
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Lin Feng menceritakan kejadian sesungguhnya yang terjadi antara dirinya dan putra Menteri Keadilan. Kejadian dari awal sampai akhir dia ceritakan tanpa ada yang ditutupi, termasuk kejadian dimana putra Menteri Keadilan menginginkan Yin Hua. “Terserah Paman ingin memberikan hukuman seperti apa padanya, tapi aku tidak ingin melihat kejadian yang seperti ini kembali terulang pada siapapun!”
Sosok Lin Feng dan Yin Hua menghilang setelahnya, dan Yan Guo segera saja mengarahkan pandangannya pada putra Menteri Keadilan. “Mengganggu ketenangan ibukota Kekaisaran, melaporkan kejadian palsu, menyinggung Yang Mulia Kaisar, bahkan ingin melakukan hal buruk pada Yang Mulia Permaisuri Kekaisaran. Menteri Keadilan, hukuman apa yang layak untuknya?” tanya lantang Yan Guo.
“Tuan, tidak ada hukuman yang pantas untuknya selain hukuman mati, dan hamba akan melakukannya saat ini juga!” Tanpa belas kasihan Zhang Jian memenggal kepala putranya sendiri, menggunakan pedang besar yang dia keluarkan dari cincin penyimpanan.
Zhang Jian adalah sosok yang tegas, kejam, dan menjunjung tinggi keadilan. Bahkan, ini adalah kali kedua dia menghukum mati putranya yang terbukti melakukan kesalahan. Baginya, daripada membiarkan orang lain menghukum anggota keluarganya yang benar-benar melakukan kesalahan, lebih baik dia sendiri yang menjatuhkan hukuman pada mereka.
Tidak heran banyak yang mengagumi sosok Zhang Jian, bahkan mendiang Kaisar, Ayah Lin Feng sangatlah mengagumi ketegasan yang dimiliki Zhang Jian sebagai Menteri Keadilan. Oleh karena itu juga, sampai saat ini tak satu orang pun di Kekaisaran Petir yang layak menggantikan posisi Zhang Jian sebagai Menteri Keadilan. Zhang Jian sendiri tidak memiliki niatan melepaskan posisinya, dan dia ingin menggunakan posisinya untuk membantu membawa Kekaisaran Petir ke era kejayaan.
“Lakukan pemakaman yang layak untuk putramu!” kata Yan Guo.
“Baik Tuanku,” balas Zhang Jian sambil memegang kepala dan menyeret kaki putranya.
Melihat seluruh permasalahan telah selesai, Yan Guo segera kembali ke istana untuk bertemu dengan Lin Feng dan Yin Hua. Namun, sebelum pergi dia tidak lupa menyuruh seluruj penduduk bangkit dari posisi mereka yang masih bersujud. “Lain kali katakan padaku kalau ada keluarga petinggi Kekaisaran yang membuat kekacauan dimanapun itu!” kata Yan Guo tegas.
Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan dan mendapat balasan dari penduduk ibukota di tempat itu, sosok Yan Guo melayang tinggi, dan langsung melesan cepat kembali ke istana Kekaisaran.
...----------------...
Di istana Kekaisaran Petir.
“Akhirnya Tuan dan Nona kembali,” kata Xiong Hu menyambut kedatangan Lin Feng dan Yin Hua.
Tak lama setelah kemunculan Xiong Hu, berturut-turut Huang Zou, Xiao Rong, Xiao Bing, Xiao Lan, serta Xiao Xi dagang menyambut kedatangan Lin Feng dan Yin Hua. Mereka terlihat senang melihat Tuan dan Nona mereka kembali dalam keadaan baik-baik saja tak kekurangan apapun.
“Apa ada masalah yang terjadi di istana selama aku dan Hua-er pergi ke Kota Seribu Petir?” tanya Lin Feng pada para binatang kontraknya.
“Tidak ada kejadian apapun yang terjadi selama kepergian Tuan dan Nona. Namun, selama kepergian Tuan dan Nona kami berhasil sedikit meningkatkan kekuatan Kekaisaran Petir,” jawab Xiong Hu.
__ADS_1
Lin Feng mengangguk puas. “Sekarang kalian bisa istirahat karena aku akan mengambil alih tugas meningkatkan kekuatan Kekaisaran Petir!” kata Lin Feng.
Xiong Hu dan yang lainnya bersamaan menggelengkan kepala mendengar apa yang dikatakan Lin Feng pada mereka. “Tuan, kami tidak merasakan lelah, dan kami ingin membantu Tuan meningkatkan kekuatan Kekaisaran ini,” ujar Xiong Hu.
“Sebaiknya Tuan dan Nona yang istirahat karena baru saja kembali ke istana ini,” ungkap Xiao Lan.
“Benar juga, Tuan dan Nona memang belum pernah istirahat bersama setelah kembali dari gunung Tianhuang. Jadi, sekarang Tuan dan Nona bisa istirahat bersama,” kata Xioao Rong.
“Kebetulan Nona Yan Ning telah menyiapkan kamar untuk Tuan dan Nona. Jadi, selamat menikmati waktu istirahat,” ujar Huang Zou.
Tak menunggu persetujuan Lin Feng dan Yin Hua, Xiao Rong, Xiao Bing, dan Xiong Hu mengantarkan keduanya menuju kamar yang sudah disiapkan Yan Guo. Sedangkan Huang Zou, Xiao Lan, dan Xiao Xi. Ketiganya kembali ke tempat pelatihan prajurit Kekaisaran Petir.
Berada di dalam kamar yang sebenarnya merupakan kamar Kaisar. Lin Feng dan Yin Hua dapat melihat kamar itu memang sudah dipersiapkan untuk mereka. Dari hiasan dan ranjang di dalam kamar itu, semua terlihat baru, dan jelas itu semua disiapkan untuk mereka yang baru saja mengikat hubungan pernikahan.
Setelah Lin Feng dan Yin Hua berada di dalam kamar, beberapa pelayan datang untuk membantu Kaisar dan Permaisuri mereka membersihkan diri. Para pelayan yang tidak sabar membantu Lin Feng, mereka segera mundur perlahan saat Yin Hua mengarahkan sorot mata tajam ke arah mereka.
“Kalian cukup membantuku! Untuk Yang Mulia Kaisar, aku sendiri yang akan membantunya mandi begitu aku selesai membersihkan tubuh,” kata Yin Hua tegas, dan semua pelayan menuruti perkataannya.
“Apa dia benar-benar ingin membantuku membersihkan diri? Bukannya kalau dia melakukan itu, dia akan melihat semuanya?” Refleks Lin Feng menggunakan kedua tangannya menutupi miliknya.
Lin Feng merasa dirinya akan sangat malu saat Yin Hua melihat miliknya. Bukan malu karena ukurannya, tapi malu karena ini pertama kalinya ada wanita yang akan melihat miliknya.
“Apa sebaiknya aku membersihkan tubuhku sendiri sebelum dia menyelesaikan apa yang sedang dia lakukan?”
“Memang sebaiknya aku melakukannya sendiri.” Lin Feng langsung pergi ke tempat pemandian Kaisar, dan membersihkan tubuhnya sendiri.
...----------------...
Di dalam kamar setelah Lin Feng dan Yin Hua sama-sama telah membersihkan tubuh, dan baru saja mereka menghabiskan makanan yang disajikan para pelayan di dalam kamar.
Berdua di dalam kamar dengan pintu dan jendela tertutup rapat, Lin Feng dibuat serba salah karena ini kali pertama dia berada di dalam satu kamar berduaan dengan wanita. Semasa hidupnya di Bumi, dia tidak memiliki teman dekat wanita ataupun kekasih. Jadi, dia sama sekali tidak memiliki pengalaman berduaan dengan wanita.
“Feng-gege, aku sekarang adalah istrimu. Meskipun kedua orangtuaku belum mengetahuinya, kita tetaplah sepasang suami istri, dan aku tidak akan marah kalau kamu ingin melakukan itu padaku,” kata Yin Hua yang sebenarnya belum rela melakukan itu dengan Lin Feng.
__ADS_1
Namun, kalau dia menolak melakukr itu sedangkan Lin Feng adalah suaminya, dia akan mendapatkan hukuman langit, yang tentunya dia tidak ingin mendapatkan hukuman itu.
“Kalau aku ingin melakukannya, sejak tadi aku sudah melakukannya. Akan tetapi aku masih belum memiliki keinginan untuk melakukan itu,” ujar Lin Feng lalu dia merebahkan tubuhnya di sebelah Yin Hua.
Meskipun sudah merebahkan diri di samping Yin Hua, Lin Feng masih saja bingung harus melakukan apa, tapi pada akhirnya dia memiringkan tubuhnya ke arah Yin Hua, dan menatap Yin Hua yang kebetulan juga sedang menatap dirinya.
Yin Hua yang tak memakai cadar menunjukkan senyum tulus di bibirnya. Meski awalnya dia terpaksa mengikat hubungan pernikahan dengan Lin Feng, setelah beberapa hari bersama, dia merasa Lin Feng tidaklah buruk.
Sifat dinginnya pada pria tidak lagi terlihat saat bersama Lin Feng. Dia sendiri merasa aneh dengan itu, tapi dia akui kalau pesona Lin Feng yang membuat dia tidak bisa menunjukkan sifat dinginnya saat bersamanya.
Beberapa saat saling menatap, wajah Lin Feng dan Yin Hua sama-sama memerah, dan bersamaan keduanya memalingkan wajah.
“Feng-gege aku ingi tidur,” kata Yin Hua.
“Begitu juga denganku,” ujar Lin Feng.
Keduanya segera tertidur, dan tak terjadi apa-apa diantara mereka di saat malam ini diwarnai hujan yang menambah dingin suasana malam.
Sementara itu di luar kamar beberapa sosok mencoba mendengar apa yang sedang terjadi di kamar Kaisar, tapi setelah lama menunggu tidak terdengar suara apapun dari dalam kamar.
“Sepertinya mereka tidak melakukan apa-apa malam ini,” kata Yan Ning.
“Mungkin karena kelelahan malam ini mereka memutuskan tidur lebih awal,” kata Xiao Rong yang berdiri di belakang Yan Ning.
Selain keduanya, di tempat itu juga ada Yan Guo, dan seluruj binatang kontrak Lin Feng. Mereka sama-sama penasaran dengan apa yang dilakukan Lin Feng dan Yin Hua.
“Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini sebelum Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri menyadari keberadaan kita,” ujar Yan Guo.
Semuanya saja segera pergi setelah mendengar itu.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1