
Sepuluh tahun kemudian di istana Sang Pencipta.
istana yang dulunya sepi sekarang telah ramai dengan banyaknya penghuni baru. Putra putri Lin Feng dan Lin Hua, putri kecil Lin Mofeng dan Bing Hualing, serta putra dan putri para bawahan serta para binatr kontrak Lin Feng. Keberadaan mereka semakin meramaikan keadaan istana Sang Pencipta.
“Hua’er, mereka kelak yang akan menjadi penerus keturunan kita,” kata Lin Feng pada Lin Hua yang mana dua tahun lalu mereka telah sepenuhnya menjadi pasangan abadi yang tak lagi dapat memiliki keturunan, tapi mereka masih bisa kembali mendapatkan keturunan jika bereinkarnasi.
“Mereka berdua lebih dari cukup untukku, dan lagi setelah ini kita bisa lebih fokus pada urusan seluruh alam,” ungkap Lin Hua yang bertekad membantu pekerjaan Lin Feng.
Lin Feng mengangguk mendengar itu. “Meskipun kita abadi dan tak akan pernah mati, kita bisa hidup selamanya bersama mereka, asalkan kita bisa menjaga mereka semua dari ancaman, yang membahayakan hidup mereka.”
“Kita pasti dapat melindungi mereka semua!” kata Lin Hua penuh dengan keyakinan.
Disaat Lin Feng dan anggota keluarganya telah berada di istana Sang Pencipta, keadaan alam semesta, alam kegelapan, alam kematian, maupun alam kehidupan yang sekarang dapat dikunjungi oleh siapapun, semua alam dalam keadaan damai di bawah para penguasa alam.
Alam kegelapan saat ini memiliki penguasa muda bernama Zang Jun, dia adalah putra pertama Zang Tongzhi, tapi mereka memiliki perbedaan sifat yang sangat jauh. Di usia yang belum genap lima belas tahun sosok Zang Jun telah memiliki sifat yang adil, dan dia membuat semua ras di alam kegelapan hidup dalam damai.
Di alam kematian, Dewa Kematian selamanya menjadi penguasa alam itu dan tak ada satupun sosok yang dapat menggantikannya. Di alam kematian hanya ada mereka yang telah mati, dan disanalah tempat semua yang telah mati mendapatkan ganjaran dari apa yang mereka perbuat selama masih hidup.
Sementara itu jika ingin menemukan keberadaan roda reinkarnasi, mereka yang telah mati akan dikirim ke alam kehidupan karena roda reinkarnasi telah diletakkan Lin Feng di alam kehidupan. Alam kehidupan sendiri berada dibawah kekuasaan Lin Jia yang sangat senang tinggal di alam kehidupan.
Lin Junda sendiri telah ditunjuk sebagai penguasa baru alam semesta setelah dia mendapatkan warisan kekuatan hukum kehidupan. Dibawah kepemimpinan Lin Junda, kedamaian tercipta di tiga alam pilar alam semesta. Meski kekacauan masih sering terjadi, setidaknya itu hanya kekacauan kecil yang tak sampai melibatkan kekuatan besar di ketiga alam.
Orang-orang yang dulunya menemani Lin Feng di alam langit, mereka telah naik ke alam Dewa. Sedangkan mereka yang ada di alam Dewa, sebagian dari mereka telah pergi ke alam sembilan surga untuk dapat meningkatkan kekuatan.
Semua orang terus meningkat kekuatan saat hari-hari damai terha berlanjut. Meski saat ini tak ada ancaman, mereka semua berpikir ke depan, dan lebih baik serius mempersiapkan diri daripada kewalahan jika sewaktu-waktu muncul musuh kuat yang membahayakan kehidupan mereka.
Hati-hati damai terus berlalu dan semua orang sangat menikmati hari damai setelah perang besar bertahun-tahun yang lalu.
“Gege, bagaimana jika kita melihat keadaan alam Dewa dan alam langit? Aku penasaran dengan keadaan kedua alam itu saat ini,” kata Lin Hua.
“Baiklah, mari kita melihat keadaan kedua alam itu,” kata Lin Feng dan hanya dengan menjentikkan jari keduanya telah menghilang dari istana Sang Pencipta.
__ADS_1
“Swush...” Lin Feng dan Lin Hua muncul di atas langit, dan tepat dibawah mereka adalah istana Kekaisaran Lin yang berada di alam langit.
Saat ini ada lima Kekaisaran di alam langit, dan Kekaisaran Lin adalah Kekaisaran terkuat dan terbesar yang berada di alam langit.
Lin Sujin adalah Kaisar Kekaisaran Lin saat ini dan dia dikenal sebagai sosok Kaisar yang baik, dan selalu peduli pada kepentingan rakyatnya.
“Kekaisaran ini jauh berkembang sejak terakhir kali aku melihatnya,” kata Lin Feng.
“Gege, aku ingin pergi melihat-lihat ibukota Kekaisaran Lin dari jarak dekat!” Meski tak semegah istana Sang Pencipta, Lin Hua sangat menyukai keramaian ibukota Kekaisaran Lin.
Setelah mengganti pakaiannya dan juga pakaian Lin Hua dengan pakaian biasa, tanpa cadar major topeng keduanya pergi menuju gerbang ibukota Kekaisaran Lin. Selayaknya orang yang ingin memasuki ibukota, mereka ikut mengantre orang-orang yang saat ini mengantre di depan gerbang.
“Kota ini sekarang benar-benar ramai,” gumam Lin Feng, dan sekarang giliran dia dan Lin Hua memasuki ibukota Kekaisaran.
Tak bisa menunjukkan lencana yang menunjukkan identitasnya, Lin Feng dan Lin Hua diwajibkan membayar pajak sebesar masing-masing lima koin emas.
Setelah membayar pajak masuk ibukota dan mendapatkan pemeriksaan dari prajurit penjaga gerbang, keduanya diizinkan memasuki ibukota, di tengah tatapan banyak pasang mata yang menatap mereka tanpa berkedip.
Lin Feng dan Lin Hua menyadari semua itu, tapi mereka memilih mengabaikannya dan terus melanjutkan perjalanan menuju alun-alun ibukota.
Sampai di alun-alun ibukota mereka dapat melihat patung berukuran raksasa yang terbuat dari bongkahan emas. Keberadaan patung itu sangatlah mencolok, dan jika diperhatikan baik-baik, Lin Feng merasa patung itu sangat mirip dengannya.
“Kenapa patung ini sangat mirip denganku,” kata Lin Feng pada Lin Hua, tapi seorang bocah berusia sembilan tahu di dekatnya tak sengaja mendengar perkataannya.
Bocah itu menatap wajah Lin Feng, lalu dia menatap wajah patung emas. Berkali-kali dia melihat kedua wajah itu bergantian, dan dia menyimpulkan keduanya memang sangat mirip.
“Apa Tuan adalah Yang Mulia Lin Feng, Kaisar yang telah membawa kejayaan untuk Kekaisaran Lin?” tanya bocah itu pada Lin Feng.
“Kalah aku benar orang yang kamu katakan, apa yang kamu inginkan dariku?” tanya Lin Feng sembari merendahkan dirinya menjadi sama tinggi dengan bocah di hadapannya.
“Kalau benar Tuan adalah Yang Mulia Lin Feng, saya ingin meminta tolong pada Yang Mulia untuk membuka segel yang membuatku tak bisa berkultivasi!”
__ADS_1
Mendengarnya, Lin Feng segera mengarahkan pandangan ke tubuh bocah itu, dan dia menemukan sebuah segel yang memang membuat bocah di depannya tak bisa memulai latihannya sebagai kultivator.
“Tidak sulit bagiku membuka segel itu, tapi apa yang bisa kamu janjikan padaku setelah aku berhasil membuka segel di tubuhmu?”
“Saya Zhou Yun berjanji akan tumbuh menjadi sosok kuat dan melindungi alam ini dari segala jenis ancaman. Nyawa sekalipun akan aku pertaruhkan untuk melindungi alam ini!” kata Zhou Yun sangat meyakinkan.
“Kamu sudah berjanji, dan jangan ingkari janji yang kami berikan padaku!” Lin Feng menggunakan jari tangannya menyentuh kening Zhou Yun, memberikan sensasi nyaman pada anak itu.
Tak butuh waktu lama tubuh Zhou Yun sudah bisa menyerap Qi alam yang sangat melimpah di alam langit. Untuk Qi elemen, di alam langit tak lagi ada Qi elemen. Jika ingin menyerap Qi elemen, seorang kultivator harus pergi ke alam Dewa atau merubah Qi alam menjadi Qi langit.
Setelah Lin Feng menarik jari-jari tangannya, Zhou Yun merasakan perasaan bahagia yang selama ini tidak pernah dia rasakan. “Yang Mulia, terimakasih karena telah membuka segel yang selama ini membuatku tidak bisa berlatih menjadi kultivator.”
Tulus Zhou Yun berterimakasih pada Lin Feng, dan dia berterimakasih dengan membungkukkan tubuhnya.
“Kamu tidak perlu berterimakasih. Apa yang kamu dapatkan, semua itu karena kamu mengenali keberadaanku.” Lin Feng menyodorkan sebuah cincin penyimpanan pada Zhou Yun. “Teteskan darahmu ke cincin ini dan selamanya cincin ini akan menjadi milikmu.”
Setelah memberikan cincin pada Zhou Yun, keberadaan Lin Feng dan Lin Hua menghilang dari pandangan anak itu.
“Yang barusan itu apa benar Yang Mulia Lin Feng?” gumam Zhou Yun yang merasa kejadian barusan adalah mimpi.
Namun merasakan dirinya dapat menyerap Qi alam, dia yakin apa yang terjadi bukanlah mimpi.
“Aku benar-benar bertemu Yang Mulia Lin Feng,” katanya, dan dia tak bisa menyembunyikan ketenangannya.
Sementara itu Lin Feng dan Lin Hua yang pergi tak jauh dari Zhou Yun, mereka tersenyum melihat kesenangan bocah itu.
“Anak itu mewarisi tubuh alam, dan dia kelak akan menjadi penerus Paman Lin Junda sebagai penguasa alam semesta...”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1