
Kematian Zang Tongzhi sudah pasti, tapi ini bukanlah akhir dari peperangan karena masih ada jutaan prajurit alam kegelapan yang seolah tak peduli dengan kematian Zang Tongzhi. Mereka terus menyerang prajurit alam semesta, dan tak terlihat adanya ketakutan akan kematian di mata mereka.
Semua yang mereka miliki dikeluarkan untuk memenangkan perang, tapi dengan keberadaan Lin Jia dan juga Lin Hua di tengah-tengah medan perang, prajurit alam kegelapan hanya akan bertemu kematian tiap kali bertemu dengan kedua wanita, yang tak segan membunuh musuh sekalipun musuh sudah terluka parah.
Ditambah kekuatan para binatang kontrak serta para bawahan Lin Feng, dengan mudahnya mereka mengurangi jumlah prajurit alam kegelapan. Prajurit alam semesta yang masih memiliki kekuatan, mereka juga tak mau kalah, dan terus saja melawan musuh yang datang mendekat. Semua bersemangat mengalahkan musuh demi mewujudkan kedamaian di seluruh alam.
Sementara itu Lin Feng yang telah melenyapkan keberadaan Zang Tongzhi, dia menengadahkan kepalanya menatap langit padang kehampaan. Tiba-tiba dia tersenyum saat kedua matanya tertuju ke suatu arah. “Aku tahu kamu ada di sana, dan aku juga tahu kamu tidak menyukai perbuatanku pada cucumu. Daripada terus diam, kenapa kamu tidak turun kemari dan membalaskan dendam cucumu!”
“Swush...” Pria tua berambut putih dengan pakaian serba hitam muncul dari kekosongan, dan saat ini dia berhadap-hadapan dengan Lin Feng. Tak ada aura kekuatan terpancar dari sosoknya, tapi Lin Feng tahu pria tua di hadapannya sedikit lebih kuat dari Zang Tongzhi, meski dia tak memiliki satupun kekuatan hukum.
Melihat pria tua, Lin Feng tersenyum, lalu berkata, “Leluhur alam kegelapan, Tuan Zang Rong, setelah selama jutaan tahun dikatakan mati, akhirnya hari ini kau kembali menunjukkan diri di harapanku. Sepertinya hari ini aku sangatlah beruntung karena dapat melihat sosok kuat alam kegelapan yang konon katanya memiliki kekuatan setara dengan Sang Pencipta,” Lin Feng mengatakan itu meski dia tahu tak sulit baginya mengalahkan Zang Rong, dan dia akan melakukan itu seandainya Zang Rong ingin bertarung dengannya.
“Apa kau penguasa alam semesta? Namun aku merasa kau jauh lebih kuat dari seorang penguasa,” ujar Zang Rong.
“Saat ini aku bisa dikatakan sebagai penguasa alam semesta, tapi sebenarnya aku memiliki posisi yang lebih tinggi dibandingkan seorang penguasa alam semesta, dan aku sarankan untukmu untuk tidak bermain-main saat berhadapan denganku!”
“Aku melihat jalannya pertarunganmu dengan Zang Tongzhi, dan hanya orang bodoh yang ingin bermain-main denganmu!”
“Aku datang memang untuk melawanmu, dan aku akan membalaskan dendam mereka yang mati di tanganmu!”
Zang Rong maju menyerang Lin Feng, dan barulah saat ini siapapun dapat merasakan aura kekuatannya. Benar saja, dia jauh lebih kuat melampaui kekuatan yang dimiliki Zang Tongzhi.
"Dia tak memiliki kekuatan hukum, dan juga tidak memiliki ikatan dengan sebuah alam. Akan tetapi kekuatannya sangatlah kuat, dan aku harus menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat!” Musuhnya memang kuat, tapi bukan sesuatu yang sulit baginya mengalahkan musuh.
Sementara itu, Zang Rong yang melihat ketenangan Lin Feng, dia sama sekali tak ingin meremehkannya, dan melanjutkan serangan dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya. Namun bukannya berhasil melukai Lin Feng, tinju yang dia gunakan menyerang justru dengan mudahnya berhasil ditahan Lin Feng, hanya dengan satu tangan.
__ADS_1
“Zang Rong, maaf aku tidak bisa bermain-main lama denganmu karena keberadaan prajurit alam kegelapan benar-benar sudah mengganggu ketenangan alam semesta!” kata Lin Feng.
Merasakan bahaya dari sosok Lin Feng, Zang Rong mencoba menarik tangannya, tapi yang dia rasakan adalah cengkraman kuat dan mungkin tangannya akan patah jika dia terus berusaha menariknya.
Terlihat Lin Feng tersenyum melihat usaha yang dilakukan Zang Rong, lalu dia menguatkan cengkraman tangannya yang sedang mencengkram tangan pria itu.
“Crack... Crack...” Terdengar suara tulang-tulang patah saat tangan Zang Rong hancur di dalam cengkraman tangan Lin Feng.
“Argh...” Zang Rong mengerang kesakitan, dan dengan menahan rasa sakit dia menggunakan tangan satunya untuk menyerang Lin Feng. Akan tetapi hasil yang dia dapatkan sama, dan pada akhirnya dia harus menahan rasa sakit di kedua tangannya yang hancur di dalam cengkraman tangan Lin Feng.
Di saat Zang Rong terus mengerang kesakitan, Lin Feng tak berhenti menyiksa Zang Rong yang tak berdaya di hadapannya.
Setelah menghancurkan tangannya, Lin Feng mematahkan lengan Zang Rong begitu juga dengan kedua kaki pria itu.
Puas mendengar teriakan kesakitan Zang Rong, Lin Feng melepaskan cengkraman tangannya, lalu dia memukul kepala pria itu dan membuat setengah tengkorak kepalanya lenyap.
“Oh, kau masih hidup? Kalau begitu aku akan menghancurkan seluruh bagian tubuhmu, dan memastikan kalau kau benar-benar telah mati!” teriak Lin Feng dan dia melakukan serangan membabi-buta pada Zang Rong.
Tak mampu memberi perlawanan, Zang Rong menyesal karena dia mendatangi sosok seperti Lin Feng, sosok kuat yang tak lama lagi akan menjadi dewa kematian untuknya.
Melihat lawannya hanya diam menanti kematiannya, Lin Feng tak sungkan. Dia mengumpulkan dan memadatkan kekuatan seluruh elemen alam di tangannya, lalu dia menggunakan tangannya untuk memukul Zang Rong.
“Bang... Boom...” tak hanya terpental karena terkena pukulan Lin Feng, tubuh Zang Rong hancur menjadi serpihan daging, dan dengan kekuatan elemen api Lin Feng membakar seluruh sepihak daging memastikan sosok Zang Rong tak lagi bisa meregenerasi untuk kembali hidup.
Bukan hanya tubuh Zang Rong yang dimusnahkan menjadi abu, jiwa sosok itu juga diubah menjadi abu oleh Lin Feng. Dengan hukum kematian, dia bebas menentukan kematian untuk orang lain, dan dia juga memiliki kebebasan melakukan apapun pada jiwa mahkluk hidup yang telah mati.
__ADS_1
Tak lagi merasakan keberadaan sosok kuat dari alam kegelapan yang bisa mengancam keutuhan alam semesta, keberadaan Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya, dan dia muncul di dekat Lin Hua serta Lin Jia yang sedang bekerjasama membunuh musuh-musuh mereka.
Tak datang sebagai penonton, Lin Feng membantu kedua wanita itu mengalahkan sisa-sisa kekuatan alam kegelapan yang masih ngotot melanjutkan perang. Meski jumlah serta kekuatan mereka telah kalah dari apa yang dimiliki alam semesta, tapi tak satupun dari prajurit alam kegelapan memutuskan menyerah.
Mereka terus melakukan perlawanan, meski perlawanan yang dilakukan hanya berakhir pada kekalahan mereka.
Namun mesti kalah dalam perang, setidaknya mereka semua mati secara terhormat karena mati saat berjuang di medan perang.
“Boom... Boom...” seratus prajurit alam kegelapan terakhir yang masih bertahan akhirnya berhasil dikalahkan, dan artinya ini adalah kemenangan untuk mereka yang berasal dari alam semesta.
Semua orang berteriak merayakan kemenangan, dan kemenangan mereka adalah kabar baik untuk tiga alam bagian dari alam semesta.
“Jatuhnya korban jiwa dalam perang memang tidak bisa dihindari, tapi setidaknya kita bisa memenangkan peperangan ini,” ungkap Lin Feng sembari melihat senyum bahagia yang ditunjukkan semua orang.
Kemenangan ini bukanlah milik satu orang ataupun satu kelompok, melainkan kemenangan ini milik semua makhluk hidup yang tinggal di alam semesta.
Bing Hualing yang memimpin prajurit cadangan, dia memimpin prajurit cadangan alam semesta untuk melakukan pembersihan medan perang.
Mayat-mayat prajurit yang berasal dari alam semesta dikumpulkan dalam satu cincin penyimpanan, yang mana nantinya mereka semua akan dikuburkan di tempat yang sama, dan mendapatkan gelar sebagai pahlawan alam semesta.
“Sebaiknya kita pergi beristirahat! Sejak dimulainya perang sampai saat ini, kita tak memiliki waktu istirahat yang cukup,” kata Lin Feng pada Lin Hua dan Lin Jia.
Ketiganya memutuskan kembali ke perkemahan, diikuti oleh pra pengawal Lin Hua, serta para bawahan dan binatang kontrak Lin Feng.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.