SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI
BAB 80


__ADS_3

"Jadi kalian sudah siap?" tanya papanya Kayla.


"Saya siap menikahi Kayla, Om. Tapi apa tidak menunggu Kayla selesai kuliah. Dia masih muda dan pasti banyak yang harus di kejar." kata Dawa.


Dawa sebenarnya ingin mengatakan kalau dia mencurigai Kayla. Beberapa bulan yang lalu Kayla selalu menghindar kalau Dawa menjemputnya. Alasannya simpel, Kayla juga ingin merasakan bergaul dengan teman yang lain. Alasan yang masih di terima oleh Dawa. Apalagi saat masih sekolah Kayla selalu di kawal dirinya. Itupun atas perintah papanya Kayla.


"Saya cuma minta kamu selalu ada di sisi Kayla. Saya tidak suka Kayla bergaul dengan sembarang orang. Kamu tahu begitu banyak orang yang ingin menjatuhkan usaha saya yang sedang naik daun."


"Iya, Om saya akan menjaga Kayla semampunya. Saya sudah menganggap Kayla seperti adik saya sendiri." kata Dawa beberapa tahun silam.


"Saya tidak suka kamu bilang semampunya, kamu harus lindungi Kayla sampai titik darah penghabisan. Sama seperti saya yang mati-matian menaikkan derajat kamu dan kakakmu yang terpuruk akibat ulah Andre. Kamu tidak boleh lemah. Kamu harus bisa membalaskan kematian kakakmu, Padma. Membalaskan pada keluarga Andre, buat apa yang menimpa kakakmu juga dialami oleh anak-anaknya."


"Iya, om saya janji akan membalaskan kematian kakakku. Aku janji akan membuat mereka merasakan hal yang sama seperti kakakmu." ucap Dawa mantap saat itu.


"Bagus, aku suka itu."


Sekarang semua rencana balas dendamnya masih bersifat 30%. Sejak masuk ke keluarga Dewi Savitri, Dawa merasakan kehangatan keluarga seutuhnya. Dawa malah tidak tega membalaskan sakit hatinya pada keluarga Dewi.


Setelah tahu kalau ternyata Andre sudah berpisah dengan Dewi. Dawa mulai mengurangi keinginan untuk menghancurkan keluarga Dewi. Toh, dendamnya bukan pada Dewi melainkan pada Andre. Entah dimana lelaki yang sudah membuat sang sampai meninggal dunia. Tapi yang pasti, jika dia sudah menemukan Andre, dia akan melanjutkan rencana balas dendamnya.


"Dawa," sapa papanya Kayla membuyarkan lamunan lelaki itu.


"Sampai dimana batas penyusupan kamu ke keluarga Dewi Savitri. Kamu tidak lupa kan dengan rencana itu. Kalau kamu ada kesulitan saya siap membantu berapapun biayanya."


"Maaf, Om saya mau tanya? kenapa om yang sepertinya semangat sekali dengan rencana ini. Apa om juga punya masalah dengan keluarga Tante Dewi."


"Itu bukan hal yang penting untuk kita bahas. Tapi yang pasti saya cuma mau membantu kamu. Paham!


Oh, ya. Pernikahan kamu dan Kayla itu bulan depan. Soal undangan dan resepsi biar jadi urusan saya. Kamu dan Kayla terima beres saja."


"Iya, om. Terimakasih." jawab Dawa terbata-bata.


Dawa pamit meninggalkan kediaman Kayla. Jujur dia merasa penasaran dengan papanya Kayla. Sejak Dawa mengutarakan kalau dia mau membalas kematian kakaknya, Papanya Kayla sangat bersemangat sekali.


Sepuluh tahun yang lalu

__ADS_1


Dawa duduk di kursi depan ruang UGD. Dimana kakaknya kembali melancarkan aksinya untuk bunuh diri. Setelah kehilangan anak dalam kandungannya, Angga, suami kakaknya ketahuan punya perempuan lain. Padma yang ternyata mendapat asupan barang terlarang yang entah siapa yang memberi.


Dawa seorang mahasiswa yang menyambi kerja di kantor milik Khairul Anwar, ayahnya Kayla. Pak Irul yang dianggap baik hati memberikan Dawa tumpangan gratis. Apalagi dengan kondisi kakaknya yang drop, setelah usaha yang dulu sempat dirintis almarhum kakak tertuanya Paundra, jatuh ke tangan Angga, suami Padma.


"Kenapa kakakmu memakai barang haram itu?" tanya pak Irul.


"Aku tidak tahu, Om. Tapi yang pasti aku yakin ada orang mau membuat kakakku mati perlahan-lahan."


"Kamu mencurigai seseorang?"


"Andre, iya Andre, dia yang menentang kehamilan kakakku. Dia yang selalu berusaha mencelakai kakakku."


"Kamu yakin dia?"


"Aku yakin, emang siapa lagi?"


"Kok saya malah curiga sama suami kakakmu. Apalagi dia mau mengambil perusahaan milik mendiang kakak tertuamu." tebak pak Irul.


"Entahlah, Om. saat ini saya tidak bisa berpikir panjang. Pastinya yang saya tahu orang yang menginginkan kematian kakakku adalah andre." jawab Dawa geram ketika mendengar nama Andre.


Kedua orangtua Dawa sudah lama meninggal dunia. Di ketahui kalau sang ayah sudah tiada saat Dawa masih dalam kandungan. Sementara ibunya meninggal dunia setelah melahirkan Dawa. Meskipun tanpa orangtua, Dawa merasakan kasih sayang dua kakaknya, Uda (Paundra) dan Padma. Keduanya melimpahkan kasih sayang pada dirinya melebihi orangtuanya.


Sayangnya, kakaknya meninggal dunia saat dalam kecelakaan hendak melamar kekasihnya. Perusahaan pun di kendalikan oleh Tantenya, adik papanya.


Yang Dawa tahu saat itu, kakaknya Padma terjebak cinta pada suami orang. Dimana kakaknya menderita Cinderella Odypus compleks. Sang kakak memang suka bergaul dengan lelaki yang lebih tua.


Wanita dengan peter pan syndrome atau cinderella complex, mereka cenderung akan memilih pasangan yang dianggap dapat melindungi, mengayomi, dan bisa dijadikan tempat bergantung. Ketika seseorang tertarik dengan lawan jenis yang usianya cukup jauh berbeda.


Saat mereka terpuruk, pak Irul lah yang mengangkat derajat mereka. Seorang pengusaha kelas menengah saat itu, datang memberikan angin segar untuk masa depan dirinya dan kakaknya. Semua biaya terapi sang kakak beliaulah yang menanggungnya. Ketika Dawa mengatakan akan membalas Andre dan keluarganya. Pak Irul sangat mendukung. Memfasilitasi Dawa dari kuliah hingga bisa berdiri dengan usaha sebagai cabang perusahaan Irul.


Kembali ke masa sekarang, dimana Dawa diminta menikah dengan Kayla. Memang Dawa cinta sama Kayla, tapi dia ingin Kayla menyelesaikan studinya dahulu.


Dimatanya Kayla masih muda juga perjalanan panjang. Terlalu cepat jika harus menikah. Bukan Dawa tak ingin menikahi Kayla, ingin sekali tapi ya itu tadi. Keinginan pak Irul mempersiapkan pernikahan mereka terlalu mendadak.


"Kak," sapa Kayla.

__ADS_1


"Eh, iya sayang." Dawa mengeratkan tangannya ke pinggang Kayla.


"Kakak sejak papa tadi bicara soal pernikahan, aku merasa kakak keberatan."


"Eh, enggak bukan begitu sayang. Kakak hanya kaget, terlalu mendadak."


"Terlalu mendadak apa yang kakak pikirkan selain aku?" selidik Kayla.


"Kenapa kamu ngomong begitu?"


"Karena sejak kakak dekat dengan keluarga Vira. Kakak berubah, kakak tidak terlihat ambisi buat balas dendam."


"Segala sesuatunya kan perlu strategi, sayang."


"Yakin?"


"Kamu aneh banget kayak ada curiga atau cemburu."


"Ya wajarlah aku cemburu. Kakak tahu banyak mau dekat dengan Vira. Ya, aku merasa kakak salah satu dari mereka."


"Masa? padahal Vira itu nggak cantik. Menang putih saja. Masih cantik kamu, sayang."


"Makasih, ya kakak sayang." Kayla memeluk erat pinggang kekasihnya.


Dawa pulang meninggalkan kediaman Kayla. Sementara itu Kayla mulai kalut saat papanya meminta mereka menikah secepatnya.


"Papa gila! bagaimana mungkin kak Dawa yang harus menikahiku?"


"Lalu kamu mau siapa? lelaki miskin itu? tidak akan papa sudi punya menantu seperti dia."


"Tapi, pa, anak ini ...."


"Kamu kan bisa cari cara supaya Dawa merasa itu anaknya. Jebak dia kek apa kek! banyak jalan menuju Roma." Pak Irul tetap kekeuh dengan pendiriannya.


"Pa, Jordy mau menikahiku, sekarang dia sedang bekerja sambil kuliah. Untuk mencukupi aku dan calon anak kami. Bagaimana kalau kak Dawa menolak?"

__ADS_1


"Papa tidak akan merestui kalian! Kamu sekarang pilih menikah dengan Dawa atau papa akan bertindak pada pacarmu itu!"


__ADS_2