
Lin Yuan membungkuk saat Lin Feng pergi meninggalkannya. Dia sangat senang bertemu Lin Feng tapi dia sedikit kecewa karena belum bisa membawanya ke kediaman keluarga Lin.
Lin Feng sendiri memutuskan pergi ke lembah siluman untuk kembali mengumpulkan poin sistem, memberikan banyak sumberdaya untuk keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama telah membuatnya banyak kehilangan poin sistem, dan ia merasa harus menambah jumlah poin sistemnya sebelum berkunjung ke kediaman keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat kedua.
“Ada beberapa orang yang mengikuti Gege sejak meninggalkan Lin Yuan,” kata Lin Jia dalam pikiran Lin Feng.
“Orang-orang ini cukup baik menyembunyikan keberadaan sampai aku tidak menyadari keberadaan mereka, tapi dengan mata Dewa tak akan pernah ada yang bisa lepas dari pandanganku.” Lin Feng menggunakan mata Dewa dan jelas dia bisa melihat tiga orang yang mengikutinya.
“Gege, dari jubah yang mereka gunakan, sepertinya mereka orang-orang dari keluarga Suci Guo,” kata Lin Jia yang keberadaannya sudah kembali menyatu dengan jiwa Lin Feng sebagai pemiliknya.
“Keluarga Suci Guo? Apa di Alam ini aku sudah menyinggung mereka sampai sudah mengirim orang untuk mengikutiku?” ujar Lin Feng.
Seingatnya dia belum pernah bersinggungan dengan keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat kedua. “Apa mungkin mereka sudah tahu kalau aku yang melenyapkan keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama?” gumamnya.
“Mereka belum tahu kalau semua itu Gege yang melakukannya, tapi kenapa mereka saat ini mengirim orang untuk mengikuti Gege, aku rasa itu berhubungan dengan peperangan yang baru saja terjadi. Ada kemungkinan keluarga Suci Guo adalah musuh dalam selimut yang berakting dengan sangat baik,” ungkap Lin Jia.
“Daripada menebak kemungkinan, bagaimana kalau kita langsung menanyakannya pada mereka tetang tujuannya mengikutiku?” ujar Lin Feng dan langsung saja dia bergerak bagai kilatan cahaya, muncul di belakang tiga orang yang mengikutinya.
Kehilangan jejak orang yang mereka ikuti, tiga orang yang terdiri dari dua pria dan seorang wanita, mereka bingung kemana perginya orang yang semula terlihat jelas tak jauh di depan sana. Saat dilanda kebingungan, ketiganya merasakan keberadaan orang lain di belakang mereka.
“Kalian tidak perlu membalikkan badan, tapi cukup jawab apa yang aku tanyakan!” kata Lin Feng saat tiga orang didepannya berhenti dan bermaks melihat apa yang ada di belakang mereka.
Tidak ada pergerakan dari tiga orang di depannya Lin Feng lanjut berkata, “Siapa yang menyuruh kalian mengikutiku dan apa tujuan kalian mengikutiku?” tanya Lin Feng langsung ke intinya.
__ADS_1
“Kami hanya ditugaskan mengawasi pergerakanmu dan melaporkan apa saja yang kamu lakukan. Untuk siapa yang menyuruh kami, aku tidak akan mengatakannya padamu.” Satu-satunya wanita menjawab pertanyaan Lin Feng.
“Sebenarnya aku tidak peduli dengan siapa yang menyuruh kalian, tapi apa cuma itu tugas yang diberikan pada kalian? Tidak mungkin orang yang memiliki niat buruk padaku hanya memberikan tugas remeh pada kalian, setidaknya dia pasti memberi tugas pada kalian untuk membunuhku saat melihat kesempatan melakukannya!” tebak Lin Feng.
Ketiganya hanya diam tak kunjung memberi balasan. Melihat semua itu Lin Feng yakin tebakannya benar tapi untuk saat ini ia belum ingin mengakhiri hidup ketiganya. “Saat ini aku sedang tidak ingin membunuh orang, tapi kalau kalian masih mengikutiku, aku tidak bisa menjamin kalau masih ada kesempatan selanjutnya untuk kalian!”
“Sebaiknya kalian kembali dan katakan pada orang yang menyuruh kalian, aku Lin Feng pasti datang untuk melenyapkan keberadaannya kalau dia masih mengirim orang untuk mengikutiku!” lanjutnya berkata dan setelahnya sosok serta aura keberadaannya begitu saja menghilang.
“Sebaiknya kita kembali dan mengatakan pesan orang itu pada tetua!” Menyetujui perkataan sang pemimpin, mereka mememutuskan berbalik arah kembali ke kediaman keluarga Suci Guo.
Lin Feng yang sebenarnya tidak pergi jauh meninggalkan ketiganya, dia segera melanjutkan perjalanannya menuju lembah siluman setelah memastikan ketiganya tidak lagi mengikutinya. Mengabaikan mereka yang tak lagi mengikutinya, ia sekarang berfokus dengan tujuannya tapi sepertinya perjalanannya tidak selancar harapannya.
Ada saja yang menghambat perjalanannya seperti saat ini, tiba-tiba saja lima orang berpakaian hitam dengan topeng menutupi wajah muncul dan langsung menyerangnya.
“Apa yang kalian inginkan dariku? Jika hanya harta, kalian bisa mendapatkannya tanpa menggunakan senjata padaku!” ujar Lin Feng.
“Kalau hanya harta, aku sudah katakan kalian bisa memilikinya, tapi karena kalian menginginkan nyawaku, tentu aku tidak bisa memberikannya pada kalian. Saat ini yang bisa aku berikan pada kalian hanyalah rasa malu sampai ke Alam Kematian karena kalian pasti gagal mengambil nyawaku, dan sebaliknya kalian semua pasti mati di tanganku!” kata Lin Feng dengan tubuh bergetar lincah menghindari serangan musuh.
Terdengar tawa dari lima orang yang terus menyerang Lin Feng dan salah satu dari mereka berkata, “Orang lemah sepertimu ingin membunuh kami? Sekalipun dalam mimpi, kau tidak akan memiliki kesempatan melakukan semua itu pada kami!”
“Oh, jadi menurut kalian aku tidak bisa melakukan apa yang ingin aku lakukan? Kalau seperti itu, bagaimana kalau kalian melihat sendiri bagaimana aku membunuh kalian hanya dalam satu tarikan napas?” ujar Lin Feng bersama meledaknya aura dari dalam tubuhnya dan dengan kuatnya aura kekuatannya, lima orang yang hanya berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi seketika mati hanya dengan tekanan aura kekuatannya.
“Aku tidak yakin apa kalian melihat kematian, yang aku berikan pada kalian, tapi setidaknya aku membuktikan kalau dapat membunuh kalian hanya dalam satu kali tarikan napas,” kata Lin Feng dan segera dia melanjutkan perjalanan, mengabaikan mayat lima orang yang tak menarik perhatiannya untuk mengetahui identitas mereka.
__ADS_1
“Gege, di sekitar tempat ini banyak kelompok seperti mereka, dan keberadaan mereka adalah untuk merampas serta membunuh orang-orang yang melewati tempat ini. Kalau Gege tidak ingin berurusan dengan mereka, sebaiknya Gege menghilangkan hawa keberadaan serta jejak aura yang keluar dari tubuh Gege!” saran Lin Jia.
“Kenapa aku tidak terpikirkan semua itu sejak awal,” kata Lin Feng heran dengan dirinya yang tidak terpikirkan sejak awal tentang menyembunyikan hawa keberadaan serta tidak meninggalkan jejak aura keberadaannya.
“Gege terlalu fokus dengan tujuan sampai melupakan hal yang dianggap sepele tapi memiliki banyak kegunaan,” kata Lin Jia.
“Kamu benar, aku terlalu fokus dengan tujuan samapai melupakan semua itu,” ungkap Lin Feng dan segera dia menghilangkan aura keberadaan, serta jejal aura yang tertinggal saat dia melewati suatu tempat. Tak meninggalkan jejak aura dan hawa keberadaan, siapapun sulit menemukan keberadaan Lin Feng.
Setelah Lin Feng melakukan seperti yang disarankan Lin Jia, beberapa kelompok yang sebelumnya mengendus keberadaannya, mereka dibuat bingung karena kehilangan jejak keberadaannya, yang semula berada tak begitu jauh dari tempat persembunyian mereka.
“Menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak, jelas dia telah mengetahui keberadaan kita, dan saat ini dia berusaha pergi menghindari kita.” kata pemimpin salah satu kelompok. “Akan tetapi, melihat kecepatannya menyadari keberadaan kita, sepertinya orang ini bukan sosok biasa terbukti dia hanya pergi seorang diri. Aku merasa lebih baik kita mengabaikan keberadaannya!” lanjutnya berkata.
Semua anak buahnya setuju, dan mereka memilih menunggu kedatangan orang lainnya yang bisa dijadikan target untuk menambah pundi-pundi kekayaan.
Sementara itu, Lin Feng telah pergi jauh meninggalkan tempat yang dijuluki sebagai bukit kematian karena banyak orang mati setelah melewati bukit itu, dengan kecepatan puncak ia melesat menuju lembah siluman, tapi perjalannya benar-benar tidak lancar.
Lepas dari bukit kematian, Lin Feng saat ini bertemu dengan rombongan prajurit terbang, pengawal kereta kuda mewah yang ditarik delapan kuda bersayap.
Tak ingin bersinggungan dengan mereka, Lin Feng memutuskan memutari keberadaan mereka, dan terus melanjutkan perjalanan.
Tanpa sepengetahuannya, seseorang di dalam kereta kuda menyadari keberadaannya.
Wanita di dalam kereta kuda tersenyum. “Aku merasakan aura akrab darinya...”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.