
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Dua hari berlalu dengan cepat.
Berita kehancuran keluarga Zo yang ternyata didalangi oleh keluarga Lin mulai tersebar. Berita itu awalnya dianggap rumor yang jauh dari kebenaran, tapi setelah banyaknya orang yang ingin membuktikan kebenaran berita itu mendatangi kediaman keluarga Lin, akhirnya kabar itu mulai dipercaya setelah banyak yang melihat mayat Zo Chun, Zo Fan, serta Zo Tao tergantung di gerbang kediaman keluarga Lin.
Berita itu memang mulai dipercayai semua orang, tapi banyak dari mereka yang penasaran bagaimana bisa keluarga Lin yang dirumorkan sebagai keluarga terlemah di Alam Dewa bisa menghancurkan keluarga Zo, yang merupakan salah satu keluarga besar di Alam Dewa.
Akan tetapi rumor tentang keluarga Lin segera terpatahkan setelah banyak orang yang melihat semegah apa kediaman keluarga Lin, yang terletak tidak begitu jauh dari Kota Awan. Selain megah dan kokoh, kediaman keluarga Lin juga memiliki para penjaga yang kekuatannya setara dengan kekuatan penjaga keluarga utama di Alam Dewa.
Setelah melihat semua itu, sangat wajar bagi keluarga Lin dapat menghancurkan kekuatan besar keluarga Zo yang sudah ribuan tahun menguasai Kota Awan. “Penjaganya saja berada di tingkat Dewa Langit, apalagi para petingginya.” Pikir semua orang yang dapat mengukur seberapa tinggi kekuatan penjaga kediaman keluarga Lin.
Sementara itu di dalam kediaman keluarga Lin.
“Hua'er, apa kamu tidak ingin pergi ke Alam Kehidupan dan meningkatkan kekuatan seperti yang lainnya?” tanya Lin Feng.
Saat ini seluruh orang di kediaman keluarga Lin termasuk orang-orang yang diselamatkan dari penjara keluarga Zo sedang meningkatkan kekuatan di Alam Kehidupan, yang tersisa di kediaman keluarga Lin hanya Lin Feng, Yin Hua, Xiong Hu, Huang Zho, Lin Wucin, keempat saudari Xiao, dan yang terakhir ada seratus satu prajurit penjaga kediaman keluarga Lin.
“Aku ingin disini menemani Feng'gege, dan entah kenapa aku merasa tak lama lagi akan datang masalah yang berhubungan denganku,” kata Yin Hua.
Baru juga Yin Hua menutup mulutnya Xiong Hu datang menemui mereka dengan sedikit terburu-buru.
“Tuan, di gerbang kediaman ada orang yang ingin bertemu dengan Nona Hua,” kata Xiong Hu yang seketika membuat Lin Feng mengernyitkan keningnya.
“Kita pergi ke gerbang kediaman.” Lin Feng memegang tangan Yin Hua, kemudian dengan menggunakan teknik teleportasi ketiganya sampai di gerbang kediaman keluarga Lin hanya dalam satu kedipan mata.
Di depan gerbang kediaman keluarga Lin, Lin Feng dan Yin Hua melihat keberadaan pria yang cukup tampan sedang tersenyum dengan sorot mata tertuju pada Yin Hua.
__ADS_1
“Hua'er, akhirnya aku menemukanmu. Ayahmu ingin kamu cepat pulang, dan kedatanganku ke tempat ini khusus menjemputmu!” kata pri itu yang tak lain adalah Xin Qian.
Yin Hua yang tentu mengenali siapa Xin Qian, dengan tegas dia berkata, “Xin Qian, kita tidak memiliki hubungan sedekat itu, jadi jangan pernah memanggilku seperti itu! Untuk pulang, aku bisa pulang sendiri tanpa harus ada yang menjemputku!”
“Ayahmu ingin kamu pulang bersamaku, artinya mau tidak mau aku harus membawamu pulang, meski dengan sedikit kekerasan!” Xin Qian mengeluarkan aura kekuatan tingkat Dewa Langit Bintang 4 untuk menekan orang-orang di sekitarnya.
“Aku terpaksa melakukan ini, tapi kalau kamu ikut denganku kembali ke keluarga Yin, aku berjanji tidak ada yang terluka di tempat ini.” Xin Qian masih mempercayai rumor tentang keluarga Lin yang merupakan keluarga terlemah di Alam Dewa, dan dia sama sekali tidak mengenali tiga mayat yang tergantung di atas gerbang kediaman keluarga Lin.
Mendengar itu dan merasakan kekuatan Xin Qian membuat Xiong Hu dan yang lainnya tertawa sampai membuat sakit perut mereka.
Yin Hua sendiri hanya bisa menggelengkan kepala dengan kesombongan Xin Qian yang tidak pernah berubah. “Sebaiknya kamu segera pergi sebelum hal buruk terjadi padamu!” katanya sambil membocorkan sedikit aura kekuatannya.
Walau hanya sedikit aura yang dikeluarkan Yin Hua, tubuh Xin Qian yang merasakan aura itu bergetar hebat seolah aura yang dikeluarkan Yin Hua bisa langsung mengakhiri hidupnya.
“In... ini tidak mungkin! Yang barusan bukanlah aura tingkat Kaisar Dewa, juga bukan aura tingkat Dewa Langit, tapi yang barusan adalah aura tingkat Raja Dewa Langit.” Xin Qian menatap Yin Hua dan semua orang di hadapannya, dan dia baru sadar kalau tak satupun dari mereka tertekan oleh auranya.
Selain menyadari tak adanya yang tertekan dengan auranya, dia juga baru sadar kalau Yin Hua dengan erat memegang tangan pria yang berada di sebelahnya.
“Menikah denganmu? Bagaimana mungkin aku menikah denganmu sedangkan aku sudah memiliki suami, dan lagi aku sudah menyerahkan semuanya padanya?” Yin Hua tiba-tiba memeluk lengan Lin Feng di hadapan Xin Qian.
Melihat apa yang dilakukan Yin Hua di hadapannya membuat dada Xin Qian panas. Dia ingin menarik Yin Hua ke sisi nya, tapi kekuatannya sekarang terlalu lemah untuk melakukan itu, dan lagi dirinya hanya seorang diri.
“Hua'er, asalkan kamu meninggalkannya, aku Xin Qian dengan senang hati menerimamu apa adanya. Aku sangat mencintaimu, dan aku tidak akan mempermasalahkan statusmu.” Xin Qian melangkah maju mencoba memegang lengan Yin Hua.
Di saat dia hampir menyentuh lengan Yin Hua sebuah aura yang begitu kuat keluar dari tubuh Lin Feng, membuat dirinya terlempar mundur puluhan meter.
“Apa kamu pikir aku akan membiarkan pria lain menyentuh wanitaku?” tanya Lin Feng dengan aura mengerikan yang membuat Xin Qian menggigil ketakutan.
“Tentu saja aku tidak membiarkan orang lain menyentuh apapun yang ada pada wanitaku.” Lin Feng melambaikan tangannya kekuatan petir yang begitu mengerikan menerbangkan Xin Qian jauh dari kediaman keluarga Lin.
__ADS_1
Meski tidak mati, setidaknya Xin Qian mengalami luka parah dan butuh beberapa minggu untuknya memulihkan diri seandainya tidak ada yang menemukan keberadaannya.
“Hua'er, apa sudah waktunya kita menemui ayahmu?” tanya Lin Feng pada Yin Hua begitu sosok Xin Qian tak lagi terlihat.
“Kalau dalam waktu dekat Feng'gege ingin menemui ayahku, tentunya itu jauh lebih baik,” jawab Yin Hua.
“Kalau begitu, setelah Lin Dan, Lin Zan, Lin Sang dan yang lainnya keluar dari Alam Kehidupan lima hari lagi, saat itu kita akan pergi ke kediaman Yin untuk menemui ayahmu,” kata Lin Feng.
Yin Hua mengangguk sambil menunjukkan senyuman di balik cadarnya. "Ehm, Feng'gege apa tidak ingin tahu identitas pria barusan?” tanya Yin Hua.
“Aku sebenarnya ingin mengetahui siapa dia, tapi setelah melihat sikap pria itu, aku yakin selama ini dia hanyalah pengganggu dalam kehidupanmu,” ujar Lin Feng.
“Apa yang Feng'gege katakan tentang pria itu sangat benar. Dia adalah tuan muda keluarga Xin, dan sudah sejak lama dia terus mengganggu kehidupanku dengan terus mencoba berada di dekatku. Bahkan dia rela menjadi prajurit di keluarga Yin hanya untuk bisa terus berada di dekatku.” Yin Hua menceritakan sedikit tentang Xin Qian.
“Wanitaku memang sangat cantik dan juga indah dipandang, sangat wajar jika banyak pria yang menginginkannya. Akan tetapi karena kamu sudah menjadi milikku, pria lain jangan berharap dapat merebutmu dari sisiku!” Lin Feng mendaratkan ciuman kasih sayang di kening Yin Hua.
Yin Hua tersenyum lebar mendengar itu. “Aku juga tidak akan membiarkan wanita lain merebut Feng'gege dariku!” kata Yin Hua tegas.
“Apa itu artinya aku tidak boleh menambah satu atau dua orang istri?” Lin Feng hanya bercanda, tapi akibatnya lengannya menjadi sasaran gigitan Yin Hua.
“Kalau Feng'gege ingin menjadi kasim, aku tidak akan melarang Feng'gege menambah satu, dua, atau bahkan tigas istri.” Senyum mengerikan terlihat dibalik cadar Yin Hua. Meskipun samar, Lin Feng yang dapat melihat senyuman Yin Hua dia segera menggelengkan kepala.
‘Apa enaknya memiliki banyak istri kalau aku tidak bisa menikmati keberadaan mereka?’ kata Lin Feng membatin.
Xiong Hu dan yang lainnya hanya bisa menahan senyuman mereka saat melihat Lin Feng ditindas oleh istrinya. Moment seperti ini sangatlah langka, dan belum tentu di masa depan mereka dapat melihatnya lagi.
Tau Xiong Hu dan yang lainnya menahan senyum melihat dirinya ditindas Yin Hua, dengan teknik teleportasi nya dia membawa Yin Hua pergi dari gerbang kediaman keluarga Lin.
‘Berani menertawakanku, aku pasti memberi hukuman yang layak pada mereka!’ ujarnya membatin.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.