Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Seperti Kura-Kura


__ADS_3

Seratus orang yang berasal dari keluarga Suci Guo mengarahkan pandangan pada Lin Feng yang melayang di atas mereka, sedangkan sosok yang mereka pandang, dia hanya menunjukkan senyuman di wajahnya.


Semua orang terlihat masih bingung dengan tempat yang saat ini mereka tempati, tapi jelas mereka tahu kalau saat ini tidak lagi berada di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


“Katakan! Sebenarnya kau membawa kami kemana?” teriak anggota keluarga Suci Guo yang merupakan pengkhianat keluarga Lin.


“Karena aku tidak ingin kalian semua mati penasaran, aku akan memberitahu kalian sekarang kita berada di mana.” Lin Feng melayang turun dan setelah kedua kalinya menyentuh tanah dia lanjut berkata, “Ini adalah Alam Kehidupan dan semua yang ada di tempat ini berada dalam kuasaku!”


Semua orang tidak begitu saja mempercayai Lin Feng dan menganggap semua perkataannya hanya omong kosong.


Si pengkhianat keluarga Lin tersenyum sinis lalu berkata, “Jangan membohongi kami! Seumur hidup aku tidak pernah mendengar adanya Alam Kehidupan, dan juga jangan mengatakan omong kosong pada kami dengan mengakui tempat ini sebagai wilayah kekuasaanmu!”


“Aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada kalian. Percaya atau tidak itu urusan kalian, tapi yang jelas kalian harus percaya, kalau tempat ini akan menjadi kuburan kalian!” Tak peduli dengan isi pikiran lawannya, Lin Feng langsung saja melesat maju menyerang mereka.


Menciptakan pedang menggunakan elemen besi miliknya, begitu mudah Lin Feng mematahkan senjata lawan, dan mengakhiri hidup mereka yang menjadi lawannya.


Dengan tingkat kultivasinya, Lin Feng dapat menciptakan pedang dari elemen besi miliknya yang kekuatan setara dengan senjata pusaka tingkat Dewa, bahkan kekuatannya dapat disetarakan dengan senjata pusaka tingkat Surgawi yang belum disempurnakan.


“Hanya memperhatikan kekuatan tanpa menyempurnakan pondasi yang menyokong kekuatan, kalian itu seperti kura-kura, keras di luar tapi lunak dan mudah dihancurkan di bagian dalamnya!” seru Lin Feng dengan tangan terus mengayunkan pedang menyerang lawan.


Seperti yang dikatakan Lin Feng, orang-orang dari keluarga Suci Guo memang kuat, tapi begitu kehabisan Qi elemen, mereka hanyalah sekumpulan orang-orang lemah yang bahkan seseorang di tingkat Raja Dewa Surgawi, dengan mudah dia dapat membunuh mereka yang sudah berada di tingkat Dewa Agung.


Terus menyerang tanpa henti dengan sebilah pedang di tangan kanannya, Lin Feng telah berhasil membunuh tiga puluhan orang dari seratus orang yang menjadi lawannya. “Kalian benar-benar membuatku kecewa! Aku mengira kalian semua dapat memaksaku mengeluarkan semua yang aku miliki, tapi kenyataannya kalian terlalu lemah, bahkan hanya dengan sedikit kekuatanku, puluhan dari kalian sudah mati di tanganku,” ungkap Lin Feng mengutarakan kekecewaannya.


Sementara mereka yang menjadi lawannya, mereka menggertakkan gigi marah mendengar semua itu. Mereka benar-benar telah diremehkan oleh seorang pria, yang dari segi usia jauh lebih muda dibandingkan dengan mereka yang sudah hidup lebih dari seribu tahun.

__ADS_1


Menyadari kemarahan musuhnya, Lin Feng justru merasa senang. “Marah jika ingin marah, dan lampiaskan seluruh kemaragan kalian padaku!” teriaknya dengan suara lantang dan apa yang dilakukannya membuat lawannya semakin marah.


Aura kuat yang menyatu dengan niat membunuh terpancar dari mereka yang menjadi lawan Lin Feng, dan aura terkuat muncul dari dua orang yang kekuatannya telah berada di tingkat Dewa Semesta. Aura keduanya sangat mendominasi, bahkan Lin Feng sempat kesulitan bergerak saat membiarkan aura keduanya menekan langsung tubuhnya.


Memancing kemarahan lawan dan membiarkan kekuatan lawan menekan tubuhnya, di Alam Semesta ini mungkin hanya Lin Feng yang terpikir melakukan semua itu, dan anehnya bukannya merasakan ketakutan dia justru senang dengan apa yang saat ini ditunjukkan lawannya.


Tiba-tiba aura kuat yang mampu menelan aura lainnya muncul, dan pemilik aura itu tak lain adalah Lin Feng yang kali ini murni menggunakan kekuatan sejatinya tanpa menggunakan aura Dewa Perang.


“Sangat kuat di usia yang masih begitu muda. Keberadaannya di keluarga Lin adalah mimpi buruk untuk keluarga Suci Guo,” ungkap salah satu anggota keluarga Suci Guo yang mulai kewalahan bertahan dari tekanan aura kekuatan Lin Feng.


Semua orang yang kekuatannya masih berada di tingkat Dewa Agung, tak satu pun dari mereka yang masih berdiri. Semua sudah jatuh berlutut, tak sanggup bertahan dari aura kekuatan Lin Feng.


Lin Feng tersenyum melihatnya dan berkata, “Kalian yang sudah jatuh berlutut bersiaplah, kematian tak lama lagi datang menghampiri kalian!”


Sosok Lin Feng menghilang dari tempatnya, tapi kurang dari sepuluh tarikan napas di kembali ke tempat semula dengan bilah pedang di tangannya terdapat banyak bercak darah.


“Kalian berdua silahkan maju bersamaan! Serang aku dengan seluruh kekuatan yang kalian miliki, jika kalian tidak ingin bernasib sama seperti mereka yang telah lebih dulu mati di tanganku!” kata Lin Feng tak gentar berhadapan dengan lawannya.


Keduanya yang tidak melihat adanya jalan lain selain jalan yang membuat mereka harus bertemu Lin Feng, mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki, keduanya bersama-sama melesat maju menyerang Lin Feng.


Elemen petir dan angin milik mereka menyatu, menciptakan badai angin dan petir yang mampu menghancurkan apapun, yang berada di jalur pergerakan mereka.


“Kekuatan gabungan kalian memang luar biasa kuat dan mengerikan, tapi hanya dengan itu, jelas semua itu belum cukup kalau kalian ingin mengalahkanku!” Melambaikan tangannya, Lin Feng menciptakan badai angin dan petir yang lebih dahsyat, dari yang dikeluarkan kedua lawannya.


“Swuusshh... Swuusshh... Boom... Boom...”

__ADS_1


Kedua serangan saling berbenturan, menciptakan suatu kawasan yang dipenuhi kilatan petir dan badai angin yang saling menyerang satu sama lain. Badai angin menerbangkan apapun yang berada di sekitarnya, sedangkan badai petir menghancurkan apapun yang terkena sambaran petir.


Lin Feng memasang kuda-kuda, dan dia berencana segera menyelesaikan pertarungannya. “Seni Tarung, Tinju Kaisar Dewa Naga tingkat ketiga, Tinju Naga Kematian...”


Lin Feng memukul udara kosong di depannya dan dari kekosongan muncul siluet Naga raksasa sepanjang ratusan meter. Menggerakkan tubuhnya dengan kecepatan tinggi, siluet Naga yang tubuhnya terbuat dari gabungan seluruh elemen milik Lin Feng, melesat maju kearah dua orang yang belum menyadari keberadaannya, dikarena pandangan keduanya terhalang oleh keberadaan badai angin dan badai petir di hadapan mereka.


“Sudah waktunya kalian pergi ke Alam Kematian!” gumam Lin Feng lirih.


“Swuusshh... Roooaaarrr...”


Suara mengerikan Naga terdengar, dan siluet Naga berukuran raksasa terlihat setelah menelan badai angin dan badai petir yang berada di jalur pergerakannya. Terus melesat maju, kini di hadapan siluet Naga raksasa berdiri dua orang yang hanya bisa diam berdiri di tempat, melihat sesuatu yang baru kali pertama mereka lihat.


“Ucapkan selamat tinggal pada kehidupan kalian!” kata Lin Feng bersamaan dengan tubuh kedua lawannya yang tertelan siluet Naga, dan musnah tanpa meninggalkan jejak kematian.


Akan tetapi, sebelum mereka benar-benar mati, Lin Feng terlebih dahulu menyerap kekuatan mereka, dan merubahnya menjadi poin pengalaman. Meski kekuatannya tidak mengalami peningkatan setelah menyerap kekuatan mereka, setidaknya sepuluh persen poin pengalamannya telah terisi, dan dia tinggal mengumpulkan sembilan puluh persen sisanya untuk menerobos tingkat yang lebih tinggi.


Tak lagi tersisa lawan yang harus di hadapi, dengan begini dia sudah bisa kembali ke kediaman keluarga Lin, dan melihat seberapa jauh perkembangan keluarga Lin setelah dirinya membangun aula kultivasi dan menara kultivasi.


“Meski baru terlewat waktu dua hari setelah aku membangun aula kultivasi dan menara kultivasi, walau sedikit, setidaknya pasti ada sedikit peningkatan kekuatan yang dialami anggota keluarga Lin,” katanya lalu dia pergi meninggalkan Alam Kehidupan, dan kembali muncul di gerbang kediaman keluarga Lin.


Kepergian dan kemunculannya yang begitu tiba-tiba, membuat terkejut mereka yang berada di gerbang kediaman keluarga Lin.


Melihat keterkejutan mereka, Lin Feng hanya tersenyum, lalu dia begitu saja pergi menghampiri Lin Sujin dan Lin Moli yang kebetulan masih berada di sekitaran gerbang kediaman keluarga Lin.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2