Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *199*


__ADS_3

Selesai membersihkan tubuh nya, Gisella pun terlihat sangat segar dan wangi sekali.


Dia mulai merasa sangat percaya diri sekali ketika harus menemani Barra yang sedang menunggu nya.


Barra begitu sangat terpesona sekali dengan kecantikan Gisella.




Barra tidak bisa membohongi perasaannya jika Gisella tampak sangat cantik sekali.


Gisella pun menghampiri Barra dan melihat pesanan makanan yang sudah ada.


"Boleh aku makan,? aku sangat kelaparan sekali."


Barra pun membuka kan kotak makan tersebut dan dia memberikan kepada Gisella.


Sangat jauh berbeda sekali dengan Laura yang memilih-milih makanan, Laura yang begitu sangat mementingkan tubuh nya.

__ADS_1


Barra tersenyum ketika melihat Gisella yang makan dengan sangat lahap sekali.


Dia memilih untuk menunggu Gisella menghabiskan makanan baru dia mencurahkan perasaan hati nya.


Selesai Gisella makan, Gisella melihat Barra yang seperti melamun dan hanya memegang sendok di tangan nya.


Gisella pun langsung merebut makanan Barra dia menyuapi Barra agar bisa makan dengan banyak.


"Ayo buka mulut nya yaa, Kak Barra itu harus makan yang banyak yaa. Kak Barra itu berkerja sangat keras sekali dan harus membutuhkan banyak sekali energi."


Seketika Barra pun langsung memeluk erat tubuh Gisella.


Barra memeluk erat Gisella dengan penuh perasaan dan emosi.


Gisella memejamkan mata nya dan merasakan pelukan erat yang di berikan Barra untuk nya.


"Terimakasih banyak Gisella, hanya kamu yang bisa membuat kuu tersenyum dan merasakan indah nya perhatian."


Barra pun melepaskan pelukan erat nya dari Gisella, dan mereka pun saling bertatapan wajah.

__ADS_1


"Maafkan aku juga yaa Kaa, aku yang kadang masih merasa jika Kak Barra itu seperti masih suami ku saja. Dan aku yang merasa selama menjadi istri Kak Barra tidak memberikan hal yang terbaik untuk Kak Barra."


Barra memegang tangan Gisella, dia memegang nya dengan sangat erat sekali.


"Maafkan aku yang telah membuat masa depan muu seperti ini, kamu harus menjadi seorang ibu di usia muda kamu. Meninggalkan cinta sejati kamu demi menikah dengan lelaki yang sudah beristri dan tidak bisa bertanggung jawab besar."


Gisella menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Aku merasa tidak menyesal menjadi seorang ibu muda, dan terimakasih telah memberikan aku Tiara. Tiara yang sangat cantik dan lucu yang membuat aku lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan ku ini."


Barra begitu sangat salut sekali kepada Gisella, tidak ada sama sekali wajah menyesal nya dia begitu sangat menikmati sekali sebagai seorang ibu.


"Kamu adalah wanita yang sangat sempurna sekali Gisella, aku merasa sangat bangga sekali pernah menjadi suami kamu. Tiara pasti akan tumbuh menjadi anak yang pintar dan cerdas dan sukses tidak pantang menyerah."


Gisella dan Barra pun tidak menyangka jika mereka berdua bisa saling bersama kembali.


"Aku tidak akan pernah melarang Kak Barra untuk melihat Tiara, karena Tiara juga butuh perhatian dan kasih sayang seorang Ayah. Mungkin sekarang Kak Barra yang belum lagi mempunyai anak jadi bisa selalu melihat Tiara kapan pun kakak mau."


Barra berniat untuk ingin menceritakan tentang kehamilan Laura kepada Gisella.

__ADS_1


Barra merasa jika Gisella bisa sangat di percaya oleh nya.


Gisella sangat bisa menjaga rahasia tentang kehamilan Laura saat ini kepada Gisella.


__ADS_2