SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI
BAB 64


__ADS_3

Mobil milik opa Han pun melenggang meninggalkan desa Tulang Bawang. Seperti kata opa Han tadi, kalau Dira memang ada di sini. Sayangnya pikirannya tidak disini. Tangan lembut itu sedari tadi menggeliat.


"Opa tahu yang sebenarnya ada di pikiran kamu,nak?"


"Maksud opa?"


"Soal paras anaknya Rohim, kan? opa tahu ada panah yang sedang tertusuk di hatimu. Panah asmara."


"Opa sok tahu!"


"Bukan sok tahu. Tapi memang faktanya begitu, kan? kamu jatuh cinta sama anaknya Rohim. Tapi apa karena wajahnya mirip Arjuna, kah?


Kamu pernah dengar relasi bisnis papa yang bernama tuan Bobby Spencer."


"Tahu, opa. Emang ada apa?"


"Kamu pernah dengar kalau anaknya Bobby yang tua menikah dengan adik mertuanya, yang wajahnya mirip dengan mendiang istrinya. Dan katanya wanita itu adalah bibi dari mendiang istrinya."


"Itu aku nggak tahu. Dan bukan urusan aku juga." Dira memalingkan wajahnya kearah luar.


"Dari kejadian itu menunjukkan kalau cinta itu dari paras turun ke hati. Ya walaupun opa tadi juga kaget melihat anaknya Rohim yang bak pinang dibelah dua dengan Arjuna. Benar kata orang kalau ada 7 kembaran manusia di belahan dunia."


"Dia memang mas Juna, Opa." batin Dira.


"Kalau mau opa ..."


"Sandi itu sudah punya istri, opa."


"Masa? tadi Rohim bilang kalau anaknya memang mau menikah. Mau menikah bukan sudah menikah."


"Tapi kasusnya dia punya Jimmy anak biologisnya."


"Oh, begitu." jawab opa Han.


"Jadi please, jangan comblangi aku sama dia."


"Emang opa ada bilang mau comblangi kamu sama dia? opa cuma menebak saja, Kok. Ya ternyata tebakan opa salah."


Dira menyenderkan kepalanya di dekat jendela mobil. Entah kenapa dia tidak memiliki semangat untuk membahas tentang hal apapun. Mau topik tentang Sandi ataupun di luar tentang Sandi. Mood nya benar-benar hilang.


Mobil masih melaju memasuki desa Mening Agung. Dira menanyakan pada Jaka dimana lokasi kecelakaan suaminya. Jaka pun memberhentikan mobilnya di sebuah titik lokasi. Dira duduk di pinggir memandang danau dengan tatapan kosong.


"Jaka, saya takut dengan psikis Dira sejak kematian Arjuna. Jujur, tadi saya mau dekatkan Dira dengan Awan. Saya melihat pribadi Awan sangat bagus."

__ADS_1


"Maaf, pak. Saya sangsi kalau sama Awan. Dia pernah cerita kalau punya masa lalu yang buruk. Jika Awan sama non Dira, rasanya kasihan non Dira. Awan itu punya sisi temperamen, saya pernah lihat kalau dia marah seram sekali. Maaf opa, itu yang saya lihat selama mengenal Awan."


"Nggak apa-apa, Jaka. Terimakasih kamu sudah mengingatkan saya. Paling tidak rencana itu hanya ancang-ancang saja. Saya cuma ingin melihat cucu saya kembali seperti dulu lagi."


Sebagai seorang kakek dia hanya ingin yang terbaik untuk cucu-cucunya. Sejak kecil mereka kecil, selalu di bawah pengasuhan opa Han. Apalagi Dewi disibukkan dengan urusan perusahaan. Dewi dan Andre saat itu mengelola perusahaan bersama-sama. Tapi yang lebih aktif tentu saja Dewi, karena dialah pewaris utamanya.


Feri memang sejak kecil memiliki sifat yang keras kepala. Banyak karakter Feri yang menyamai ayah kandungnya. Burhan berharap kalau sifat buruk Andre tidak akan menurun pada cucu tertuanya. Beda lagi dengan Dira, cucu keduanya memang sensitif. Dira memang gampang tersinggung, gampang baperan apalagi kalau urusan asmara.


Beda dengan Vira yang tegas, cuek, dia bukan tipe yang gampang terbawa arus. Itu yang Burhan suka dari cucu bungsunya.


"Opa, ayo kita lanjutkan perjalanan." Mata Dira tampak sembab.


"Kamu nangis, nak?"


"Enggak opa. Tadi keselip debu." kilahnya.


"Nak, opa tahu apa yang kamu rasakan. Opa tahu kamu sedih atas kepergian suamimu. Tapi ini sudah satu tahun, nak. Opa mengizinkan kamu pergi liburan supaya hatimu tenang."


"Aku tidak apa-apa, opa. Nih, aku bisa tersenyum." Dira memamerkan giginya.


"Kamu kalau kayak gitu jadi ingat Beno." opa tertawa kecil.


"Opaaaa.... masa aku di samain dengan kuda!"


"Hahahaha .... Cucu opa bisa protes juga. Kirain cuma Vira yang bisa seperti itu."


"Opa senang kalau lihat kamu senyum seperti itu. Tandanya kamu siap menyongsong masa depan. Termasuk menerima lelaki pilihan opa."


"Whaaaaaaat!"


"Nggak usah segitunya, Dira. Biasa saja. Kalian bisa pendekatan dulu. Dirasa cocok lanjut. Nggak cocok ya tidak usah lanjut. Sama seperti... Kamu dan Juna dulu."


"Please, opa. Dira belum minat untuk dekat dengan lelaki manapun."


"Ya, opa tahu. Tapi...."


"Dira masih punya suami opa." Dira memperlihatkan cincin pernikahannya pada opa Han.


"Jaka, kita lanjutkan perjalanan." suara Dira terdengar tegas dari biasanya.


Sekilas Jaka melirik ke atasannya. Opa Han mengangguk. Jaka dan Opa Han masuk ke dalam mobil diikuti Dira yang memang duduk di belakang.


Mobil melaju meninggalkan area danau Mening Agung. Dira pun menyandarkan punggungnya di kursi belakang sopir. Netranya masih memandang area jalanan. Entah kenapa pikirannya masih tertuju pada desa Tulang Bawang. Sesekali merogoh handphonenya, berharap Awan memberi kabar. Entah kabar baik maupun buruk.

__ADS_1


Apa Awan sudah menghubungi mama Salma?


Ah, Dira please, kamu tahu kalau mas Juna bukan hak kamu lagi. Dia sudah milik Naura sekarang. Walaupun harus menjadi orang lain.


Tapi kenapa aku masih kepikiran dia? sedangkan dia saja tidak ingat sama aku.


Bodoh kamu Dira!


"Nak, itu ada mesjid. Opa mau jumatan dulu. Kamu nggak apa kan menunggu?"


"Nggak apa, opa." ucap Dira lirih.


Opa Han dan Jaka meninggalkan Dira sendirian di mobil. Karena sholat Jumat wajib untuk laki-laki.


Sesuai dengan namanya, salat Jumat dilaksanakan pada hari Jumat dan bertepatan dengan waktu dhuhur. sholat Jumat wajib untuk laki-laki.diwajibkan bagi setiap muslim laki-laki yang sudah akil baligh.


Hari Jumat adalah 'tuannya' semua hari, dan hari yang paling agung. Di mata Allah, hari Jumat lebih agung dari hari ldul Fitri dan ldul Adha."


Sholat Jumat juga merupakan ibadah wajib tersendiri yang bukan pengganti sholat Zuhur. Maka, niatnya tidak dapat diganti niat sholat Dzuhur bagi mereka yang tidak wajib melaksanakannya, seperti perempuan dan musafir.Bahkan, Allah SWT mengampuni 600 ribu penghuni neraka di hari Jumat. Bagi orang-orang yang meninggal di hari Jumat, Allah juga akan mencatatkan pahala syahid dan dijaga dari siksa kubur.


Perempuan dalam Islam merupakan makhluk Allah yang memiliki banyak keistimewaan. Sebagai seorang anak yang akan tumbuh dewasa menjadi seorang istri dan seorang ibu, seorang perempuan sangat dimuliakan perannya dalam kehidupan.


Alquran menjelaskan bahwa kedudukan perempuan dalam Islam sama dengan laki-laki.


Pengalaman wanita Muslim sangat beragam di antara dan di dalam masyarakat berbeda. Pada saat yang bersamaan, pengikutan mereka terhadap Islam menjadi pembagian faktor yang berdampak pada kehidupan mereka.


Femiliti is a super power, surga berada dibawah telapak kaki ibu yang berarti perempuan. Kepada siapa kami mengabdi Rasulullah Saw menyebutkan ibumu sebanyak tiga kali baru setelah itu ayahmu.


Maka janganlah kamu melupakan jasa ibumu, melahirkan, membesarkan seorang anak itu bukan hal perkasa gampang.


Lain ceritanya kalau yang hamil laki-laki ya nyonya-nyonya. Kalau begitu cerita semua lelaki akan menghargai wanitanya. Nggak ada lagi laki-laki yang suka mengatakan kalau istrinya membosankan atau bagaimana. Itulah keuntungan kita sebagai wanita.


Coba saya tanya sama tuan-tuan disini, ada tidak yang suka membantu istrinya bekerja di rumah? Kalau ada saya acungkan jempol, kalau tidak ada saya doakan pulang dari sini dia dapat hidayah menjadi suami idaman.


"Amiiin." Sahut para jamaah mesjid.


Dira awalnya sedikit cuek dengan ceramah dari mesjid. Namun saat mendengar pembahasan, dia sedikit tertarik dan duduk di di teras masjid. Dalam hatinya merasa apa yang disampaikan ustad tersebut benar adanya. Lelaki yang baik adalah lelaki yang menghargai istrinya. Lelaki yang baik adalah bila dia menghormati istrinya pasti dia juga menghormati ibunya.


Dan itu yang dia temukan dalam diri suaminya.


Pria yang begitu menyayangi keluarganya terutama ibunya, bisa dipastikan bahwa ia adalah pria yang lembut, penuh ketulusan, sabar dan menyayangi wanita yang dicintainya dengan sangat baik. Pria ini bahkan tak akan tega ketika ia harus menyakiti wanita yang telah dipilih hatinya untuk mendampingi hidupnya.


"Salahkah jika aku harus pergi tanpa menunggu mas Juna?

__ADS_1


Salahkah aku jika hatiku terasa sakit karena status mas Juna sudah milik Naura?


Ya Allah, maafkan hamba."


__ADS_2