Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Racun Kabut Kematian


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Lin Feng dan Yin Hua yang ditemani Xiong Hu serta Huang Zou, mereka berangkat menuju Kota Seribu Petir, tempat awal mula munculnya wabah penyakit misterius yang sampai hari ini telah menewaskan lebih dari sepuluh ribu rakyat Kekaisaran Petir. Sedangkan keempat saudari Xiao, mereka ikut dengan Yan Ning ke tempat pelatihan prajurit wanita Kekaisaran Petir.


“Feng gege, berapa waktu yang kita butuhkan untuk sampai Kota Seribu Petir?” tanya Yin Hua pada Qin Chen.


“Dengan kecepatanku, butuh satu hari satu malam untuk sampai Kota Seribu Petir,” jawab Lin Feng.


“Apa Feng gege tidak bisa lebih cepat dari itu? Waktu satu hari satu malam bukanlah waktu yang sebentar, terlalu lama membuang waktu di perjalanan, semakin lama wabah bisa teratasi,” ujar Yin Hua.


Lin Feng setuju dengan itu, lalu untuk mempersingkat waktu dia begitu saja memegang tangan Yin Hua, dan tiba-tiba saja sosok keduanya menghilang dari pandangan Xiong Hu dan Huang Zou.


“Sepertinya Tuan ingin pergi berduaan dengan Permaisuri,” kata Huang Zou sambil menyunggingkan senyuman.


Xiong Hu menganggukkan kepala. “Sebaiknya kita menemui Tuan Yan Guo dan menceritakan apa yang terjadi pada Tuan dan Permaisuri,” kata Xiong Hu, dan keduanya segera pergi ke tempat Yan Guo.


Sementara itu di tempat lain, Lin Feng dan Yin Hua tiba-tiba saja muncul di tempat tak begitu jauh dari Kota Seribu Petir. Tepatnya mereka saat ini berada di jalan menuju Kota Seribu Petir.


“Jalanan ini sangat lengang dan sepi,” ungkap Lin Feng melihat jalan besar yang sangat sepi, seolah jalan besar yang dilihatnya bukanlah jalan yang sering dilewati makhluk hidup.


Wabah penyakit telah merubah segalanya. Dalam ingatannya, Kota Seribu Petir adalah kota besar yang cukup ramai, dan jalanan yang sekarr dilewatinya biasanya sering dilewati kereta kuda para pedagang. Namun, sekarang apa yang dia lihat jauh berbeda dengan apa yang dia ingat.


“Kita langsung pergi ke Kota Seribu Petir,” kata Lin Feng sambil melihat benteng menjulang tinggi, yang mana beteng itu merupakan benteng pelindung Kota Seribu Petir.


Berjalan beriringan, Lin Feng dan Yin Hua akhirnya tiba di Kota Seribu Petir. Namun, mereka tidak memasuki kota melalui pintu gerbang, melainkan mereka langsung saja masuk dengan melompati benteng Kota Seribu Petir.


Berada di dalam Kota Seribu Petir yang terasa sangat sepi tanpa adanya aktivitas penduduk kota, Lin Feng dan Yin Hua melanjutkan perjalanan mereka ke sumur di pinggir Kota Seribu Petir, yang mana air di sumur itulah yang menyebarkan wabah penyakit ke seluru Kota Seribu Petir.


“Penduduk kota yang sehat dan tidak terpapar wabah telah dipindahkan ke kota lain, sedangkan untuk mereka yang sudah terpapar wabaj, mereka di kumpulkan di sisi lain kota. Bisa dikatakan saat ini kita berada di sisi kota yang tidak lagi ada penghuninya. Kalaupun ada penghuninya, artinya orang itu tidak takut mati,” ujar Lin Feng sambil terus melangkahkan kaki.


“Ini baru pagi hari tapi kota ini terlihat menakutkan,” ungkap Yin Hua yang memegang erat lengan tangan Lin Feng.


Terus berjalan melewati jalanan sepi, akhirnya mereka sampai di sumur yang selama ini menjadi sumber mata air bagi penduduk kota yang bermukim di sekitaran sumur. Melihat dengan mata biasa, Lin Feng tidak menemukan keanehan apapun dari sumur itu, tapi semuanya terlihat jauh berbeda saat dia mengaktifkan kekuatan mata dewa.


[DING... sumur di depan Tuan telah tercemar sejenis racun yang tidak merubah rasa dan warna air, tapi racun yang sudah tercampur dengan air akan membunuh secara perlahan siapapun yang mengkonsumsi air itu. Selain membunuh secara perlahan, siapapun yang telah mengkonsumsi air sumur, setiap kali dia bernapas, dia akan menyebarkan racun itu melalui udara, dan itulah penyebab racun dengan cepat tersebar ke seluruh kota]


“Hanya satu racun yang dapat melakukan semua itu. Racun kabut kematian, racun yang keberadaannya sudah lama menghilang dari Alam Langit, tapi ternyata masih ada yang memiliki racun itu,” kata Lin Feng pada sistem di dalam pikirannya.


Mengetahui jenis racun yang dianggap sebagai wabah, dengan keahlian meracik penawar racun setelah dirinya menjadi seorang alkemis, Lin Feng mencoba mengingat penawar untuk racun kabut kematian. Tak butuh waktu lama mengingat, Lin Feng sudah tahu penawar untuk racun itu, dan kebetulan seluruh bahan yang dia temukan ada diantara tumpukan tanaman herbal yang didapat dari puncak gunung Tianhuang.


“Kenapa Feng gege hanya diam? Apa Feng gege sudah tahu penyebab wabah penyakit di tempat ini?” tanya Yin Hua.


Mendengar pertanyaan seperti itu, Lin Feng dengan cepat menganggukkan kepala. “Ini semua bukanlah wabah penyakit, melainkan semua ini adalah racun. Ada seseorang yang sengaja mencampur air sumur dengan racun kabut kematian, dan orang yang melakukan semua itu tentu tidak memiliki niatan baik,” kata Lin Feng.


“Racun kabut kematian? Apa Feng gege yakin semua ini disebabkan racun itu? Kalau benar racun itu penyebabnya, di Alam Dewa sekalipun bukan sesuatu yang mudah untuk mendapatkan penawar racun kabut kematian,” ujar Yin Hua.


“Alam Dewa? Apa hubungannya racun kabut kematian dengan Alam Dewa?” tanya Lin Feng penasaran.


“Maaf karena aku tidak mengatakannya sejak awal! Sebenarnya aku bukan berasal dari Alam Langit, melainkan aku berasal dari Alam Dewa. Akan tetapi karena sebuah jebakan, aku terjebak di Alam Langit selama dua tahun terakhir, dan tanpa aku jelaskan seharusnya Feng gege sudah tahu dimana aku selama dua tahun ini,” ungkap Yin Hua.


Lin Feng mengangguk mengerti, dan dia tidak terlalu terkejut dengan kenyataan kalau Yin Hua bukanlah manusia yang berasal dari Alam Langit, dan tentunya dia tidak bisa selamanya tinggal di Alam Langit karena kekuatannya sudah melampaui batas kekuatan yang diizinkan tinggal di Alam Langit.


“Pantas saja kekuatanmu jauh melampaui kekuatan manusia seusia denganmu yang berasal dari Alam Langit, tapi semua itu tidak menjawab pertanyaanku tentang hubungan diantara racun kabut kematian dan Alam Dewa,” ujar Lin Feng.


“Keadaan Alam Dewa jauh lebih baik dari Alam Langit, jadi wajar mereka yang tinggal di Alam Dewa lebih kuat dibandingkan semua makhluk hidup yang tinggal di Alam Langit. Untuk hubungan diantara racun kabut kematian dengan Alam Dewa, jujur saja di Alam Dewa sekalipun penawar racun kabut kematian sangat sulit didapatkan, apalagi jika harus mencari penawar racun itu di Alam Langit,” ungkap Yin Hua.


Lin Feng tersenyum mendengarnya. “Kita tidak perlu susah payah mencari penawar racun kabut kematian karena aku sendiri bisa membuat penawarnya,” kata Lin Feng yang lebih dari cukup untuk membuat terkejut Yin Hua.


“Me-membuatnya sendiri? Apa Feng gege seorang Alkemis? Akan tetapi, sekalipun Feng gege seorang Alkemis, membuat penawar racun tidak akan pernah berhasil selama kita tidak mengetahui bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk meracik penawar racun,” ujar Yin Hua sambil mengarahkan pandangan ke arah wajah Lin Feng.


“Aku tahu bahan-bahan apa saja yang kita butuhkan untuk membuat penawar racun kabut kematian, dan kebetulan semua bahan yang aku butuhkan berada diantara tanaman spiritual yang berhasil dikumpulkan dari puncak gunung Tianhuang,” kata Lin Feng menjawab kekhawatiran Yin Hua akan ketidak tahunnya tentang bahan membuat penawar racun kabut kematian.


Mengetahui Lin Feng mengetahu bahan apa saja untuk membuat penawar racun kabut kematian, Yin Hua dapat sedikit bernapas pega, tapi dia belum bisa sepenuhnya merasakan perasaan lega sebelum melihat penawar yang akan dibuat Lin Feng. Dia pernah melihat seperti apa penawar racun kabut kematian, jadi dia akan tahu jika penawar yang dibuat Lin Feng benar-benar penawar racun jenis itu.


“Aku akan membuat penawarnya di tempat ini, dan sumur ini akan menjadi tempat aku menguji penawar buatanku,” ujar Lin Feng dan langsung saja dia menyiapkan seluruh tanaman spiritual yang akan dia oleh menjadi penawar racun.


‘Meskipun aku ragu apa Feng gege benar-benar bisa membuat penawar racun kabut kematian, aku sangat berharap dia bisa melakukannya,” ungkap Yin Hua membatin.


Lin Feng segera mulai meracik penawar racun dari semua bahan yang telah dia persiapkan. Semua proses membuat penawar racun sama persis dengan proses pembuatan pil spiritual, dan setelah dua jam berlalu akhirnya Lin Feng berhasil membuat penawar yang dia yakini dapat menghilangkan keberadaan racun kabut kematian.


Jika pil spiritual berbentuk padat, penawar racun buatan Lin Feng berbentuk cairan, tapi wadah yang digunakan untuk menyimpan sama persis dengan wadah penyimpanan pil spiritual.


Selesai membuat penawar, Lin Feng bangkit dari duduknya, dan dia mendapati Yin Hua terus menatap botol berisi cairan penawar racun yang berada di tangannya.

__ADS_1


Merasa ada yang aneh dengan Yin Hua, Lin Feng bertanya padanya, “Hua er, apa ada yang salah dengan penawar buatanku?”


Mendengar itu, Yin Hua dengan cepat mengarahkan pandangannya ke arah Lin Feng, lalu dia berkata, “Aku tidak menyangka Feng gege benar-benar bisa membuat penawar racun kabut kematian.”


...----------------...


» Tingkat Kultivasi :



Kelahiran


Transformasi Qi


Jalan Kebajikan


Jalan Surgawi


Raja


Raja Langit


Kaisar


Kaisar Langit


Mortal


Penguasa


Nirwana


Saint


Dewa


Raja Dewa


Kaisar Dewa


Raja Dewa Langit


Kaisar Dewa Langit


Dewa Surgawi


Raja Dewa Surgawi


Kaisar Dewa Surgawi


Dewa Agung


Dewa Semesta


[Setiap tingkat terbagi menjadi 9 tahapan yang disebut Bintang 1 sampai Bintang 9]



» Tingkatan Binatang Spiritual/Binatang Suci/Binatang Buas/Iblis/Monster :



Perunggu


Perak


Emas


Berlian


Raja


Kaisar


Langit

__ADS_1


Dewa Spiritual


Raja Dewa Spiritual


Kaisar Dewa Spiritual


Dewa Spiritual Langit


Raja Dewa Spiritual Langit


Kaisar Dewa Spiritual Langit


Dewa Spiritual Surgawi


Raja Dewa Spiritual Surgawi


Kaisar Dewa Spiritual Surgawi


Dewa Spiritual Agung


Spirit Penguasa


[Setiap tingkat terbagi menjadi 9 tahapan yang disebut Bintang 1 sampai Bintang 9]



» Tingkatan Alkemis/Master Array/Penempa [Jenis Pil Spiritual/Racun/Penawar Racun Yang Dihasilkan Sesuai Tingkatan Alkemis] :



Pemula [Perunggu - Perak]


Menengah [Emas]


Langit [Langit]


Raja [Raja]


Kaisar [Kaisar]


Dewa [Dewa]


Surgawi [Abadi]


[Tingkatan Pil Spiritual/Racun/Penawar Racu Terbagi Menjadi Tiga Tingkatan ~Rendah ~Menengah ~Sempurna]



» Tingkatan Senjata/Seni Tarung/Teknik :



Rendah


Menengah


Tinggi


Langit


Raja


Kaisar


Dewa


Surgawi



[Jika masih ada kekurangan, bisa tambah di kolom komentar]


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2