
Supir tersebut tersenyum manis kepada Gisella.
Gisella pun langsung mundur berjaga jarak dengan orang tersebut karena dia takut itu adalah orang suruhan dari Rangga.
"Bu Gisella Reviska, saya adalah supir pribadi keluarga Bapak Barra. Saya di suruh Pak Barra untuk menjemput Ibu ke rumah karena sudah ada Bu Rossa yang menunggu kedatangan Ibu."
Gisella pun akhirnya mendekati supir tersebut dan memilih untuk langsung pergi saja karena Gisella ingin cepat selesai permasalahan nya.
"Baiklah Pak, kita langsung pergi saja."
Gisella pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut dan duduk di belakang.
Gisella merasa sangat tenang sekali karena akhirnya dia bisa mengakhiri pernikahan ini.
Gisella terlihat sangat gugup sekali dia tidak sampai harus menangis ketika sedang berbicara di depan Mama Rossa.
"Gisella kamu harus tenang, kamu harus bisa berbicara dengan tegas. Ini semua demi anak yang ada di kandungan kamu."
Mobil tersebut pun akhirnya sampai dan Gisella pun turun dan berjalan menuju pintu utama.
Para pegawai yang ada di sana memperhatikan wajah Gisella yang seperti sedang menahan rasa sedih.
Barra yang keluar dari kamar nya pun langsung melihat kedatangan Gisella.
__ADS_1
"Gisella akhirnya kamu datang juga."
Barra menghampiri Gisella dan membuat Gisella menghentikan langkah kaki nya.
"Ayo Gisell, kita pergi ke ruangan keluarga. Semuanya sudah menunggu di sana."
Gisella pun mempercepat langkah kaki nya dan akhirnya dia pun bertemu dengan Laura dan Mama Rossa.
Sikap Laura yang memandangi Gisella seperti bukan sebagai seorang Kakak tetapi seperti kepada seorang musuh.
"Ayo Gisell, duduk lah."
Ucap Rossalinda dan Gisella pun duduk berhadapan dengan Rossalinda.
Gisella melirikan mata nya kepada Laura.
"Aku merasa Kak Laura yang sudah hamil dan aku ingin bisa mengurus anak ku ini, aku ingin memiliki anak ini seutuhnya aku tidak mau memberikan anak ini kepada Kak Laura."
Laura merasa sangat kesal sekali mendengar perkataan Gisella.
"Kamu tidak rela memberikan anak kamu kepada Laura karena kamu merasa Laura yang sudah hamil, kamu rela membesarkan anak tersebut sendirian Gisella?."
Gisella menggangukan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Yaa, itu benar sekali. Aku akan menjadi singel mother dan aku akan mengurus anak ini dengan penuh kasih sayang."
Barra tidak menyangka Gisella yang usianya lebih muda tapi dia begitu sangat bertanggung jawab atas kehidupan baru sebagai seorang ibu.
"Dan ini uang 100 juta akan saya transfer kan kembali kepada Tante Rossa."
Gisella mengeluarkan handphone nya dan dua langsung melakukan transaksi tersebut.
Rossalinda tidak habis pikir dengan Gisella yang belum mempunyai pekerjaan tapi dia dengan sangat yakin sekali jika dia bisa berjuang untuk anak nya nanti.
"Aku ingin ada perjanjian agar tidak mengambil anak ini jika anak ini sudah terlahir ke dunia."
Barra dengan sangat besar hati mempersiapkan persyaratan tersebut.
"Tapi Gisella ijin aku untuk bisa melihat anak tersebut di saat dia terlahir nanti."
Gisella dan Barra pun menandatangani perjanjian tersebut.
"Ya, itu tentu saja boleh tapi bukan sebagai ayah karena tidak mungkin hal itu terjadi. Akan jadi pertanyaan besar di saat mereka sudah dewasa."
Gisella terus saja memandangi wajah Laura, dia merasa sangat puas sekali ketika dia sudah tidak lagi berurusan dengan Laura.
__ADS_1