SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI
BAB 45


__ADS_3

Jam kuliah sudah selesai. Vira pun akhirnya meninggalkan ruang kelas bersama teman-teman yang lain. Sambil bercanda ria bertukar cerita, mereka pun berlabuh di taman di kampus yang terkenal di Jakarta tersebut.



Suasana taman yang sejuk karena berada di bawah pohon yang rindang. Para mahasiswa yang duduk disana dengan berbagai aktivitas. Ada yang mengerjakan tugas, ada sekedar memainkan gawainya, ada yang membawa makanan. Semua aktivitas menjadi satu. Vira s0alah satu mahasiswa yang membawa laptop untuk mengerjakan tugas plus di temani beberapa cemilan untuk mengganjal perutnya. Memasuki semester ganjil Vira harus mempersiapkan diri untuk mengikuti mata kuliah baru.


"Ra, ini daftar mahasiswa yang akan ikut pelatihan satu bulan." Elsa menyerahkap map kuning pada Vira.


Saat ini Vira di daulat sebagai komti kelas (Komti adalah ketua kelas). Entah kenapa orang-orang memilih dirinya tanpa ada pemilihan langsung.


"Terimakasih," Vira meletakkan map tersebut di sebelah tas nya.


"Vira," suara Kayla berseru menyapa dirinya.


"Iya, ada apa?" Vira masih santai dengan kedatangan temannya itu.


"Anu... aku nanti mau lihat bazar buku. Kamu mau kan nemenin aku? sekalian kita jalan-jalan." ajak Kayla.


"Tumbenan kamu ajak Vira. Ada angin apa? bukannya kamu biasanya sama Jo." sahut Elsa.


"Hari ini aku sama Vira. Ya kali aku terus-terusan sama Jo." kilah Kayla.


"Elsa juga diajak, ya. Kalau Elsa nggak ikut aku juga nggak mau ikut." jawab Vira.


Elsa tersenyum mendengar permintaan Vira. Bukan dia berharap diajak jalan-jalan. Tapi Elsa merasa ada yang di sembunyikan oleh Kayla. Entah apa itu, Elsa belum bisa menebak lebih jauh.


Sama dengan Elsa, Vira pun sejak tahu kedekatan Kayla dan Jordy, jadi kurang respect lagi dengan Kayla. Dia juga curiga kalau Kayla dan Jo itu punya something spesial. Bukan karena kasihan sama Dawa. Bagi vira hubungan yang dimulai dengan perselingkuhan bukanlah hal yang sehat. Dimata Vira baik Kayla maupun Dawa itu sama saja. Kalau Dawa itu baik pasti nya lelaki itu tidak akan caper sama mamanya ataupun kakaknya.


"Atau jangan-jangan benar kata Elsa, kalau Dawa itu suka sama mama. Iiiih, masa calon papaku masih muda kayak gitu. Apa kata dunia, punya papa tiri seumuran kakakku?"


"Siapa yang mau jadi papa tiri, Ra?" sahut Elsa.


"Ada deh. Mau tahu saja." Vira meninggalkan Elsa sambil tertawa dalam hati.


Mereka akhirnya menaiki taksi yang sudah di pesan Kayla. Selama perjalanan tidak ada yang memulai obrolan. Hening mengikuti perjalanan. Elsa melihat kearah Vira memberi kode kegiatan Kayla yang duduk di depan mereka. Tampak Kayla sedang membuka photo-photo bersama Dawa.


"Ra, kamu sudah punya pacar belum?" tanya Kayla.

__ADS_1


"Alhamdulillah belum." jawab Vira datar.


"Kok Alhamdulillah, jangan keenakan jomblo nanti perawan tua, Vira."


"Mending saya perawan tua tapi bisa menjaga punya saya. Daripada pacaran lama tapi nikah sama orang lain." jawab Vira terdengar sinis.


Mereka sampai di stand bazar di salah keramaian kota Jakarta. Acara yang bekerjasama dinas pendidikan kota Jakarta itu menyedot khalayak ramai. Vira dan Elsa berjalan mengelilingi bazar, namun mereka tidak menemukan keberadaan Kayla.


"Kayla mana ya? masa dia yang ngajak tapi dia yang ninggalin kita?" kata Elsa.


"Tau, nih. Tadi maksa ngajak kita." gerutu Vira.


Kayla berjalan menuju sebuah stand. Sebenarnya sejak di kampus perasaannya tidak enak. Dia merasa ada yang menguntit kegiatannya. Maka itu dia pergi mengajak Vira dan Elsa ke bazar. Karena tujuan sebenarnya bukan ke bazar, melainkan ke kost Jordy.


Sudah seminggu Jordy tidak masuk kampus. Kayla cemas kalau terjadi sesuatu pada kekasihnya itu. Meski sebenarnya dia tahu hubungan mereka salah. Sebab papanya meminta Dawa secepatnya menikahi Kayla. Sejak Dawa diminta lebih serius dengan Kayla, lelaki itu mulai jarang menjemput Kayla.


"Katanya Kak Dawa ada di salah satu stand dekat sini. Tapi mana ya? tidak ada apa-apa. Cuma anak buahnya saja." gumam Kayla dalam hati.


"Terimakasih atas kunjungannya, pak. Semoga kerjasama kita berjalan dengan baik." kata pak Bobby yang berasal dari perusahaan Spencer corps. "Ini kenalkan anak saya yang bernama Ronal wasallam. Dia yang akan terlibat langsung dengan kerjasama." Dawa dan Ronal saling berjabat tangan.


"Sama-sama, pak." jawab Dawa. "Saya juga senang bekerjasama dengan anda." kata Dawa.


Serasa adegan lambat dawa memandang sosok itu dengan seksama. Desau angin sore itu seakan mendukung suasana hatinya. Bagaimana hembusan angin terasa membelai lembut dalam relung hati. Dua gadis muda berjalan melintasi lautan manusia. Mereka asyik bercanda tertawa riang. Meskipun gadis itu anak orang kaya tapi penampilannya santai tanpa memamerkan statusnya. Kedua gadis itu berjalan mengarah ke dirinya. Dawa langsung sadar kalau dia tidak boleh mengagumi gadis anak musuhnya.


"Cantik ya, kak." suara manis berhembus di pendengarannya.


"Eh...sayang." Dawa langsung memeluk tunangannya.


"Iya, aku. Emang siapa lagi?" muka Kayla masih cemberut.


"Sudah lama?"


"Bahkan kakak nggak menyadari kedatanganku?" Kayla masih pasang muka kesalnya.


"Maaf, ya. Tapi kamu lebih cantik buatku." kata Dawa.


Dawa dan Kayla berjalan mengitari lokasi acara. Layaknya orang pacaran kebanyakan mereka saling bergandengan tangan. Sesekali Kayla menggelendot manja pada tunangannya.

__ADS_1


💌 Vira


Kay, kamu dimana? daritadi kami mencarimu.


kalau tidak kami pulang duluan


💌 Kayla


Kalian kalau mau duluan nggak apa-apa. Aku ada urusan lain.


💌 Elsa


Kalau nggak niat ajak jalan, bilang kay. Kamu sibuk sendiri padahal tadi siapa yang maksa Vira.


💌 Kayla


Aku tadi nggak aja kamu, Lo. yang ku ajak cuma Vira. Kenapa kamu yang marah-marah?


💌 Elsa


Dasar!


Elsa dan vira menutup komunikasinya pada Kayla dengan perasaan kesal. Langkah keduanya terhenti pada satu objek yang mereka cari sedari tadi. Elsa tadinya mau melabrak Kayla saking kesalnya. Tapi Vira menahan temannya dengan alasan dia memilih pulang daripada buang energi ganggu orang pacaran.


Vira pun akhirnya meninggalkan area keramaian. Dia mengajak Elsa mencari tempat untuk duduk sejenak. Tampak sebuah warung kecil dengan jualannya. Vira dan Elsa melabuhkan kan tubuhnya ke kursi panjang di warung tersebut.


"Elsa, Vira, ..." suara bariton menyapa dirinya. Keduanya menoleh kearah pemilik suara.


Vira terdiam sesaat ketika tahu siapa yang memanggilnya. Elsa hanya tersenyum simpul lalu beralih ke sahabatnya.


"Ra, di sapa kek, apa kek? masa diam-diam saja."


"Apaan sih, Sa?" Vira risih Elsa mengganggunya.


"Kamu apa kabar, Vira?" tanya sosok itu yang tak lain adalah Satria, mantan kekasihnya.


"Alhamdulillah baik, kak. Selamat ya, kak. Sudah jadi ayah." ucap Vira.

__ADS_1


"Terimakasih, Vira. Maaf saya permisi dulu. Itu rekan-rekan saya sudah menunggu." Satria meninggalkan Elsa dan Vira di warung.


__ADS_2