Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Meninggal Kediaman Keluarga Huo


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


“Kenapa, kenapa kau juga lebih kuat dariku?” Huo Julong tidak terima wanita yang diinginkan olehnya ternyata lebih kuat dibandingkan dirinya.


“Aku tentu harus lebih kuat karena aku adalah Dewa Kematianmu.” Yin Hua mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya dan menyerang Huo Julong.


Meski perbedaan kekuatan mereka hanya satu tingkat, tapi perbedaan itu terasa sangat jauh karena kesempurnaan pondasi kekuatan yang dimiliki Yin Hua.


Huo Julong telah merubah wujudnya selayaknya Xue Mo, dan menahan serangan pedang Yin Hua dengan kuku-kuku panjangnya.


Huo Tian yang menjadi penonton jalannya pertempuran, dia sangat mengagumi kekuatan besar yang dimiliki Yin Hua, dan semakin berharap wanita itu adalah jodoh putranya.


Di Alam Dewa dirinya hanya tahu satu wanit yang berada di tingkat Kaisar Dewa Langit, yaitu istri Kaisar Dewa. Wanita itu berada di tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 1, dan dinyatakan sebagai wanita terkuat di Alam Dewa.


“Setelah dia menjadi menantuku, aku akan menunjukkan pada seluruu orang di Alam Dewa, siapa wanita terkuat di alam ini. Yang terkuat bukanlah istri Kaisar Dewa, melainkan menantu keluarga Huo.” Huo Tian menunjukkan senyuman serakah di wajahnya, bahkan dia lupa dengan jalannya pertempuran Lin Feng dan Xue Mo.


Sedangkan pertempuran Yin Hua dan Huo Julong semakin menggila. Tak mau begitu saja kalah, Huo Julong membalas setiap serangan yang diarahkan padanya, tapi bukannya berhasil melukai lawannya, dia justru mengalami luka saat mencoba melakukan serangan.


Yin Hua yang jauh lebih cepat dan lebih kuat sangat mendominasi jalannya pertempuran. Disaat dirinya terlihat baik-baik saja, Huo Julong yang menjadi lawannya sudah banyak mendapatkan luka.


Pria itu memang sudah banyak mengalami luka, tapi luka-luka ditubuhnya masih jauh dari dapat mengakhiri hidupnya. Setidaknya Yin Hua harus melukai pria itu dengan sangat parah kalau ingin cepat membunuhnya.


“Sial! Dia sangat kuat, aku hanya akan mati kalau melanjutkan pertempuran ini.” Huo Julong bergumam lirih sambil terus mencoba menghindari serangan Yin Hua, meski banyak serangan yang berhasil dihindari, tapi masih ada beberapa serangan yang berhasil mendarat sempurna di tubuhnya.


Huo Julong benar-benar tidak percaya jika kekuatannya yang telah jauh meningkat bahkan lebih kuat dibandingkan ayahnya, ternyata masih terlalu lemah untuk menghadapi kekuatan wanita yang menjadi lawannya.


Huo Julong mencoba mencari celah untuk melarikan diri, tapi di sama sekali tidak menemukan celah yang dicarinya. “Jangan harap kamu dapat melarikan diri dari tempat ini!” Yin Hua tak mengizinkan lawannya pergi melarikan diri.


Huo Julong geram dengan kata-kata yang keluar dari mulut wanita yang menjadi lawannya. “Aku Huo Julong tidak akan pernah pergi melarikan diri sebelum membunuhmu dan melenyapkan keberadaan keluarga Huo!”

__ADS_1


Mengerahkan seluruh kekuatannya, Huo Julong bermaksud melenyapkan Yin Hua sekaligus menghancurkan keluarga Huo. Energi Qi negatif yang sebelumnya memenuhi dantian nya kini telah berkumpul dan memadat di telapak tangannya. Aura kuat terpancar dari telapak tangannya, tapi apa yang dilakukannya sama sekali tidak berpengaruh pada lawannya.


“Sebaiknya kita cepat mengakhiri semua ini karena aku merasa Feng'gege sudah selesai bermain-main dengan gurumu.” Yin Hua menghimpun banyak energi Qi elemen api di tangan kanannya, kemudian dia mengalirkan seluruh Qi ke pedang di tangannya.


“Seni Tarung Pedang Api Langit tingkat ketiga, Pedang Api Sunyi.” Yin Hua meneriakkan seni tarung yang di gunakan untuk melawan kekuatan Huo Julong. Energi Qi elemen api menggila setelah Yin Hua berteriak.


Huo Julong yang telah siap dengan apa yang ingin dilakukannya, dia merasa sangat terintimidasi dengan kekuatan yang dikeluarkan Yin Hua. “Kalau saja dia menyerah dan memilih menjadi wanitaku, aku rela melepas wanita lainnya, dan menjadikannya sebagai satu-satunya wanita dalam hidupku.” Huo Julong bergumam lirih.


Yakin dapat mengalahkan lawannya dan memusnahkan keberadaan keluarga Huo, Huo Julong langsung melepas serangannya. “Seni Tarung Tapak Iblis Kematian.”Huo Julong mengarahkan telapak tangannya ke arah lawannya yang kebetulan berdiri tak jauh dari Huo Tian.


Siluet sepasang telapak tangan raksasa berwarna hitam dengan energi Qi negatif yang sangat mengerikan melesat ke arah Yin Hua. Huo Tian yang melihatnya yakin dirinya akan langsung musnah setelah terkena serangan itu.


“Hanya mainan anak-anak. Seni tarung lemah memang cocok untuk orang lemah.” Apa yang mengerikan di mata orang lain, semua itu hanya sampah di mata Yin Hua.


Cukup mengayunkan pedang di tangannya, siluet telapak tangan raksasa yang mengarah padanya lenyap tak lagi terlihat.


“Dengan Seni Tarung Pedang Api Sunyi, aku dapat melenyapkan apapun, termasuk hidupmu.” Kini giliran Yin Hua yang melakukan serangan. Huo Julong yang melihat seni tarung terkuatnya tak berguna di hadapan Yin Hua, dia hanya bisa diam mematung di tempatnya.


“Matilah dalam kesunyian, dan jika ada kesempatan hidup kedua cobalah menjadi manusia yang lebih baik.” Yin Hua mengatakan apa yang ingin dikatakannya sebelum mengayunkan pedang tepat di hadapan Huo Julong.


Tubuh Huo Julong terbelah dua tepat di hadapan Yin Hua. Tidak ada suara jeritan atau darah yang menyembur dari tubuh Huo Julong. Kematiannya sangatlah cepat, dan panasnya pedang Yin Hua telah mengubah darah di seluruh tubuhnya menjadi uap.


Yin Hua kembali menyimpan pedangnya ke dalam cincin penyimpanan. Di kejauhan, setelah melihat kematian Huo Julong yang sangat mengenaskan, Huo Tian mencoba mendekati Yin Hua. Namun langkahnya terhenti saat dia melihat kemunculan pemuda tampan di samping Yin Hua.


Melihat keberadaan pemuda itu, Huo Tian hanya bisa mengepalkan erat tangannya. “Tunggu saja, begitu wanita itu menjadi milik putraku, setampan apapun wajahnya, dia hanya akan pergi meninggalkan kediaman keluarga Huo dengan kepala tertunduk.” Huo Tian bergumam lirih.


Tak lama setelah pertempuran berakhir, Huo Liong dan para tetua, serta ratusan prajurit keluarga Huo berdatangan dari berbagai arah.


Sebelumnya mereka semua hanya berani menonton jalannya pertempuran dari kejauhan karena mereka terlalu lemah untuk menonton dari jarak yang lebih dekat. Jika memaksakan menonton dari jarak dekat, bisa dipastikan mereka akan terluka oleh aura besar dan kuat yang memenuhi area pertempuran.


Oleh karena itu, mereka semua baru berani mendekat setelah memastikan pertempuran benar-benar telah berakhir.

__ADS_1


Mereka semua sangat mengagumi dua sosok yang berhasil mengalahkan Xue Mo dan Huo Julong. Tanpa bantuan dari keduanya, mungkin saat ini keluarga Huo telah mengalami kerugian yang tak sedikit.


“Saudara Feng, saudari Hua, terimakasih karena kalian keluarga Huo terhindar dari kehancuran.” Huo Liong menjadi orang pertama yang menghampiri Lin Feng dan Yin Hua. Tak lama setelahnya datang Huo Tian bersama para tetua keluarga Huo.


Mereka yang baru datang hanya diam sambil melihat apa yang terjadi pada mayat Huo Julong.


Tuan Muda pertama keluarga Huo mati dengan sangat mengenaskan, bahkan mayatnya sama sekali tidak bisa dikenali oleh mereka yang tidak melihat langsung jalannya pertempuran.


Lin Feng tersenyum mendapatkan ucapan terimakasih dari Huo Liong. “Saudara Liong kita adalah saudara, jadi sudah sebuah kewajaran jika saudara saling membantu.” Lin Feng berkata dengan tenang, tapi dia sedikit tidak menyukai dengan cara orang-orang menatap wanitanya.


“Ayah, bagaimana jika kita memberikan gelar anggota khusus pada saudara Feng dan saudari Hua? Aku merasa mereka pantas mendapatkan itu.” Huo Liong berkata pada ayahnya yang berdiri tepat di sebelahnya.


Mendengar perkataan putranya, Huo Tian perlahan menganggukkan kepala. “Ayak sama sekali tidak keberatan memberikan gelar itu pada mereka, tapi apa mereka mau menerimanya? Bagaimanapun juga setelah menerima gelar itu mereka akan menjadi anggota khusus keluarga Huo, yang artinya mereka harus berkontribusi pada keluarga Huo.”


Lin Feng tersenyum ringan setelah mendengar semua itu. “Saudara Liong, sepertinya aku tidak tertarik dengan gelar itu, dan sepertinya saudara lupa seperti apa STATUSKU di keluargaku!” Dengan menekankan kata status, Lin Feng mencoba mengingatkan Huo Liong.


Huo Liong bukanlah seorang pelupa, tapi sesaat dia memang melupakan status Lin Feng dan Yin Hua. ‘Bodoh! Bagaimana bisa aku melupakan semua itu?’ Huo Liong membatin dengan kepala sedikit tertunduk.


“Saudara Feng, saudari Hua, maafkan aku yang sejenak melupakan status kalian!” Huo Liong tulus meminta maaf pada keduanya.


Lin Feng dan Yin Hua tidak mempermasalahkan Huo Liong yang melupakan status mereka, dan tentu permintaan maaf pria itu mereka terima.


Huo Tian yang semula diam dan hanya menjadi pendengar, tiba-tiba dia membuka suara. “Tuan Muda, Nona Muda, hari sudah malam, bagaimana kalau kalian berdua menginap di kediaman keluarga Huo? Namun maaf, dikarenakan kalian bukan pasangan resmi yang berasal dari keluarga Huo, kalian akan tidur di tempat terpisah.” Huo Tian mengatakan kebenaran, tapi di balik semua itu dia ingin memulai rencananya memisahkan Lin Feng dan Yin Hua.


Lin Feng menggelengkan kepalanya pelan. “Urusan kami di keluarga Huo telah selesai, jadi malam ini kami akan pergi meninggalkan kediaman keluarga Huo.” Lin Feng tiba-tiba mengarahkan sorot mata tajam pada Huo Tian.


“Sebaiknya buang jauh-jauh apa yang ada dalam pikiran Paman, sebelum hal buruk terjadi pada Paman dan keluarga Huo! Bahkan leluhur keluarga Huo tak akan mampu menghentikan hal buruk itu terjadi pada keluarga Huo.” Setelah itu sosok Lin Feng dan Yin Hua menghilang dari pandangan semua orang.


Huo Liong yang merasakan keanehan dari perkataan Lin Feng sebelum sosoknya menghilang, dia segera mengarahkan pandangan pada ayahnya. “Apapun yang Ayah pikirkan, sebaiknya Ayah turuti kemauan saudara Feng karena apa yang dikatakannya pasti terjadi!...”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2