Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Datang Tepat Waktu


__ADS_3

Kekuatan besar para kultivator yang ingin menyerang pusat kekuatan musuh dibagi menjadi beberapa kelompok. Lin Feng, Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran, mereka mengikuti kelompok yang menyerang dari sisi barat.


“Sisi barat adalah sisi terkuat dari wilayah musuh, kalian harus waspada!” kata Lin Feng yang sudah sejak awal menggunakan kekuatan mata Dewa melihat seberapa besar kekuatan yang dimiliki musuh.


“Jumlah iblis dan monster dua kali lebih banyak dari kita, pertempuran akan berjalan berat sebelah,” lanjutnya berkata.


“Swuusshh...” Cepatnya pergerakan Lin Feng dan yang lainnya membuat udara di sekitar mereka seperti terbelah. Saat memasuki kawasan kekuasaan musuh, mereka semua merasakan kengerian saat aura kuat meledak dari wilayah kekuasaan musuh.


“Jangan takut dengan jumlah dan kekuatan musuh! Tingkatkan kewaspadaan kalian, dan selama kita bekerjasama, kita pasti dapat mengalahkan mereka!” kata pemimpin kelompok kultivator, yang didalamnya terdapat Lin Feng dan tiga anggota kelompok kecilnya.


“Kami tidak takut!” kata semua kultivator bersamaan dan mereka terus bergerak maju menuju pusat wilayah kekuasaan musuh. Pemimpin kelompok bergerak di barisan terdepan dan ia menunjukkan kalau dirinya tidak takut pada apapun.


“Orang itu cukup layak menjadi seorang pemimpin,” kata Lin Feng menilai pemimpin kelompok yang ia ikuti.


“Meski kekuatannya masih berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 2, tapi dari segi kepemimpinan ia memang layak ditunjuk sebagai pemimpin,” ungkap Lin Hua.


“Namun sayangnya musuh yang akan dihadapinya terlalu kuat, dan aku tidak yakin ia dapat bertahan lama menghadapi musuh seperti itu,” kata Lin Feng tau pasti musuh seperti apa yang sudah menanti di depan sana.


“Kalian segera bersiap! Musuh sudah ada di depan mata dan pertempuran besar akan segera dimulai,” kata Lin Feng pada Lin Hua dan pada dua orang lainnya.


“Baik Gege, baik Tuan Muda...” jawab Lin Hua dan dua orang lainnya bersamaan, dan segera mereka mengeluarkan senjata masing-masing.


...----------------...


“Mereka menyia-nyiakan waktu yang kita berikan dan justru datang ke tempat ini mencari kematian!” kata Kaisar Iblis, penguasa ras iblis di Alam Sembilan Surga tingkat ke-tujuh.


“Saudaraku, bagaimana kalau kita turun langsung ke medan perang dan bersenang-senang dengan mereka?” ujar penguasa monster, yang wujudnya sama persis dengan wujud manusia.


Kaisar Iblis menganggukkan kepalanya lalu dia bergerak memimpin para iblis menuju sisi barat, sedangkan penguasa monster memimpin para monster menuju sisi timur. Untuk sisi utara dan selatan, keduanya menyerahkan kedua tempat itu pada wakil mereka.


Kaisar Iblis bergerak cepat memimpin para iblis menuju sisi barat. “Hanya berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 2, sangat lemah!” katanya merasakan kekuatan terkuat yang ada di kubu lawannya.


“Cih, orang itu sudah ditakdirkan mati di tanganku!” lanjutnya berkata.

__ADS_1


Dia terus bergerak memimpin para iblis kearah kelompok kultivator manusia yang menyerang wilayah kekuasaannya.


Sementara itu, Lin Feng yang dapat merasakan kekuatan musuh, ia merasa kelompok yang diikutinya akan bernasib sangat buruk, dan sulit bagi mereka semua untuk kembali pulang dalam keadaan hidup-hidup.


Satu-persatu iblis mulai terlihat di kejauhan dan mereka bukanlah sosok lemah yang dengan mudah bisa dikalahkan. Mereka yang pertama muncul memiliki kekuatan tingkat Kaisar Dewa Surgawi dan mereka adalah yang terlemah, dari ribuan iblis yang sudah menunjukkan keberadaannya.


“Mereka sangat kuat, aku yang masih berada di tingkat Raja Dewa Surgawi jelas bukan lawan sepadan untuk mereka,” kata salah satu kultivator yang berada tak jauh dari Lin Feng.


Beberapa kultivator yang kekuatannya masih berada di tingkat Raja Dewa Surgawi mulai ragu mengikuti pertempuran, setelah mereka melihat kekuatan musuh.


Namun mundur juga bukan sebuah pilihan karena sekali mereka mundur, mereka tak akan memiliki kesempatan untuk mengalahkan iblis serta monster yang selama ini menguasai Alam Sembilan Surga tingkat ke-tujuh.


Pemimpin kelompok kultivator yang melihat keberadaan musuh, tak mengurangi kecepatan ia memimpin kelompoknya bergerak menyerang musuh.


“Swush... Swush... Swush...” Para kultivator melesat maju, menyerang iblis yang telah siap menyambut kedatangan mereka.


“Kalian semua datang hanya untuk bertemu dengan kematian!” kata Kaisar Iblis dan ia mengerahkan para iblis menyerang para kultivator, yang datang menyerang.


“Bunuh mereka semua, dan kalian bisa menikmati daging mereka!” lanjutnya.


Dari jumlah, para kultivator masih sedikit memiliki keunggulan, tapi dari segi kekuatan mereka kalah jauh dari apa yang dimiliki para iblis.


“Bunuh mereka semua dan bebaskan diri kalian dari mereka yang selama ini terus membatasi kehidupan kita!” teriak lantang pemimpin kelompok kultivator, menyemangati para kultivator yang berada di bawah kepemimpinannya.


“Bunuh!...” teriak para kultivator.


Pertempuran para kultivator dan iblis terjadi. Barisan terdepan kedua kelompok saling bertemu, bertarung, dan saling membunuh. Memiliki keunggulan dalam jumlah, beberapa kultivator bekerjasama mengalahkan musuh mereka, sedangkan para iblis yang unggul dalam kekuatan, mereka langsung saja membunuh musuh yang datang menyerang.


“Swush... Swush... Boom... Boom...” Jalannya pertempuran sangatlah sengit. Kedua kelompok tidak ada yang ingin mengalah. Mereka saling membunuh, dan sudah banyak dari mereka yang mati menjadi korban dari jalannya pertempuran.


“I-ini, kekuatannya jauh lebih besar dariku! Seorang diri menghadapinya, jelas aku tidak memiliki harapan dapat mengalahkannya,” kata pemimpin para kultivator yang saat ini sedang berhadapan satu lawan satu dengan Kaisar Iblis.


Tubuhnya telah dipenuhi luka yang semua hanya luka ringan. Namun, ia tak sedikitpun berhasil melukai musuhnya, yang jelas terlalu kuat untuk ia hadapi seorang diri.

__ADS_1


“Kenapa kau berhenti menyerang? Apa kau sudah putus asa dan akhirnya menyerah?” tanya Kaisar Iblis memandang remeh keberadaan pemimpin kelompok kultivator.


Tau musuhnya memandang remeh keberadaannya, pemimpin kelompok kultivator mengeluarkan dua pedang dari cincin penyimpanannya. Menggunakan dua senjata pusaka yang merupakan senjata tingkat Dewa, ia memiliki sedikit keyakinan dapat mengalahkan musuh.


Mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya, ia kembali melesat maju, dan berharap apa yang dimilikinya dapat memberikan luka serius pada musuhnya.


“Sepertinya kamu sangat serius ingin membunuhku, tapi sayangnya apa yang kamu miliki jauh dari kata cukup jika kamu ingin mengalahkanku! Jangankan mengalahkanku, melukaiku saja kau tidak akan mampu melakukannya!” Kaisar Iblis hanya menggunakan setengah kekuatannya untuk menghadapi serangan kekuatan penuh musuhnya.


“Jangan meremehkan kekuatanku karena pada akhirnya kekuatan inilah yang akan mengakhiri hidupmu!” teriak pemimpin kelompok kultivator.


“Sekalipun dalam mimpi, kau tak punya kesempatan mengalahkanku!” balas Kaisar Iblis.


“Swuusshh...” keduanya melesat maju.


“Seni tarung, tebasan pedang petir kehampaan!” teriak pemimpin kelompok kultivator mengeluarkan serangan terkuatnya.


“Cakar kematian,” tetiak Kaisar Iblis dengan suara dingin dan tak lama terjadi benturan kuat diantara kedua kekuatan.


“BOOOMM...” Benturan kedua kekuatan menimbulkan ledakan keras yang mengguncang medan pertempuran.


Pemimpin kelompok kultivator terlihat terpental jauh ke belakang setelah benturan dengan dua pedang di tangannya telah hancur, sedangkan Kaisar Iblis, ia melesat menuju tubuh tak berdaya pemimpin kelompok kultivator dengan niat membunuh.


“Aku akan membunuhmu dan menjadikanmu sebagai nutrisi tubuhku!” Tangan kanan Kaisar Iblis mencoba meraih tubuh pemimpin kelompok kultivator, tapi belum juga dapat menyentuhnya, sebuah pukulan menghantam tubuhnya, membuatnya jatuh menghantam permukaan tanah.


“Bang...” Tubuh besar Kaisar Iblis menghantam tanah dengan begitu keras.


"Untung aku datang tepat waktu, jadi kamu masih memiliki kesempatan melihat indahnya hari esok,” kata seseorang yang telah memukul Kaisar Iblis, dan terlihat orang itu memasukkan pil ke dalam mulut pemimpin kelompok kultivator yang tergeletak tak berdaya di atas permukaan tanah.


“Beraninya kau mengganggu apa yang ingin aku lakukan!” teriak Kaisar Iblis begitu ia berhasil bangkit dan begitu saja muncul di samping seseorang yang telah memukulnya, dan melayangkan pukulan ke arah orang itu.


Seseorang itu tak lain adalah Lin Feng dan saat ia melihat Kaisar Iblis melayangkan pukulan, hanya dengan telapak tangannya ia berhasil menahan pukulan Kaisar Iblis.


“Gerakanmu sangat cepat dan juga kuat, tapi sayangnya semua itu tidak berguna saat berhadapan denganku!” kata Lin Feng, begitu ia berhasil menahan pukulan Kaisar Iblis.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2