Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 33.


__ADS_3

Gisella keluar dari kamar mandi dia melihat Barra yang sedang terbaring di atas ranjang.


Gisella merasa sangat gugup sekali dia berjalan secara perlahan menuju ke ranjang.


Sampai akhirnya Barra merasakan kehadiran Gisella dan membuat Gisella merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Barra terbangun dan menatap wajah Gisella.


"Tidur lah, kamu butuh istirahat biarkan aku tidur di kamar sebelah."


Barra pun beranjak dari ranjang dan menuju ke luar kamar nya.


"Kak Barra, aku ingin berbicara dulu sebentar saja."


Barra pun langsung menghampiri kembali Gisella.


"Apa yang mau kamu bicarakan Gisella,? apakah tentang pernikahan kontrak kita ini."


Gisella pun langsung menarik nafas panjang nya.

__ADS_1


"Kak Barra, apa yang akan kita lakukan selama seminggu ini. Aku jujur saja belum bisa melakukan hal tersebut aku belum bisa melakukan nya sekarang atau selama kita bersama seminggu ini, maafkan aku berikan aku waktu untuk bisa terbiasa untuk bersama."


Gisella begitu sangat polos sekali dan membuat Barra tersenyum manis.


"Aku tidak akan menyentuh kamu Gisella, tenang saja yaa jangan ketakutan seperti itu yaa lebih baik sekarang kamu istirahat saja. Karena di sini hanya kita berdua saja kamu tenang saja."


Barra mengelus rambut panjang Gisella dan langsung meninggalkan nya sendiri di dalam kamar.


"Kak Barra baik sekali, seperti nya dia juga tidak mau menyentuh kuu karena dia yang terlalu sayang sekali dengan Kak Laura. Yaa Tuhan apakah aku ini adalah wanita perusak kebahagiaan Kakak kuu sendiri."


Gisella mengambil handphone nya dia berusaha untuk menghubungi Rangga.


"Tunggu aku yaa Rangga aku pasti kembali lagi di pelukan kamu, tapi apakah Rangga masih mau menerima kehadiran kuu untuk bersama dengan nya dengan setatus aku yang sudah menikah dan mempunyai anak."


Gisella merasa sangat ragu sekali ketika dia berniat untuk menghubungi Rangga.


Gisella terus saja memandangi handphone sambil memikirkan pesan apa yang akan dia tulisan kan untuk Rangga.

__ADS_1


Barra mencoba untuk menghubungi Laura dan itu membuat Laura sangat terkejut sekali ketika suami nya menelephone dirinya.


"Mas Barra, ada apa dia melephone kuu segala."


Laura pun mencoba untuk mengabaikan panggilan telephone tersebut.


"Aku tidak boleh menjawab nya, aku tidak boleh mengganggu malam pertama mereka."


Handphone Laura terus saja berdering kencang dan akhirnya membuat Laura menjawab panggilan telephone dari Barra.


*Hallo Mas, ada apa kamu telephone aku sih. Harus nya kamu sekarang sedang bersama dengan istri kamu.*


*Laura sudah lah jangan jangan berbicara seperti itu yaa, aku tidak mungkin bisa berduaan dengan Gisella di kamar. Aku menjaga perasaan kamu.*


*Mas, Gisella sekarang adalah istri kamu juga. Kamu harus bisa menerima kehadiran nya di kehidupan kamu lebih baik sekarang kamu kembali ke kamar dan mencoba untuk mengobrol supaya hubungan kalian berdua semakin dekat.*


*Aku tidak bisa Laura aku tidak bisa, tidak semudah itu Laura. Tidak semua yang kamu ucapkan.*

__ADS_1


*Mas, maafkan aku yaa. Aku ingin istirahat dan mungkin dalam waktu satu minggu ini handphone aku tidak aktif. Aku ingin menikmati waktu luang kuu bersama dengan Ayah dan Ibu*


Laura pun memilih untuk mengakhiri panggilan telephone dan membuat Barra merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Laura yang selalu memaksa diri nya


__ADS_2