
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Pemimpin sosok gelap dari Alam Kegelapan membuka lebar kedua matanya saat melihat musuh yang menunjukkan wujud aslinya, dan sekarang mereka lebih kuat dari dua puluh sosok gelap yang dikirim olehnya, untuk melawan mereka.
“Kalian cepat maju dan kalahkan mereka!” Kembali dia mengirim dua puluh sosok gelap untuk melawan musuh.
“Pemimpin, apa perlu kita turun tangan langsung menghadapi mereka?” Salah satu dari lima sosok gelap di belakangnya bertanya padanya.
“Belum saatnya kalian turun tangan! Mereka masih terlalu lemah untuk menjadi lawan kalian.” Pemimpin sosok gelap memberi jawaban dengan fokus tertuju ke jalannya pertempuran.
Baru juga dia selesai memberi jawaban, ledakan aura kuat dapat dirasakannya dari medan pertempuran, saat ribuan musuh yang dihadapi pasukannya tiba-tiba saja mengalami peningkatan kekuatan secara bersamaan.
“Swusshh... Swusshh... Boom...” Serangan musuh semakin kuat, membuat jutaan sosok gelap mulai kewalahan menghadapi mereka. Ledakan demi ledakan yang mengguncang ruang hampa terus saja terjadi bersama dengan musnahnya ribuan sosok gelap.
“Sebenarnya darimana datangnya orang-orang itu? Kekuatan mereka sama sekali tidak bisa diremehkan.” Pemimpin sosok gelap mulai mempertimbangkan turun langsung ke medan pertempuran, tapi entah kenapa dia merasa sudah ada kekuatan besar yang menantikan kemunculannya di medan pertempuran.
“Pemimpin, kita sama sekali tidak bisa meremehkan kekuatan musuh! Kalau kita tidak segera mengerahkan seluruh kekuatan, takutnya mereka semua musnah sebelum memasuki Alam Dewa maupun Alam Langit!” Kembali salah satu orang di belakangnya membuka suara.
Pemimpin sosok hitam tidak langsung memberi balasan, dikarenakan dia sedang fokus melihat jalannya pertempuran yang sebelumnya dia yakin dapat menenangkannya dengan mudah, tapi sekarang justru pasukannya mulai terdesak.
“Boom... Boom...” Ledakan terus terjadi bersamaan dengan suara benturan antara tombak, pedang, dan berbagai jenis senjata lainnya. Teriakan dan rintih kesakitan terdengar bersama dengan terus berkurangnya jumlah sosok gelap di medan pertempuran.
Empat puluh sosok gelap yang dikirimnya menghadapi musuh terkuat, jumlah mereka hanya tersisa setengahnya, dan jumlah mereka terus berkurang seiring dengan waktu yang terus berjalan.
“Bunuh mereka, jangan sisakan satupun dari mereka!” Suara teriakan Xiong Hu menggema di medan pertempuran, menambah semangat mereka yang sedang bertempur melawan sosok gelap.
“Boom... Boom... Boom...” Ribuan prajurit keluarga Lin menyerang musuh secara membabibuta. Kekuatan petir yang begitu dahsyat sanggup memusnahkan belasan ribu sosok gelap dalam sekali serang.
“Cakar Harimau Surgawi...” Xiong Hu mencabik-cabik musuhnya menjadi serpihan kecil menggunakan kuku-kuku tajamnya.
“Sring... Sring... Sring...” Bukan hanya Xiong Hu yang menggunakan kuku-kuku tajam untuk mencabik-cabik tubuh musuh. Huang Zho, Xiao Bing, Xiao Rong, Xia Xi dan Xiao Lan, mereka juga menggunakan cara yang sama untuk mengalahkan musuh.
“Mereka benar-benar sedang mengamuk dan sebaiknya kita menjauhi pertempuran mereka!” Kata Lin Wucin memimpin para bawahan Lin Feng melawan musuh, tapi mereka memilih menjaga jarak dari pertempuran Xiong Hu dan yang lainnya.
...----------------...
Di tempat pemimpin sosok gelap.
__ADS_1
Dari tempatnya, dia dapat melihat jumlah pasukannya yang terus berkurang, sedangkan musuh yang dihadapinya masih terlihat sangat bersemangat, dan tidak terlihat tanda-tanda mereka mengalami kelelahan.
“Apa sudah saatnya aku mengerahkan seluruh pasukan untuk memenangkan pertempuran di tempat ini?” Dia bergumam lirih, dan jelas terlihat keraguan saat dia harus mengerahkan seluruh kekuatan hanya untuk memenangkan pertempuran pertamanya setelah meninggalkan Alam Kegelapan.
“Sial! Kenapa juga harus ada kekuatan kuat di tempat ini, yang membuat seluruh rencanaku gagal total.” Dia bergumam marah, sambil melirik pasukan yang masih berdiri di belakangnya, menunggu perintah langsung darinya.
“Mengerahkan mereka semua sebelum mengetahui keseluruhan kekuatan yang dimiliki musuh, itu hanya akan membuatku semakin merugi. Namun, jika aku tidak segera melakukannya, aku bisa kehilangan mereka yang telah berada di medan pertempuran.” Bimbang, itulah yang saat ini dirasakan olehnya.
“Pemimpin, aku tahu apa yang pemimpin rasakan, karena aku sendiri juga merasakannya. Mereka masih menyembunyikan kekuatan utamanya, dan kita sama sekali tidak mengetahui seberapa besar kekuatan yang mereka miliki. Akan tetapi, jika kita terus diam, tak lama lagi kita pasti kehilangan mereka semua yang telah lebih dulu maju ke medan pertempuran.” Suara terdengar dari salah satu sosok di belakangnya.
“Kalau kita maju sekarang dan ternyata musuh lebih kuat dari kita, Bukannya kerugian kita akan semakin besar?” Dia bertanya pada sosok yang berada di belakangnya.
“Pemimpin, kerugian dalam sebuah pertempuran adalah sebuah kewajaran. Terus menunda menyerang musuh, kita juga tetap mengalami kerugian dengan kehilangan lebih banyak dari mereka.”
"Aku tahu itu, oleh karena itu aku tidak ingin mengalami kerugian lebih banyak lagi dengan maju meyerang musuh, sebelum aku tahu pasti kekuatan yang dimiliki mereka.”
Baru juga menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba sepuluh ribu prajurit dengan kekuatan tingkat Raja Dewa Surgawi muncul tak jauh dari tempatnya, bersama dua orang yang berdiri di hadapan mereka.
“Ini buruk! Sebenarnya dari mana datangnya mereka?” Dirinya dibuat bingung dengan musuh kuat yang terus berdatangan.
“Kita tidak memiliki jalan mundur, maju dan lawan mereka dengan seluruh kekuatan yang kalin miliki!” Dirinya memberi perintah pada puluhan ribu sosok gelap di belakangnya untuk menyerang prajurit musuh.
Benturan dua kekuatan besar terjadi saat lebih dari lima puluh ribu sosok gelap berhadapan dengan sepuluh ribu prajurit, yang merupakan kumpulan prajurit Dewa dibawah kepemimpinan Lin Feng. Meskipun jumlah prajurit Dewa kalah dalam jumlah, mereka sama sekali tidak kalah dalam hal kekuatan, bahkan kekuatan mereka sangat mendominasi jalannya pertempuran.
“Gege, apa kita ikut maju menyerang mereka?” Dengan tenang Lin Hua bertanya pada Lin Feng.
“Prajurit Dewa masih mampu mengatasi mereka. Lagipula, pemimpin mereka belum turun tangan, sebaiknya kita menunggu dia turun tangan, dan barulah saat itu kita turun ke medan pertempuran.” Lin Feng menjawab sambil tersenyum tipis.
Sementara itu, pemimpin sosok gelap semakin gusar melihat puluhan ribu pasukan terkuatnya sama sekali tidak bisa mengatasi kekuatan musuh.
“Mereka sepertinya menunggu kedatangan kita ke medan pertempuran.” Sorot mata tajamnya tertuju pada dua sosok musuh yang masih berdiri di tempatnya.
“Pemimpin, biarkan kami berlima melawan kedua orang itu!” Lima sosok di belakangnya geram melihat dua orang yang masih terlihat tenang di tengah-tengah pertempuran yang sedang terjadi.
Pemimpin sosok gelap mencoba mengukur kekuatan musuh, tapi dia sama sekali tidak bisa mengukur kedalaman kekuatan mereka.
“Dengan hanya mengandalkan kekuatan kalian, aku ragu semua itu cukup untuk mengalahkan mereka berdua...”
“Sekalipun aku ikut kalian bersama-sama menyerang mereka, kemungkinan kita menang hanya setengah berbanding setengah.” Dia memberi penilaian jika harus bersama-sama melawan dua orang yang kekuatannya sama sekali tidak bisa diukur olehnya.
__ADS_1
Namun, melihat tidak adanya jalan kembali untuknya, dirinya tidak memiliki pilihan lain selain melawan musuh yang ada di depan mata.
“Mau sampai kapan kamu diam sambil melihat kematian pasukan yang kamu miliki?” Dengan suara lantang Lin Feng bertanya pada pemimpin sosok gelap.
“Swusshh...” Sosok Lin Feng dan Lin Hua melayang mendekati tempat berdirinya pemimpin sosok gelap bersama lima sosok gelap yang berdiri tegap di belakangnya.
Merasakan ancaman dari dua orang yang saat ini hanya berjarak belasa langkah darinya, pemimpin sosok gelap bersama lima sosok gelap di belakangnya, mereka mulai mengedarkan kekuatan puncak, dan bersiap melakukan pertempuran hidup mati dengan musuh.
“Swusshh... Swusshh...” Aura tingkat Raja Dewa Surgawi tingkat 8 terpancar dari tubuh pemimpin sosok gelap, sedangkan lima sosok gelap di belakangnya, mereka memancarkan aura kekuatan tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 7.
Lin Feng dan Lin Hua yang merasakan kekuatan musuh, keduanya hanya menunjukkan senyuman tipis di wajah mereka.
“Mereka sama sekali tidak tertekan oleh aura kekuatan kita.” Pemimpin mulai merasakan sesuatu yang buruk segera menghampirinya.
“Pemimpin, apa kemungkinan mereka lebih kuat dari kita?”
“Ada kemungkinan mereka lebih kuat dari kita, tapi aku benar-benar tidak tahu darimana asal mereka.” Pemimpin sosok gelap masih saja kebingungan dengan asal musuh yang dihadapinya.
“Kekuatan kalian benar-benar lemah.” Lin Hua berkata sambil melambaikan tangannya, mengirim aura yang lebih kuat ke arah musuh, membuat aura mereka seketika lenyap.
“Boom... Boom...” Ledakan berturut-turut terjadi saat Lin Feng turut mengayunkan tangan, mengirim serangan yang membuat seluruh musuhnya terpental mundur puluhan langkah. “Kurang dari lima persen kekuatanku ternyata sudah berdampak sangat buruk pada mereka.” Lin Feng bergumam lirih.
“Gege, sebaiknya cukup bermain-main, dan segera kita musnahkan mereka!” Tak menunggu balasan Lin Feng, Lin Hua langsung saja melesat maju menyerang musuh-musuhnya.
Melihat salah satu dua orang yang menjadi musuh mereka melesat maju, lima sosok gelap yang merupakan pelindung pemimpin sosok gelap, mereka melesat maju menyambut datangnya serangan musuh.
“Kalian bukan lawan sepadan untukku, sekalipun kalian bersama-sama menyerangku.” Pedang kecil muncul di tangan Lin Hua, dan dia menggunakan pedang itu untuk melawan musuh.
Dari tempatnya, Lin Feng hanya menyunggingkan senyuman di wajahnya melihat apa yang dilakukan Lin Hua.
“Hua’er terlalu bersemangat ingin menguji seberapa besar kekuatan baru yang dimilikinya.” Lin Feng bergumam lirih sambil memandang Lin Hua, tapi tak lama pandangannya segera tertuju pada pemimpin pasukan dari Alam Kegelapan.
“Aku yang menjadi lawanmu.” Tak ingin tinggal diam, Lin Feng langsung saja melesat maju menyerang pemimpin musuh.
“Jangan harap kamu mudah mengalahkanku!” Pemimpin pasukan Alam Kegelapan segera mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan musuh.
Dengan segenap kekuatannya, dia melesat maju menyambut kedatangan musuhnya. Meski harapan kemenangan ada di tangannya sangatlah kecil setelah merasakan serangan lambaian tangan musuhnya, dia menolak menyerah, dan lebih baik mati terhormat di medan pertempuran dibandingkan menyerah di tangan musuh.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.