SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI
BAB 189


__ADS_3

Mau apa kamu kesini?" sambutan Dewi sangat ketus pada tamunya yang berdiri di depan pintu. Tamu itu tidak sendirian, dia datang bersama tiga orang yang menemaninya. Kepalanya terus menunduk, namun tidak menyurutkan niatnya untuk datang ke rumah itu.


"Tante saya kesini mau bertemu dengan anda dan seluruh keluarga Savira. Saya minta maaf atas semua yang papa lakukan pada Vira. Saya juga minta maaf kalau papa banyak salah sama kalian selama ini. Papa begini karena sakit hati sama Tante Dewi, dia merasa sudah banyak bantu Tante tapi malah di pecat tanpa bisa menemukan pekerjaan baru. Ya aku juga tahu kalau papa yg tidak mungkin di pecat tanpa sebab. Saya pernah dengar cerita ini dari teman papa,"


"Gampang kamu minta maaf setelah apa yang terjadi selama ini. Atas pengkhianatan papa kamu di perusahaan, pengkhianatan di lakukan Padma serta masuknya Pandawa ke dalam kehidupan kami. Semua masalah yang terjadi dalam keluarga kami dialah penyebabnya. Dan sekarang kamu mau minta maaf. Enak benar!" Dewi bicara sambil berkaca pinggang.


"Ada apa ini?" Dira mendengar keributan di luar. Semua yang ada di rumah pun berkumpul ke titik suara.


"Jordy, Kayla, ada apa kalian kesini?" tanya Juna.


"Dia kesini mau minta maaf atas yang Irul lakukan sama kita terutama sama Vira,"


"Kalian masuk dulu, kita bicarakan di dalam," ajak Feri.


Feri menuntun tamunya masuk ke dalam rumah. Dewi yang hendak protes akan tetapi di abaikan oleh anak-anaknya. Wajah itu memasang tampang garang. Feri meminta Dira memanggil Vira untuk ikut bergabung.


"Kamu tahu kan bagaimana kondisi Vira sekarang? kalau dia bertemu Kayla yang ada dia tambah down. Mama nggak mau memperburuk keadaan Vira,"


"Paling tidak semuanya jelas, Ma. Soal reaksi Vira nanti kita urus. Dia datang kesini mau minta maaf. Mama saja bisa memaafkan papa, tapi kenapa tidak dengan orang lain, jadi Feri minta tolong sama mama supaya lihat apa yang terjadi," Dewi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Kayla, Jordy dan dua teman mereka pun duduk. Dira pun turun di temani Vira. Melihat ada Kayla di sana, Vira pun langsung memeluk temannya. Mengingat mereka sama-sama korban Irul.


"Alhamdulillah Kay, kamu sudah sehat. Aku dengar tentang kamu yang di sekap om Irul. Elsa juga sudah cerita banyak tentang yang kamu alami," ucap Vira.


Kayla memandang Vira, ada rasa bersalah karena sudah banyak menyakiti Vira. Terutama tentang Pandawa, ini saatnya dia menebus semuanya. Semua kebaikan Vira padanya dulu, dimana saat butuh teman cerita Vira selalu menjadi pendengar yang baik.


"Maafkan aku, Vira. Karena kecemburuan aku sama kamu. Membuat kamu membenci kak Dawa. Sejak awal kamu lah yang dicintai kak Dawa bukan aku. Ya dulu kami memang mencoba saling menerima. Tapi dia tetap mencari kamu," Isak Kayla.

__ADS_1


"Sekarang jelaskan?"


"Sebenarnya saya sudah tidak punya muka lagi untuk kesini, saya tahu kalian marah sama papa atas kejahatannya, tapi saya kesini untuk membeberkan kebenaran ini. Tentang siapa Padma dan juga Pandawa,"


"Buat apa? apa itu sebagai tameng supaya mereka tidak di bawa ke ranah hukum. Heh! saya tidak akan memberikan kelonggaran pada mereka,"


“Mama tolong dengarkan dulu, Feri tahu mama kesal sama papanya Kayla. Feri paham rasa marah mama. Tapi yang kami inginkan kejujuran om Irul di balik kejahatan yang selama ini dia lakukan. Walaupun apapun namanya kejahatan tidak di benarkan. Kita dengar apa yang mau di jelaskan Kayla.” Feri mencoba menengahi.


“Ayo jelaskan?”


“Saya mau menjelaskan tentang kak Dawa, Vira. Bahwa sebenarnya anak yang aku kandung adalah anak Jordy, bukan anak kak Dawa. Kak Dawa memperlakukan aku seperti adik sendiri. Meskipun pernah tumbuh rasa cinta diantara kami. Di belakang kak Dawa aku tetap menjalin hubungan dengan Jordy, kekasihku sejak masa SMA, kekasihku yang di tentang oleh papaku,” Vira yang tadinya membuang muka ketika Kayla membahas soal Dawa, mendadak melemparkan pandangan ke arah Kayla.


Vira berjalan mundur mendengar pernyataan Kayla. Selama ini dia menganggap cerita Kayla benar adanya. Sampai dia membenci Dawa karena sudah membuat Kayla hamil.


"Kenapa kamu baru cerita sekarang, Kay?"


“Sejak kecil saya terkekang dengan pekerjaan papa sebagai rentenir. Apalagi papa selalu bersikap kejam pada nasabahnya. Hal itu yang membuat saya di jauhi orang-orang.


Saya dan Jordy sudah berteman sejak kecil. Dia dan juga kak Dawa yang selalu ada buat saya. Kak Dawa juga tidak terlalu mengenal Jordy, karena dia tidak pernah berbaur. Saat dia tinggal sama papa saya masih SD, dia sudah SMA.


Papa selalu mencekoki cerita buruk tentang keluarga ini. Dia selalu bilang kalau yang buat kakaknya depresi adalah papanya Savira. Dia membuat kak Padma berhalusinasi seakan mengandung anak suami anda. Padahal tidak, karena statusnya sudah menikah dengan pria bernama Angga.


Papa bahkan membuat rumah tangga kak Padma dan suaminya hancur. Dari membuat kak Padma merasa dia hamil anak lelaki lain, suaminya merasa itu bukan anaknya hingga. Hingga ikut terlibat atas kematian kak Padma. Puncaknya saat kak Padma meninggal dunia malah papa melimpahkan tuduhan ke kak Angga. Dan kak Angga meninggal dunia di lapas karena jantungan,"


Walaupun masih dalam keadaan kesal, Dewi tetap menyimak semua yang di jelaskan Kayla. Di sisi lain dia tidak menyangka kalau Irul sudah sejauh itu, tapi sisi yang lain dia ingin melawan pikiran untuk tidak percaya pada cerita tersebut.


"Apa buktinya supaya omongan kamu di percaya Kayla?" kata Juna.

__ADS_1


"Saya berani bersumpah apa yang saya ucapkan memang fakta. Buat apa saya kesini kalau hanya mengatakan suatu kebohongan. Kejadian penculikan yang saya alami dan juga dialami Vira membuat saya membuka mata,


Saya datang bukan untuk membela papa karena dia memang bersalah dalam hal ini. Dia biang dari semua yang kalian alami. Termasuk mengadu domba rumah tangga Tante Dewi dan om Andre,"


"Lalu dimana Pandawa saat ini?" tanya Dewi.


"Saya tidak tahu Tante, bahkan saat saya meminta pertolongan untuk mencegah kejahatan papa. Dia tidak datang sama sekali," kata Kayla.


"Dia datang, Kay. Dia datang tapi sudah keburu di bunuh papa kamu dan Seno," kata Vira.


"Seno? itu orang kepercayaan papa, terus ada kakak sepupu jauh papa namanya Adrian. Dia sering minta papa menculik kolega yang dianggap saingan,


Satu hal yang harus Tante Dewi tahu, Kak Paundra, Kak Padma dan kak Dawa, mereka bertiga tidak sedarah. Hanya kak Paundra yang anak kandung orangtuanya, sedangkan kak Padma diambil dari panti, kalau kak Dawa anak pembantu yang kerja dia sana, namanya Sekar iya Sekar,"


"Sebegitunya kamu tahu ceritanya, pasti sudah di kemas dengan baik oleh Irul," Dewi masih bersikap sinis.


Kayla menarik nafas dalam-dalam. Sepertinya akan susah menjelaskan pada mama Dewi yang hatinya masih tertutup. Paling tidak dia sudah jujur apa adanya. Urusan mereka percaya atau tidak itu bukan urusan dia.


"Saya rasa apa yang saya jelaskan sudah cukup. Terserah kalian mau percaya atau tidak. Tapi yang pasti papa sudah di penjara, hanya kalian perlu was-was karena om Seno masih berkeliaran,


Jo, kita pulang yuk," ajak Kayla.


"Baik sayang, pak Juna dan semuanya saya pamit dulu. Kayla baru semalam pulang dari rumah sakit," pamit Jordy sambil mendorong kursi roda milik Kayla.


Setelah Kayla pulang semua yang ada di ruang tamu duduk serta sibuk pada pikiran masing-masing. Masih berperang antara percaya dan tidak percaya pengakuan Kayla.


"Menurut mama bagaimana?" tanya Feri.

__ADS_1


"Entahlah, Feri. Mama tidak bisa berpikir jernih saat ini? kalau memang antek-antek Irul masih berkeliaran kita harus waspada. Dan kamu Vira, mama minta jangan masuk kampus dulu. Mumpung ada Juna di sini, kamu pergi diantar sama dia. Kalau Elsa ajak jalan jangan mau ikut. Mama tidak akan mengizinkan!"


__ADS_2