan oleh Mama nya.
Rangga duduk dan menunggu kedatangan Fransiska yang merupakan nama dari wanita yang akan bertanggung dengan nya.
"Kamu akan bertunangan dengan Siska, atau mungkin kamu sering mendengar nya dengan sebutan Fransiska."
Seketika Rangga terkejut sekali ketika dia harus bertunangan dengan wanita yang sangat di kenal.
Fransiska yang sudah lama sangat mencintai Rangga tetapi melihat Rangga yang terlalu mencintai Gisella.
Rangga pun langsung menatap wajah Gisella, bagaimana perasaan Gisella ketika mengetahui jika Rangga bertunangan dengan wanita yang dia kenal.
__ADS_1
"Kenapa Rangga memandangi ku seperti itu yaa, apa yang ingin Rangga sampai kan dengan aku. Apakah ini tentang wanita tunangan nya."
Gisella memilih untuk berjalan mendekati Rangga karena dia yang menginginkan melihat wajah wanita tersebut.
Akhirnya wanita tersebut pun datang dan seketika Gisella pun langsung terkejut ketika melihat wajah wanita tersebut.
"Fransiska, dia adalah fans berat Rangga ketika kita masih kuliah. Astaga ternyata Tante Veronica memilih Siska hanya ingin membuat aku merasa sangat sedih sekali melihat nya karena Rangga yang bertunangan dengan wanita yang aku kenal."
Gisella merasa Veronica melakukan ini semua seperti membalaskan dendam sakit nya kepada Gisella.
"Gisella, tahan emosi kamu tetap bersikap tenang dan santai. Itu hanya Fransiska teman kamu semasa kuliah dulu."
Rangga membalikkan kembali badan nya dan melihat kembali Gisella.
Siska merasa sangat benci sekali melihat kedatangan Gisella.
Ketika Rangga memasukkan cincin emas di jari Siska, seketika Gisella seperti merasakan apa yang Laura rasakan.
Melihat lelaki yang pernah dia sayang memberikan cincin kepada wanita lain di hadapan mata nya sendiri.
Gisella memalingkan wajahnya ketika Rangga dan Siska menunjukkan cincin pertunangan ke arah camera.
__ADS_1
Gisella mengelus perut sambil melihat senyum terpaksa yang di tunjukkan oleh Rangga.
Veronica pun langsung menghampiri Gisella setelah Rangga sudah resmi bertunangan dengan Siska.
"Bagaimana Gisella, Tante rasa Fransiska itu memang wanita terbaik untuk Rangga. Fransiska yang selalu tulus menunggu kehadiran dirinya dan membuat sangat sabar sekali menunggu Rangga sampai bertahun-tahun."
Gisella pun tersenyum manis kepada Veronica.
"Jadi pertunangan ini hanya untuk membuat aku lemas melihat nya, Tante hanya ingin membuat aku sakit hati saja bukan untuk membuat anak Tante bahagia dengan wanita nya. Tante Veronica perasaan aku biasa saja ya mungkin di awal aku sangat terkejut sekali tapi sekarang rasa hilang begitu saja."
Gisella meninggalkan Veronica dia menghampiri Rangga dan Fransiska.
Veronica pun dengan sangat cepat mengikuti Gisella.
"Selamat yaa Siska, akhirnya karena aku yang meninggalkan Rangga. Akhirnya kamu bisa bersama dengan Rangga yaa seharusnya kamu berterima kasih sama aku."
Gisella pun langsung menatap wajah Rangga.
"Semoga kalian bahagia yaa bukan karena keterpaksaan, aku tidak bisa lama-lama di sini. Karena anak murid ku yang sudah menunggu kehadiran ku."
Gisella pun meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Veronica tidak menyangka jika Gisella akan bersikap santai seperti itu.