
"Kamu!" Panji pucat setelah pertemuannya dengan Pandawa.
Sementara Dawa yang tadinya agak kaget kini kembali bersikap tenang. Dia baru ingat kalau Panji lah yang mengajukan kerjasama dengan pabrik teh milik papanya.
"Iya, saya. Kak Panji, There. Kita langsung ke lobby saja, lebih private," Dawa tanpa basa-basi.
Mereka memasuki lobby yang sudah di pesankan Pandawa. Salah seorang asisten yang menemani Dawa membantu mengendalikan kursi roda. Meskipun Dawa mengatakan dia bisa sendiri, gadis berseragam suster putih tetap menjalankan tugasnya. Menuntun Dawa masuk ke lift menuju lantai atas.
Panji dan There langsung duduk di kursi sebelah kiri Pandawa. Hatinya semakin tidak karuan mengingat dia masih bertujuan mendekati Vira. Selama ini dia sudah merasa tenang, tapi ternyata ini bakal membuat tidurnya tak nyenyak.
"Perkenalkan nama saya Pandawa Danuarta, saya disini selaku manajer dari perkebunan teh milik tuan Dirgahayu Merdeka. Saya sudah baca proposal yang anda kirimkan. Tapi maaf, anda bukannya pabrik madu, kenapa mengajak kerjasama dengan usaha yang jauh dari bidang usaha anda,"
Panji hanya diam saja. Dia merasa kesal dengan sikap Pandawa yang tanpa basa-basi. Panji meminta There memperkenal produk mereka supaya kliennya tertarik.
"Perkenalkan saya Theresia, selaku sekretaris dari tuan Panji. Jadi saya akan memperkenalkan bagaimana baiknya madu untuk kesehatan tubuh. Pertama anda tentu tahu kalau madu kami berasal langsung dari lebah yang sedang di ternak.
Khasiat luar biasa dari teh hijau telah masyhur di masyarakat. Mulai dari pencegahan kanker hingga menjaga kesehatan jantung, menenangkan alergi dan menguatkan imunitas tubuh.
Jika Anda menderita alergi musiman, Anda tahu betapa menyedihkannya itu jika kambuh. Tetapi jika Anda menyukai teh hijau, bersyukurlah karena minuman ini bisa membantu meredakan alergi.
Lalu bagaimana jika teh hijau dipadukan dengan madu? Rupanya perpaduan ini menjadi pilihan terbaik untuk mengatasi alergi musiman. Menurut beberapa penelitian termasuk studi dari Malaysia disebutkan bahwa konsumsi madu lokal membantu mengurangi alergi musiman.
Diperkirakan bahwa dengan mengambil sedikit serbuk sari lokal, yang ditemukan dalam madu mentah yang belum diproses, tubuh dapat lebih kebal terhadap alergen ini, meskipun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.
Maka itu perkenankan kami mengeksplor produk madu berkualitas untuk di padukan dengan teh hijau milik tuan Merdeka,"
There selesai mempersentasikan produknya di depan klien mereka. Walaupun dia juga kaget kalau mantan sopir atasannya malah jadi manajer. Tubuh rampingnya kembali mendarat di kursi samping Panji. Berharap persentasi tadi bisa di pertimbangkan oleh Pandawa.
__ADS_1
"Bagus. Memang kami hanya mempunyai produk teh hijau. Dan kebetulan tuan Merdeka tertarik dengan persentasi anda barusan," kata Pandawa.
"Maksudnya bagaimana?" tanya Panji tidak paham.
Dawa memberikan hasil video call nya dengan Tuan Merdeka. Sesuaikan permintaan sang atasan, kalau dia juga ingin dilibatkan dalam kegiatan meeting meskipun berjauhan. Selama Theresia memperkenalkan produk mereka, selama itu pula Dawa menampakan hasil persentasi pada papanya dan beberapa staf lainnya.
Persentasi berjalan dengan baik. Dari layar proyektor semua staf langsung dari pabrik melihat bagaimana klien mereka memperkenalkan produknya. Ada adegan tanya jawab dari para staf dan direksi seputar meeting.
There memaparkan persentasi yang sudah dia jelaskan tadi, melalui tanya jawab There mencoba menarik perhatian audiens untuk datang ke pabrik mereka. Melihat kegiatan proses peternakan lebah dan juga proses pembuatan madu.
Setelah adegan tanya jawab selesai. There pun kembali duduk di kursinya. Panji tersenyum melihat cara There memaparkan semua yang berhubungan dengan produk mereka.
"Terimakasih," bisik Panji.
There hanya mengulum senyum. Sedikit lega karena sambutan dari kliennya sangat bagus. Gadis itu kembali ke tempat duduk. Mengambil tas nya untuk memelihara barang-barang di tas nya.
Suara Deka kembali menggema. Panji baru ingat kalau layar proyektor masih di hidupkan. Dua lelaki itu kembali fokus pada apa yang akan di katakan Deka.
"Nona saya suka persentasi anda tadi. Sangat menarik untuk program kerjasama kita. Dan saya juga akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan pengolahan barang bekas. Kita bisa menjadi satu misi untuk tema kita "Sehat, bersih dan bermanfaat".
Untuk saat ini berkas kalian akan saya pelajari dulu. Memahami visi dan misi yang kalian tulis disini. Nanti biar anak saya yang menghubunginya kalian lagi," kata Deka lalu menutup presentasi.
"Anak?" Panji bertanya kepada Pandawa.
"Penipuan apalagi yang kamu lakukan, Dawa. Kamu ngaku-ngaku jadi anaknya pak Deka. Yang aku tahu anaknya bernama Fadli, bukan Pandawa,"
"Penipuan? saya tidak pernah menipu siapapun," jawab Dawa tegas.
__ADS_1
"Oh ya? Dengan menyusup ke dalam keluarga Vira. Aku sudah tahu semuanya Dawa. Tidak di sangka kamu ternyata ular," tuduh Panji.
There mengingatkan Panji untuk menjaga sikap. Apalagi proyek mereka akan di pertimbangkan. Kalau Panji masih mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan, takutnya proposal mereka di tolak. Apalagi sejak masalah yang menyeret Adrian mempengaruhi perekonomian pabrik.
Termasuk Irwan Chandra yang merasa di tipu sama Panji dan Adrian, mengambil tindakan yang membawa nama PT. MADU BERKAH. Irwan membuat usaha Adrian dan Panji menjadi merosot. Apalagi Adrian sekarang di penjara. Panji pun kena imbasnya.
There takut kalau sikap Panji barusan membuat klien balik arah.
"Pak saya mau ke toilet," pamit There.
Sepeninggalan There, Panji melancarkan aksinya. Banyak hal yang ingin dia tanyakan. Salah satunya soal Dawa yang ternyata masuk ke keluarga Vira hanya untuk balas dendam. Itu yang dia dengar dari Adrian.
Randi pernah bilang jangan percaya sama papanya. Karena setiap ucapan yang di keluarkan lelaki paruh baya itu adalah racun. Tapi saat Adrian mengatakan soal balas dendam Pandawa, di tambah Dewi beberapa kali mengatakan ada lelaki yang punya maksud tak baik pada Vira. Panji merasa ucapan Adrian ada benarnya.
"Aku tidak menyangka kamu masih hidup, Dawa. Vira mengatakan kalau dia melihat kamu di bunuh om Irul. Kamu tahu apa yang dialami Vira memberikan trauma yang berat, termasuk soal pembunuhan kamu. Om Irul di nyatakan penjara seumur hidup, tapi orang yang dia habisi ternyata masih hidup. Kalau pihak kepolisian tahu hal ini. Di pastikan mereka meringankan hukuman om Irul,"
"Bagaimana kabar, Vira?" tanya Dawa.
"Vira baik, dia sudah bahagia sekarang. Dan aku sudah tahu tentang maksud kamu mendekati keluarga Vira. Kamu mau balas dendam, kan? kamu harusnya berterimakasih sama Tante Dewi. Dia tidak jadi menjeratmu ke dalam penjara,"
"Alhamdulillah kalau Vira baik-baik saja," Dawa melemahkan volume suaranya. Ada
rasa lega jika gadis yang dicintainya baik-baik saja.
"Satu hal yang harus kamu tahu, Dawa. Jangan muncul lagi di hadapan Vira. itu kalau kamu masih punya malu," ucap Panji lalu meninggalkan lobby.
"Kak Panji tidak perlu mengungkit yang sudah berlalu. Iya dulu mungkin aku berada di jalan yang salah, tapi satu hal yang perlu anda tahu, saya tidak pernah menyakiti perasaan wanita. Apalagi wanita yang saya cintai. Anda tidak lupa saat merasa playing victim, merasa di sakiti. Padahal andalah yang membuat penyakit,"
__ADS_1