
Sudah memasuki semester enam. Tentu semakin tinggi materi yang harus dia capai agar bisa cepat selesai. Target Vira kalau bisa tiga tahun setengah dia kejar untuk bisa wisuda. Karena rencananya dia akan menyambung kuliah di Jepang.
Untuk mata kuliah semester ini dia cuma remedial satu mata pelajaran saja. Itu pun masih dalam pertimbangan, karena rencananya dia mau ambil bahan di Lembang, untuk skripsinya. Kenapa harus di Lembang? kenapa tidak di Jakarta. Menurutnya banyak hal yang dia dapat di sana.
Sebagai mahasiswa yang sudah sampai tahap ini, Vira memilih tidak mengikuti kegiatan apapun. Seperti organisasi kampus, atau kegiatan lainnya. Vira juga mengurangi kegiatan unfaedahnya bersama Elsa.
Elsa masih banyak mengulang beberapa mata kuliah. Dia pernah sempat tertinggal satu semester, dulu nenek Elsa di pihak papanya sakit dan di bawa ke Singapura. Elsa diajak mamanya untuk ikut. Dengan alasan mamanya tidak percaya meninggalkan anaknya hanya di kawal bodyguard saja.
Elsa mengambil 10 SKS, untuk mengejar ketertinggalan. Padahal dia sudah siapkah bahan untuk skripsi. Walaupun mencari bahannya cukup memusingkan kepalanya.
Semester akhir biasanya dimulai di semester 6 hingga 8, bagi mahasiswa semester tersebut merupakan saat-saat penting karena kegiatan mereka bukan hanya sekedar kuliah saja.
seiring berjalannya waktu dan bertambahnya tingkat semester, maka tentu akan lebih banyak dan cukup berat pekerjaannya. Tingkat awal keresahan mahasiswa mahasiswi di bangku perkuliahan biasanya dimulai dari semester enam.
Bahkan tak sedikit mahasiswa yang merasa lelah untuk melanjutkan kuliah. Sebenarnya ada beberapa hal yang membuat mahasiswa semester 6 ini resah.
Memasuki semester ini banyak dosen menyarankan untuk menentukan judul atau tema skripsi. Meski beberapa mahasiswa merasa hal ini merasa terlalu dini dan tidak siap, namun hal ini memang sangat perlu dilakukan.
Terlebih bagi yang ingin lulus lebih awal atau sekedar tepat waktu. Hal ini karena pengaruh judul skripsi tidak merusak apa yang bisa dibayangkan. Bahkan dalam banyak kasus, tak sedikit pengajuan judul skripsi yang ditolak berkali-kali.
"Ra, jadi kamu mau ambil penelitian di Lembang?" tanya Elsa di kampus.
"Iya, sa. Kamu mau ikut?"
"Enggak,aku kan masih ada mata kuliah. Beda sama kamu yang sedikit ngambil materi. Enak kamu, Ra,"
"Apa yang enak, Sa. Mama ngelarang aku ikut ke Lembang. Dia malah minta sama kak Juna bahan buat skripsiku. Ya kalau tidak terjun langsung kan tahu prosesnya,"
"Mama kamu kan kesepian, Ra. Kamu harus pahami itu. Sumber semangatnya selama ini adalah anak-anaknya. Kamu bilang kak Feri mau pindah ke rumah baru mereka. Itu artinya hanya kamu lah yang menjadi andalan mama Dewi,
Oh ya papa kamu jadi dibawa saudaranya?"
"Papa sudah tiga bulan di Surabaya, sama kakaknya. Mama yang menghubungi salah satu famili papa. Alhamdulillah mereka bisa membantu penyembuhan papa,"
Tapi kan aku ke Lembang untuk mencari bahan skripsi, bukan buat ninggalin mama dan tinggal disana,"
"Iya, aku paham, Ra. Tapi sebenarnya kamu bisa minta kak Juna untuk membantu. Hal yang sebenarnya mudah jangan di buat rumit, Ra. Kamu juga bisa cari data di internet. Sekarang banyak yang bisa memudahkan pekerjaan kita. Aku ambil judul skripsi dari milik kak Thea, sepupuku. Karena kami ambil fakultas yang sama," jelas Elsa.
__ADS_1
Elsa dan Vira terpaksa menghentikan aktivitasnya. Elsa ada mata kuliah, sedangkan Vira memilih pulang. Tadi dia mau ke kampus karena mau mengaku judul skripsi. Berkonsultasilah dengan dosen sesuai bidangnya. Seharusnya Randi yang bisa membimbingnya.
Dulu dia punya bahan judul yang di carikan Panji. Dengan fokus penelitian di pabriknya Panji. Tapi sekarang semua tinggal cerita saja, dia dan Panji sudah berakhir. Walaupun Vira belum bilang mau putus dari Panji, begitu juga sebaliknya. Belum ada kata berakhir dari Panji.
Merindukan lelaki itu, entahlah dia pun tak tahu. Vira merasa bebannya lepas sejak tidak dekat dengan Panji. Selama ini dia mencoba menerima Panji karena mamanya sangat berharap pada lelaki itu. Vira enggan dianggap anak durhaka. Dia memilih mengikuti permintaan mamanya, walaupun ada hati lain yang enggan dia ungkapkan.
Grab sudah mengantarkannya di depan rumah. Setelah membayar ongkos, Vira pun memasuki rumahnya yang terbilang luas. Tampak Harry dan Mimi sedang bermain di teras bersama Tina serta Uti.
Suara riuh para bayi usia delapan bulan itu seakan menyambut kedatangan tantenya. Vira menggendong Mimi tapi sayangnya Harry menarik ujung bajunya.
"Sepertinya Harry minta di gendong juga," kata Uti.
"Ra, tadi ada paket buat kamu," kata Tina sambil menggendong Mimi yang mulai rewel.
"Paket apa? dari siapa?" Vira merasa tidak memesan barang apapun.
"Seperti biasa dari secret admirer kamu, siapa namanya?"
"Pengagum sepanjang masa," tebak Vira.
"Entahlah, kak. Aku mau ke dalam dulu," Vira merasa tidak sabaran membuka paket itu.
Vira duduk di depan meja riasnya. Kiriman dari si "Pengagum Sepanjang Masa" terletak di atas meja riasnya. Satu paket kotak besar, diatasnya surat kecil.
Pelan-pelan Vira membaca isi surat tersebut. Masih seperti sebelumnya, rangkaian kata penuh makna berjejer di kertas berwarna putih tersebut. Rangkaian ungkapan yang katanya mengagumi dirinya sejak dulu.
Berapa lama kita berjauhan. Seminggu, sebulan, bahkan tahunan telah kita lewati.
Kadang aku merasa hidup ini tidak adil. Ada yang saling mencintai tapi bisa bersama, ada yang saling mencintai tapi tak bisa bersama.
Tembok itu terlalu kuat, bahkan sampai titik darah penghabisan tak bisa merobohkan tembok itu.
Menyesal? melawan restu? tidak, hanya saat aku masih berusaha mencari strategi memecahkan tembok itu.
Aku saat ini hanya bertumpu dengan penunjang kaki. Menjalani kehidupan dengan keadaan sekarang. Andaikan aku bisa bergerak bebas, mungkin saat itu aku sudah datang menemui kamu.
Tapi sekarang aku hanya seperti nama ini Pengagum Sepanjang Masa. Hanya bisa merindukan kamu, memandang semua hal tentang kamu dalam angan. Ada masanya nanti aku akan datang menemui kamu.
__ADS_1
Minggu ini aku akan berobat ke Australia, entah kapan aku kembali pun tak tahu. Tapi percayalah, aku akan datang untuk menepati janji bertemu denganmu. Aku akan berobat bersungguh-sungguh, agar saat kita berjumpa kamu tidak ilfeel melihat keadaanku.
Di paket itu ada sebuah gaun. Aku tahu tipe kamu tidak suka yang berlebihan. Aku tahu kamu suka yang simpel. Menurut aku kamu cantik memakainya saat kita bertemu nanti.
Tapi aku minta kamu datang ke Bandara, memakai baju itu. Mungkin itu pertemuan terakhir atau mungkin juga itu sebagai awal jumpa kita. Maafkan aku jika selama ini banyak mengganggu aktivitasmu.
Dari
Pengagum Sepanjang Masa
Vira mengakhiri bacaannya. Selama ini dia cukup terhibur dengan pesan-pesan yang di kirim sosok itu. Sebagai hiburan setelah semua yang terjadi dalam keluarganya. Langkahnya tertuju pada botol kaca yang ada di nakas kamarnya. Botol yang satu-satunya tidak di kembalikan pada empunya aslinya.
...****...
"Apakah Fajar sudah tidur?" tanya Juna saat pulang dari kerja.
Malam ini Juna lembur bersama beberapa staf yang lain. Karena sebentar lagi memasuki bulan baru. Banyak revisi yang masih harus di kerjakan.
Sudah mendekati akhir bulan! Biasanya di akhir bulan seperti ini seluruh divisi keuangan di seluruh unit bisnis pasti akan “kerja keras” untuk melakukan pengecekan transaksi pada perusahaan mereka.
Anggaplah satu bulan ada 30 hari dan dalam satu hari bisa terjadi sampai 500 transaksi, berarti dalam satu bulan ada sekitar 15000 transaksi yang harus direkap oleh divisi keuangan perusahaan kita.
Karena masih banyak pengusaha yang membiarkan staf keuangan mereka melakukan rekap tansaksi bisnis secara manual yang pada akhirnya menyebabkan staf keuangan mereka lembur-lembur ria di akhir bulan.
Pemeriksaan dana pengeluaran dan juga pemasukan dalam kas pabrik. Bagaimana kinerja mereka dalam meninjau perkembangan perkebunannya.
"Kamu pasti capek, Mas. Aku siapkan air hangat,ya. Biar segar mandinya,"
"Apakah kamu masih mual-mual?" tanya Juna.
"Tadi sedikit, tidak seheboh waktu hamil Fajar," kata Dira.
Sebulan yang lalu Dira di nyatakan hamil anak keduanya, bukan kedua melainkan ketiga. Karena bagi Dira dan Juna anak pertama mereka sudah meninggal dunia satu tahun yang lalu. sekarang setelah Fajar berusia delapan bulan mereka kembali di karunia sosok malaikat kecil yang usia kandungan masih empat minggu.
"Aku takut, Mas tidak bisa tuntaskan ASI untuk Fajar," keluh Dira.
"Kita konsultasi sama bidan Ratih saja bagaimana baiknya," Dira mengangguk setuju pada usul suaminya.
__ADS_1