Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 47.


__ADS_3

Gisella melepaskan pelukan erat nya dan dia tersenyum manis kepada Barra lalu berlari menuju ke tepi air.


Barra pun ikut berlari mengejar Gisella merasa merasakan kegembiraan bersama di sana.


Barra yang sebenarnya seumuran dengan Gisella pun seperti merasakan masa-masa indah bersama dengan Gisella.


"Gisella, apa kamu sudah merasa sudah membaik. Apa hati kamu sekarang sudah melupakan kekasih muu itu."


Gisella dan Barra pun duduk berdampingan di tepi pantai sambil bermain pasir.


"Aku tidak mungkin bisa melupakan benar-benar melupakan, karena hubungan kita bukan hitungan bulan melainkan hitungan tahun. Aku sekarang mencoba untuk mengiklankan mereka berdua semoga wanita itu yang terbaik untuk Rangga."


Seketika Barra pun merasa sangat kagum sekali dengan Gisella.


"Ternyata Gisella yang terlihat manja dan imut memiliki hati yang sangat baik sekali."


Ucap Barra dalam hati nya sambil memandangi wajah cantik Gisella.


"Kak, bagaimana kalau kita sekarang bermain-main di sini. Aku tau kalau Kak Barra itu super sibuk sekali kan jadi kurang masa-masa indah di usia remaja jadi sekarang kita lakukan semua nya."


Gisella menarik tangan Barra dan mereka pun menikmati waktu kebersamaan bersama, Gisella mencairkan suasana dia membuat Barra yang kaku menjadi lebih aktif.


Sampai akhirnya mereka berdua pun kelelahan dan melihat indahnya matahari terbenam bersama.

__ADS_1


Gisella begitu sangat bahagia sekali dia terus memandangi keindahan alam tersebut sampai akhirnya mereka melewati hari bersama sampai datangnya petang.


"Gisell, ini sudah menjelang malam. Lebih baik sekarang kita pergi ke penginapan saja yaa kita mandi karena kita sudah bermain-main di sini cukup lama sekali."


Barra pun memegang tangan Gisella dan Gisella pun sudah tidak merasa gugup lagi ketika tangan nya di pegang oleh Barra.


Barra memesan kamar yang dekat sekali dengan pantai tersebut sehingga jika Gisella membuka gorden jendela dia akan melihat keindahan pantai tersebut.


Hal tersebut membuat Gisella semakin senang sekali dan mereka pun masuk ke dalam kamar.


"Kak, aku dulu yaa yang mandi nanti baru Kak Barra."


Gisella pun langsung berlari menuju ke kamar mandi dan Barra memilih untuk rebahan di kasur sambil menunggu Gisella.


Ketika Gisella selesai mandi dengan rambut basah nya, dia melihat Barra yang tertidur pulas di tempat tidur.


Gisella mencoba untuk membangunkan Barra dengan cara halus nya, tapi Barra malah menarik tangan Gisella.


Sehingga Gisella jatuh ke pelukan Barra dan mereka pun saling bertatapan wajah.


Barra mendengar jelas detak jantung Gisella ketika Gisella berada di atas nya.


Mereka berdua pun langsung bertatap wajah dan seketika saja Gisella memejamkan mata nya.

__ADS_1


Barra pun mencoba untuk terbangun sehingga mereka berdua tidur saling berhadapan.


Barra terus memandangi bibir mungil Gisella, dia seperti sudah tidak menahan nya lagi.


Barra pun mencium bibir mungil tersebut dan membuat Gisella langsung membuka mata nya.


Gisella tidak mengerakan bibir sama sekali ketika Barra yang dengan sangat nafsu memainkan ciuman nya.


Gisella masih tidak menyangka dia sedang berciuman dengan Kakak ipar nya sendiri.


Gisella masih bisa menahan rasa ciuman tersebut sehingga membuat Barra menghentikan ciuman nya.


Gisella pun menggigit bibir bawah nya ketika Barra menghentikan ciuman mesra nya.


"Aku mandi dulu yaa, akan aku lanjutkan kembali ketika aku sudah mandi nanti lebih baik kamu bersiap-siap."


Barra pun meninggalkan Gisella dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Mendengar perkataan Barra seperti itu membuat Gisella menarik selimut nya agar menutupi tubuh nya.


"Bersiap seperti apa maksud nya, semoga saja Kak Barra ketiduran di kamar mandi."


Gisella merasa sangat gelisah sekali ketika Barra mengatakan hal tersebut kepada nya.

__ADS_1


Barra membuka pintu kamar nya dia melihat tingkah laku Gisella yang seperti sedang ketakutan sekali.


Barra pun tersenyum dan menutup kembali rapat pintu tersebut.


__ADS_2