Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Jangan Melewati Batas!


__ADS_3

Lin Feng tersenyum kecil melihat kedua putra Tetua Agung yang terus mencuri pandang ke arah Lin Hua. “Jika masih sayang dengan hidup yang kamu miliki, sebaiknya jangan gunakan kedua matamu untuk melihat apa yang tak seharusnya kamu lihat!”


Lin Lang, putra pertama Tetua Agung mendengar apa yang dikatakan Lin Feng tapi dia tidak memahami maksud perkataan yang ditujukan padanya, supaya ia tak lagi mengarahkan pandangannya pada Lin Hua.


“Saya Lin Lang pasti mengingat pesan Tuan Muda,” kata Lin Lang tapi karena ia belum memahami maksud perkataan Lin Feng, ia masih saja curi-curi pandang pada Lin Hua.


“Cepat fahami yang aku katakan sebelum semua terlambat!” ungkap Lin Feng lalu dia mengarahkan pandangan pada Tetua Agung. “Tetua Agung, apa kami bisa menempati beberapa ruangan untuk istirahat?” tanyanya.


Tetua Agung segera menunjuk beberapa kamar yang bisa digunakan istirahat oleh Lin Feng dan yang lainnya untuk beristirahat. Lin Feng dan Lin Hua tentu berada dalam satu kamar yang sama, sedangkan yang lainnya bebas berbagi kamar.


Satu kamar masing-masing ditempati dua orang, Lin Luyao yang satu kamar dengan Lin Yanran, mereka berada di kamar bersebelahan dengan kamar Lin Feng dan Lin Hua, sedangkan yang lain menempati kamar di tempat agak terpisah.


Sedangkan untuk prajurit yang mengawal Lin Luyao, mereka ditempatkan di barak prajurit, dan mereka membagi tugas melakukan penjagaan kamar yang ditempati Lin Luyao.


Semua orang memilih mengistirahatkan diri begitu berada di dalam kamar, tapi berbeda dengan yang lainnya, Lin Feng dan Lin Hua memilih bersantai di danau buatan yang berada tepat di belakang kamar mereka, dan danau buatan terhubung dengan kamar-kamar yang ditempati Tetua Agung dan seluruh anggota keluarganya.


Saat keduanya bersantai menikmati hembusan angin di tepian danau buatan, Lin Luyao dan Lin Yanran datang bergabung dengan mereka, tapi dari kejauhan terlihat Lin Lang, Lin Xing, serta empat orang pengawal mereka berjalan mendekat ke tempat Lin Feng dan yang lainnya.


Kerutan muncul di kening Lin Feng saat ia melihat Lin Lang begitu bersemangat menghampiri Lin Hua yang saat ini sedang bermain air danau bersama Lin Luyao dan Lin Yanran, bahkan Lin Lang mengabaikan keberadaannya.


Lin Feng masih diam di tempatnya melihat apa yang ingin dilakukan Lin Lang. Jika orang itu hanya sekedar menyapa, ia akan membiarkannya, tapi jika orang itu mulai bertindak melebihi batas, ia siap memberi pelajaran padanya.


Sebelumnya ia sudah memberi peringatan sangat jelas pada Lin Lang. Mengerti atau tidak, berani melakukan kesalahan artinya Lin Lang siap menerima akibatnya.

__ADS_1


Sedangkan Lin Lang yang melihat adanya kesempatan mendekati wanita yang sangat ia idam-idamkan, tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan kepala tegak ia melangkahkan kaki menghampiri Lin Hua yang tengah asik bermain air bersama dua wanita lain, yang sebenarnya juga cukup menarik perhatiannya.


Meski keduanya cukup menarik, tapi ia sudah menentukan pilihan wanita mana yang ingin dia miliki, dan pilihannya jatuh pada Lin Hua, wanita yang seharusnya dia jauhi sejauh-jauhnya.


Namun, bukannya menjauh dan sadar akan bahaya yang mengancam hidupnya, ia justru mendekati bahaya dan bermain-main ditengah bahaya yang tak mungkin dapat ia hindari, sekalipun seluruh anggota Lin di Alam Sembilan Surga tingkat kedua memberi bantuan padanya.


“Hah, kembali aku bertemu orang bodoh yang tidak bisa menjaga diri untuk tidak tertarik dengan apa yang sudah menjadi milikku,” gumam Lin Feng melihat Lin Lang begitu intens mencoba mendekati Lin Hua.


Lin Lang terus menatap wajah Lin Hua yang sebagian tertutup cadar, tapi cadar tak sedikitpun mampu menutupi kecantikannya, bahkan cadarnya justru membuat Lin Lang semakin tertarik padanya, dan secepatnya ia ingin melihat kecantikan yang ada di balik cadar. Sayangnya ia masih belum melihat kesempatan untuk melakukan itu.


“Nona Hua, apa Nona ingin melihat tempat yang lebih indah dari danau ini? Kalau Nona ingin, aku bisa mengantarkan Nona ke tempat itu,” kata Lin Lang yang kali ini ia berdiri di jarak dua langkah disamping Lin Hua.


Lin Hua menyukai tempat yang indah, tapi jelas ia memilih menolak pergi ke tempat yang diinginkannya, saat yang ingin mengantarkan dirinya adalah pria lain, bukan pria yang telah resmi menjadi suaminya.


Lin Hua menatap tidak suka dengan apa yang baru saja ingin dilakukan Lin Lang. “Sebaiknya Tuan Muda Lin Lang jangan melewati batas! Kita tidak dekat, jadi sebaiknya Tuan Muda menjauh dariku!” Lin Hua memberi peringatan pada Lin Lang.


“Nona Hua, aku tidak memiliki niatan buruk pada Nona. Jujur saja aku tertarik pada Nona, dan ingin menjadikan Nona menjadi satu-satunya wanitaku,” kata Lin Lang berterus-terang.


Mendengar hal itu membuat Lin Hua menggelengkan kepala, ia dapat melihat sesuatu yang sangat buruk tak lama lagi bakalan terjadi pada Lin Lang, dan itu semua karena keinginan bodohnya. Sosok Lin Feng tiba-tiba saja muncul di dekat Lin Hua, menjadi pemisah antara Lin Hua dan Lin Lang.


“Sebelumnya aku sudah memberimu peringatan untuk tidak melihat apa yang tak seharusnya kamu lihat, tapi bukan hanya mengabaikan peringatanku kamu bahkan berani mencoba mendekati apa yang seharusnya kamu jauhi,” kata Lin Feng datar dan suaranya terasa begitu dingin.


“Tuan Muda, saya hanya ingin mendekati Nona Hua karena saya tertarik padanya,” kata Lin Lang yang masih belum mengerti status antara Lin Feng dan Lin Hua.

__ADS_1


“Saya tahu Nona Hua bagian dari kelompok Tuan Muda, tapi Tuan Muda tidak berhak melarang siapapun mendekatinya! Nona Hua berhak menentukan pilihannya, dan saya ingin menjadi satu-satunya pilihannya untuk pria yang pantas memilikinya,” lanjut Lin Lang berkata.


“Bagaimana kalau aku mengatakan Nona Hua adalah wanita yang sudah bersuami, apa kamu masih memiliki keinginan mendekatinya?” tanya Lin Feng.


Lin Lang terlihat bingung menentukan jawaban, tapi tak lama ia berkata, “Di Alam ini memiliki peraturan siapa yang kuat dia yang mendapatkan segalanya. Meski Nona Hua telah bersuami, selama aku bisa mengalahkan suaminya, Nona Hua akan menjadi milikku!”


‘Bodoh, beraninya dia mengatakan semua itu di hadapan saudara Lin Feng,’ kata Lin Luyao membatin, setelah ia turut mendengar perkataan Lin Lang.


Lin Lang menunjukkan senyuman sinis di wajahnya seolah ia sedang meremehkan pria yang telah menjadi suami Lin Hua. Akan tetapi, tanpa sepengetahuannya ada tiga wanita yang saat ini hanya bisa menghela napa karena melihat kebodohannya.


Tekanan kuat tiba-tiba saja dirasakan Lin Lang, dan tekanan itu berasal dari Lin Feng. “Karena kamu ingin mengalahkan suami Nona Hua, dengan senang hati aku melayanimu melakukan pertarungan hidup dan mati! Sebagai suami yang sangat mencintai istrinya, bagaimana mungkin aku membiarkan istriku jatuh ke tangan pria lain!” kata Lin Feng tegas dan jelas.


Lin Lang yang tak bisa bergerak akibat kuatnya tekanan kekuatan Lin Feng, kini ia tahu siapa suami Lin Hua dan dia baru menyadari peringatan yang telah diberikan Lin Feng padanya. Menyesal, tentu dia menyesal, tapi mengingat saat ini ia berada di kediaman keluarga Lin yang mana ayahnya adalah sosok Tetua Agung yang kekuatannya tak bisa dianggap remeh, ia masih menyimpan harapan dapat mengalahkan Lin Feng, dan mengambil apa yang ingin dimilikinya.


Lin Lang mengeluarkan aura puncak kekuatannya yang sudah berada di tingkat Dewa Agung Bintang 7, tapi dia merasa aneh saat aura kekuatannya sama sekali tidak bisa melawan balik aura kekuatan yang dikeluarkan Lin Feng.


Lin Feng sendiri hanya tersenyum melihat Lin Lang yang mulai terlihat panik. Dengan segala cara Lin Lang terlihat mencoba membebaskan diri dari aura kekuatan yang menekannya, tapi seluruh cara yang ia gunakan tidak berhasil, dan justru aura kekuatan yang menekannya terasa semakin kuat.


“Apa kamu pikir hanya dengan kekuatan Dewa Agung Bintang 7 kamu bisa melawan balik aura kekuatanku? Asal kamu tahu, sekalipun ayahmu dan seluruh orang di kediaman ini menyatukan kekuatan melawanku, tempat ini hanya akan menjadi kuburan untuk mereka!...”


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2