Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Menjalin Kontak Dengan Dua Naga Air


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Long Hei dan Long Yu masih menundukkan kepala di hadapan Lin Feng, keduanya menundukkan kepala dalam keadaan bahagia karena yang mereka nantikan selama ini akhirnya datang. Tuan baru mereka, sekaligus pemilih harta berharga di dasar danau, akhirnya orang itu datang menemui mereka.


Lin Feng yang melihat itu, dia menyunggingkan senyuman di bibirnya, kemudian dia menyuruh Long Hei dan Long Yu bangkit, tak lagi menundukkan kepala di hadapannya.


Jika memang keduanya ingin menjadi binatang kontraknya, tentu dirinya tidak keberatan menjadikan mereka binatang kontrak. Lagipula, kekuatan mereka sangat besar, dan dapat membantu dirinya menemukan keberadaan sosok yang telah membunuh orangtua kandung dari tubuh yang saat ini telah menjadi miliknya.


Namun, jika mereka tidak tulus ingin menjadi binatang kontraknya, dirinya juga tidak keberatan melepaskan mereka, selama dirinya dapat mengambil seluruh harta berharga di dasar danau. Baginya, mengawali hubungan tanpa ketulusan bukanlah sesuatu yang baik untuk sebuah hubungan.


Lin Feng mengarahkan pandangan pada Long Hei dan Long Yu yang sudah berdiri tegap seperti awal pertemuan mereka. Keduanya memang naga air, tapi bentuk fisik mereka tidak jauh berbeda dengan naga pada umumnya. Mereka memiliki sayap dan bisa terbang di langit, dan saat berada di dalam air mereka menggunakan kaki dan ekor untuk berenang.


“Apa kalian berdua masih ingin menjadi binatang kontrakku setelah tahu aku adalah putra dari orang yang telah membuat janji dengan kalian di masa lalu? Jujur saja, jika kalian tidak ingin, aku tidak bakal memaksa kalian menepati janji itu,” kata Lin Feng pada keduanya.


Long Hei dan Long Yu saling pandang setelah mendengarnya, dan tak lama keduanya mengarahkan pandangan pada Lin Feng. “Tuan Muda, kami telah berjanji, dan artinya kami harus menepati janji itu!” ungkap Long Yu.


“Jika Tuan Muda mengira kami tidak tulus, Tuan Muda salah menilai kami. Bukan hanya sekedar menepati janji, tapi sejak awal melihat sorot mata Tuan Muda yang tegas dan berpandangan lurus, kami berdua sangat tulus ingin menjadi binatang kontrak Tuan Muda,” timpal Long Hei.


“Apa kalian tetap tulus ingin menjadi binatang kontrakku setelah tahu aku sebenarnya tidak lebih kuat dari kalian, dan aura yang aku keluarkan sebelumnya bukanlah aura dari kekuatan sejatiku?” tanya Lin Feng.


Long Hei dan Long Yu tersenyum mendengarnya, lalu Long Hei berkata, “Sejak awal kami tahu kalau aura Tuan Muda bukan berasal dari kekuatan sejati, tapi kami juga tahu kalau Tuan Muda dapat mengalahkan kami, meski kekuatan sejati Tuan Muda tak lebih kuat dari kekuatan kami.” Long Hei sangat yakin dengan perkataannya.


Sedangkan Lin Feng yang mendengar semuanya, dia hanya tersenyum, dan dia tidak menyangka saja kalau Long Hei dan Long Yu sejak awal sudah tahu kalau kekuatan sejatinya tak lebih kuat dari kekuatan mereka.


Lin Feng menggigit ujung jari telunjuknya. Saat satu tetes darah keluar dari luka di ujung jarinya, Lin Feng mengarahkan satu tetes darahnya ke arah kepala Long Hei, dan hal yang sama juga dilakukannya pada Long Yu. Sebaliknya, Long Hei dan Long Yu masing-masing dari mereka juga memberi satu tetes esensi darah pada Lin Feng.


“Swuusshh...” Tubuh ketiganya memancarkan aura kuat, dan ketiganya merasakan luapan kekuatan saat esensi darah asing mulai menyatu dengan kekuatan darah mereka. Xiong Hu dan Huang Zho yang melihat pemandangan di depan kedua mata kepala mereka sendiri, keduanya tahu kalau Tuan Muda mereka dan dua naga air tak lama lagi bakalan menerobos ke tingkat yang lebih tinggi.


“Boom... Boom... Boom...” Tiga kali suara ledakan teredam terdengar dari tiga tempat berbeda. Long Hei dan Long Yu yang sebelumnya berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 9 dan sudah lama tertahan di tingkatan itu, baru saja mereka dapat menerobos tingkat yang lebih tinggi, yaitu tingkat Dewa Agung Bintang 1.

__ADS_1


Sedangkan Lin Feng yang juga mendapat terobosan, kekuatannya saat ini berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 8, dan masih perlu banyak poin pengalaman untuk membuatnya kembali mendapatkan terobosan. Setidaknya Lin Feng harus mengumpulkan lebih dari sembilan ratus triliun poin pengalaman untuk menerobos tingkatan selanjutnya.


“Aku tidak menyangka, menyerap esensi darah mereka dapat memberiku banyak poin pengalaman, dan dengan itu semua aku berhasil mendapatkan satu kali terobosan kekuatan,” gumam lirih Lin Feng.


Lin Feng kemudian mengarahkan pandangan pada Long Hei dan Long Yu yang sedang menyetabilkan pondasi kekuatan mereka.


Dikarenakan mereka berada di Alam Kehidupan, kesengsaraan petir tidak bisa mendatangi mereka karena Alam Kehidupan bukanlah bagian dari Alam Semesta, sedangkan kesengsaraan petir hanya berlaku pada mereka yang tinggal di Alam Semesta.


Tak ingin mengganggu keduanya, Lin Feng memutuskan pergi menghampiri Xiong Hu dan Huang Zho. “Aku masih memiliki urusan lain di Alam Sembilan Surga dan tidak bisa berlama-lama berada di tempat ini. Kalian berdua aku tugaskan mengawasi mereka, selama aku tidak berada di tempat ini!” perintah Lin Feng pada keduanya.


Sebagai binatang kontrak Lin Feng, keduanya tentu saja mematuhi setuap perintah yang diberikan Lin Feng, dan lagi perintah itu sama sekali tidak merugikan mereka.


Melihat Xiong Hu dan Huang Zho mengerti dengan tugas yang diberikannya pada mereka, Lin Feng kembali membuat portal penghubung dengan danau di Alam Sembilan Surga, dan dia langsung saja memasuki portal itu. Tak ingin membuang-buang waktu, Lin Feng segera mengumpulkan seluruh sumberdaya berharga yang terdapat di dasar danau.


Selain sumberdaya berharga, Lin Feng juga mengumpulkan harta lainnya, yang terdapat di dasar danau. ‘Semua ini memang tidak bisa membuatku menerobos tingkat yang lebih tinggi, tapi jika Hua’er yang menggunakan sumberdaya ini, aku yakin dia bisa mendapatkan dua sampai tiga kali terobosan,’ katanya membatin.


Selesai mengumpulkan harta dan sumberdaya di dasar danau, Lin Feng segera saja kembali menuju permukaan.


“Boom...” serangan itu menghantam permukaan air danau, membuat air bergejolak, dan membunuh beberapa ikan yang tinggal di danau.


Mengabaikan serangan yang baru dia hindari, pandangan mata Lin Feng segera tertuju pada pertempuran di pinggir danau, dan dia melihat Lin Hua serta yang lainnya sudah dalam keadaan terluka. Meski bukan luka yang dapat mengancam nyawa mereka, tapi keadaan mereka sudah lebih dari cukup untuk memancing amarah Lin Feng.


Baru juga Lin Feng ingin melesat membantu mereka, seorang pria sudah lebih dulu muncul di hadapannya. Dengan aura Dewa Agung Bintang 1 yang terpancar dari tubuhnya, Lin Feng tahu kalau pria itu adalah pemimpin orang-orang yang menyerang kelompoknya, dan orang itu juga yang baru saja melesatkan serangan ke arahnya.


Pria di hadapan Lin Feng menatap lurus kedepan, sambil menunjukkan senyum sinis, meremehkan sosok di hadapannya. Dengan kekuatannya, dia beranggapan orang-orang di sekitarnya bukanlah lawan yang layak untuk dirinya.


“Apa yang kamu inginkan? Kenapa kamu tiba-tiba menyerang anggota kelompokku?” tanya Lin Feng pada pria di hadapannya, yang masih berdiri tenang di tempatnya.


“Manusia lemah sepertimu sebenarnya tidak layak mengajukan pertanyaan pada Tuan ini, tapi karena kamu begitu ingin mengetahuinya, dengan senang hati aku memberi jawaban atas pertanyaanmu...”


“Para wanita di kelompokmu sangat menggiurkan, terutama wanita beradar yang memiliki sedikit kemampuan. Aku ingin membawa mereka semua, dan begitu bosan mungkin aku bisa menjual mereka,” kata pria itu sambil tersenyum meremehkan lawannya.

__ADS_1


Lin Feng yang sebelumnya mengira sudah terjadi kesalahpahaman antara kelompok pria di hadapannya dan kelompoknya, segera dia membuang jauh-jauh perkiraannya, setelah tahu tujuan pria di hadapannya.


Pria di hadapan Lin Feng tertawa terbahak-bahak melihat lawannya diam mematung di tempatnya, dan setelahnya dia berkata, “Sebaiknya kamu tetap diam di tempat, dan biarkan aku membawa mereka! Setidaknya hidupmu tidak berada dalam bahaya, selama tidak ikut campur dalam pertempuran.”


Lin Feng mengarahkan sorot mata tajam pada pria di hadapannya, dan niat membunuh yang sangat kuat terpancar dari tubuhnya. “Kalian tidak perlu menahan diri! Gunakan seluruh kekuatan yang kalian miliki!”


Bukannya menanggapi perkataan pria di hadapannya, Lin Feng justru memilih berkata pada Lin Hua dan yang lainnya, yang sampai detik ini masih belum menggunakan seluruh kekuatannya.


Lin Hua dan yang lainnya yang mendengar semua itu, langsung saja mereka mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki, dan apa yang mereka lakukan sangat membuat terkejut anggota kelompok pria di hadapan Lin Feng.


Lin Baoshi, Lin Yanran, Lin Meili, serta Lin Shao yang menggunakan kekuatan elemen petir, membuat lawan mereka tahu, kalau mereka berasal dari keluarga Lin. Sedangkan Lin Hua yang menggunakan elemen api berwarna hitam, menunjukkan kalau dia bukanlah berasal dari keluarga biasa.


Pria di hadapan Lin Feng cukup terkejut melihat kekuatan sejati Lin Hua dan yang lainnya, tapi semua itu belum cukup untuk membuatnya merasakan ketakutan.


Dengan kekuatannya, keberadaan mereka bukanlah sesuatu yang menakutkan, tapi sayangnya dia melupakan keberadaan sosok di hadapannya, yang kekuatannya sama sekali tidak terlihat olehnya.


Namun, dirinya memiliki keyakinan kalau pria di hadapannya tidak lebih kuat darinya. Dia meyakini semua itu setelah melihat pria di hadapannya masih terlalu muda untuk memiliki kekuatan, yang dapat disandingkan dengan kekuatannya.


“Mereka memang lebih kuat dari sebelumnya dan orang-orangku bukanlah lawan sepadan untuk mereka, tapi apa kamu pikir kekuatan mereka cukup untuk mengalahkanku? Mereka masih terlalu lemah untuk bisa mengalahkanku!” katanya.


Mendengar itu tak sungkan Lin Feng menunjukkan senyuman di wajahnya. “Mereka semua bukanlah lawanmu karena mereka memang lebih lemah darimu. Akulah yang menjadi lawanmu, dan aku tidak segan mengakhiri hidupmu sebagai bayaran karena kamu telah berani melukai wanitaku!” kata Lin Feng tegas.


“Swuusshh...” Aura yang lebih kuat dari aura pria itu terpancar keluar dari tubuh Lin Feng dan aura itu lebih dari cukup untuk membuat pria di hadapannya merasakan ketakutan, untuk pertama kalinya. Bukan hanya takut, tapi dia juga merasa nyawanya berada dalam ancaman.


Melihat sekeliling, dia mencoba pergi melarikan diri, tapi semua sudah terlambat. Sebuah array menutupi area pertempuran, membuat tak satupun orang di medan pertempuran dapat pergi melarikan diri.


Lin Feng mengabaikan ekspresi yang ditunjukkan pria di hadapannya, dan dengan tenang dia melangkahkan kaki mendekatinya. “Menginginkan wanitaku bahkan berani melukainya. Hanya ada satu hal yang ingin aku berikan padamu, dan apa yang ingin aku berikan padamu adalah kematian!...”


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2