Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Meninggalkan Kawasan Lembah Siluman


__ADS_3

Lin Feng dan Lin Hua mulai berkuktivasi dengan menyerap keberadaan energi kehidupan yang melimpah, keduanya sama-sama memiliki tekad menjadi lebih kuat dan semakin kuat seiring berjalannya waktu.


Lin Jia yang sudah kembali menyatu dengan jiwa Lin Feng tersenyum lalu berkata, “Tingkat Dewa Semesta bukanlah yang terkuat, masih ada satu tingkatan yang lebih tinggi dan aku berharap Gege dan Jiejie bisa melampaui tingkatan Dewa Semesta sebelum bahaya mendatangi Alam Semesta.”


Satu tingkat yang dimaksud Lin Jia adalah tingkat Penguasa. Tingkatan Penguasa tidak terbagi menjadi Bintang 1 sampai Bintang 9, melainkan terbagi menjadi ranah Penguasa tingkat rendah, tingkat menengah, dan tingkat puncak.


Di masa lalu hanya Dewa Perang Semesta dan Pendiri keluarga Lin yang dapat melampaui tingkatan diatas tingkatan Dewa Semesta, tapi mereka saat itu hanya berada di ranah Setengah Penguasa, dan yang terkuat dari mereka saat itu tentu Dewa Perang Semesta yang kekuatannya berada di ranah Setengah Penguasa tingkat menengah, dan dengan kekuatannya ia berhasil mengalahkan Leluhur Alam Kegelapan meski saat itu ia juga harus meregang nyawa.


Ranah Penguasa sebenarnya tidak bisa dicapai oleh sembarangan orang. Hanya mereka yang mewarisi hukum kematian dan kehidupan yang mampu menerobos ranah Penguasa.


Bagi mereka yang tidak mewarisi kedua hukum itu, mereka hanya bisa menerobos sampai ranah Setengah Penguasa tingkat puncak.


“Dengan keberadaanku dan warisan orang-orang kuat di masa lalu, aku yakin sebelum dia datang Gege dan Jiejie dapat melewati tingkatan Dewa Semesta, dan khusus untuk Gege aku yakin ia dapat menyamai pencapaian Dewa Perang Semesta di masa lalu atau bahkan melampauinya,” kata Lin Jia penuh dengan keyakinan.


Setelah mengatakan itu Lin Jia muncul ke dunia luar mengawasi sekeliling Lin Feng dan Lin Hua, ia ingin memberi perlindungan pada keduanya dan membiarkan keduanya terus berkuktivasi tanpa harus mengkhawatirkan keadaan sekitar.


Sementara itu ditempat Lin Luyao dan sepuluh prajurit pengawalnya, mereka tidak terburu-buru pergi meninggalkan lembah siluman. Meski rumput keabadian untuk mengobati ayahnya sudah berada di tangannya, dia merasa tidak enak kalau pergi tanpa berterimakasih terlebih dahulu pada Lin Feng yang telah membantunya.


Mengarahkan pandangannya pada Lin Baoshi, ia berkata, “Saudara, apa kamu tahu seberapa lama waktu yang biasanya dihabiskan saudara Lin Feng untuk berkuktivasi?”


“Putri, aku tidak bisa mengatakan secara pasti berapa lama waktu yang biasanya dihabiskan Tuan Muda untuk berkuktivasi, tapi selama ini Tuan Muda tidak pernah menghabiskan banyak waktunya untuk berkuktivasi...”


Lin Baoshi mengatakan yang sebenarnya, bahkan selama ini ia belum pernah melihat Lin Feng menghabiskan banyak waktunya untuk berkuktivasi, tapi ia sangat kagum dengan peningkatan kekuatan Lin Feng meski jarang berkuktivasi.


“Kalau ia jarang berkuktivasi, bagaimana bisa kekuatannya sampai tingkatan yang sekarang di usia yang masih sangat begitu muda?” tanya Lin Luyao penasaran.

__ADS_1


Lin Baoshi menggelengkan kepalanya. “Ada kemungkinan Tuan Muda memiliki keistimewaan yang membuatnya mampu meningkatkan kekuatan saat ia bertarung, dan mungkin karena itu Tuan Muda sangat menggilai pertarungan,” ungkapnya.


“Kalau memang seperti itu, ia memang sosok yang sangat luar biasa. Dapat meningkatkan kekuatan saat melakukan pertarungan, aku sama sekali belum pernah mendengar ada kultivator yang dapat melakukan itu,” kata Lin Luyao.


“Putri memang belum pernah mendengar ada kultivator yang dapat melakukan itu, tapi aku tahu pasti di masa lalu ada kultivator yang dapat melakukannya, dan ia adalah satu-satunya kultivator yang pernah menyandang gelar Dewa Perang Semesta,” kata Lin Cang yang duduk bersebelahan dengan Lin Baoshi.


“Tuan Muda adalah pewaris kehendak Dewa Perang Semesta. Jadi, wajar adanya jika Tuan Muda mampu melakukan apa yang bisa dilakukan Dewa Perang Semesta,” lanjut Lin Cang berkata.


Lin Luyao menganggukkan kepalanya memahami isi perkataan Lin Cang. Dia pernah mendengar cerita tentang Dewa Perang Semesta yang merupakan sosok terkuat di Alam Semesta, yang di masa lalu dapat mengalahkan sosok Leluhur Alam Kegelapan. Akan tetapi, ia tak menyangka jika penerus Dewa Perang Semata adalah saudaranya sendiri.


“Aku masih memiliki waktu dua bulan sebelum efek obat yang dikonsumsi ayahku untuk penyambung kehidupannya habis. Satu bulan akan aku habiskan untuk menunggu saudara Lin Feng dan saudari Lin Hua, tapi lewat satu bulan dan mereka belum kembali, terpaksa aku pergi meninggalkan tempat ini,” gumam Lin Luyao.


Lin Luyao sebenarnya ingin menunggu Lin Feng dan Lin Hua, tapi ia tidak punya banyak waktu untuk melakukan itu. Kalau saja ayahnya tidak membutuhkan apa yang ada di tangannya, selama apapun ia pasti menunggu Lin Feng dan Lin Hua.


...----------------...


Sisa-sisa energi kehidupan terserap masuk ke dalam tubuh Lin Feng dan Lin Hua, dan tak lama cahaya terang terpancar dari tubuh keduanya bersama dengan suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh mereka.


Suara ledakan dan cahaya yang terpancar dari tubuh keduanya merupakan pertanda kalau mereka baru saja mendapatkan terobosan. Kekuatan Lin Feng saat ini sudah berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 6, sedangkan Lin Jia, ia berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 3.


Perlahan membuka mata setelah mendapatkan terobosan dan merasakan energi kehidupan di sekitarnya telah habis, Lin Feng dapat merasakan perbedaan kekuatannya setelah berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta Bintang 6.


“Gege, setelah aku menerobos tingkat Dewa Semesta, aku merasa kualitas pondasi kekuatanku ikut meningkat seiring dengan peningkatan kekuatanku,” ungkap Lin Hua yang membuka mata bersamaan dengan Lin Feng, dan dia juga merasakan perbedaan pada kekuatannya setelah berhasil mendapatkan terobosan.


“Itu adalah keistimewaan yang kita dapatkan setelah berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta,” kata Lin Feng dan segera dia mengarahkan pandangannya pada Lin Jia.

__ADS_1


Lin Jia tersenyum saat Lin Feng dan Lin Hua kini mengarahkan pandangan kepadanya. “Tugasku sudah selesai. Gege, Jiejie, kalian harus kembali ke tempat mereka, dan secepatnya kalian harus pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat. Untuk Alam Sembilan Surga tingkat ke-tiga, kalian tidak perlu mendatanginya karena tempat itu masih berada di bawah kekuasaan keluarga Lin!” katanya.


Lin Feng menganggukkan kepalanya lalu berkata, “Terimakasih sudah menjaga kamu selama kami berkuktivasi,” tulus ia mengatakan semua itu pada Lin Jia.


Tak ada kata-kata balasan dari Lin Jia, ia hanya tersenyum dan setelahnya sosoknya menghilang. Meski menghilang dari pandangannya, Lin Feng dapat merasakan keberadaan Lin Jia di jiwanya, sedangkan Lin Hua mengira gadis kecil itu kembali ke Alam Kehidupan.


“Sebaiknya kita segera pergi menemui mereka dan seperti yang dikatakan Lin Jia, secepatnya kita pergi meninggalkan tempat ini, dan bergegas menuju Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat,” kata Lin Feng dan dibalas anggukan kepala oleh Lin Hua.


Setelahnya, keduanya bergegas pergi ke tempat orang-orang yang menunggu kedatangan mereka, dan tak butuh waktu lama Lin Feng dan Lin Hua sampai di tempat yang menjadi tujuan mereka.


“Saudara Lin Feng, saudari Lin Hua, akhirnya kalian kembali!” Senang Lin Luyao menyambut kembalinya Lin Feng dan Lin Hua setelah dua minggu lamanya mereka berkuktivasi di tempat yang tak ia ketahui.


“Saudari Lin Luyao, maafkan kami yang telah membuatmu menunggu lama, dan menunda pengobatan Paman!” kata Lin Feng, dan dia memanggil ayah Lin Luyao paman karena bagaimanapun juga orang itu ada hubungan kekeluargaan dengan kedua orangtuanya.


“Saudara tidak perlu meminta maaf! Dua minggu bukanlah waktu yang lama, dan tanpa bantuan saudara mungkin aku tidak akan memiliki kesempatan mendapatkan obat yang dibutuhkan oleh ayahku,” ungkap Lin Luyao menolak permintaan maaf Lin Feng karena baginya tidak ada yang perlu dimaafkan.


Lin Feng menganggukkan kepala. “Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita pergi meninggalkan tempat ini?” tanya Lin Feng pada semua orang termasuk pada Lin Cang dan dua siluman lainnya.


Semua orang setuju dengan keinginan Lin Feng, termasuk Lin Cang dan dua lainnya. Akan tetapi, sebelum pergi meninggalkan lembah siluman karena mereka ingin mengikuti Lin Feng, Lin Cang sebagai yang terkuat, ia menunjuk empat siluman tingkat Dewa Agung Bintang 9 untuk menjaga lembah siluman.


Keempatnya dengan senang hati menerima tanggungjawab yang diberikan Lin Cang pada mereka. Sedangkan Lin Feng yang tidak ingin adanya kultivator yang memasuki kawasan lembah siluman, dia memasang array pembatas yang membuat orang luar tidak bisa masuk, dan array hanya dapat dihancurkan oleh mereka yang memiliki kekuatan di tingkat Dewa Semesta Bintang 9.


Namun keberadaan kultivator tingkat Dewa Semesta Bintang 9 bukanlah keberadaan yang mudah ditemukan, kalaupun ada, mustahil mereka menghabiskan waktu mengunjungi Alam Sembilan Surga tingkat kedua.


“Kita pergi dari tempat ini!...”

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2