SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI
BAB 208


__ADS_3

"Kamu dimana, sayang?" suara perempuan terdengar mendayu manja.


"Aku lagi dalam perjalanan, Sayang. Kamu sudah di sana, ya. Kok nggak bilang, kan bisa aku jemput," kata lelaki di seberang sana.


"Kan perusahaan tempat aku kerja juga ikut Event ini. Jadi bisa ketemu disini saja,"


"Okelah kalau begitu, sampai ketemu di sana sayang. Mmmuaaah," Perempuan itu menaikan bibirnya ke atas. Lalu menutup telepon dari kekasihnya.


Pandangannya mengedar ke segala arah. Memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Beberapa muda-mudi berjejer untuk menanti informasi lowongan kerja untuk mereka.


Event Job Fair di Indonesia selalu ramai dikunjungi para jobseeker. Event ini merupakan wadah yang mempertemukan berbagai perusahaan dengan para Jobseeker atau pencari kerja.


Tak jarang banyak sekali para jobseeker yang rela antri dari pagi untuk bisa mengunjungi event job fair. Perusahaan pun banyak yang memanfaatkan momentum untuk mencari kandidat yang sesuai dengan kriteria perusahaanya.


Event Indonesia Career Expo Jakarta 2023 diikuti oleh kurang lebih 60 perusahaan ternama, seperti Hyundai, Propan, Bina Nusantara, dan lain-lain dengan ratusan lowongan berbagai posisi.


Salah satu perusahaan tempat dia bekerja yaitu PT. BOUGENVILLE yang bergerak di bidang tekstil pun ikut membuka lowongan kerja besar besaran. Itu yang membuat dia bisa berdiri di tempat ini.


Netranya beralih pada sosok lelaki duduk di kursi roda. Sambil mengayuh kursi sendirian lelaki itu juga sibuk memakai headset. Terlihat dia sudah berkomunikasi dari headset tersebut.


Perempuan itu mengerutkan keningnya, secara dia tahu sosok lelaki itu sudah bukan seorang direktur lagi. Bahkan kabarnya, lelaki itu banyak di tolak berbagai perusahaan termasuk tempat dia bekerja. Ada rasa puas melihat nasib lelaki itu.


"Ini namanya karma Pandawa, kamu dulu memutuskan aku karena lebih sibuk bocah ingusan itu. Aku juga tahu kamu menolak menikah dengan anak pemilik perusahaan GENETIK MACHINE. Sekarang enak kan luntang-lantung tidak jelas," batin perempuan itu.


Namanya Karen, dulu dia dan Dawa adalah sepasang kekasih. Semasa mereka pacaran Dawa termasuk bucin sama dia. Itu dalam pandangan Karen, selama mereka pacaran pun Dawa jarang menolak semua permintaannya.


Siapa yang tidak tahu Karen masa itu, Idola kampus yang di puja banyak Pria. Apalagi ayahnya karena adalah petinggi kampus tempat mereka kuliah. Karen sering mengalami permasalahan dalam nilai akademik. Membuat papanya menunjuk Pandawa sebagai tutor belajar Karen. Posisinya Karen masih semester tiga sedangkan Dawa sudah menjadi coast di kampusnya.


Karena sering bertemu timbul benih cinta diantara mereka. Dalam lima bulan merajut hubungan sebagai sepasang kekasih. Sebenarnya Dawa pria yang baik. Dia sering diminta mahasiswa dan mahasiswi lain menjadi tutor belajar. Satu yang Karen tak suka, Dawa sering di sibukkan dengan adik angkatnya, Kayla.


"Sayang, maaf aku terlambat?" Dawa menghampiri Karen menunggu di taman kampus.


"Lama amat sih, kamu tahu nggak aku nunggu sudah 30 menit. Dari tadi orang lalu lalang ngeliat aku kayak patung Pancoran,"


"Secantik ini masa di samakan dengan patung Pancoran. Enggaklah, kamu itu bahkan lebih cantik dari lukisan Monalisa,"

__ADS_1


Karen masih memasang wajah kesal. Dawa masih berusaha membujuk kekasihnya.


"Kan tadi pas kamu ajak ketemu aku sudah bilang, mau ke sekolah Kayla dulu. Om Irul lagi dinas luar di Kalimantan. Jadi aku yang ngurusin Kayla"


"Kayla, Kayla .... dia terus, Lama-lama kamu tuh jadi baby sitter dia tahu. Kayla itu sudah gede sudah tamat SMP ngapain di urus, manja,"


"Kalau kamu terus urusin Kayla mending kita putus. lama-lama aku gedek sama orangtua angkat kamu. Gedek sama kamu juga,Capek!"


Karen berbalik badan, berharap Dawa menahannya atau memohon untuk tidak putus. Sudah jauh Karen berjalan tak ada yang mencegah. Karen membalikkan badannya, Dawa masih berdiri di tempat yang sama.


"Sejak awal aku pernah bilang sama kamu, Om Irul dan Kayla adalah keluargaku sekarang. Di samping almarhumah kakakku, Padma. Kalau kamu serius sama aku harus nya kamu juga terima keluargaku. Kamu tadi minta ajak shopping lah atau kegiatan unfaedah aku mana sempat. Selain Sabtu Minggu sambil kasih les sama kamu. Pulang kuliah aku kerja,"


"Oh ya udah, kalau kamu lebih sayang mereka, kita putus! buat apa pacaran kalau waktu berdua cuma sedikit,"


"Oke, kalau itu mau kamu kita putus! aku nggak bisa nahan kamu, karena itu memang keinginan kamu!" Dawa pergi meninggalkan Karen.


"Aduh kok putus beneran, sih. Padahal aku cuma mau gertak dia. Besok-besok aku temui lagi, deh. Siapa tahu dia sudah mendingin. Sekarang dia lagi emosi tidak bisa berpikir jernih,"


Nyatanya setelah mendapat kabar Dawa wisuda. Lelaki itu sudah terbang ke Jakarta untuk bekerja. Karen merasa kecewa atas sikap Dawa.


"Waaaaaw, siapa yang aku lihat disini, Pandawa Danuarta, Mantan direktur Global Machine. Surprise sekali bisa bertemu dengan anda disini. Pasti cari kerja ya, biar bisa dilihat rajin terus menjilat atasan. Bonusnya bisa di jodohkan sama anak gadisnya atau di wariskan perusahaan seperti Global Machine. Dawa .... Dawa ... umur kamu sudah di luar syarat. Mana lah ada lowongan yang cocok buat kamu, kalau mimpi jangan kejauhan,"


Karen berbicara lantang membuat beberapa orang yang berpusat pada dirinya. Mereka tentu penasaran dengan apa yang di bahas Karen.


"Karen, kamu apa kabar?" Dawa masih sesopan mungkin menyapa mantan kekasihnya.


Dawa tahu beberapa temannya beberapa kali mencoba mendekatkan dia dengan Karen. Tapi dia memilih tidak datang demi menjaga hubungan dengan Kayla. Dalam hal itu dia juga di sibukkan mencari "Sapi kecilnya".


"Menurut kamu? bagaimana kabar saya? tentu baik, hidup saya berkecukupan, punya kekasih pengusaha yang sayang dan mengutamakan kekasihnya. Bukan lelaki yang mementingkan keluarga angkatnya. Dan sekarang apa yang terjadi, kamu di buat terpuruk oleh keluarga angkat yang sangat di hormati.


Kaki lumpuh, tidak punya pekerjaan, dan MADESU sekali kamu," tawa Karen.


"Danu," Deka mendekati putranya di tengah tontonan orang di pameran tersebut. Tadinya dia masih di sibukkan dengan promosi pabrik teh yang akan bangun di Jakarta. Tentu saja dengan kepemimpinan Pandawa.


"Iya," Dawa menoleh kearah papanya.

__ADS_1


"Mereka siapa?" tanya Deka.


"Ini Karen, mantan Dawa waktu masih kuliah."


Deka memperhatikan dengan seksama wajah wanita di hadapannya. Seperti tidak asing dengan sosok yang menurutnya sangat menor.


"Anda pak Merdeka bukan. Salah satu Pemilik perkebunan teh di Sukabumi. Senang sekali bisa bertemu langsung dengan anda," Karen penuh percaya diri mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Deka tidak langsung menerima uluran tangan dari wanita itu. Dia malah berfokus pada Pandawa.


"Bagaimana tadi di stand?" tanya Dawa.


"Masih sedikit peminatnya, mungkin karena saingan kita adalah pabrik yang punya nama. Kalau memang seperti itu kembali kembali ke rencana kamu, Nak. Menaikkan derajat warga disana," kata Deka.


"Nak?" Karen terperanjat saat Deka memanggil Dawa dengan sebutan Nak.


"Oh, ya. Kamu bekerja dimana?"


"Bougenville Tekstil," jawab Karen.


"Owh, saya kenal direkturnya. Saya bisa bilang sama direktur kamu bagaimana tadi kamu mengejek putra saya dengan sebutan MADESU.


Dan saya malah merasa sebentar lagi kamu yang akan MADESU,"


"Putra?" Karen kembali terperangah mendengar perkataan Deka.


"Sayang, ada apa?" Suara bariton di belakang Karen semakin dekat.


"Pak Natadirja, menantu dari perusahaan BEE GLOW, apa dia kekasih anda?"


Nata pun mengkerutkan dahinya " Anda siapa?"


"Saya Dirgahayu Merdeka, ayah mertua anda sangat mengenal saya. Sungguh tragis ya kelakuan anda, bergandengan dengan wanita bukan istrinya. Padahal Jelita lebih cantik dari wanita ini," Deka tertawa menang. Sekali tepuk dua lalat. Perempuan yang tadi menghina anaknya ternyata kekasih gelap menantu temannya. Sungguh suatu kebetulan.


"Pa, sudahlah jangan buang tenaga untuk hal yang tidak penting. Aku tidak peduli dia ngomong apapun, lebih baik kita fokus dengan urusan ini," Dawa mencoba menenangkan emosi papanya.

__ADS_1


__ADS_2