
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
“Akhirnya kita kembali.” Lin Feng, Yin Hua, dan yang lainnya telah kembali ke kediaman keluarga Lin.
“Tuan, Nona Hua, selamat datang kembali ke kediaman.” Xiao Xi dan Xiao Rong menyambut kedatangan rombongan Lin Feng.
Xiong Hu, Huang Zho dan Lin Wucin tidak ikut menyambut kedatangan rombongan Lin Feng karena saat ini mereka sedang melatih prajurit keluarga Lin.
Melihat keadaan keluarga Lin yang dalam keadaan baik-baik saja Lin Feng tersenyum senang, tapi senyum Lin Feng seketika menghilang setelah melihat Lin Cun berlari ke arahnya.
“Tuan, di depan gerbang ada tiga orang dari Sekte Pedang Dewa yang ingin menemui Tuan.” Lin Cun melaporkan keberadaan orang-orang dari Sekte Pedang Dewa di depan gerbang kediaman keluarga Lin.
“Sekte Pedang Dewa? Untuk apa mereka tiba-tiba mendatangi kediaman keluarga Lin?” Lin Feng masih ingat dengan penyerangan terhadapnya begitu sampai di Alam Dewa, dan semua itu dilakukan oleh murid Sekte Pedang Dewa.
“Tuan, mereka ingin melakukan perekrutan pada anggota keluarga Lin untuk menjadi murid baru Sekte Pedang Dewa.” Lin Cun mengatakan tujuan kedatangan orang-orang dari Sekte Pedang Dewa.
Bibir Lin Feng melengkung membentuk senyuman mendengar semua itu. “Persilahkan mereka masuk, dan antarkan mereka ke aula pertemuan!”
Lin Cun segera pergi untuk melakukan apa yang diperintahkan Lin Feng padanya. Sedangkan Lin Feng, dia membawa semua orang yang bersamanya pergi ke aula pertemuan menunggu kedatangan orang-orang dari Sekte Pedang Dewa.
“Bukannya Feng'gege tahu seperti apa Sekte Pedang Dewa, lalu kenapa Feng'gege membiarkan mereka memasuki kediaman keluarga Lin?” Yin Hua penasaran dengan keputusan Lin Feng yang mempersilahkan Sekte Pedang Dewa memasuki kediaman keluarga Lin.
“Mereka datang sebagai tamu tentu aku menyambut baik kedatangan mereka. Akan tetapi, meskipun aku menyambut baik kedatangan mereka, belum tentu mereka mendapatkan apa yang diinginkan dari keluarga Lin.” Sebagai kepala keluarga Lin, Lin Feng memiliki hak menolak apa yang diinginkan orang-orang dari Sekte Pedang Dewa.
Tak lama tiga orang yang berasal dari Sekte Pedang Dewa memasuki aula pertemuan milik keluarga Lin dengan diantar Lin Cun. Dua orang pria dan seorang wanita, dengan satu orang di tingkat Raja Dewa Langit Bintang 4, sedangkan dua orang lainnya berada di tingkat Raja Dewa Langit Bintang 1.
__ADS_1
Lin Feng mempersilahkan mereka duduk di tempat yang tersedia, dan menyampaikan apa yang menjadi keinginan mereka mendatangi keluarga Lin.
“Tidak perlu berbasa-basi, aku Jian Moyan, putra tetua agung Sekte Pedang Dewa, dia Jian Hun tetua ketiga Sekte Pedang Dewa dan wanita itu Jian Shi adikku. Untuk tujuan kami mendatangi keluarga Lin, kami ingin merekrut generasi muda keluarga Lin menjadi murid luar Sekte Pedang Dewa.” Jian Miyan berkata sambil membusungkan dada, tapi kedua matanya tak teralihkan dari sosok Yin Hua, dan empat wanita di belakangnya.
“Maaf saja, aku tidak mengizinkan generasi muda keluarga Lin meninggal kediam karena bagaimanapun juga saat ini keluarga Lin sangat membutuhkan tenaga mereka.” Lin Feng menolak keinginan Sekte Pedang Dewa.
Dia bukan sekedar beralasan karena ingin menolak keinginan Sekte Pedang Dewa, tapi nyatanya saat ini keluarga Lin memang membutuhkan seluruh tenaga anggota keluarga, termasuk tenaga dari para generasi muda.
“Kepala keluarga tenang saja, selama mereka menjadi bagian dari Sekte Pedang Dewa, keluarga Lin akan berada di bawah perlindungan Sekte Pedang Dewa.” Kali ini yang berkata adalah Jian Hun.
“Tetua Jian Hun, kami keluarga Lin tidak akan pernah berlindung di bawah kekuatan lain! Jadi, aku tetap menolak keinginan kalian.” Lin Feng berkata dengan sangat tegas.
“Cih... berani menolak keinginan Sekte Pedang Dewa dan menganggap keluarga kecil ini memiliki kekuatan untuk bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan Alam Dewa. Kau sebagai kepala keluarga sebaiknya jangan terlalu naif!” Jian Moyan berteriak di hadapan Lin Feng.
“Kenapa juga tidak berani? Ini keluargaku, dan terserah aku ingin melakukan apa pada keluargaku. Kalian hanya tamu dan bukan bagian dari keluargaku, jadi sebaiknya kalian hargai keputusanku!” Lin Feng masih terlihat sangat tenang.
“Sebaiknya aku ratakan keluarga ini supaya kau tahu seekor semut tidak mungkin menang di hadapan Dewa.” Jian Moyan menyerang Lin Dan yang dianggapnya sebagai orang tua lemah.
“Mana yang kuat dan mana yang lemah saja tidak bisa membedakan tapi menganggap dirinya Dewa.” Lin Feng hanya menggelengkan kepalanya.
“BOOM...” Tubuh Jian Moyan terlempar mundur puluhan langkah setelah beradu pukulan dengan Lin Dan. Dirinya tidak menyangka pria tua yang terlihat lemah ternyata sangat kuat. Apa yang dirasakan Jian Moyan, pria tua itu kekuatannya hampir setara dengan Jian Hun.
“Kau sudah melukai putra tetua agung Sekte Pedang Dewa. Sebaiknya segera musnahkan kultivasimu, dan potong kedua kakimu supaya tetua agung tidak memperpanjang masalah ini!” Jian Hun marah melihat Jian Moyan terluka, meski itu hanya luka kecil.
“Aku hanya melindungi diriku sendiri. Kalau aku tidak melawan, tentu aku yang terluka oleh serangannya, dan lagi siapa yang menyangka sedikit kekuatanku bida membuatnya terluka.” Lin Dan menatap remeh Jian Moyan yang sudah pulih dari luka kecilnya, tapi dia masih terlihat angkuh.
“Daripada melawan, lebih baik dirimu yang terluka. Sekarang putra tetua agung sudah terluka olehmu, yang artinya mulai sekarang keluarga Lin adalah musuh Sekte Pedang Dewa!” Mengeluarkan aura Raja Dewa Langit Bintang 3, Jian Hun menunjukkan seberapa mengerikan kekuatan Sekte Pedang Dewa.
__ADS_1
Tidak ada yang tertekan oleh tekanan yang dikeluarkan Jian Hun, tapi Lin Feng yang terganggu dengan aura kekuatan orang itu, dia sedikit mengeluarkan auranya dan mengarahkannya pada Jian Hun.
“Ugh...” Jian Hun tiba-tiba jatuh tersungkur dan memuntahkan seteguk darah setelah merasakan aura tiran yang dikeluarkan Lin Feng. “Kepala keluarga Lin, dia jauh lebih kuat dariku.” Hanya dengan sedikit merasakan auranya, Jian Hun tahu kalau Lin Feng jauh lebih kuar darinya.
Jian Hun bangkit, kemudian dia menatap Jian Moyan dan Jian Shi sambil menggelengkan kepalanya. ‘Mereka yang berhasil mengalahkan keluarga Zo tentu tidak lemah.’ Jian Hun membatin, dan kini dia percaya kalau keluarga Zo musnah di tangan keluarga Lin.
Sebenarnya, sebelum mendatangi keluarga Zo, ketiganya lebih dulu mendatangi Kota Awan untuk merekrut generasi muda dari keluarga Zo. Akan tetapi yang mereka temukan hanyalah reruntuhan keluarga Zo, dan setelah bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada keluarga Zo akhirnya mereka tahu tentang keberadaan keluarga Lin.
“Sebaiknya kalian segera pergi karena aku benar-benar tidak menginginkan anggota keluargaku menjadi bagian dari Sekte Pedang Dewa, terutama aku tidak mungkin membiarkan para wanita dari keluarga Lin dimanfaatkan untuk meningkatkan kekuatan!” Reinar mengarahkan sorot mata tajam pada Jian Moyan, Jian Hun, dan Jian Shi.
“Aku tahu cara seperti apa yang kalian lakukan untuk meningkatkan kekuatan, dan aku juga tahu sudah berapa banyak wanita tak berdosa yang mati setelah kalian manfaatkan untuk meningkatkan kekuatan.” Lin Feng tiba-tiba mengarahkan tatapan matanya pada Jian Shi.
“Untuk wanita yang terlihat lugu sepertimu, aku benar-benar tidak menyangka kamu sudah membunuh ratusan pria hanya untuk meningkatkan kekuatan sampai tingkat Raja Dewa Langit.” Wanita seperti Jian Shi terlihat sangat menjijikkan di mata Lin Feng.
Ketiganya yang mendengar semua itu sangat terkejut. Selama ini hanya orang-orang Sekte Pedang Dewa yang tahu tentang semua itu, tapi sekarang mereka mendengar semua itu dari orang yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Sekte Pedang Dewa.
“Kau, siapa kau sebenarnya? Jangan-jangan kau bagian dari pemberontak Sekte Pedang Dewa yang lolos dari kematian seratus tahun yang lalu!” Jian Hun teringat peristiwa seratus tahun yang lalu saat terjadi pemberontakan di Sekte Pedang Dewa. Orang-orang yang tidak setuju dengan cara berkultivasi menyerap energi kehidupan orang lain, mereka memutuskan memberontak, walau akhirnya sebagian besar dari mereka berhasil dimusnahkan, tapi sebagian ada yang berhasil meloloskan diri.
Mendengar kata seratus tahu yang lalu, ingin rasanya Lin Feng tertawa lebar, tapi dia tidak melakukannya. “Tetua Jian Hun, seharusnya kamu bisa melihat usiaku saat ini. Jangankan seratus tahun, tiga puluh tahun yang lalu saja aku masih belum terlahir.”
Jian Hun mencoba menilai usia Lin Feng dengan fokus melihat seluruh bagian tubuh Lin Feng. “Masih sangat muda bahkan belum genap berusia dua puluh tahun, tapi kekuatannya sudah jauh melampaui kekuatanku.” Jian Hun berkata lirih.
Jian Hun hanya bisa menghela napas mengetahui semua itu, kemudian dia segera membawa Jian Shi dan Jian Moyan pergi meninggalkan kediaman keluarga Lin. “Jian Moyan, Jian Shi, sebaiknya kita mendiskusikan apa yang harus dilakukan pada keluarga Lin dengan tetua agung dan patriak sekte.” Jian Moyan dan Jian Shi yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1