
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Yin Hua langsung saja menerobos masuk aula pertemuan yang mana di dalamnya terdapat petinggi keluarga Yin dan petinggi keluarga Xin. Mereka semua terlihat terkejut dengan kedatangan Yin Hua yang begitu tiba-tiba, bahkan mereka semakin terkejut saat pintu aula pertemuan yang sudah diperkuat dengan array hancur berkeping-keping terkena tendangan Yin Hua.
"Ayah, kenapa kamu tiba-tiba memutuskan menikahkanku dengan Tuan Muda keluarga Xin?” Yin Hua bertanya pada Yin Jun.
“Putriku, akhirnya kamu kembali.” Yin Jun bangkit dari tempat duduknya kemudian dia melesat ke tempat berdirinya Yin Hua, tapi saat dia ingin memeluk putrinya yang begitu dia rindukan, gerakannya tiba-tiba terhenti saat Yin Hua menggerakkan jari telunjuknya.
“Tolong jawab terlebih dahulu apa yang aku tanyakan sebelum mendekatiku!” Yin Jun sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya seolah ada kekuatan yang menahannya untuk diam ditempat.
“Soal pernikahan itu, aku tahu kamu memiliki hubungan dekat dengan Xin Qian. Oleh karena itu aku memutuskan untuk menikahkan kalian, dan bersama dengan keluarga Xin kita akan melawan keluarga Yang.” Yin Jun menjawab pertanyaan Yin Hua.
“Dekat? Sejak kapan aku memiliki hubungan dekat dengan Xin Qian? Asal Ayah tau, selama ini Xin Qian sama halnya dengan Yang Gang, sama-sama penganggu!” Tegas Yin Hua mengatakan itu.
“Bocah sialan, beraninya kau menganggap putraku sebagai pengganggu!” Xin Yong kepala keluarga Xin marah mendengar putranya dikatakan sebagai pengganggu.
“Lalu apa kata yang tepat untuk seorang pria yang selalu datang kembali setelah berkali-kali aku usir, bahkan tanpa rasa malu dia mengakui memiliki hubungan dekat denganku?” Yin Hua mengarahkan pandangannya pada Xin Yong.
“Jangan memutar balikkan fakta! Bukannya kamu yang selama ini mengejar putra kami? Qian'er selalu mengatakan dia risih karena terus kamu dekati, tapi pada akhirnya dia mulai membuka hati untukmu.” Xin Yong mengatakan apa yang pernah dikatakan Xin Qian padanya.
“Putriku, sebaiknya kamu duduk dan kita tinggal menunggu kedatangan Xin Qian. Semua pernikahan sudah siap. Begitu Xin Qian kembali, kalian akan langsung menikah.” Yin Jun berkata lembut pada putrinya.
“Menikah? Bagaimana mungkin aku menikah dengan pria lain sedangkan aku sudah mememiliki seorang suami?” Lin Feng melangkah maju dan berdiri di sebelah Yin Hua, setelah wanita itu menyelesaikan perkataannya.
“Maaf aku terlambat mengenalkan diri pada Ayah mertua, dan pada kalian semua. Aku Lin Feng, dan seperti yang Hua'er katakan aku adalah suaminya.” Lin Feng dengan tenang memperkenalkan dirinya di hadapan orang-orang yang seketika mengarahkan tatapan remeh padanya setelah tahu dirinya berasal dari keluarga Lin.
Kabar bagaimana keluarga Lin menghancurkan keluarga Zo yang kekuatannya setara dengan keluarga Xin belum terdengar sampai ke kota Giok. Jadi, mereka belum tahu kalau keluarga Lin bukanlah keluarga lemah yang bisa diremehkan oleh sembarangan orang.
__ADS_1
“Nak, sebaiknya kamu jangan mengaku-ngaku sebagai suami putriku, dan Hua'er tolong hentikan sandiwara bodoh ini!” Yin Jun mulai tidak menyukai keberadaan Lin Feng yang terlalu dekat dengan putrinya.
“Maaf saja Ayah, aku tidak sedang bersandiwara, dan Feng'gege memang sudah resmi menjadi suamiku karena kami sudah melakukan prosesi penyatuan darah.” Yin Hua berkata sambil mengaitkan tangannya ke lengan Lin Feng.
“Swusshh...” Aura kuat Raja Dewa Langit Bintang 1 meluap keluar dari dalam tubuh Yin Jun setelah mendengar perkataan Yin Hua.
“Yin Hua, selama ini aku sudah cukup sabar menghadapi tingkahmu yang selalu membangkang, tapi kali ini kesabaranku telah habis, kamu benar-benar telah membuatku kecewa.” Yin Jun langsung saja melesat maju menyerang Lin Feng, tapi gerakannya yang begitu cepat berhasil di tahan Lin Dan yang tiba-tiba sudah berada di depan Lin Feng.
“Jangan berperilaku tidak sopan di hadapan kepala keluarga Lin meskipun kamu seorang kepala keluarga Yin.” Lin Dan yang sejak tadi diam dan hanya mendengar, dia tahu kalau pernikahan Lin Feng dan Yin Hua belum diketahui oleh keluarga Yin.
“Orang rendahan dari keluarga Lin, beraninya kau menghalangiku! Kau akan menjadi yang pertama mati di tanganku sebelum aku memusnahkan seluruh anggota keluarga Lin.” Yin Jun kembali melakukan serangan tapi kali ini serangannya ditujukan pada Lin Dan.
“Cukup!...” Lin Feng berkata tegas sambil mengeluarkan aura kekuatan yang jauh lebih kuat dibandingkan aura kekuatan yang dikeluarkan Yin Jun.
Yin Jun, Xin Yong, dan seluruh petinggi keluarga Yin maupun keluarga Xin jatuh tersungkur tak kuasa menahan tekanan aura tiran yang dikeluarkan Lin Feng.
Semua orang terdiam setelah merasakan aura kekuatan Lin Feng, termasuk Yin Jun. Mereka yang rata-rata hanya memiliki kekuatan di tingkat Dewa Langit, tentu mereka tahu kalau sosok Lin Feng bukanlah sosok lemah, yang bisa mereka kalahkan.
“Hm...” Lin Feng menjentikkan jari dan seketika aura tiran yang membuat semua orang jatuh tersungkur menghilang.
“Kedatanganku ke tempat ini sebenarnya untuk menghormati ayah mertua, tapi aku tidak menyangka akan mendapatkan sambutan begitu buruk dari orang yang ingin aku hormati, bahkan dia ingin memusnahkan keluargaku.” Lin Feng segera merubah pandangannya pada Yin Jun.
Jika sebelumnya dirinya memandang Yin Jun penuh rasa hormat selayaknya seorang anak yang memandang orangtuanya. Sekarang semua orang tentu dapat melihat kemarahan di mata Lin Feng saat memandang Yin Jun.
“Ya, meskipun aku yakin keluarga Yin tidak memiliki kesempatan menang kalau memulai perang dengan keluarga Lin, tetap saja yang kamu katakan sudah cukup menyakiti perasaanku sebagai kepala keluarga Yin.” Rasa hormat Lin Feng telah terganti oleh amarah.
“Kalau saja istriku bukan bagian dari keluarga Yin, hari ini bisa menjadi hari terakhir keluarga Yin ada di Alam Dewa.” Lin Feng tak lagi memandang Yin Jun, kini dengan sorot mata lembut dia memandang Yin Hua.
“Apa kau ingin tinggal atau ikut denganku kembali ke kediaman keluarga Lin?” Lin Feng bertanya pada Yin Hua yang masih mengaitkan tangannya di lengannya.
__ADS_1
“Tentu aku ikut kembali ke kediaman keluarga Lin. Bagaimanapun juga seorang istri harus menuruti apa yang menjadi keinginan suaminya.” Setelah melihat bagaimana perilaku ayahnya pada Lin Feng, Yin Hua sama sekali tidak berkeinginan tinggal di kediaman keluarga Yin.
“Pu... putriku, setidaknya tinggalah sehari saja di kediaman ini. A... aku berjanji tak akan lagi ikut campur dalam hubungan kalian.” Yin Jun membujuk Yin Hua untuk tinggal sehari saja di kediaman keluarga Yin.
“Bukannya aku tidak ingin tinggal di kediaman keluarga Yin, tapi sambutan yang Ayah berikan pada suamiku, membuat aku tidak ingin berlama-lama tinggal di kediaman ini!” Yin Hua berkata tegas.
Mendengar itu Yin Jun seketika diam. Dia sadar akan kesalahannya, dan dia sekarang merasa dirinya tak ada bedanya dengan Yang Ping yang selalu menganggap remeh mereka yang dikatakan lemah.
“Apa kita sudah bisa pergi dari tempat ini?” Lin Feng bertanya pada Yin Hua.
Yin Hua hanya menganggukkan kepalanya. Akan tetapi, belum juga pergi pergi meninggalkan kediaman keluarga Yin, suara dari langit membuat Lin Feng mengernyitkan keningnya.
“Yin Jun keluar kau! Aku Yang Ping akan menuntut balas apa yang telah putrimu lakukan padaku, dan aku pastikan hari ini akan menjadi akhir dari keluarga Yin.” Suara yang begitu keras terdengar dari langit, tepat di atas kediaman keluarga Yin.
Yang Ping? Wajah Yin Jun seketika pucat mendengar suara itu yang mengancam akan memusnahkan keluarga Yin nya.
“Bukannya orang itu terlalu berisik?” Lin Feng dan semua orang dari keluarga Lin masih terlihat tenang meski yang muncul di langit adalah Yang Ping, kepala keluarga Yang, sekaligus penguasa Kota Lentera Api.
Lin Feng yang terganggu dengan suara Yang Ping tiba-tiba menghilang dari tempatnya, dan hanya dalam satu kedipan mata dia muncul di hadapan Yang Ping. Tak lama setelah kemunculan Lin Feng, Yin Hua dan rombongan dari keluarga Lin muncul tak jauh dari Lin Feng. Setelahnya mengikuti Yin Jun dan Yin Mayi.
Sedangkan mereka yang berasal dari keluarga Xin, mereka buru-buru pergi meninggalkan keluarga Yin karena tidak ingin musnah ditangan Yang Ping.
“Aku tidak tau terbuat apa mulutmu itu, tapi suaramu sangat mengganggu pendengaranku!” Lin Feng berteriak di hadapan Yang Ping.
“Bocah, beraninya kau berteriak di depanku, apa kau ingin menjadi yang pertama mati?” Yang Ping berteriak marah.
Lin Feng menguap seolah mengantuk setelah mendengar teriakan Yang Ping. “Orang lemah selalu banyak omong kosong, persis seperti putramu yang pada akhirnya aku buat cacat karena terlalu berisik!”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.