SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI
BAB 15


__ADS_3

"Rian ..."


Sesaat pemilik nama itu menoleh. Ada tatapan kuat pada sosok yang menyerukan namanya. Rian menelan salivanya. Apakah sosok itu akan melabraknya terkait yang dia dan Delia lakukan pada Dira. Sama seperti beberapa bulan yang lalu lelaki itu juga melabraknya saat Dira menerima dirinya sebagai calon suaminya. Rian enggan berspekulasi, setidaknya dia mencoba tenang saat sosok mantan rivalnya berdiri di depan mata.


"Kak ..."


Dengan wajah memelas Rian pun harus menghadapi Arjuna yang datang ke kantornya. Tebakannya meleset, Juna malah santai mendatangi dirinya. Oke, sementara dia mengikuti ritme alur yang sudah terjadi.


"Bisa kita bicara?"


"Bisa kak. Disini saja." Rian masih mencoba santai.


"Aku mau bicara soal Dira dan Delia. Bisa?"


Rian mengangguk. Dengan wajah pasrah dia mencoba mengikuti arah pembicaraan Arjuna. Lelaki berbadan tinggi itu pun duduk berhadapan di restoran tak jauh dari kantor Rian.


"Pertama... saya turut sedih apa yang menimpa Delia. Saya tahu tidak mudah menjalani hidup dengan kepingan memori yang terhapus. Apalagi memori yang pernah menjadi kenangan baik manis maupun pahit.


Kedua, saya kesini sangat meminta tolong sama kamu, Rian. Untuk tidak melibatkan Dira lagi, saya paham kamu tidak tega dengan Delia. Tapi pernahkah kamu berpikir dengan mengikuti keinginan Delia malah memperparah penyakitnya, istriku saat ini sedang mengandung, Rian. Kamu tahu kan bagaimana Dira sempat trauma dengan yang dilakukan keluarga Delia. Apa itu masih belum cukup!"


"Maaf, kak. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Tapi satu hal yang kamu ketahui, kalau Delia juga tidak ingin berada di posisi ini. Jauh sebelum penyakit itu datang dia masih bahagia bersamaku."


"Iya, saya paham. Tapi saya mohon dengan sangat jangan datangi Dira lagi. Karena jika terjadi sesuatu dengan anak dan istriku, aku tidak akan memaafkan kamu. Paham!


Saya tidak pernah mengusik kamu dan Delia. Jadi untuk yang terakhir kalinya saya minta. Jangan usik rumah tangga saya dan Dira."


Rian menarik nafasnya dalam-dalam. Dia hanya bisa tersenyum kecut saat Juna mengutarakan kedatangannya. Rian maklum dengan apa yang dilakukan Juna. Suami mana yang tidak marah melihat istrinya drop karena di datangi masa lalunya. Rian adalah mantan tunangan Dira, sementara istrinya adalah mantan tunangan Arjuna. Namun, sebelumnya Rian dan Delia sudah pernah bertemu terlibat one night stand tanpa sengaja. Itu yang membuat Rian mau melepaskan Dira untuk bertanggungjawab pada Delia dan Roger.


"Jadi saya minta jangan lagi bawa Delia menemui Dira selagi saya tidak ada di tempat." ultimatum Juna.


Selepas Juna meninggalkan dirinya sendiri di restoran. Rian pun akhirnya bisa bernafas lega. ultimatum Juna di luar ekspektasinya. Awalnya dia takut sekali kalau akan dihajar oleh Arjuna Bramantyo. Bukan karena dia menjadi pengecut, tapi dia enggan mengotori tangannya membalas kemarahan Juna nantinya.

__ADS_1


"Capek, mas." suara lembut menghentikan lamunannya.


Rian saat ini sudah kembali ke ruangannya. Sosok manis yang sudah ada di ruangannya bersama anak mereka, Roger. Rian menarik nafas panjang. Dia tersenyum lebar saat istrinya sedang bermain bersama Roger. Rian pun membaurkan diri dengan anak dan istrinya. Wanita yang sudah di nikahinya tiga bulan yang lalu. Wanita yang membuat dia harus melepaskan Dira.


Beberapa berkas pun seperti menunggu pemeriksaan dirinya. Helaan nafas berat pun terdengar dari mulutnya. Delia melihat hal itu memijit bahu suaminya.


"Capek, mas." Delia mengulang kembali ucapannya.


"Iya, capek banget." jawab Rian.


"Tadi mas kemana? aku nanya sama asistenmu nggak ada yang tahu."


"Maaf, tadi ada urusan kerjaan sebentar."


"Kalau memang kerjaan kenapa asisten kamu nggak tahu. Seharusnya..."


"Kenapa kamu bawel banget sih!" suara Rian meninggi.


"Maaf, Del."


Delia mengambil tasnya lalu menggendong Roger. Rian tahu pasti Delia tersinggung dengan sikapnya.


"Sayang .. aku kan sudah minta maaf." Rian menahan Istrinya.


"Mas, aku tidak tahu kenapa bisa menjadi istrimu. Padahal aku ini tunangan Arjuna dan kamu adalah tunangannya Dira. Tapi aku mencoba menerima kamu sebagai suamiku. Walaupun aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa punya anak sama kamu. Padahal kita baru menikah beberapa bulan."


Delia sama sekali tidak ingat bagaimana kejadian one night stand mereka saat di London dulu. Itu yang membuat Rian sedikit lega. Rian takut jika memori one night itu sampai ke Delia mungkin akan berulang bagaimana dulu Delia membenci dirinya. Tidak mengakui Roger.


"Maaf..." Rian memeluk istrinya dengan erat.


Delia duduk di sofa melemas. Ingatannya beralih saat beberapa waktu yang lalu mama mertuanya sangat dingin padanya. Sikap mama Arumi menjadi satu pertanyaan baginya, apakah pernikahan mereka tidak di restui. Apakah karena Rian menikahinya bukan dengan Dira sikap mama mertuanya seperti itu. Delia mengerutkan kepalanya. Entah kenapa dia selalu mendadak pusing setiap banyak pikiran.

__ADS_1


Rian belum sempat menjelaskan soal penyakit istrinya saat ini. Delia hanya tahu dari suaminya kalau dirinya ada vertigo.


Perlu diketahui kalau penyakit alzheimer adalah adalah gangguan otak progresif yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan perubahan perilaku. Alzheimer biasanya lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun. Namun, Alzheimer juga bisa terjadi pada orang dengan usia 40–60 tahun, bahkan ada juga yang terkena di usia muda sekitar 20 tahun keatas.


Penyebab terjadinya Alzheimer pada usia muda sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa ahli medis menduga kondisi ini disebabkan oleh penumpukan protein bernama amiloid di otak. Kondisi ini bisa memengaruhi cara berpikir dan kemudian mengarah menjadi Alzheimer.


"Antarkan aku ke dokter." pinta Delia.


"Untuk?"


"Aku tidak percaya kalau ini vertigo seperti yang kamu bilang, mas. Apakah vertigo berhubungan dengan pikun. Seharian aku merasa kepalaku pusing, aku bahkan lupa kalau kamu adalah suamiku, aku bahkan lupa nomor handphone papaku. Aku bahkan sudah membuat mama Arumi pusing dengan kepikunanku."


"Apa kamu ingat soal papamu, Del?"


"Papa pasti di Lembang mengurusi kebun teh."


"Ya Allah, apa dia lupa kalau Tuan Shahab di penjara karena menculik Dira." batin Rian.


"Aku bahkan seperti devaju, melihat kehadiran kak Juna di sekitar kantor. Aku tahu butuh waktu untuk menerima kalau aku sudah bersuami."


"Kau masih mencintai Arjuna?"


"Aku tidak bisa melupakan kak Juna. Meskipun dulu saat SMA aku tahu kalau Dira mencintai kak Juna. Saat SMA aku tahu kalau surat cinta yang kupakai untuk kak Juna adalah suara hati Dira. Bukan aku."


"Aku masih ada tersisa untuk ku?" Rian merasa sesak menanyakan hal ini pada istrinya.


*


*


*

__ADS_1


Segini dulu up nya terimakasih sudah mampir.


__ADS_2