
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Lin Feng, Lin Hua, Lin Meili dan Lin Shao duduk di kursi tepat di belakang kursi kehormatan yang ditempati Lin Baoshi dan Lin Yanran. Duduk di depan Lin Feng dan Lin Hua, sebenarnya tidak membuat Lin Baoshi dan Lin Yanran merasa nyaman, tapi mereka harus melakukannya untuk menutupi identitas Lin Feng.
Penampilan Lin Baoshi dan Lin Yanran yang sangat menarik, membuat banyak penonton tertarik melihat ke arah keduanya, apalagi setelah mereka tahu keduanya berasal dari keluarga Lin. Bahkan, keberadaan keempat perwakilan empat sekte besar tidak lebih menarik dibandingkan keduanya.
Keempat perwakilan sekte besar tidak iri araupun marah dengan perhatian yang diberikan pada keluarga Lin karena bagi mereka semua itu sudah hal biasa. Namun, ada salah satu perwakilan yang tidak menyukai perhatian berlebih, yang ditujukan pada keluarga Lin.
Mereka adalah perwakilan dari keluarga Suci Guo, keluarga Dewa Agung yang kekuatannya hampir setara dengan keluarga Lin, dan mereka juga memiliki wilayah kekuasaan di seluruh tingkatan Alam Sembilan Surga.
Sejak dulu keluarga Suci Guo adalah musuh abadi keluarga Lin, dan kedua keluarga sudah sering terlibat dalam pertempuran. Namun, satu juta tahun ini kedua keluarga saling menahan diri, dan lebih berfokus meningkatkan kekuatan daripada melakukan pertempuran tanpa henti.
Meski pertempuran dalam skala besar ridak pernah terjadi dalam satu juta tahun terakhir, pertempuran dalam skala lebih kecil masih sering terjadi. Bahkan, dalam acara seperti pemilihan murid sekte yang mengundang kedua keluarga, sering kali terjadi pertempuran diantara kedua belah pihak.
Mengabaikan keberadaan kedua keluarga yang senantiasa bersitegang, pembawa acara pemilihan murid baru empat sekte besar mulai naik ke arena yang nantinya dijadikan tempat pemilihan murid baru.
Seperti tahun-tahun lalu, sebelum dilakukan pemilihan murid baru, acara terlebih dahulu dibuka dengan pertarungan antar perwakilan, yang mewakili tamu undangan.
Keempat sekte juga mengirim perwakilan mereka untuk mengikuti pertarungan.
Penonton sebenarnya lebih tertarik dengan pertarungan diantara wakil dari tamu undangan, dibandingkan jalannya pemilihan murid baru empat sekte besar. Apalagi jika pertarungan melibatkan keluarga Lin dan keluarga Suci Guo, bisa dipastikan mereka mendapatkan suguhan terbaik sebuah pertarungan.
Pembawa acara di atas arena membuka suara, “Selamat datang untuk seluruh tamu undangan dan perwakilan dari keempat sekte besar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum dimulainya pemilihan murid baru empat sekte besar, kita semua yang berada di tempat ini dapat menikmati suguhan menarik dari pertarungan perwakilan para tamu undangan, dan perwakilan dari empat sekte besar...”
“Aku tahu kalian semua sudah tidak sabar, oleh karena itu mari kita mulai jalannya pertarungan pertama yang mempertemukan perwakilan keluarga Suci Guo dan keluarga Lin.” Pembawa acara mengerutkan kening saat pertarungan yang biasanya ada di bagian penutup, kini justru berada di bagian pembuka.
Saat pembawa acara dilanda kebingungan, para penonton justru bersorak karena pertarungan yang mereka tunggu-tunggu segera dimulai.
“Swusshh...” Pemuda tampan dengan aura kekuatan tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 8 melayang dan mendarat di arena. Dia adalah perwakilan keluarga Suci Guo, dan karena lebih dulu mendarat di arena pertarungan dia berhak menentukan lawan dari keluarga Lin.
__ADS_1
Pemuda itu melihat Lin Baoshi, Lin Yanran, serta empat orang yang duduk di belakang mereka. Tak lama, pandangan matanya tertuju pada sosok wanita berpakaian putih, dengan cadar yang menutupi sebagian wajahnya.
Memiliki ketertarikan pada wanita itu, langsung saja dia berkata, “Aku Guo Liang ingin menantangnya, dan jika aku berhasil mengalahkannya makan dia harus menjadi Selirku!” Pemuda itu menunjuk wanita berpakaian serba putih yang tak lain adalah Lin Hua.
Lin Baoshi dan Lin Yanran tentu saja tidak suka mendengar perkataan Guo Liang, tapi mereka hanya diam saat melihat Lin Feng yang sedang tersenyum sinis.
“Hua’er, jangan sungkan! Kalau kamu ingin membunuhnya, kamu bisa melakukannya,” kata Lin Feng lirih pada Lin Hua yang duduk tepat di sebelahnya.
Mendengar itu, Lin Hua hanya menganggukkan kepala, lalu tiba-tiba saja sosoknya sudah berada di atas arena pertarungan, membuat orang-orang tertegun dengan kedatangannya yang begitu tiba-tiba.
Aura kekuatan Lin Hua memang hanya sebatas tingkat Raja Dewa Langit, berbanding terbalik dengan lawannya yang sudah berada di tingkat Raja Dewa Surgawi. Banyak orang yang menganggap pertarungan sangat tidak adil.
Namun, bagi mereka yang tahu cara kedatangan Lin Hua jelas saja tidak bisa dilakukan oleh mereka yang masih berada di tingkat Raja Dewa Langit, mereka mulai menebak kala Lin Hua sedang menyembunyikan kekuatan sejatinya.
“Aku tidak keberatan menjadi Selirmu jika kalah, tapi jika aku memang, aku ingin nyawamu!” terang-terangan Lin Hua menginginkan nyawa lawannya.
Guo Liang yang mendengar itu tersenyum. Dengan kekuatannya, dia yakin dapat memenangkan pertarungan, oleh karena itu dia mengabulkan keinginan Lin Hua, dan ratusan ribu orang menjadi saksinya.
“Wanita lain pasti tergoda dengan kata-kata manismu, tapi sayangnya aku tidak tergoda dengan kata-kata manismu! Daripada terus mengatakan omong kosong, bagaimana kalau kamu segera menyerangku?” Lin Hua memancing Guo Liang untuk menyerangnya.
Guo Liang menggertakkan giginya mendengar perkataan Lin Hua. “Kamu yang memaksaku. Jadi, jangan menyalahkan aku kalau tubuh mulusmu terluka,” katanya sambil melesat maju mulai menyerang Lin Hua.
Aura kuat seorang Raja Dewa Surgawi Bintang 8 menyebar memenuhi arena pertarungan saat Guo Liang melesat maju.
Banyak penonton awam yang yakin pertarungan berakhir dalam satu kali serangan, tapi tak sedikit yak menunjukkan senyum sinis melihat Guo Liang yang menyerang lawan, sebelum mengukur seberapa besar kekuatan lawannya.
“Aku berharap mereka yang tinggal di Alam Sembilan Surga lebih pintar dari mereka yang tinggal di Alam Dewa. Ternyata harapanku terlalu tinggi karena pada dasarnya dimanapun mereka tinggal, orang bodoh tetaplah bodoh,” gumam Lin Feng menilai kemampuan yang dimiliki Guo Liang.
Sementara itu, pertarungan di atas arena mulai terjadi saat Guo Liang melakukan serangan. Gerakan pria itu cepat dan sangat bertenaga. Akan tetapi, keyakinannya dapat mengalahkan lawan dalam sekali serang seketika pupus, saat lawannya dengan mudah menghindari serangannya.
Penonton yang semula menyakini pertempuran bakalan berakhir dalam sekali serang, mereka segera menarik kembali keyakinannya, dan mulai berfokus pada jalannya pertarungan yang terlihat semakin sengit dan seru.
__ADS_1
Guo Liang terus saja menyerang Lin Hua dengan mengandalkan kecepatan dan kekuatannya. Namun, setelah ratusan kali serangan dilakukan olehnya, tak satupun serangan yang berhasil mengenai tubuh Lin Hua. Jangankan mengenai tubuh, dia bahkan tidak sanggup menyentuh pakaian Lin Hua.
Melihat lawannya mulai frustasi, Lin Hua tak sungkan menunjukkan senyuman sinis di wajahnya. “Apa hanya ini kekuatan yang kamu bangga-banggakan? Kalau hanya ini, kamu sangat tidak layak menjadi lawanku!” kata Lin Hua sambil terus bergerak menghindari serangan Guo Liang.
Guo Liang menggertakkan giginya marah, mendengar perkataan Lin Hua. “Kau berani meremehkan kekuatanku? Tunggu saja, begitu aku berhasil mengalahkanmu, aku pastikan semua pria di tempat ini melihat keindahan di balik pakaianmu,” kata Guo Liang.
Lin Hua seketika tidak bisa mengendalikan emosinya, setelah mendengar apa yang dikatakan Guo Liang. “Aku pasti membunuhmu!” teriaknya lantang.
Tepat setelah terdengar suara teriakan Lin Hua, jalannya pertarungan mulai berubah. Guo Liang yang semula terus melakukan serangan, kini dia dipaksa bertahan dari serangan Lin Hua. Meskipun sudah bertahan total, serangan Lin Hua begitu mudah melewati pertahanan Guo Liang.
“Bang... Bang... Bang...” Suara benturan terdengar berkali-kali saat pukulan tangan kosong Lin Hua yang sekeras berlian menghantam tubuh Guo Liang. Hanya dengan kekuatan fisik, Lin Hua terus menyerang, membuat Guo Liang babak belur oleh serangannya.
Penonton yang melihat kebrutalan Lin Hua menyerang Guo Liang, kali ini mereka sangat yakin Guo Liang pasti dapat dikalahkan oleh wanita yang menjadi lawannya. Terus terkena serangan dan tak dapat melakukan serangan balik, melihat semua itu, membuat keyakinan para penonton semakin meningkat.
Di sisi lain, tamu undangan yang mewakili keluarga Suci Guo, mereka bisa melihat situasi pertarungan sama sekali tidak memberi keuntungan pada Guo Liang.
Guo Jiang, ayah dari Guo Liang tentu saja tidak tinggal diam jika ada yang berani membahayakan kehidupan putranya. “Kalau dia berani melakukan hal buruk yang mengancam nyawa putraku, aku Guo Jiang tidak akan melepaskannya begitu saja! Setidaknya dia harus merasakan apa yang dirasakan putraku!” gumamnya marah melihat apa yang saat ini dialami putranya.
Guo Jiang terus menyaksikan jalannya pertarungan, dan menunggu waktu yang tepat untuk menyelamatkan Guo Liang.
“Swusshh... BOOM...” Tubuh Guo Liang terpental jauh keluar arena, tapi arah pentalan tubuh Guo Liang mengarah ke tempat duduk ayahnya. “Swusshh...” Sosok Lin Hua tiba-tiba saja muncul di dekat Guo Liang yang tak lagi dapat menggerakkan tubuhnya. Saat Lin Hua kembali ingin melakukan serangan, tiba-tiba saja aura kuat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 5 menekan tubuhnya, membuat dirinya tidak bisa bergerak.
Lin Hua yang kekuatannya masih berada di tingkat Kaisar Dewa Bintang 1, dia mencoba bertahan dari tekanan yang tertuju padanya. “Wanita sialan! Beraninya kau melukai bahkan ingin membunuh putraku. Aku Guo Jiang tidak akan membiarkan wanita sepertimu hidup setelah apa yang kau lakukan pada Putraku!” Guo Jiang melesat dari tempat duduknya, mengarahkan sebuah serangan mematikan ke arah Lin Hua yang sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
“Plak... BOOM...” Sebuah tamparan terlebih dahulu menghantam tubuh Guo Jiang, sebelum dia berhasil menyentuh Lin Hua. Tamparan keras itu menghantam wajah Guo Jiang, membuat pria tua itu terpelanting dan menghantam permukaan tanah.
“Swuusshh...” Sosok pria yang baru menampar Guo Jiang muncul di samping Lin Hua, pria itu adalah Lin Feng yang marah karena Guo Jiang ikut campur dalam pertarungan yang seharusnya tidak dia ikuti. “Kau telah merusak jalannya pertarungan yang sudah jelas siapa pemenangnya. Keluarga Suci Guo, apa kalian merupakan sekumpulan pengecut? Kalau aku tahu sejak awal semua ini bakalan terjadi, saat itu juga aku turun tangan memusnahkan kalian!”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1