
Lima tahun berlalu dengan begitu cepat.
Di istana Sang Pencipta saat ini Lin Feng sedang berkumpul dengan istri dan putra serta putrinya.
“Gege, seluruh alam saat ini sedang dalam masa damai, meski kekacauan kecil masih sering terjadi, tapi setidaknya dengan cepat semua itu dapat terselesaikan,” kata Lin Hua.
“Seluruh alam yang sudah lama ada memang relatif dalam keadaan damai, tapi di dua alam yang belum lama ini aku ciptakan, keadaan disana sangat jauh dari kata stabil. Peperangan besar setiap hari terus terjadi dan tak sedikit mereka yang tak terlibat dalam perang justru menjadi korban kejamnya perang,” ungkap Lin Feng.
“Keadaan kedua alam itu memang sangat menyedihkan. Apa Gege sudah memiliki rencana untuk menciptakan kedamaian di tempat itu?” tanya Lin Hua sangat penasaran dengan apa rencana yang mungkin dimiliki oleh Lin Feng.
“Aku sudah memiliki rencana, dan rencana itu sudah aku jalankan. Seorang anak manusia yang kelak akan membawa kedamaian di kedua alam itu telah terlahir, dan kelak di masa depan dia akan mendapatkan gelar Sang Kaisar Langit,” kata Lin Feng menjawab keingintahuan Lin Hua.
Lin Hua tersenyum senang karena Lin Feng telah memiliki rencana yang begitu matang untuk mengatasi kekacauan di kedua alam yang belum lama ini dibuat olehnya. Kedua alam memang tak sekuat alam sembilan surga, atau bahkan lebih lemah dibandingkan alam langit. Namun kehidupan di alam itu jauh lebih keras dibandingkan kehidupan di alam langit, di masa lalu.
“Istriku apa kamu masih tertarik melihat kehidupan di tempat yang bernama Bumi?” tanya Lin Feng pada Lin Hua, yang mana satu tahun lalu mereka baru saja mengunjungi Bumi.
Lin Hua langsung saja menggelengkan kepala mendengar pertanyaan seperti itu. “Tempat itu sangatlah buruk untuk dijadikan tempat tinggal. Udaranya sangat kotor, dan orang-orang hanya peduli pada diri sendiri. Hukum yang berlaku juga tidak jelas. Asalkan punya uang, semua bisa dibeli, termasuk hukum. Kenapa juga di semesta ini ada tempat seperti itu?”
“Tempat itu memang sangat buruk, tapi kamu tenang saja karena aku telah memberikan kekuatan sistem pada anak muda di Bumi, dan aku yakin sedikit banyak dia mampu merubah semua citra burukmu terhadap Bumi.”
“Mungkin jika seratus tahun lagi kita kembali ke tempat itu, kita sudah dapat melihat perubahan besar yang dilakukan pemuda itu. Dengan apa yang aku berikan padanya, pastinya dia bisa menjadi sosok paling berkuasa dan menegakkan keadilan untuk mereka yang berhak menerima keadilan!” Lin Feng yakin pemuda yang dia percayai sebagai pemilik kekuatan sistem, dapat merubah Bumi menjadi jauh lebih baik dibandingkan terakhir kali dia datang ke tempat itu.
"Ayahanda, Ibunda, bagaimana kalau kalian menemani kami bermain?” Panggil Lin Jintian, putra Lin Feng dan Lin Hua. Sementara putri mereka bernama Lin Siyi, dan keduanya adalah bocah super jenius yang mana kekuatan mereka saat ini telah mencapai tingkat Dewa Langit Bintang 8, meski semua orang tahu mereka hanya suka bermain dibandingkan berlatih.
__ADS_1
“Gege, sebaiknya kita bermain dengan mereka daripada mereka marah dan mengabaikan kita! Rasanya tidak enak jika putra dan putri kita marah dan mengabaikan kita,” kata Lin Hua.
“Aku sudah lama tidak bermain-main dengan mereka. Baiklah mari kita bermain dengan mereka sampai puas sebelum malam ini kita akan menghabiskan malam dengan bermain di atas tempat tidur,” kata Lin Feng lalu dia berlari menghampiri putra dan putrinya.
Sedangkan Lin Hua yang mendengar jelas perkataan Lin Feng sebelum pergi, tiba-tiba saja wajahnya memerah semerah tomat. “Karena tubuh ini adalah tubuh abadi, dia senantiasa mendapatkan kesucianku di setiap malam, dan dia sangat menyukai saat-saat dia merenggut kesucianku untuk kesekian kalinya,” gumamnya pelan, lalu dia pergi menyusul Lin Feng.
...----------------...
Di alam sembilan surga tepatnya di kediaman utama keluarga Lin, Lin Junda sedang bermain dengan cucunya yang merupakan putra Lin Luyao dan Guo Ming, putra Guo Ouyanh. Keduanya beberapa tahun lalu telah menikah dan dikaruniai seorang putra menggemaskan.
“Cucuku, apa kamu tidak lelah terus berlari kesana kemari? Kakek sudah sangat kelelahan terus mengikutimu,” kata Lin Junda yang sementara waktu harus menjaga cucunya karena putri dan menantunya saat ini sedang berkeliling alam sembilan surga, melihat bagaimana orang-orang berkuasa menangani permasalahan kecil yang sedang terjadi.
“Lin Guo Zun, bagaimana kalau kamu bermain denganku?” kata Yan Shuan, putri Yan Guo dan Yan Ning yang kali ini datang ke kediaman utama keluarga Lin bersama kedua orangtuanya.
Ketiganya yang sudah saling mengenal setelah diperkenalkan Lin Feng, mereka menjalin hubungan baik, bahkan Lin Luyao secara khusus ingin menjodohkan putranya dengan Yan Shuan yang dikatakan sebagai wanita jenius kedua di seluruh semesta setelah putri Lin Feng dan Lin Hua.
Saat kedua anak kecil bermain, kedua orang dewasa dan seorang pria tua terlihat asik bercengkrama dan membahas sesuatu yang ringan.
“Apa kalian sedang membicarakan sesuatu yang penting?” tanya Lin Mofeng yang tiba-tiba saja muncul. Dia tak sendirian, melainkan dia datang bersama Bing Hualing dan Lin Wang, putra kedua mereka.
Tak lama Guo Ouyang juga datang, disusul Lin Huang yang datang bersama putranya, dan kedua orangtua yang sekarang telah menempati posisi Leluhur keluarga Lin.
Lin Luyao dan suaminya juga datang, dan terakhir yang datang adalah Lin Feng beserta keluarga kecilnya. Semua orang saat ini berkumpul di kediaman utama keluarga Lin tanpa adanya dendam meski di masa lalu sempat ada perselisihan diantara mereka semua yang berkumpul.
__ADS_1
Sekarang yang ada bukanlah dendam melainkan kebahagiaan yang dirasakan oleh semua orang.
Meninggalkan mereka semua yang masih menikmati kebersamaan, Lin Feng membawa Lin Hua pergi ke suatu tempat, dan tak lama sosok Lin Jia yang sudah lama berdiam diri di alam kehidupan muncul di hadapan mereka.
Lin Hua yang melihat keberadaan Lin Jia, dia segera memeluk wanita itu yang sekarang telah tumbuh menjadi wanita dewasa dengan kecantikan tak kalah dari dirinya, dan dua tahun lalu dia sendiri yang menyuruh Lin Feng menjadikan Lin Jia wanitanya.
Awalnya Lin Feng menolaknya, tapi karena desakan Lin Hua, bahkan wanita itu sempat marah dan mendiamkannya selama satu bulan, pada akhirnya dia setuju menjadikan Lin Jia wanitanya, meski mustahil bagi keduanya memiliki keturunan.
Lin Jia adalah makhluk abadi ciptaan Lin Feng, dan tentunya tak mungkin baginya memiliki keturunan. Setelah malam panjang yang dihabiskan bersama Lin Feng dan Lin Hua, Lin Jia mengalami evolusi dan semua itu memakan waktu lebih dari dua tahun, dan hari ini adalah kali pertama dia muncul setelah dua tahun menghabiskan waktu di alam kehidupan.
“Saudari, mari kita bertemu dengan semuanya!” kata Lin Hua lalu dia membawa Lin Jia ke tempat semua orang, dengan Lin Feng ikut di belakang mereka.
Semua orang senang menyambut kedatangan Lin Jia, dan satu lagi sosok yang paling akhir datang adalah ayah Lin Hua. Sekarang smeua benar-benar sudah lengkap, tak ada yang terlewatkan.
“Kebersamaan seperti ini sangatlah indah, apalagi jika semua berkumpul dalam keadaan bahagia,” gumam lirih Lin Feng.
Lin Feng tersenyum bahagia karena pada akhirnya dia dapat mewujudkan kebahagiaan semua orang yang ingin dibuatnya bahagia, serta dia juga telah mewujudkan kedamaian, meski masih sering terjadi kekacauan kecil di ketiga alam utama.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1