Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 58.


__ADS_3

Rossalinda merasa sangat pusing sekali melihat kondisi rumah tangga Barra dan Laura.


"Seperti nya keputusan Laura itu sangat benar sekali, dia memilih kamu menikah dengan Barra. Karena Laura sudah tidak mau memperlihatkan lagi suaminya dan kamu Gisella kamu harus bisa mengurus Barra dengan sangat baik."


Rossalinda menarik tangan Gisella dia di bawa ke dapur.


"Gisella, mulai besok kamu yang harus masak untuk Barra yaa. Kamu harus bagun lebih pagi yaa hanya untuk Barra saja dan ini adalah daftar menu makanan kesukaan Barra."


Setelah memberikan daftar menu makanan kesukaan Barra, Gisella pun di bawa ke ruangan yang di mana tempat kemeja jas sepatu dan celana kerja Barra.


"Gisella kamu bisa memilih mana yang pas untuk Barra pergi ke kantor, dan kamu bisa menyimpan nya di sini yaa."


Gisella merasa sikap Mama Rossa begitu sangat baik kepada nya, asalkan dia mau mengikuti semua perintah nya.


"Baiklah Mam, besok aku akan mencoba untuk melakukan semuanya."


Rossalinda tersenyum manis kepada Gisella.


"Jadi istri yang terbaik untuk Barra yaa."


Gisella pun keluar dari ruangan tersebut dan dia pun sangat terkejut sekali ketika dia melihat ruangan di sebelah nya.

__ADS_1


Di saat ruangan tersebut sedang di bersihkan oleh salah satu pegawai yang ada di sana.


Gisella masuk ke dalam ruangan tersebut dia melihat koleksi baju sepatu dan tas milik Laura.


"Apakah ini semua nya milik Kak Laura,? ini semua barang-barang Kak Laura?."


Tanya Laura kepada pegawai tersebut yang sedang membersihkan nya.


"Iya, ini semua nya milik Ibu Laura tapi ini sudah jarang di pakai oleh Bu Laura dia sekarang lebih sering membeli barang-barang yang baru."


Gisella pun hanya bisa tersenyum manis kepada pegawai tersebut dan keluar dari ruangan itu.


"Kak Laura memang sangat pantas sekali mendapatkan suami Kak Barra, Kak Laura begitu sangat fashionable dia memiliki perusahaan yang begitu sangat maju sedang kan baru lulus kuliah yang tidak punya penghasilan sedikit pun."


***


Laura begitu sangat sibuk sekali dia yang sedang mengeluarkan produk terbarunya.



Dia terlihat begitu sangat elegan dan anggun sekali.

__ADS_1


Barra berniat untuk mengajak Laura untuk makan malam bersama, agar mereka berdua bisa meluapkan kerinduan mereka berdua.


Barra berniat untuk datang ke kantor Laura.


"Aku nggak boleh seperti ini, aku yang harus mengalah di hubungan rumah tangga ku ini. Laura yang sangat sibuk maka aku yang harus menghampiri nya."


Barra membeli bucket bunga untuk Laura dia ingin memberikan kesan romantis untuk istri nya tersebut.


Ketika Barra hendak masuk ke dalam ruangan tersebut dia melihat Laura yang sudah melihat bucket bunga yang sangat besar sekali.


Laura terlihat sangat bahagia sekali ketika produk masker wajah terbaru nya sudah launching hari ini.



Barra hanya bisa memandangi Laura dari jarak jauh, karena dia tidak mungkin bisa menghampiri Laura karena sedang banyak media massa di hadapan Laura.


"Lebih aku pergi saja yaa, seperti nya Laura begitu sangat sibuk sekali."


Barra memilih untuk pergi sambil memegang bucket bunga di tangan nya.


"Hmmmmmm, lebih baik bucket bunga ini aku berikan kepada Gisella saja. Maafkan aku Gisell memberikan bucket bunga yang bukan untuk kamu sebenarnya."

__ADS_1


Barra pun mengendarai mobil nya dia berniat untuk langsung pergi ke rumah nya.


__ADS_2