Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Hari Pendaftaran Peserta Kompetisi


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Hari berganti, dan hari ini merupakan hari pendaftaran terakhir untuk mereka yang ingin mengikuti kompetisi. Dari pagi tempat pendaftaran telah di penuhi banyak orang yang ingin mendaftarkan diri, termasuk Lin Feng, Lin Hua, dan dua orang bawahan Lin Feng.


Lin Baoshi dan Lin Yanran tidak mengikuti kompetisi karena mereka ingin menjaga keselamatan Lin Feng dan Lin Hua.


Lin Feng menggunakan mata Dewa miliknya untuk mengukur kekuatan peserta kompetisi yang mendaftarkan di hari yang sama dengannya. Mengetahui kekuatan seluruh peserta, Lin Feng dibuat cukup kagum dengan kekuatan dua orang yang telah mencapai tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 1 dan Bintang 2, di usia yang hanya terpaut dua puluh tahun dengannya.


“Kalau aku tidak ikut menjadi peserta, besar kemungkinan mereka dapat memenangkan kompetisi tahun ini,” gumam lirih Lin Feng yang kali ini menunjukkan kekuatan tingkat Dewa Surgawi Bintang 1 sebagai salah satu syarat utama diperbolehkannya mengikuti kompetisi.


Lin Hua juga menunjukkan kekuatan yang sama dengan Lin Feng, dan hal baik terjadi pada Lin Hua saat semalam dia mendapatkan terobosan. Bukan hanya satu kali terobosan, tapi dia mendapatkan terobosan ganda setelah berkultivasi selama beberapa hari di Alam Kehidupan.


Meski sudah meningkatkan kekuatan yang terlihat sampai tingkat Dewa Surgawi Bintang 1, keberadaan Lin Feng dan Lin Hua sangat diremehkan peserta lainnya yang rata-rata memiliki kekuatan Dewa Surgawi Bintang 3 sampai Bintang 6.


Mereka yang merasa lebih kuat dari Lin Feng dan Lin Hua, beberapa kali mencoba menggoda Lin Hua, seperti yang saat ini dilakukan oleh Meng Wan, tuan muda keluarga Meng, sekaligus murid terkuat sekte Awan Suci.


“Gadis cantik, bagaimana kalau kamu ikut dengan tuan muda ini? Dibandingkan dengan pria lemah yang bersamamu, dilihat dari sisi manapun, jelas aku jauh lebih baik darinya,” kata Meng Wan pada Lin Hua yang acuh dengan keberadaannya.


Keturunan terlihat di kening Lin Hua mendengar semua itu. “Aku sama sekali tidak tertarik dengan tawaranmu, dan lagi bagaimana mungkin aku meninggalkan suamiku yang jauh lebih sempurna darimu? Dalam mimpi sekalipun aku tidak mungkin melakukannya,” katanya sambil memeluk lengan Lin Feng.


Meng Wan tidak terima dengan penolakan Lin Hua. Selama ini dia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, dan tak pernah ada yang berani menolak keinginannya. Benda maupun wanita yang diinginkannya, semua harus menjadi miliknya, dan jika ada yang berani menolak keinginannya. Tak pernah ada nasib baik bagi siapapun yang melakukan itu padanya.


Namun, kali ini di hadapan banyak orang, seorang wanita jelas menolak keinginannya, bahkan sorot mata wanita itu menunjukkan kalau dia sama sekali tidak memandang keberadaannya. Melihat semua itu jelas membuatnya sangat marah, dan saat ini juga dia ingin melenyapkan pria yang bersama wanita itu.

__ADS_1


Lin Feng dan Lin Hua sama-sama tahu kalau Meng Wang sedang marah pada mereka, tapi keduanya sama sekali tidak peduli dengan kemarahan pria itu.


Meng Wan melangkah maju sambil mengulurkan tangan, mencoba menarik Lin Hua. “Wanita cantik sepertimu hanya boleh menjadi milikku!” katanya tegas.


Lin Hua dengan cepat menghindari tangan Meng Wan yang hampir saja menyentuh tubuhnya. “Jauhkan tangan kotormu dariku, dan sebaiknya kamu pergi menjauh! Aku adalah wanita yang sudah bersuami, dan tidak kah kamu malu karena telah mengganggu wanita yang sudah bersuami?”


Wajah Meng Wan menggelap mendengar perkataan Lin Hua. Seumur hidup, belum pernah dirinya di buat malu oleh seorang wanita, dan lagi sekarang dirinya dibuat malu di hadapan banyak orang. Tak ingin tambah malu, Meng Wan memanggil para pengawalnya, menyuruh mereka menghabisi Lin Feng dan menyeret paksa Lin Hua ke hadapannya.


“Bunuh pria itu dan bawa paksa wanitanya ke kediamanku!” Sambil melompat mundur, Meng Wan memberi perintah pada pengawalnya.


Keluarga Meng adalah penguasa Kota Bambu Ungu, dan tentu kediaman Meng Wan tak begitu jauh dari tempat pendaftaran peserta kompetisi.


Mendengar perintah Meng Wan, para pengawalnya yang berasal dari keluarga Meng yang berjumlah dua puluhan orang dan rata-rata memiliki kekuatan tingkat Dewa Surgawi Bintang 9, mereka langsung saja melesat maju menyerang Lin Feng.


Melihat kedatangan mereka Lin Feng mencibir, “Hanya sekumpulan orang lemah ingin membunuhku? Kalianlah yang pada akhirnya mati di hadapanku.”


Lin Hua yang melihat bagaimana Lin Feng membereskan mereka, dia tersenyum di balik cadarnya. “Itulah yang kalian dapatkan jika berani berurusan dengan suamiku,” katanya dengan suara merdu yang membuat orang-orang merasakan kehangatan hanya dengan mendengar suaranya.


Sedangkan Meng Wan yang melihat seluruh pengawalnya dikalahkan, dengan suara lantang dia berkata, “Kau berani melukai pengawal keluar keluarga Meng? Tunggu saja, kau pasti menyesal karena berani berurusan dengan keluarga Meng!” Meng Wan segera pergi meninggalkan tempat pendaftaran setelah memberi ancaman pada Lin Feng.


Semua orang di tempat pendaftaran peserta kompetisi diam-diam mereka memperhatikan apa yang baru saja terjadi antara peserta yang tidak mereka kenal, dengan Meng Wan yang merupakan tuan muda keluarga Meng, sekaligus murid terkuat sekte Awan Suci.


Mereka yang memperhatikan kejadian itu dari awal sampai akhir, mereka memiliki pemikiran yang sama. Dapat mengalahkan para pengawal keluarga Meng, yang berjumlah dua puluh orang dengan kekuatan rata-rata di tingkat Dewa Surgawi Bintang 9 hanya dengan lambaian tangan, jelas itu menunjukkan kekuatan pria yang bersinggungan dengan Meng Wan tidak selemah seperti apa yang terlihat.


Meski semua orang tidak tahu asal dari pria yang tak lain adalah Lin Feng, mereka menebak jika Lin Feng berasal dari salah satu kekuatan besar Alam Sembilan Surga, tapi kekuatan besar yang mana, jelas tak satupun dari mereka mengetahuinya.

__ADS_1


“Seperti perkiraanku, dia memang sangat kuat. Bisa mengalahkan dua puluh orang dengan kekuatan puncak tingkat Dewa Surgawi, jelas kekuatannya berada jauh di atasku,” kata Bing Shao yang sejak awal sampai akhir, dia dan juga seluruh perwakilan keluarga Bing ikut memperhatikan apa yang terjadi antara Lin Feng dan Meng Wan. Awalnya Bing Shao ingin membantu, tapi belum juga bergerak, dirinya sudah disuguhi pemandangan tumbangnya dua puluh pengawal yang dimiliki tuan muda Meng Wan.


Sementara itu, Lin Feng dan Lin Hua yang telah selesai mendaftar, keduanya yang malas menjadi pusat perhatian, segera saja keduanya menghilang dari pandangan semua orang, tanpa meninggalkan jejak aura kekuatan.


Semua orang yang semula memperhatikan keberadaan mereka, mereka semua dibuat terkejut saat dua orang yang sedang mereka perhatikan tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak, bahkan tak sedikitpun aura yang ditinggalkan keduanya.


...----------------...


Di kediaman keluarga Meng.


Meng Wan melaporkan kejadian yang baru dialaminya pada ayahnya yang merupakan penguasa Kota Bambu Ungu, sosok tertinggi di Kota Bambu Ungu, yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Agung Bintang 2, dan merupakan salah satu keberadaan penguasa Kota terkuat di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


“Ayah, putramu ini telah dipermalukan oleh seorang pria bahkan dia telah melukai dua puluh orang pengawal yang senantiasa menemaniku! Mempermalukan aku, sama saja dia telah mempermalukan Ayah dan juga keluarga Meng, dan sudah sewajarnya Ayah memberi hukuman pada orang itu!” kata Meng Wan pada ayahnya.


Meng Wang mendengus kasar setelah mendengar seluruh perkataan putranya, sebagai penguasa Kota Bambu Ungu dan kepala keluarga Meng, jelas dia tidak terima saat ada yang mempermalukan nama besarnya. Dengan watak angkuh dan sombong yang dimilikinya, tentu dia tidak bakalan melepas siapapun yang berani mempermalukan nama besarnya.


“Putraku, katakan pada ayahmu ini, siapa orang yang berani mempermalukanmu! Kalau perlu, sekarang juga antarkan ayamu ini bertemu orang itu! Tangan ini sudah gatal merobek mulutnya, dan menguliti kulitnya,” teriak Memg Wang penuh amarah di hadapan putranya.


Senyuman terlihat di wajah Meng Wan mendengar apa yang dikatakan ayahnya. “Ayah, aku tidak tahu siapa pemuda itu, tapi aku tahu dia adalah salah satu dari peserta kompetisi. Saat ini kita tidak bisa membalas perbuatannya, tapi kita bisa melakukannya saat bertemu dengannya di tempat berlangsungnya kompetisi tahun ini,” kata Meng Wan.


Mendengarnya, Meng Wang menganggukkan kepala setuju. “Kalau begitu, ayah akan menyiapkan orang-orang pilihan untuk mengakhiri hidup orang itu, dan tugasmu adalah mengantarkan orang-orang pilihan ayah pada orang itu!” katanya.


Meng Wan tersenyum senang. “Dengan senang hati aku mengantarkan orang-orang pilihan ayah pada orang itu, dan dengan mata kepalaku sendiri aku akan memastikan kematiannya,” balasnya.


Meng Wang dan Meng Wan sama-sama tersenyum, begitu mereka selesai menyusun rencana untuk membereskan keberadaan orang yang telah mempermalukan nama besar keluarga Meng.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2