SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI
BAB 8


__ADS_3

"Tuan muda, ini data yang anda butuhkan." seorang lelaki muda menyerahkan beberapa berkas kepada atasannya.


Lelaki itu duduk menyilangkan kakinya bertumpu pada kaki lainnya. Sambil tersenyum kecil, lelaki itu membaca kertas kertas putih satu persatu.


"Jadi anaknya Andre ada yang masih single?" kata lelaki muda itu.


"Dari yang saya dapat anak pak Andre ada tiga. Satu laki-laki yang sekarang mendekam di penjara. Kalau tidak salah dia pernah menggulingkan sebuah perusahaan hanya karena dendam asmara. Yang kedua sudah menikah, dan yang bungsu masih kuliah semester pertama." jelas asistennya.


"Kamu cari tahu tentang anak Andre yang bungsu. Serta korek kelemahan pasangan suami istri Arjuna dan anak Andre yang nomor dua."


"Sebenarnya apa yang membuat anda tertarik dengan keluarga itu pak dawa."


"Kamu tidak perlu tahu! aku hanya ingin melihat bagaimana anak-anak Andre hancur. Sama seperti dia menghancurkan kakakku dulu." Lelaki yang bernama Dawa itu meremas kertas yang ada di genggamannya.


Asistennya pergi dari ruangan atasannya. Sementara lelaki yang bernama Pandawa itu masih merasa emosi mengingat kejadian yang menimpa sang kakak. Dendam yang semakin membara tersirat sunggingan senyum dari wajah tampannya.


Flashback on


"Apa yang terjadi, kak?"


Dawa saat itu masih berstatus mahasiswa. Pulang dari kuliah langsung menuju kamar kakaknya. Tampak seorang wanita yang terus mengamuk membanting barang yang ada di kamarnya.


Di sudut kamar tampak seorang lelaki yang sedang menenangkan sang kakak. Lelaki itu menampakkan gurat kesedihan yang mendalam.


"Mas Angga, kak Rena kenapa mengamuk?" tanya Dawa pada suami kakaknya.


"Tadi saat kontrol kami bertemu dengan Andre, kakakmu pun mengejar Andre yang sedang bersama wanita muda.


Sampai di rumah, kakakmu langsung mengamuk. Tiada henti menyakiti dirinya sendiri. Ini semua salah kakak, seandainya kakak peka kalau Andre itu hidung belang. Mungkin tidak akan kejadian seperti ini."


Dawa hanya mengepal erat tangannya. Rasanya dia ingin menghajar lelaki yang sudah memperkosa kakaknya. Sementara sang suami kakaknya hanya tersenyum penuh arti. Lalu berjalan meninggalkan kamar Rena.

__ADS_1


Dawa yang saat itu melihat penderitaan sang kakak berjanji akan belajar dengan baik. Dan jika sukses nanti dia akan membalaskan apa yang dilakukan Andre pada kakaknya.


Flashback off


Dawa tersentak saat handphonenya berdering. Sebuah nama tertera di ponselnya, dengan cepat dia mengangkat telepon tersebut. Tak ingin membuat si pemilik telepon ngambek.


"Iya, sayang." jawaban manis untuk si penerima telepon.


"Kak Dawa masih di kantor?"


"Enggak, aku sudah di rumah. Tadi ada kerjaan yang mau aku selesaikan."


"Oh, kalau kak Dawa sibuk yasudah. Aku pulang naik taksi saja."


"Eh, aku jemput ya? kamu itu anak kost, harus berhemat. Tunggu disitu."


"Tapi aku sama Vira, kak. Nggak enak tadi aku dah terlanjur ngajak bareng."


"Iya, calon suami. Calon istri akan setia menunggu mu."


"Itu baru istriku."


"Calon kak belum sah."


"Ya tetap saja bentar lagi sah."


Pandawa meninggalkan ruang kerjanya. Menjemput Kayla yang sudah di pacarinya selama dua tahun. Pertemuannya dengan Kayla bak perjodohan di dalam novel-novel. Dari dikenalkan oleh ayah Kayla yang bekerja sama dengan perusahaannya.


Awalnya Kayla menolak dirinya. Namun Dawa yang sudah jatuh cinta pada Kayla tidak menyerah. Dia berusaha mendapatkan hati gadis muda itu. Terus mendatangi rumah, menjemput kesekolah hingga membantu gadis itu mencari kost saat dapat kuliah di Jakarta.


Ayah Kayla sudah seperti ayahnya sendiri. Apalagi saat itu sebelum sukses ayah Kayla adalah atasannya. Dengan keteguhannya dia pun bisa mendirikan perusahaan kakaknya yang hampir bangkrut di tangan mantan suami kakaknya. Lelaki yang dianggapnya sudah seperti kakaknya sendiri pun ternyata antek-antek Andre.

__ADS_1


Mobil pun berhenti di pelataran kampus tempat Kayla kuliah. Dawa pun duduk di depan kap mobil sambil memainkan handphone. Dia juga tak begitu peduli dengan tatapan para mahasiswi yang terpesona pada ketampananannya. Lelaki itu tetap sibuk dengan keasyikannya.


"Assalamualaikum," Dawa menaikkan wajahnya saat mendengar sapaan lembut.


"Waalaikumsalam, sayang. Kamu nyapa aku saja sudah terasa sejuk."


"Ih, kak Dawa mulai deh."


Dawa menoleh kearah sosok cantik di dekat Kayla.


"Ini temanku namanya Savira Gayatri. Vira kenalin ini calon suamiku. Namanya Pandawa."


"Vira"


"Dawa"


Dawa membuka pintu mobil depan agar Kayla bisa duduk di sebelahnya. Sementara Vira memilih duduk di kursi belakang.


"Ra, kamu mau aku antar ke rumah?" tanya Kayla.


"Antar ke kantor mamaku saja."


"Dimana kantornya?" tanya Dawa.


"PT. PUTRA NUSA,kak." jawab Vira.


Dawa mendengar nama kantor itu darahnya serasa berdesir. Kantor yang semalam dia sambangi untuk kerjasama. Kantor yang menjadi tujuan dendamnya.


Dia kah putri bungsu Andre?batin Dawa.


Langit hitam belum tentu pertanda hujan. Mendung biasanya dikaitkan dengan hujan. Padahal, langit yang mendung tidak selalu menandakan akan hujan, dan hujan tidak selalu turun dengan ditandai langit mendung. Mendung merupakan keadaan langit yang terlihat gelap saat pagi atau siang hari. Hal ini dikarenakan tidak ada sinar matahari sebab tertutup awan.

__ADS_1


__ADS_2