
Sore ini sekitar sehabis ashar jenazah putri kandung Kayla dan Jordy di makamkan. Sambil menggendong jenazah putri yang di beri nama Hana Elizabeth. Sepanjang dia hanya menangisi kepergian sang anak. Tak bisa dia membayangkan jika Kayla sadar anak mereka sudah tiada.
Hatinya semakin teriris saat putrinya di turunkan ke liang lahat. Jordy mengadzani anaknya sebelum akhirnya di tutup dengan tanah merah. Air matanya terus mengalir membasahi wajahnya yang sudah brewok.
Jordy memandang ke sekelilingnya. Hanya ada teman-temannya salah satunya adalah Eko. Pemuda itu menenangkan Jordy yang masih memeluk papan nisan putrinya.
"Maafkan ayah, Nak. Ayah sudah terlambat menyelamatkan kamu dari kejahatan kakeekmu. Seandainya ayah tidak menghiraukan ancam kakekmu, mungkin kita masih bisa bertemu. Mungkin ayah bisa mendengar tangisan kecilmu. Bukan datang dan melihatmu sudah terbujur kaku," Jordy menangis memeluk nisan putrinya. Tubuhnya bergetar hebat seakan guncangan itu terasa kuat. Guncangan hati dalam rentetan penyesalan.
"Aku harus bilang apa pada Kayla kalau dia sadar. Dia pasti syok mengetahui anak kami sudah tiada. Ko, apa ada kabar tentang keberadaan om Irul?" tanya Jordy.
"Mertuamu itu sudah ada di rumah sakit yang sama dengan Kayla, Jo. Masih dalam perawatan dokter serta di jaga sama polisi karena tersangka setelah temannya di tangkap terlebih dahulu. Tapi yang aku heran ada dua kamar di jaga oleh polisi. Apa mungkin itu antek-antek papanya Kayla. Kata Elsa kalau polisi akan meminta keterangan baik Kayla maupun Vira.
Tapi buat apa papanya Kayla menculik Vira? aneh nggak menurut kamu?"
"Kita kembali ke rumah sakit, Ko. Aku akan membuat perhitungan dengan si tua bangka itu! aku akan buat dia menyesal karena dia sudah mencelakakan istri dan anakku," Jordy terlihat geram sambil menggenggam tanah kuburan putrinya.
"Hana, ayah akan membalaskan atas kematian kamu, nak,"
"Hey!" Eko menepuk pundak Jordy.
"Kamu jangan jadi sok pahlawan, Jo. Kalau kamu kecewa dan sakit hati atas yang dilakukan mertuamu, kenapa baru sekarang? kenapa tidak kemarin-kemarin saat Kayla beberapa kali datang ke kampus mencari kamu dengan perut besar. Kesannya kamu hilang tanpa mempertanggungjawabkan atas kehamilan Kayla. Ya aku tahu kamu pergi karena mencari sesuap nasi. Tapi kalau dia memang kamu anggap istri, kenapa dia sampai tidak di mana keberadaan kamu?"
"Kamu tidak akan paham situasinya,Ko. Kalaupun di jelaskan kamu juga tidak akan mengerti. Bokap nya Kayla mengancam keluarga ku di kampung. Karena ada usaha om Irul yang masih berjalan di daerahku. Yaitu usaha rentenir nya.
Om Irul tidak pernah main-main. Dia pernah mengutus orang mencelakai ibu ku. Untungnya ibu ku selamat, kalau tidak sudah aku balas," Jordy menceritakan alasan dia bersemangat dari Kayla.
__ADS_1
Mereka akhirnya sampai di rumah sakit. Karena pemakaman di tempat yang tidak jauh dari rumah sakit. Jordy langsung mendatangi Kayla yang masih tertidur indah. Suara monitor detak jantung terus berbunyi. Jordy duduk di samping istrinya, menggenggam erat jemari wanita itu.
"Mbak Wati kembali ke ruangan saja. Kayla biar sama aku, mbak sedari kemarin menemani Kayla. Harusnya Mbak Wati juga istirahat,"
"Apa anaknya Kayla sudah di makamkan?" tanya Wati.
"Alhamdulillah sudah, Mbak. Walaupun yang mengantarkan cuma aku dan temanku serta petugas rumah sakit. Bagaimana kondisi Kayla apa ada perubahan?"
"Dokter tadi bilang Kayla akan sangat lama untuk bangun. Kondisinya tadi sempat drop, dokter datang langsung menangani non Kayla. Alhamdulillah dia sudah mendingan.
Kasihan non Kayla, dia tidak bisa bertemu anaknya untuk terakhir kalinya,"
Jordy meneteskan air mata. Dia sedih melihat kondisi Kayla yang seperti hidup segan mati tak mau. Padahal rasanya baru kemarin Kayla meminta dirinya untuk meninggalkannya. Dan Jordy menghilang bukan karena permintaan Kayla. Tapi dia mau membuktikan pada wanita itu kalau lebih baik dari Pandawa.
"Kay, bangun sayang. Anak kita sudah tidak ada. Tapi kamu jangan khawatir, ada aku dan orang-orang yang sayang sama kamu,"
"Pak Arjuna, Bu Dira, kalian disini juga?"
"Iya, kamu sedang apa disini?"
"Istri saya sudah melahirkan dan anak kami meninggal dunia," ucap Jordy penuh sesal.
"Innalilahi wa innailaihi rojiun, kami turut berdukacita atas meninggalnya anak kamu Jordy, boleh saya menengok istri kamu,"
"Oh silahkan, pak. Saya temani di dalam,"Jordy menuntun Juna menuju tempat Kayla di rawat.
__ADS_1
Juna masuk ke kamar rawat Kayla. Dira yang tahu Kayla adalah teman adiknya tentu saja kaget.
"Jadi istrimu adalah Kayla?"
"Iya, Bu Dira. Istri saya Kayla. Ibu kenal?"
"Tentu saja, dia beberapa kali main ke tempat kami karena satu kampus dengan adik saya namanya Vira,"
"Savira, maksud Bu Dira?" Dira mengangguk.
"Ya Allah, dunia ini ternyata sempit. Bagaimana keadaan Vira, Bu?"
"Masih belum ada perubahan, dan keluarga sepakat membawa Vira pulang ke rumah. Karena dia sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja masih belum sadar," Jordy hanya mengangguk mengartikan dia paham penjelasan Dira.
"Saya dan istri turut berdukacita atas apa yang menimpa Kayla dan bayinya. Sungguh ada ayah yang seperti itu, menyiksa anak kandungnya," kata Juna pandangannya tidak lepas.
"Karena Kayla adalah saksi kunci kejahatan pak Irul, itu yang saya dengar dari mbak Wati, asisten rumah tangga yang ikut di sekap bareng Kayla. Apa itu rahasianya saya juga kurang paham, pak. Hanya yang saya tahu dari Kayla, kalau Pandawa juga di jebak oleh papanya,"
Dira dan Juna bertukar pandang. Mereka masih penasaran apa yang di maksud Pandawa juga di jebak.
"Kalau kata Kayla Pandawa selalu di cekoki cerita buruk tentang orang yang sudah membuat kakaknya menderita. Kakaknya Pandawa sampai mengalami depresi setelah kehilangan bayinya saat ini. Namun setelah beberapa tahun kemudian kakaknya yang sudah sembuh kembali depresi, tapi sudah punya suami," cerita Jordy.
"Mas, jangan-jangan Pandawa masuk ke keluarga kita juga rencana dari om Khairul. Tapi kok aku masih belum percaya dia seperti itu? soalnya selama dia berbaur dengan keluarga kita, tidak ada yang aneh-aneh," bisik Dira.
"Entahlah aku juga bingung, sayang. Kan aku tidak tahu banyak soal keluarga kalian," Juna pun ikut membalas bisikan istrinya.
__ADS_1
"Kenapa kisah cinta Vira lebih rumit dari punyaku dan kak Feri, ya? di dekati dua lelaki yang sama-sama sempurna," kata Dira.
.