Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Memberi Bukti Nyata


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Tetua kedelapan sekte Tengkorak Hitam melebarkan kedua matanya melihat bagaimana seluruh muridnya mati, tak meninggalkan apapun selain kabut darah yang sesaat muncul, tapi segera hilang tertiup angin.


Melihat sosok pria yang baru muncul, tetua kedelapan tahu kalau pria itulah yang telah melenyapkan keberadaan seluruh muridnya. Meski kekuatan yang terlihat hanya berada di tingkat Raja Dewa Langit, tetua kedelapan memiliki keyakinan pria itu telah menggunakan sesuatu untuk menyamarkan kekuatannya.


Di Alam Sembilan Surga banyak artefak atau teknik yang dapat digunakan untuk menyamarkan tingkatan kekuatan sejati, dan pria yang telah membunuh seluruh muridnya diyakini telah memakai salah satunya untuk menyembunyikan tingkatan kekuatan sejati yang dimilikinya.


Menurut perkiraannya, pria itu seharusnya tak lebih lemah darinya, bahkan seharusnya jauh lebih kuat darinya karena bagaimanapun juga muridnya bukanlah sekumpulan pecundang lemah. Murid terkuatnya sudah berada di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 1, sedangkan yang terlemah berada di tingkat Dewa Surgawi Bintang 5.


Membunuh mereka semua dalam satu kali serang, hanya orang-orang yang sudah berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi yang dapat melakukan semua itu, dan dari situ tetua kedelapan sekte Tengkorak Hitam meyakini saat ini dia sedang dihadapkan pada sekumpulan orang yang kekuatannya telah berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi.


Mencoba kabur, dia sama sekali tidak memiliki celah untuk melakukannya. Bukannya berhasil kabur, yang ada dirinya bisa dipastikan mati konyol kalau tetap memaksakan kabur. Lebih baik dirinya mati secara terhormat daripada mati konyol tanpa melakukan perlawanan.


Sementara itu, Lin Hua yang mendengar perkataan Lin Feng, dia hanya menunjukkan senyuman dibalik cadarnya, sedangkan Lin Yanran, dia masih berada di hadapan tetua kedelapan, dengan kekuatan petir yang telah terkumpul di telapak tangannya. “Tuanku sudah mengatakan aku terlalu lama bermain-main denganmu. Jadi, sebaiknya kamu segera mati!” Lin Yanran melayangkan sebuah tanparan ke arah wajah tetua kedelapan.


Tetua kedelapan yang dapat merasakan besarnya kekuatan tamparan Lin Yanran, sekuat tenaga mencoba menghindar. Namun, sebuah tekanan kuat mengunci pergerakannya, membuat dirinya hanya bisa diam di tempat. “Sepertinya aku tak lama lagi dapat berkumpul kembali bersama mereka,” gumam lirih tetua kedelapan, dan dia sudah pasrah dengan kematiannya.


“Swuusshh... Plak... Bom...” Kepala tetua kedelapan hancur tak berbentuk setelah terkena tamparan Lin Yanran, sedangkan tubuh pria itu jatuh dan bermandikan darahnya sendiri.


“Swuusshh... Swuusshh...” Dua pria muncul dan berdiri di belakang Lin Feng. Keduanya adalah Lin Baoshi dan Lin Shao yang sebelumnya tertinggal di belakang. Begitu sampai di lantai satu dan melihat sekeliling, Lin Baoshi menggelengkan kepala saat melihat mayat berlumuran darah di hadapan Lin Yanran. “Masih saja kejam seperti biasanya,” katanya menilai perbuatan Lin Yanran.


Tepat setelah kematian tetua kedelapan sekte Tengkorak Hitam, prajurit keamanan Kota Teratai Biru datang, dan tanpa bertanya mereka langsung mengarahkan pedang kepada Lin Yanran.


Melihat itu tentu saja tidak membuat Lin Feng senang, dan langsung saja dia bertanya pada salah satu prajurit, “Apa yang sedang kalian lakukan?”

__ADS_1


Salah satu prajurit yang mendengar itu, dia segera mengarahkan pandangan pada Lin Feng. “Di kota ini membunuh adalah perbuatan yang melanggar hukum. Jadi siapapun yang melakukan tindakan pembunuh, dia harus menerima hukuman, sesuai dengan hukuman yang berlaku di kota ini,” jawabnya.


Lin Feng mengerutkan kening mendengar itu, kemudian dia berkata, “Apa pembunuh juga tetap mendapatkan hukuman kalau yang dibunuh adalah orang jahat, yang telah membuat kekacauan di tempat ini? Bahkan orang itu terang-terangan melakukan hal tidak menyenangkan pada para wanita di tempat ini!”


Prajurit yang mendengar pertanyaan Lin Feng semuanya diam, tapi seorang pria yang merupakan pemimpin prajurit keamanan kota tiba-tiba saja memasuki kedai, dan jelas dia tadi mendengar apa yang ditanyakan Lin Feng.


Pria itu mengarahkan pandangan pada Lin Feng, dan setelahnya dia berkata, “Hukum tetaplah hukum dan semua yang melanggarnya harus mendapatkan hukuman, sesuai dengan kesalahannya, tak terkecuali wanita ini yang telah membunuh orang jahat.”


Lin Feng terkekeh pelan, “Peraturan konyol. Menghukum orang yang menegakkan kebenaran, bukannya perbuatan kalian sama saja dengan membela mereka yang berbuat kejahatan? Apa kamu pikir satu nyawa yang dia ambil, setara dengan puluhan nyawa mereka yang mati di tangan orang itu?”


Lin Feng menunjuk secara bergantian puluhan mayat di lantai satu kedai, yang seluruhnya mati di tangan tetua kedelapan sekte Tengkorak Hitam, lalu dia melanjutkan menunjuk keberadaan mayat tetua kedelapan yang masih tergeletak di hadapan Lin Yanran.


Pemimpin prajurit penjaga kota melihat mayat-mayat yang berada di lantai pertama. Sekali lihat, dirinya tahu kalau mereka semua mati dengan cara yang sama, dan jelas semua itu dilakukan oleh orang yang sama.


Kedua mata pemimpin prajurit keamanan kota kemudian mengarah pada Lin Yanran, dan terakhir pandangannya tertuju pada Lin Feng.


“Kalau kamu ingin menegakkan kebenaran, seharusnya kamu membiarkan pria itu tetap hidup, dan biarkan pihak pengadilan Kota Teratai Biru yang menentukan hukuman untuknya. Langsung membunuhnya, membuat wanita itu harus menanggung kesalahannya!”


Sedangkan Lin Feng, dia hanya tersenyum, tapi dari sorot matanya yang semakin tajam, jelas semua itu menunjukkan kalau dirinya begitu ingin mengakhiri kehidupan pemimpin prajurit keamanan kota.


Pemimpin prajurit keamanan yang tidak tahu ada ancaman besar, yang mengancam hidupnya, dengan tenang dia melangkah mendekati Yanran setelah melihat Lin Feng dan yang lainnya hanya diam.


Namun, belum juga tangannya berhasil menyentuh Lin Yanran, aura kuat tiba-tiba saja muncul menghempaskan tubuhnya sampai keluar dari bangunan kedai. “Aku sudah cukup baik mengurangi pembuat masalah di kota ini, tapi dengan semena-mena kamu justru ingin menangkap salah satu rekanku.”


Sosok Lin Feng sudah muncul di dekat pemimpin prajurit, dan dia mencengkram kuat leher pria itu. “Aku mau lihat, apa hukum di kota ini masih berlaku setelah aku membunuhmu dan melenyapkan keberadaan kota ini?” Dingin Lin Feng mengatakan semua itu, bahkan dia mengatakan semuanya tanpa berkedip. Pemimpin prajurit keamanan yang mendengar perkataan Lin Feng dan melihat ekspresi wajahnya, dia tahu pria di hadapannya tidak hanya sekedar mengancam, tapi apa yang dikatakannya pasti dilakukan. Namun, hanya dengan kekuatannya, pemimpin prajurit tidak yakin pria itu dapat membuktikan kata-katanya.


“Ha... hanya dengan kekuatanmu yang begitu lemah, apa kamu pikir aku percaya orang sepertimu dapat menghancurkan kota ini? Kata-katamu hanyalah omong kosong yang tidak mungkin dapat terwujud!” katanya.

__ADS_1


Bukannya marah, Lin Feng hanya tersenyum sinis mendengar semua itu. “Jadi kamu tidak percaya aku dapat melakukan semua itu? Kalau begitu, aku dengan baik hati membiarkan kamu tetap hidup, dan menunjukkan padamu betapa mudahnya aku menghancurkan kota ini,” kata Lin Feng sambil membuat penjara kokoh dari elemen cahaya, dan menempatkan pemimpin prajurit keamanan ke dalam penjara.


Berada di dalam penjara yang seluruhnya terbuat dengan elemen cahaya, pemimpin prajurit keamanan mulai merasakan sesuatu yang sangat buruk bakal terjadi di Kota Teratai Biru, dan apa yang terjadi pada Kota Teratai Biru semua berkaitan erat dengan apa yang baru dilakukannya. “Sial! Ternyata dia pemilik elemen cahaya, dan aku terang-terangan telah menyinggungnya, bahkan aku ingin menangkap salah satu rekannya. Menghancurkan sebuah kota bukan hal sulit bagi pemilik elemen cahaya, dan jika Kota Teratai Biru benar-benar hancur, semua adalah kesalahanku,” gumamnya lirih.


Dari apa yang diketahui olehnya, elemen cahaya dapat digunakan untuk menyembuhkan, tapi elemen cahaya juga memiliki daya hancur paling mengerikan di Alam Semesta, bahkan lebih besar daya hancurnya dibandingkan elemen petir maupun elemen api.


Pemimpin prajurit keamanan mengarahkan pandangannya pada Lin Feng yang tubuhnya perlahan melayang menuju langit di atas Kota Teratai Biru.


“Kau telah menyinggung dia yang tidak bisa disinggung. Jangan sesali semuanya, dan nikmati apa yang dijanjikan dia padamu,” kata Lin Shao yang tiba-tiba saja sudah berada di samping penjara, yang dibuat langsung oleh Lin Feng.


Lin Feng memang ingin menghancurkan Kota Teratai Biru, tapi dia tidak menghancurkan keseluruhan bagian kota. Setidaknya setengah kota adalah bayaran untuk perbuatan pemimpin prajurit keamanan.


Tak ingin mencelakai mereka yang tidak bersalah, Lin Feng menggunakan teknik teleportasi berskala besar, memindahkan banyak orang dari tempat yang ingin dia hancurkan.


Memastikan tak ada lagi orang yang berada di tempat yang ingin dia hancurkan, bola-bola cahaya yang jumlahnya lebih dari seratus muncul di atas langit Kota Teratai Biru, dan perlahan ukuran bola cahaya semakin membesar.


Semula bola cahaya hanya seukuran genggaman tangan pria dewasa, tapi hanya dalam tiga kali tarikan napas, bola cahaya sudah seukuran roda kereta kuda. Siapapun yang melihat munculnya bola-bola cahaya di atas Kota Teratai Biru, mereka semua dibuat takjub dengan keindahannya.


Namun bagi mereka yang memiliki kepekaan tinggi pada datangnya bahaya, segera saja mereka pergi menjauhi keberadaan bola-bola cahaya yang memang indah di pandang mata. Akan tetapi, apa yang indah belum tentu tidak menyimpan bahaya besar, yang sangat mengerikan.


Sementara itu, Lin Feng yang sudah merasa cukup dengan ukuran bola-bola cahaya ciptaannya, dengan santainya dia mengarahkan pandangan pada pemimpin prajurit keamanan. “Lihat dengan kedua mata kepalamu sendiri bagaimana aku menghancurkan kota ini! Meski tidak seluruj kota aku hancurkan, tapi setidaknya setengah bagian kota pasti hancur, dan semua itu adalah hadiah yang aku berikan padamu!” kata Lin Feng jelas terdengar oleh pemimpin prajurit keamanan.


Pemimpin prajurit keamanan kota yang mendengar semua itu, jelas dia menyesali perbuatannya. Kalau saja dirinya sejak awal tidak menyinggung sosok pemilik elemen cahaya, hal buruk tidak bakalan terjadi di Kota Teratai Biru. Sekarang semua sudah terlambat, menyesal juga tidak lagi berguna.


Melihat ekspresi penuh penyesalan pemimpin prajurit keamanan, Lin Feng menunjukkan senyuman sinis di wajahnya. “Karena kamu ingin melihat bukti bagaimana aku menghancurkan kota ini, lihatlah menggunakan kedua matamu bagaimana aku menghancurkan kota ini!”


Melambaikan tangannya, Lin Feng membuat ratusan bola-bola cahaya melesat turun, dan siap menghancurkan apapun yang berada di lokasi jatuhnya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2