
"Bagaimana, pak hasil penyelidikannya?" tanya Dawa pada pihak kepolisian.
"Tim kami sedang menelusuri hasil pelacakan keberadaan nona Kayla. Alamat yang anda berikan sudah kami geledah. Kami tidak menemukan siapapun disana."
"Saya minta tolong beberapa tempat perlu penjagaan seperti perusahaan Global Machine dan tiga rumah milik Khairul Azzam. Karena saya punya banyak bukti tentang kejahatan beliau selama tinggal bersama mereka. Dimana dia pernah mencoba sabotase perusahaan PUTRA NUSA dan ada lima perusahaan yang jadi targetnya. Jadi saya minta tolong di usut tuntas. Saya siap menjadi justice kolaboration untuk kasus ini." kata Pandawa mantap. Beberapa polisi mengangguk kecil menandakan dia paham langkah apa yang akan di lakukan.
"Tolong beri penjagaan ketat pada tempat bisnis milik Khairul Azzam serta kediamannya. Saudara Pandawa sudah memberikan semua bukti kejahatan tuan Khairul Azzam.
Begini, pak Pandawa. Setelah saya kumpulkan beberapa bukti ternyata bisnis yang didirikan pak Irul adalah bisnis ilegal. Berdiri tanpa izin, salah satu bisnis pegadaian yang ada unsur rentenir. Ini sudah lama menjadi target kami."
Dawa meninggalkan kantor polisi. Semua yang dia ketahui tentang Khairul sudah dia beberkan di kantor polisi. Salah satunya mengirimkan Ical ke perusahaan PT. PUTRA NUSA. Walaupun saat itu Dawa tidak tahu kalau ternyata dia di manfaatkan Irul.
"Maafkan Dawa, Om. Tapi ini sudah saatnya om Irul tobat dan kembali ke jalan yang benar. Tapi aku tidak menyangka kalau om menyekap Kayla. Dia itu anakmu, darah dagingmu. Ada ternyata ayah yang seperti dia."
"Pak Bagus saya berterima kasih atas bantuan anda. Saya akan pergi ke Vila om Irul. Saya mengenal tempat itu dan yakin sekali Kayla ada disana." kata Dawa pada Bagus.
"Apa wanita itu sangat berarti sehingga anda ingin menyelamatkannya?" Pertanyaan Bagus hanya di tanggapi dengan senyuman.
__ADS_1
"Dia sudah seperti adikku sendiri, pak. Hatinya sangat rapuh. Hidupnya penuh tekanan dari papanya. Meskipun kadang dia tutupi dengan sikap angkuhnya. Saya sudah kehilangan keluarga. Saya tidak mau kehilangan keluarga lagi."
"Semisal lelaki itu tidak mau bertanggung jawab, aku yang akan mengurusi anaknya tapi sebagai seorang kakak untuk Kayla. Bukan sebagai seorang suami."
"Kenapa emangnya?"
"Karena, ... Yuk pak kita harus berangkat. Polisi memang bekerja. Tapi kita juga ikut bergerak."
Bagus mengerahkan teman-temannya sesama sopir truk untuk mengantar Dawa. Menggerebek tempat di mana Kayla di sembunyikan. Dawa tahu di mana tempat-tempat rahasia milik Khairul.
Dawa membernarkan gelangnya. Gelang yang sengaja dia buat sama seperti yang di pakai Vira.
Mobil yang mereka kendarai akhirnya sampai di tempat yang sebelumnya dicurigai Dawa. Lelaki itu, meminta salah satu dari rombongan untuk mengabari kepada polisi soal keberadaan mereka.
Saat ini Dawa dan yang lainnya memperhatikan Villa yang berada di dalam sebuah perkebunan warga. Setelah Mereka menyusun rencana, akhirnya mereka mulai bergerak dengan waspada dan mengendap-endap, agar tidak memancing perhatian para bodygyard yang sedang menjaga Villa tersebut.
"Orang kaya kebanyakan aneh, ya? bikin rumah kok di tempat sepi. Emang mereka nggak takut sama binatang buas atau dedemit." cerocos Wahyu salah satu temannya Bagus.
__ADS_1
"Ssstttt..." Teman yang lain memberi kode untuk diam.
"Itu tempatnya," kata Dawa sambil berbisik.
"Waaah, kayak man in black, penjaganya banyak. Pake baju hitam semua."
"Kalian menyerang sebelah sana. Biarkan aku yang disini." instruksi Dawa.
Bagus melihat batu kerikil yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan gerakan cepat, ia melemparkan kerikil itu tepat mengenai salah satu penjaga. Hal itu dilakukan juga oleh Wahyu.
Hingga beberapa kali lemparan yang mereka lakukan, membuat para penjaga merasakan dan Memahamai ada situasi yang tidak beres.
Penjaga yang berjumlah lima orang itu saling pandang, kemudian mengangguk seperti memberi sebuah kode yang sudah mereka pahami tanpa berbicara. Tiga diantaranya menghampiri semak-semak yang mereka curigai untuk memastikan keadaan sudah aman.
Dawa pun mencari celah untuk masuk ke dalam Villa. Masih dalam posisi mengendap-endap dia menelusuri ruang demi menyelamatkan Kayla. Dengan gagah dia masuk ke setiap ruangan. Berharap menemukan keberadaan Kayla. Sayangnya dia tidak menemukan siapapun di dalam sana.
"Kamu mau apa, Pandawa?" Darah Dawa berdesir hebat merasa ada benda keras menempel di ubun kepalanya.
__ADS_1
"Kamu mau menyusul kakak-kakakmu, Pandawa. Mari ikut saya, aku ada kejutan buat kamu." Salah satu anak buah Irul memukul Dawa dari belakang. Hingga lelaki itu tak sadarkan diri.