SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI
BAB 94


__ADS_3

Beberapa jam kemudian


Suara ambulan terdengar menggaung di area perkebunan teh. Semua warga membaur menyambut kedatangan jenazah Delia. Pinggiran jalan terlihat pada akan kerumunan penduduk. Melihat hal itu, petugas keamanan setempat menertibkan para warga yang hampir menutup jalan.


"Deliaaaa!" Tangis Yasmin berlari mendekati mobil ambulan.


"Jeng, jangan seperti itu. Biarkan petugas menurunkan jenazahnya dulu."


Yasmin tidak memperdulikan nasihat mama Salma. Dia tetap terpekik histeris saat peti jenazah di turunkan.


Sementara Anca mendatangi putranya yang terlihat kusut. Lelaki usia 65 tahun itu langsung memeluk Rian yang masih terguncang.


"Kamu yang sabar, Nak. Kamu sudah berusaha sejauh ini. Kamu harus kuat, ingat ada dua jagoan yang menantimu." Rian masih menyembunyikan wajahnya di pundak papanya. Terasa tubuhnya bergetar hebat.


"Padahal waktu hamil Dean, dia pernah bilang pengen umroh. Tapi karena aku mikir Delia masih sakit, sedikit aku abaikan permintaannya. Tapi ternyata Tuhan malah mengambilnya sebelum kami berangkat pergi umroh."


"Rian, manusia hanya bisa berencana tapi semua ketentuan ada pada Allah. Kamu yang kuat, nak."


Tak menunggu lama sekitar pukul tujuh malam Delia langsung di kebumikan. Warga sekitar pabrik tidak terlalu mengenal Delia. Mereka datang karena menghormati keluarga tuan Shahab yang sudah dekat dengan warga. Sebagian warga tahu kalau Yasmin adalah istri kedua. Bahkan warga juga tahu Yasmin menikah dengan Abdul Shahab sebagai istri kedua.


Sebagian dari mereka mengenal Yasmin anak salah satu buruh di pabrik itu. Dulu banyak yang mencibir Yasmin karena menikah dengan Abdul yang sudah beristri.


"Oh, jadi Delia anaknya Yasmin?" tanya salah satu warga.


"Iya anaknya Yasmin."


"Oh, yang waktu pak Shahab nikahi dia udah bunting. Kasihan pak Fudin, dia orang baik, anaknya malah jadi pelakor." gunjing salah satu warga.


Semua warga kenal sama Syarifudin, bapaknya Yasmin. Buruh teladan di masa era Fatahillah Shahab, kakeknya Delia. Seorang pekerja yang banting tulang untuk anak tunggalnya, Yasmin. Yasmin pun jadi idola bagi para pria. Termasuk Sauqi Shahab, adik dari Abdullah Shahab. Dimana Sauqi sering mendatangi kediaman kecil keluarga Fudin.


Kembali ke masa sekarang. Semua warga yang tahu kalau Delia adalah anaknya Yasmin rata-rata mencibir. Ya apalagi kalau di kaitkan dengan status Delia yang anak nasab ibu. Tentu hal itu membuat para warga kurang berminat untuk menyambangi acara layatan meninggalnya Delia.


Semua warga sudah meninggalkan area pemakaman. Hanya Rian yang masih ingin tinggal di area pemakaman. Mama Arumi sudah berusaha membujuk putranya. Sayangnya Rian tetap kekeuh untuk berada di nisan milik istrinya.


"Mas, apa Rian tahu soal donor jantung yang di minta Delia?" tanya Nadia.


"Mungkin sudah tahu. lagian tidak mungkin operasinya dilakukan tanpa izin dari Rian." kata Alex.


"Iya, semoga gadis muda itu selamat. Dan ternyata gadis muda itu orang Indonesia." kata Nadia.

__ADS_1


"Oh, ya. siapa namanya?" Nadia menggeleng.


Dia mana tahu soal itu. Sebelum meninggal Delia pernah bilang soal donor jantung. Tapi Nadia hanya sebatas mendengar cerita. Delia kadang bersikap normal. Esoknya dia lupa kalau sudah punya suami. Mungkin itu adalah efek alzheimer.


"Mama," sapa seorang lelaki yang baru saja sampai ke kediaman keluarga Shahab.


"Juna, Dira." sapa mama Dewi pada anak dan menantunya.


Dira dan Juna menyalami mama Salma, mama Dewi dan Tante Arumi bergantian. Mereka diajak masuk ke dalam bersama tamu yang lain.


"Dira," sapa Ayu.


"Yu, kak Dira. Biasakan, dong. Dia sekarang bulan teman kamu lagi, tapi kakak ipar kamu."


"Ya ampun, Mas. Nggak apa-apa kalau dia manggil nama. Kan biar awet muda."


"Ya harus di biasakan. Itu namanya tata krama." bisik Juna.


"Sudahlah. Kita fokus sama keluarga disini." kata Dira.


Dira menemui Tante Yasmin untuk menyampaikan rasa belasungkawanya. Meskipun banyak hal pahit yang di lakukan Delia dan tuan Shahab padanya. Tapi Dira tidak merasa dendam sedikitpun. Toh, tuan Shahab sudah mendapatkan hukuman yang setimpal. Delia juga sudah bertobat. Dan terakhir dia menemui Delia, temannya itu sudah mengenakan hijab.


Yasmin melihat kedatangan Dira langsung memeluk. Tangisannya semakin pecah. Tubuh wanita usia 45 tahun itu bergetar hebat. Dira mengelus pucuk rambut ibu dari temannya.


"Maafkan Delia, nak. Maafkan apa yang sudah Delia lakukan sama kamu sepanjang hidupnya. Dia seperti itu karena terobsesi dengan Arjuna. Dia terlalu di kekang sama papanya. Sehingga kelakuannya tidak terkontrol. Tante minta maaf atau tragedi kolam renang saat lamaran kamu dan Rian."


Deg! Dira merenggangkan pelukannya. Sungguh dia baru tahu soal tragedi kolam renang itu. Dia hanya tahu kalau kurang hati-hati sehingga terjatuh ke dalam kolam renang. (Masih ingat saat di sayembara jodoh, waktu Dira jatuh ke kolam di malam lamaran dengan Rian).


Dira menatap Yasmin seakan meminta penjelasan soal kejadian itu. "Sebaiknya kamu tanya sama keluargamu." kata Tante Yasmin.


Dira mengangguk. Paham akan maksud dari ucapan Yasmin.


****


Di Jakarta


Kayla baru saja sampai di depan kampus. Sejenak dia menarik nafas karena merasa perutnya kram. Sejak dinyatakan hamil dia tidak boleh bawa mobil lagi. Dan ini setelah tiga bulan dia baru bisa pegang kendali mobil. Kayla membuka kemejanya, merasa sesak dengan korset tubuhnya. Kehamilannya sudah memasuki empat bulan. Masih harus dia tutupi.


Kayla merasakan getaran handphonenya di saku celananya. Sembari menahan nyeri di perutnya, Kayla pun mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Iya, pak Bambang. Apa bapak sudah mendapatkan soal tempat kerja kakak perempuannya kak Dawa."


"Ada, non. Dari yang saya dapatkan informasinya, mbak Padma dulu adalah sekretaris bu Dewi Savitri. Orang kepercayaannya Bu Dewi katanya. Cukup lama dia bekerja disana." lapor pak Bambang.


"Cukup lama? apa yang membuat kak Padma keluar dari sana?" Kayla meremas ujung kemejanya. Kenapa permasalahannya tidak jauh dari keluarga Vira.


"Mbak Padma terlibat skandal dengan suaminya Bu Dewi. Bu Dewi memecat mbak Padma, sekaligus mencabut semua fasilitas pendidikan buat adiknya."


"Tapi bukannya kak Padma itu adik seorang pengusaha? kenapa dia harus kerja dengan orang lain."


"Saya belum sampai kesana, mbak."


"Oke, selidiki lebih dalam lagi."


"Jadi Vira lah gadis kecil yang dicari kak Dawa. Enggak, aku tidak akan biarkan Vira merebut kak Dawa. Aku akan mempertahankan kak Dawa."


"Oke, terimakasih pak Bambang." Komunikasi pun di tutup.


Setelah merasa sedikit baikan dengan kondisi tubuhnya. Kayla pun keluar dari mobil setelah memarkirkan di area parkiran. Kayla pun melenggang bebas masuk ke area kampus. Menyapa beberapa teman yang mengenalnya. Setelah sampai ke dalam kelas Kayla pun duduk manis. Beberapa mahasiswa lainnya sudah masuk ke kelas.


Pikiran Kayla masih soal informasi yang disampaikan oleh pak Bambang. Salah satu orang kepercayaan papanya. Masih bergolak ketakutannya kalau Pandawa Danuarta tahu siapa sosok sapi yang sebenarnya.


Selesai mata kuliah pagi. Kayla harus menunggu mata kuliah lain. Saat ini dia duduk santai di gazebo area kampus. Matanya beralih dengan dua gadis muda yang berjalan melewati mereka. Mengingat apa yang di ceritakan pak Bambang, Kayla pun mulai menyusun rencananya.


"Vira," Kayla menyamperin Vira yang sudah berjalan menjauhi dirinya.


"Hai, Kay. Calon pengantin masih ngampus?"


"Masih lah, Vira. Masa enggak. Kamu sibuk nggak. Aku mau kamu nginap di rumah."


"Aduh, Kay. Maaf, ya. Di rumah lagi tidak ada orang. Jadi nggak bisa nginap tempat kamu. Atau kamu saja yang menginap di rumahku. Sama Elsa juga."


"Boleh. Habis kuliah aku langsung ke tempat kamu, ya."


Seperti yang di sampaikan Kayla tadi, mereka sudah berada di rumah kediaman Dewi Savitri. Tiga gadis muda itu duduk di kamar milik Vira. Kamar yang luas, bahkan lebih luas dari kamar Kayla.


Kayla merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar. Menarik nafas dalam-dalam. Matanya beralih pada photo gadis kecil di atas nakas.


"Jadi ini gadis kesayangan kak Dawa. Kalau kak Dawa tahu, bagaimana ya? apakah dia akan melanjutkan dendamnya atau tidak?"

__ADS_1


__ADS_2