SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI
BAB 106


__ADS_3

Hampir setiap orang pasti pernah merasakan kesepian. Rasa sepi biasanya muncul saat seseorang tengah sendirian berada di suatu tempat. Tak bisa dipungkiri, rasa kesepian begitu terasa menyiksa. Terlebih, bagi beberapa orang-orang yang selama hidupnya terbiasa bersama orang-orang terkasih.


Sepi tak selamanya buruk. Selama kesendirian disikapi dengan bijak, kesepian bisa jadi hal yang membawa berkah. Dari sepi, seringkali seseorang bisa mendapatkan ketenangan dan kedamaian. Tak heran, terkadang seseorang justru perlu menyepi untuk menjernihkan pikirannya. Kata-kata sepi akan membuka mata dan pikiran kita betapa sepi terkadang jadi hal sejatinya kita butuhkan.


Namun tidak bagi seorang pria paruh baya, rasa sepi sangat melanda hatinya. Bukan sepi karena tanpa belaian sosok lawan jenis. Kalau di bilang kekurangan belaian, dia sudah termasuk sangat kenyang. Bahkan kategori tidak bersyukur.


Lelaki 56 tahun itu tampak sendu memandang orang lalu lalang. Bahkan ada rasa iri menyelinap di hatinya. Ada seorang ibu-ibu tua yang duduk di salah satu kursi taman. Wajahnya mengkerut menandakan telah di makan usia. Tangan wanita itu seperti gemetar memegang sebuah kain segiempat yang mengusap wajah tuanya. Andai dia anak perempuan itu takkan biarkan ibunya duduk sendiri di sana. Pasti dia akan biarkan wanita itu untuk istirahat di rumah. Menikmati masa tuanya bersama anak, menantu dan cucunya.


"Ibu kenapa namaku cuma Andreas? teman yang lain punya nama panjang." tanyanya pada sang ibu.


"Kamu mau tahu kenapa kami kasih nama itu?" sang ayah ikut menimbrung obrolan istri dan anaknya.


"Kenapa, Yah?"


"Karena ayah mau nanti kamu jadi orang hebat. Sehebat namanya yang kami berikan padamu."


"Andre janji akan belajar yang baik membanggakan ayah dan ibu."


Andreas itu nama aslinya. Usianya kini tak lagi muda. Rambutnya memutih jauh beda dengan kulitnya yang kuning langsat. Tampak wajahnya sudah menampakkan kerutan.


Dia tumbuh menjadi anak yang cukup di sayang kedua orangtuanya. Dia juga tumbuh menjadi sosok tampan idola kaum hawa. Namun itu tak membuatnya sombong. Andreas tetap menjadi sosok yang sederhana. Itu yang membuat dia di lirik pak Burhan untuk menikah dengan keponakannya.


Setelah menjadi kaya, Beristri kan anak orang kaya, hidupnya berubah. Dia menjadi sosok yang royal. Apalagi sejak dia menjabat direktur 1 yang statusnya di bawah Dewi. Andre di suguhi dengan semua kemudahan. Apapun yang dia mau pasti, istri yang cantik dan setia, anak-anak yang lucu, karier yang mapan, semua dia dapatkan dengan mudah.


Tapi Andre juga lelaki yang butuh kasih sayang. Kesibukan Dewi yang melebihi dirinya. Istrinya di rumah hanya untuk istirahat. Anak-anak lebih dekat dengan dirinya. Andre yang lebih banyak mencurahkan kasih sayangnya pada ketiga anaknya. Beberapa teman menyarankan Andre mencari hiburan di luar. Itu juga dia ikuti karena merasa Dewi kurang perhatian lagi padanya. Cengeng memang. Tapi itulah kenyataannya.


Andre mulai suka dunia malam, seperti keluar masuk diskotik. Dekat beberapa wanita malam. Hingga dia pun menjalin hubungan dengan sekretaris istrinya yang bernama Padma. Gadis muda yang saat itu masih berusia 24 tahun. Gadis muda yang membangkitkan gairah sudah lama dia dambakan.


"Aku mencintaimu, mas." Bisik Padma saat itu.


"Tapi kamu tahu kalau aku sudah beristri. Lebih baik kita sudahi semua ini. Aku tidak tega ..."


"Mas, aku tahu kamu kurang perhatian dari Bu Dewi. Aku tahu kalau Bu Dewi lebih cinta sama pekerjaannya daripada suaminya. Aku yang akan menggantikan peran Bu Dewi." Padma tersenyum penuh pesona.


Meskipun dia sudah berusaha menghindari sosok Padma. Tapi Wanita itu masih gencar mendekatinya. Andre sempat kewalahan saat itu. Padma tidak pantang menyerah. Sampai suatu saat.


"Mas, aku hamil." aku nya.


"Bagaimana mungkin, bukankah kita selalu pakai pengaman." Andre masih belum percaya.

__ADS_1


"Mas, aku hamil anakmu! ini hasil dari cinta kita!"


"Enggak! bisa jadi ini hasil sama pacarmu, Si Angga itu." Andre mendorong Padma dengan kasar.


Setelah itu Andre tak tahu kabar tentang Padma. Wanita itu menghilang bagai bak di telan bumi. Dia pun tak pernah ambil pusing ada tidaknya wanita itu. Toh dengan begitu semua aman karena Dewi tidak tahu dengan semua ini.


Andre masih menjadi suami yang kesepian. Hari-hariku di penuhi dengan pergi ke diskotik. Bermain dengan beberapa wanita disana.


Siang itu hanya ada Andre, Bi Inah dan Vira yang masih kecil. Tubuh Vira yang di baluti kaos buntung dan celana pendek mini, gadis kecil itu asyik bermain boneka sendirian di ruang tengah.


"Vira, sekarang kamu tidur siang sama papa, ya." Gadis kecil itu mengangguk menurut sama ajakan papanya.


"Tidur di kamar Vira saja, Pa." kata Vira.


"Di kamar papa saja. Kan ada AC yang gede."


"Iya, pa."


Gadis kecil itu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur orangtuanya. Tubuh Vira yang berisi membuat darah lelaki berdesir. Andre pun hanya menggunakan kimono duduk disebelah Vira yang sudah tertidur.


Tangan Andre membuka kancing atasan putri bungsunya. Sungguh dia tidak bisa menahan nafsunya.


Vira terbangun merasakan ada yang menyentuh tubuhnya. Dia kaget tangan papanya membuka kancing bajunya.


"Panas, nak. Papa lihat kamu berkeringat. Buka saja bajunya."


"Iya, pa." Vira menurut saja. Dia tidak melawan saat papanya membuka balutan tubuhnya dari pakaian hingga celana. Tersisa hanya kaos dalam dan ****** *****.


BRAAAAAK!


BANGSAAAAT!


Feri memasuki kamar mendapati adiknya hanya memakai dalaman saja. Tentu lelaki muda itu menebak sang papa akan melakukan sesuatu pada adiknya. Vira pun di boyong sama Bi Inah ke kamar.


Terdengar amukan Feri yang menggelegar.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)

__ADS_1


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)


Hayya 'alashshalaah (2x)


Hayya 'alalfalaah. (2x)


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)


Laa ilaaha illallaah (1x)


Lantunan suara adzan berkumandang di sekitar taman. Suara yang mengingatkannya lepas dari jerat masa lalu. Kakinya melangkah ke mushola tak jauh dari tempat dia berdiri saat ini.


"Ya Allah, Maafkan hamba yang nista di masa yang lalu. Hamba malu menginjakkan kaki di rumahmu. Hamba yang penuh dengan dosa."


Andre pergi meninggalkan area mushola. Di depan pagar dia pun berpapasan dengan seorang lelaki yang mengenalnya.


"Ini pak Andre, kan?" sapa sosok itu.


"Iya, maaf anda mengenal saya?" jawab Andre.


"Tentu. Saya dulu staf di PUTRA NUSA. Saya kenal sama bapak, tapi wajar bapak tidak kenal saya. Bapak apa kabar? oh iya nama saya Saiful. Saya dulu sopir perusahaan. Terus saya berhenti kerja dan di gantikan sama Irul. Saya dengar dia naik jabatan setelah jadi sopir."


Andre tentu saja kenal sama Irul. Lelaki yang sempat jadi asisten mantan istrinya dulu. Irul yang di elu-elu kan jadi calon mantu keluarga Wira. Tapi nyatanya dirinya lah yang di


Burhan menjadi menantunya.


"Bu Dewi apa kabar, pak?" tanya Saiful.


"Dewi Alhamdulillah baik. Saya dan Dewi sudah lama berpisah." ucap Andre.


"Kok bisa, pak? eh, maaf, pak. Pertanyaan saya bukan konsumsi publik. Bapak abaikan saja pertanyaan saya tadi."


Andre tersenyum kecil. Dia pun akhirnya menceritakan bagaimana hidupnya yang mewah membuatnya lupa diri. Membuat dirinya kurang bersyukur.


"Kita ini manusia biasa, pak. Tidak selamanya hidup lurus dan bahagia. Bahkan Allah memberi manusia cobaan untuk menuju jalan kebahagiaan.


Cobaan memang tidaklah menyenangkan. Cobaan pun datang dalam bentuk yang berbeda-beda, bisa dalam bentuk harta, fisik, kemiskinan, anak, pasangan hidup, bahkan hingga relasi kerja dan bisnis.


Hanya saja, cobaan yang diberikan Allah SWT kepada hambanya sebenarnya adalah bentuk kecintaan Allah. Bukankah dengan diturunkannya cobaan, manusia dapat teruji keimanannya? Kala menurunkan cobaan, sesungguhnya Allah tengah mencintai hamba-Nya.

__ADS_1


Maka dari itulah, Allah membuka jalan pertobatan untuk umatnya. Bahkan saat kita di ujung umur pun masih di buka pintu maaf kepada umatnya. Bapak masih bersyukur di beri istri yang baik dan anak-anak yang sukses.


Saya dengar Feri anak bapak yang paling tua memimpin perusahaan."


__ADS_2