
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di Kota Awan.
“Saudara Cun, siapa orang terkuat yang menjaga penjara keluarga Zo, dan seberapa besar kekuatan yang dimilikinya?” tanya Lin Wucin.
“Orang itu bernama Zo Gang dan kekuatannya berada di tingkat Dewa Langit Bintang 8. Dia adalah kepala keamanan penjara milik keluarga Zo,” jawab Lin Cun yang masih ingat hari-hari diman dia disiksa oleh Zo Gang.
“Apa tidak ada orang yang lebih kuat dari dia di tempat itu?” kembali Lin Wucr bertanya pada Lin Cun.
“Di tempat itu tidak ada yang lebih kuat darinya, tapi ada dua orang yang kekuatannya hampir setara dengannya. Keduanya adalah dua orang kepercayaan Zo Gang.” Selain Zo Gang, dua orang itu adalah sosok yang paling dirinya ingat selama berada di penjara keluarga Zo.
Selain kejam, kedua orang itu di depan para pria keluarga Lin, mereka memperkosa wanita dari keluarga Lin, bahkan tak sedikit wanita dari keluarga Lin dibunuh setelah memberi kepuasan pada mereka. Mengingat semua itu Lin Cun ingin sekali membunuh keduanya dengan tangannya sendiri.
“Sepertinya saudara Cun punya dendam mendalam pada kedua orang itu. Kalau begitu, aku akan membawa keduanya ke hadapan saudara Chu, dan terserah saudara ingin melakukan apa pada mereka.” Xiong Hu yang diam ternyata memperhatikan ekspresi wajah Lin Cun, dari situ dia tahu kalau Lin Cun memiliki dendam mendalam pada dua orang kepercayaan Zo Gang.
“Aku memang memiliki dendam mendalam pada mereka, tapi dengan kekuatanku yang sekarang aku masih terlalu lemah untuk dapat mengimbangi kekuatan mereka,” ujar Lin Cun.
“Saudara Cun tidak perlu turun tangan menghadapi mereka. Kekuatan yang kami miliki lebih dari cukup untuk melumpuhkan keduanya, dan menyeret mereka ke hadapan saudara,” kata Huang Zho dengan senyuman tipis di bibirnya.
“Kalau begitu, aku sangat berterimakasih pada saudara sekalian,” balas Lin Cun.
“Kita berada di sisi yang sama dan sudah sepakat menjadi saudara. Jadi, jangan pernah berterimakasih pada saudaramu sendiri!” kata tegas Lin Wucin membuat Lin Cun hanya bisa tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sementara itu di kediaman keluarga Lin tak lama setelah kepergian Lin Cun dan yang lainnya. Dengan disaksikan belasan anggota keluarga Lin, Lin Feng membakar puluhan mayat prajurit keluarga Zo di depan gerbang kediaman keluarga Lin.
“Apa ada yang keberatan aku membakar mayat mereka di tempat ini?” tanya Lin Feng sambil melihat sekeliling.
Semua orang menggelengkan kepala. Bagi mereka anggota keluarga Zo memang pantas mati, dan membakar mayat mereka tanpa upacara pemakaman adalah cara terbaik untuk menunjukkan kalau mereka bukanlah manusia, melainkan binatang berwujud manusia.
__ADS_1
Begitu seluruh bagian mayat berubah sepenuhnya menjadi abu, belasan anggota keluarga Lin kembali ke kediaman untuk melanjutkan kultivasi mereka. Sedangkan Lin Feng, Yin Hua dan empat saudari Xiao, mereka berkeliling di kediaman keluarga Lin, melihat perkembangan kekuatan seluruh anggota keluarga Lin.
“Dari sebelumnya yang terlemah dari mereka berada di tingkat Raja Dewa Bintang 7, dalam beberapa hari kekuatan mereka telah melonjak sampai tingkat Kaisa Dewa Bintang 2.” Lin Feng tersenyum senang dengan perkembangan keluarga Lin.
“Feng'gege, jika kekuatan mereka terus meningkat, aku yakin tak lama lagi keluarga Lin akan diakui sebagai keluarga tingkat menengah, dan hanya menunggu waktu untuk keluarga Lin diakui sebagai keluarga besar di Alam Dewa,” ujar Yin Hua.
“Hua'er, kalau aku boleh tahu, sebesar apa keluarga Yin kamu? Apa keluarga Yin sudah menjadi keluarga besar di Alam Dewa?” tanya Lin Feng dengan senyuman terlihat di wajahnya.
Mendengar pertanyaan Lin Feng, Yin Hua menjelaskan secara rinci seperti apa keluarga Yin nya, tanpa ada secuil rahasia yang dirinya rahasiakan dari Lin Feng.
“Keluarga Yin memang sudah diakui sebagai keluarga besar di Alam Dewa. Akan tetapi, meskipun sebagai keluarga besar, keluarga Yin hanya unggul dalam jumlah anggota keluarga. Untuk kekuatan, keluarga Yin kalah jauh dibandingkan keluarga besar lainnya.”
“Ayahku yang dikatakan paling kuat di keluarga Yin, kekuatannya saat itu hanya berada di tingkat Dewa Langit Bintang 8, tak sebanding dengan sosok kuat di keluarga besar lainnya yang rata-rata sudah berada di tingkat Raja Dewa Langit.”
Tingkat Dewa Langit Bintang delapan milik ayahnya adalah kekuatan yang dimilikinya beberapa tahun lalu. Ada kemungkinan Ayahnya menerobos ke tingkat yang lebih tinggi setelah dirinya pergi ke Alam Langit.
“Apa sosok terkuat di Alam Dewa hanya berada di tingkat Raja Dewa Langit?” tanya Lin Feng pada Yin Hua.
“Ternyata ada sosok sekuat mereka di Alam Dewa,” ujar Lin Feng yang merasa dirinya masih terlalu lemah jika ingin menjadi yang terkuat di Alam Dewa.
“Usia mereka sudah lebih dari satu miliar tahun. Jadi, wajar mereka sudah mencapai tingkat kekuatan setinggi itu. Namun, akan terlihat sangat tidak wajar kalau di usia kita sudah memiliki kekuatan sebesar mereka,” kata Yin Hua yang cukup mengagumi sosok Kaisar Kekaisaran Dewa.
Dimasa kecilnya dia pernah bertemu sosok Kaisar Kekaisaran Dewa saat melihat festival di ibukota Kekaisa Api, yang kebetulan dihadiri Kaisar Kekaisaran Dewa. Bukan ketampanannya yang dirinya kagumi darinya, melainkan yang dia kagumi adalah sifat ramah yang dimiliki Sang Kaisar.
Namun, sifat ramah yang dimiliki Sang Kaisar tak sebanding dengan semua kebaikan yang dimiliki Lin Feng. Disaat semua orang gila-gilaan mengumpulkan sumberdaya untuk dirinya sendiri, Lin Feng justru memberikan banyak sumberdaya pada orang lain.
“Begitu urusanku di keluarga Lin selesai, aku pasti membantu meningkatkan kekuatan keluarga Yin. Setidaknya keluarga Yin akan memiliki kekuatan setara dengan kekuatan keluarga Lin,” ujar Lin Feng yang tidak ingin ayah mertuanya dipandang remeh kepala keluarga besar lainnya.
Yin Hua tersenyum lebar mendengar itu. “Aku yang dulunya begitu sombong dengan kekuatanku, sekarang aku merasa terlalu kecil untuk bersanding dengan Feng'gege,” ungkapnya.
“Kalau Hua'er merasa terlalu kecil, wanita lain tidak akan pernah terlihat di mataku. Bagiku, Hua'er adalah wanita yang paling sempurna, dan kesempurnaan itu hanya boleh menjadi milikku!” Lin Feng membelai lembut rambut panjang Yin Hua.
__ADS_1
“Ini siksaan mata untuk kita yang masih belum memiliki pasangan,” gumam lirih Xiao Lan yang hanya dapat di dengar oleh ketiga saudarinya, tapi tanpa sepengetahuan mereka, Lin Feng dan Yin Hua jelas memdengar apa yang digumamkan Xiao Lan.
Namun keduanya memilih diam, dan lebih berfokus dengan melihat keadaan kediaman keluarga Lin yang jauh lebih hidup setelah banyak dari mereka yang berhasil meningkatkan kekuatannya.
...----------------...
Di penjara milik keluarga Zo.
Menjelang malam Lin Cun dan tiga orang yang mengikutinya telah sampai di penjara milik keluarga Zo. Seperti yang diperkirakan Lin Cun, keadaan penjara sangat sepi, hanya terlihat belasan penjaga yang melakukan penjagaan.
“Saudara Cun, kamu cukup tunggu di tempat ini dan jangan biarkan ada yang melihat keberadaanmu! Untuk membereskan para penjaga dan membebaskankedua kepala keluarga Lin, serahkan semua itu pada kami!” Lin Wucin memimpin Xiong Hu dan Huang Zho memasuki penjara milik keluarga Zo, sedangkan Lin Cun, dia segera menyembunyikan keberadaannya.
Tanpa membuat keributan, ketiganya dengan mudah melumpuhkan belasan penjaga penjara yang rata-rata memiliki kekuatan di tingkat Kaisar Dewa Bintang 5 dan Bintang 6.
Setelah memastikan tidak ada keberadaan penjaga lain di bagian luar penjara, mereka masuk kedalam penjara dengan santainya, seolah tidak ada hal menakutkan menanti mereka si depan sana.
Ketiganya menuruni anak tangga menuju ruangan utama penjara yang terletak di bawah tanah. Dikarenakan letak ruang penjara berada di bawah tanah, suhu ruangan cukup panas dan lembab.
Terus melangkah, ketiganya mulai merasakan hawa kehidupan dari banyak orang, tapi hawa kehidupan yang mereka rasakan sangat lemah, dan sayup-sayup mulai terdengar suara rintihan dari tempat yang mereka tuju.
Setelah melewati lorong yang lumayan gelap, akhirnya mereka melihat ruangan yang terbagi menjadi banyak ruangan kecil, yang mana ruangan kecil itu berfungsi sebagai penjara.
Di dalam masing-masing penjara terdapat lima sampai sepuluh orang, dan mereka semua berada dalam keadaan terluka.
“Oh, sepertinya aku kedatangan tamu tidak diundang,” suara berat seorang pria terdengar, bersama dengan menyebarnya aura Dewa Langit Bintang 8.
Mendengar suara pria itu dan merasakan auranya, bukannya takut, Lin Wucin, Xiong Hu dan Huang Zho justru tersenyum lebar karena akhirnya mereka menemukan sosok terkuat di penjara milik keluarga Zo.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1