Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Surat Undangan Untuk Musuh


__ADS_3

“Ayah, bagaimana keadaan di medan perang? Apa keluarga Suci Guo masih tidak ingin pergi dari wilayah kita yang diambil paksa mereka beberapa tahun lalu?” tanya Lin Feng pada ayahnya, Lin Mofeng.


“Putraku, keluarga Suci Guo kekeuh mempertahankan wilayah itu, tapi pada akhirnya mereka musnah di tangan prajurit yang dipimpin Lin Baoshi dan Lin Yanran,” kata Lin Mofeng menjawab pertanyaan Lin Feng.


Keduanya saat ini sedang bersantai di pinggir danau yang berada di bagian belakang kediaman keluarga Lin. Setelah luka di tubuhnya sembuh dan kekuatannya pulih, Lin Mofeng tak banyak memiliki waktu melepas rindu dengan Lin Feng maupun dengan istrinya. Dia sudah harus turun tangan membantu Lin Junda mengelola keluarga Lin, yang sedang dalam masa transisi. Keduanya membuat perubahan besar di keluarga Lin, dan sekarang keluarga Lin kembali menjadi keluarga terkuat di alam semesta.


“Putraku, apa benar kamu tidak ingin mengerahkan keluarga Lin untuk langsung menghancurkan kekuatan keluarga Suci Guo?” tanya Lin Mofeng.


“Ayah, bukannya aku sudah pernah mengatakan padamu kalau alam semesta ini sekar dalam ancaman kekuatan luar, dan aku membutuhkan semua kekuatan di alam semesta ini untuk melawan ancaman itu.”


“Jika sekarang kita menghancurkan keluarga Suci Guo, aku akan kehilangan banyak kekuatan, yang seharusnya bisa aku gunakan untuk melindungi alam semesta.”


Dia sebenarnya tidak memiliki permusuhan dengan keluarga Suci Guo, tapi selama ini merekalah yang selalu mencari masalah dengannya.


Selagi mereka bisa diajak bekerjasama, pengampun bisa diberikan pada mereka, tapi jika tidak bisa diajak bekerjasama, dia sendiri yang akan memusnahkan siapapun, yang memiliki hubungan dengan keluarga Suci Guo.


“Ayah, apa undangan untuk penguasa agung keluarga Suci Guo dan juga untuk Paman Lin Huang sudah di kirim?“


Lin Feng menanyakan undangan yang seharusnya saat ini sudah berada di tangan penguasa agung keluarga Suci Guo, dan Lin Huang.


“Undangan sudah di kirim, dan seharusnya sudah berada di tangan mereka,” jawab Lin Mofeng.


“Dua hari, kalau dalam dua hari mereka tidak datang menemui undangan kita, artinya mereka menolak bekerjasama, dan jika itu keputusan mereka maka aku sendiri yang akan datang memusnahkan keberadaan mereka!”


Dua hari adalah waktu yang diberikan Lin Feng pada penguasa agung keluarga Suci Guo dan juga Lin Huang mengambil keputusan. Jika dalam dua hari keduanya tidak datang ke kediaman keluarga Lin, dia yang akan mendatangi mereka, dan mempercepat kepergian mereka ke alam kematian.


Membiarkan orang-orang yang tidak ingin bekerjasama dengannya tetap hidup, bisa saja mereka justru menjadi musuh dalam selimut saat musuh utamanya datang menyerang alam semesta.


“Ayah akan ikut bersamamu mendatangi mereka, seandainya mereka benar-benar menolak bekerjasama dengan kita!”


Ayah dan anak memiliki sifat yang sama, dan mereka tak akan pernah merasa sungkan membunuh siapapun yang dianggap musuh. Keluarga Suci Guo maupun Lin Huang, bisa dipastikan nasib buruk akan mendatangi mereka, seandainya mereka menolak bekerjasama dengan keluarga Lin.


“Swush...”

__ADS_1


Dua wanita datang menghampiri ayah dan putranya.


Kedua wanita itu tak lain adalah Bing Hualing dan Lin Hua. Keduanya datang membawa makanan untuk dinikmati bersama di pinggir danau. Akhir-akhir ini mereka semua disibukkan dengan urusan keluarga Lin, urusan keluarga Lin Junda, yang mana pria itu memberi hukuman berat pada istrinya atas banyaknya kesalahan yang pernah dilakukannya, dan sekarang setelah sebagian besar urusan selesai, mereka ingin sedikit bersantai.


Menghabiskan waktu bersantai di pinggir danau, mereka terlihat bahagia karena keluarga yang terpisah kini telah kembali, meski kedua orangtua Lin Hua tak bisa ikut berkumpul bersama.


...----------------...


“Wilayah yang semula berhasil kita rebut, kini sepenuhnya telah kembali jatuh ke tangan mereka, bahkan kita kehilangan tetua pertama dan tetua kedua,” kata Guo Ouyang.


“Setelah kehilangan tetua agung di pertempuran sebelumnya, kini kita kehilangan dua tetua yang kekuatannya hampir setara denganku. Keluarga Lin yang Sekar jauh lebih mengerikan dibandingkan saat Lin Yuzhou yang memimpin mereka.”


Setelah kehilangan sosok tetua agung,tetua pertama, serta tetua kedua keluarga Suci Guo, Guo Ouyang yang merupakan penguasa agung keluarga Suci Guo, dia mulai ragu berurusan dengan keluarga Lin. Dia merasa hanya kehancuran yang bakal didapatkan keluarga Suci Guo jika terus berurusan dengan keluarga Lin.


Saat ini hanya drinya sosok paling kuat dari keluarga Suci Guo. Meski ada Lin Huang yang dia tampung, dirinya tidak yakin dapat memanfaatkan kekuatan orang itu jika terjadi perang penghabisan dengan keluarga Lin, dan lagi dia tidak yakin kekuatan Lin Huang dapat membantu banyak saat dirinya harus berhadapan dengan seseorang yang begitu mudah mengalahkan Lin Yuzhou.


“Situasi seperti ini sangat tidak menguntungkan kita,” katanya pada pra tetua yang saat ini berkumpul bersamanya di aula kediaman keluarga Suci Guo.


Saat aula kediaman keluarga Suci Guo dilanda keheningan, seorang prajurit masuk ke dalam aula, dan terlihat dia menyerahkan sebuah surat pada Guo Ouyang.


“Lin Mofeng? Kenapa dia tiba-tiba mengirimiku sebuah surat? Apa ini surat tantangan resmi keluarga Lin untuk melakukan perang penghabisan?”


Dengan dada berdebar-debar, Guo Ouyang membaca surat yang dikirim Lin Mofeng, dan membaca secara rinci tulisan di dalam surat.


Dia menghela napas lega karena surat yang diterimanya saat ini bukanlah surat tantangan, melainkan sebuah surat undangan.


“Setelah menunjukkan perubahan besar kekuatan keluarga Lin, serta menunjukkan pada semesta kalau dirinya belum mati, sekarang dia mengundangku datang ke kediamannya. Lin Mofeng, apa sebenarnya yang kamu inginkan?” ujar Guo Ouyang, dan mau tidak mau dia harus datang karena di akhirat surat dia membaca pesan terakhir yang membuat seluruh tubuhnya sempat merinding.


“Menolak datang, artinya menerima kehancuran total keluarga Suci Guo.” Pesan terakhir yang sangat mengintimidasi.


“Yang Mulia, surat yang sama juga dikirim untuk Tuan Lin Huang,” kata prajurit yang menyerahkan surat pada Guo Ouyang.


“Apa kamu lihat saat dia membaca surat yang dikirim untuknya?” tanya Guo Ouyang.

__ADS_1


Prajurit itu menganggukkan kepala. “Hamba melihat dari awal sampai akhir, dan meski sekilas hamba yakin Tuan Lin Huang ketakutan saat membaca tulisan di bagian akhir surat.” kata prajurit, mengatakan apa yang dilihatnya.


Mendengarnya, Guo Ouyang menunjukkan senyuman kecil di wajahnya.


“Sepertinya dia mendapatkan ancaman yang sama denganku.”


Guo Ouyang lalu menunjukkan pada para tetua isi surat yang dikirim Lin Mofeng untuknya.


“Aku tidak mungkin menolak undangannya karena Lin Mofeng tidak pernah main-main dengan ancamannya!”


“Tetua ketiga, tetua keempat, kamu ikut denganku pergi ke kediaman keluarga Lin! Sedangkan untuk yang lainnya, kalian siapkan seluruh kekuatan keluarga Suci Guo, dan bersiap untuk situasi terburuk!”


Semua orang jelas mendengar semua itu, dan mereka akan melakukan sesuai dengan apa yang diinstruksikan Guo Ouyang.


Setelah semua orang mengerti, Guo Ouyang yang didampingi tetua ketiga dan tetua keempat, mereka segera melakukan perjalanan menuju kediaman keluarga Lin.


Saat sampai di gerbang kediaman keluarga Suci Guo, mereka bertemu Lin Huang dan Lin Guho yang ternyata memiliki tujuan yang sama dengan mereka.


“Setelah memberontak dan pergi melarikan diri, Sekar kamu justru memutuskan kembali. Entah apa isi surat yang dikirim padamu, sampai membuatmu memutuskan kembali ke kediaman keluarga Lin,” kata Guo Ouyang pada Lin Huang.


“Kamu tahu aku memiliki putra yang ada di kediaman keluarga Lin, tapi selain kamu dan orang-orang yang aku percayai, tak ada yang tahu keberadaan putraku. Namun entah bagaimana caranya Lin Mofeng tahu keberadaan putraku, dan nyawanya digunakan untuk mengancamku!”


“Jika dalam dua hari aku tidak pulang, hidup putraku akan berakhir.”


Guo Ouyang tahu tentang putraku Lin Huang, dan ternyata anak itu yang digunakan untuk mengancam Lin Huang.


“Sepertinya keluarga Lin saat ini dipenuhi orang-orang yang sangat mengerikan, dan kita bukanlah lawan sepadan untuk mereka.”


“Jadi untuk keselamatan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita, sebaiknya kita turuti apa yang menjadi keinginan mereka!”


Lin Huang menganggukkan kepala mendengar perkataan Guo Ouyang, lalu bersama mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga Lin, dan diperkirakan hari esok baru mereka akan sampai.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


Mulai hari ini novel Sistem Sang Penguasa akan up setiap jam 13.00 WIB dan 15.00 WIB.


__ADS_2