
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di aula istana Kekaisaran Cahaya.
“Yang Mulia, hamba sudah memastikan kalau mayat itu memang mayat Pangeran kedua, Qian Tao, dan seluruh pengawal yang biasa menemaninya bepergian,” kata pria paruh baya pada Qian Zu, sang Kaisar Kekaisaran Cahaya.
“Dari kondisi mayat mereka yang sangat mengerikan, sepertinya mereka melawan musuh yang jauh lebih kuat, dan tak sedikitpun memberi pengampunan pada mereka,” lanjut pria paruh baya yang mana dia tidak terlalu terkejut saat mendengar Qian Tao telibat masalah, tapi kali ini dia cukup terkejut karena ada yang berani membunuh Qian Tao, yang bagaimanapun juga dia tetaplah Pangeran kedua Kekaisaran Cahaya.
Qian Zu yang duduk di singgasananya tidak terlihat sedih meskipun dia tahu telah kehilangan salah satu putranya. Bukannya dia tidak menyayangi Qian Tao, tapi karena seringnya Qian Tao membuat masalah, hubungannya dengan Qian Zu semakin memburuk, bahkan Qian Tao tak lagi memiliki saudara yang berhubungan dekat dengannya setelah dia berani melecehkan salah satu saudarinya.
Seharusnya Qian Tao mendapatkan hukuman berat, bahkan dia pantas menerima hukuman mati setelah melecehkan saudarinya sampai membuat wanita itu mengandung benih yang dia tanam.
Akan tetapi Qian Zu urung memberinya hukuman mati karena mengingat Qian Tao adalah salah satu putranya, dan pada akhirnya dia lebih memilih menikahkan Qian Tao dengan saudarinya, yang telah mengandung darah dagingnya.
“Aku tidak tahu siapa yang melakukan itu padanya, tapi aku tahu kalau ini semua pasti akibat ulahnya yang kembali menyinggung seseorang, dan kali ini orang yang dia singgung bukanlah mereka yang takut akan statusnya sebagai Pangeran kedua Kekaisaran Cahaya,” ujar Qian Zu.
“Yang Mulia, apa perlu kita mencari orang itu dan mengadilinya sesuai hukum yang berlaku di Kekaisaran Cahaya? Kalau Yang Mulia menghendakinya, hamba akan segera mengirim pemburu terbaik Kekaisaran untuk melacak keberadaan mereka, dan menyeret mereka ke penjara Kekaisaran!” kata pria paruh baya yang kesehariannya bekerja sebagai penasihat Kaisar.
“Berhasil mengalahkan Qian Tao yang sudah berada di tingkat Raja Dewa tanpa kesusahan. Apa kamu pikir orang itu lemah dan seenaknya dapat menyeretnya ke dalam penjara?”
“Meskipun aku turun tangan langsung menangkap orang itu, kemungkinan kekuatanku tidak akan cukup untuk menangkapnya. Kalau benar-benar kita ingin menangkap orang itu, kita harus meminta bantuan Ayahanda yang saat ini sedang melakukan pelatihan tertutup untuk meningkatkan kekuatannya ke tingkat Raja Dewa Bintang 8.”
“Hanya untuk mencari keadilan yang tidak pantas diberikan pada bocah pembuat onar, aku tidak mungkin mengganggu pelatihan Ayahanda. Sebaiknya biarkan saja orang itu, dan segera persiapkan pemakaman untuk bocah itu supaya kita bisa kembali fokus menangani masalah di wilayah perbatasan,” ujar Qian Zu dengan suara tegas dan lantang.
__ADS_1
Semua orang hanya bisa menuruti keinginan Qian Zu, dan lagi tak satupun dari mereka merasa kehilangan setelah mendengar kabar kematian Qian Tao yang sudah sering membuat mereka sakit kepala karena seringnya dia membuat masalah.
Sementara itu di wilayah perbatasan Kekaisaran Cahaya yang berbatasan langsung dengan wilayah iblis dan monster, saat ini telah terjadi pertempuran antara sepuluh ribu kultivator manusia melawan puluhan ribu iblis dan monster mulai dari tingkat Berlian, tingkat Raja, dan yang terkuat berada di tingkat Kaisar.
Meskipun hanya iblis dan monster yang muncul tidak ada yang berada di tingkat Langit, lemahnya kekuatan para kultivator, membuat mereka hanya menjadi bulan-bulanan musuh, sebelum musuh menjadikan mereka sebagai makanan.
Saat melihat banyak kultivator justru menjadi makan iblis dan monster, Lin Feng, Yin Hua, dan yang lain akhirnya turun tangan. Dengan kekuatan kultivator yang sebagian besar berada di tingkat Kaisar Langit dan tingkat Mortal, mereka hanya akan musnah tak bersisa kalau Lin Feng, Yin Hua, dan yang lainnya tidak segera membantu.
“Kalian yang berada di tingkat Kaisar Langit dan tingkat Mortal sebaiknya jangan bertarung satu lawan satu dengan musuh! Kumpulkan lima anggota untuk menyerang iblis atau monster di tingkat Berlian,” kata Lin Feng dengan suara lantang.
“Kalau kalian masih ingin hidup, segera lakukan seperti perkataanku!” lanjut Lin Feng sambil membocorkan aura Saint Bintang 9, yang membuat semua kultivator segera menuruti perkataannya.
“Cih, di dunia ini memang harus menjadi orang kuat supaya setiap perkataan di dengar oleh mereka yang lebih lemah,” gumam lirih Lin Feng yang sebenarnya tidak menyukai gaya berpikir orang-orang di Alam Langit.
Namun, dikarenakan dia sekarang berada di Alam Langit, dia harus mulai terbiasa dengan gaya berpikir orang-orang yang menganggap kekuatan adalah segalanya.
Melihat itu Lin Feng menyunggingkan senyuman di bibirnya lalu dia ikut melesat maju menyerang sekelompok iblis dan monster yang kekuatannya berada di tingkat Kaisar. Pundi-pundi kekayaan terus mengalir tiap kali dia membunuh iblis maupun monster.
Sedangkan untuk kekuatannya, tiap kali dia membunuh iblis maupun monster, dia senantiasa mendapatkan poin pengalaman yang sedikit demi sedikit terus meningkatkan kekuatannya, meskipun masih butuh banyak poin pengalaman untuk membuatnya menerobos ke tingkat yang lebih tinggi.
Bukan hanya Lin Feng dan Yin Hua yang terus membunuh para iblis dan monster. Xiong Hu, Huang Zou, Xiao Lan, Xiao Xi, Xiao Bing, serta Xiao Rong, mereka juga terus bergerak, membunuh iblis maupun monster di sekitar mereka.
“Dari aura yang aku rasakan, mereka sama seperti kita, berada di tingkat Saint Bintang 9. Akan tetapi aku merasa mereka lebih kuat dari kita,” kata pria berbadan besar dengan tombak di tangannya yang terus bergerak membunuh kawanan iblis dan monster.
“Mereka kelihatannya memang berada di tingkat yang sama dengan kita, tapi saat kamu semakin fokus merasakan aura mereka, kamu akan tahu kalau mereka bukanlah kultivator tingkat Saint. Kemungkinan mereka sedang menyembunyikan kekuatan asli yang dimilikinya, tapi aku tidak tahu apa alasan mereka melakukan itu,” ujar wanita sambil terus membunuh iblis dan monster di sekitarnya, menggunakan belati kembar di kedua tangannya.
__ADS_1
“Daripada kalian membahas mereka, sebaiknya kalian segera membunuh iblis dan monster di tempat ini karena aku merasakan adanya pergerakan yang lebih besar dari wilayah musuh,” kata pria paruh baya dengan aura tingkat Dewa Bintang 8 yang meluap keluar dari tubuhnya.
Mendengar perkataan pria paruh baya yang merupakan guru mereka, pria dan wanita itu kembali fokus dengan pertempuran mereka, dan semakin banyak iblis serta monster yang mari di tangan keduanya.
“Sepertinya bukan hanya kita yang bersenang-senang di tempat ini, mereka juga terlihat sedang bersenang-senang,” kata Lin Feng pada Yin Hua sambil mengarahkan pandangan pada pria paruh baya dan kedua muridnya.
“Tingkat Dewa Bintang 8 dan dua orang di tingkat Saint Bintang 9. Kalau saja semua orang di tempat ini kekuatannya setara dengan mereka, pertempuran ini tidak akan memakan waktu lama,” balas Yin Hua.
Akan tetapi, baru juga Yin Hua menutup mulutnya, dia merasa banyak iblis dan monster yang jauh lebih kuat mendekati tempat pertempuran yang saat ini mulai di dominasi kultivator manusia.
Baik Lin Feng maupun Yin Hua tidak ada yang takut dengan kedatangan mereka. Yin Hua menganggap kedatangan mereka adalah salah satu cara untuk melatih kekuatannya. Sedangkan bagi Lin Feng, kedatangan mereka adalah keuntungan berganda baginya karena dia dapat menambah pundi-pundi kekayaan, sekaligus meningkatkan kekuatannya.
Saat iblis dan monster tingkat Berlian, tingkat Raja, dan tingkat Kaisar berhasil dikalahkan. Muncul puluhan ribu iblis dan monster lainnya yang kali ini berada di tingkat Kaisar, tingkat Langit, dan yang terkuat berada di tingkat Dewa Spiritual.
Melihat itu banyak kultivator di tingkat Kaisar Langit maupun tingkat Mortal yang segera mundur meninggalkan wilayah perbatasan. Mereka tahu, dengan kekuatan yang mereka miliki, keberadaan mereka hanya akan menjadi makanan musuh.
“Sudah saatnya kita sedikit serius!” kata Lin Feng sambil meningkatkan kekuatannya sampai ke tingkat Dewa Bintang 5, begitu juga dengan Yin Hua.
“Swusshh... Swusshh...” Xiong Hu dan yang lainnya juga meningkatkan kekuatannya karena musuh yang kali ini datang jauh lebih kuat dibandingkan yang sebelumnya.
“Feng'gege, bagaimana kalau kita taruhan? Siapapun yang membunuh lebih banyak musuh, dia akan menjadi pemenang, dan berhak meminta satu permintaan yang harus dikabulkan oleh pihak yang kalah,” ujar Yin Hua mengajak taruhan.
Senyum terlihat di bibir Lin Feng setelah mendengar itu. “Aku setuju, dan jangan pernah menyesali hasil akhir dari taruhan kita!” kata Lin Feng mengiyakan ajakan Yin Hua.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.