Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Sosok Wanita Iblis


__ADS_3

Ledakan berkali-kali terjadi di benteng Kota Bambu Hijau, ribuan iblis dan monster sedang bertarung melawan ribuan kultivator yang mati-matian mencoba melindungi Kota Bambu Hijau.


Meski jumlah kultivator lebih banyak mereka mulai kewalahan menghadapi gempuran iblis dan monster yang unggul dalam kekuatan. Tak ingin menyerah meski kecil kemungkinan mereka kali ini berhasil menahan serangan iblis dan monster, para kultivator tak segan mengorbankan nyawa mereka untuk melindungi Kota Bambu Hijau.


Kultivator yang lahir dan besar serta memiliki keluarga di Kota Bambu Hijau, berkorban nyawa untuk Bambu Hijau tak menjadi masalah untuk mereka. Akan tetapi, bagi kultivator pendatang yang sekedar singgah di kota, banyak dari mereka memilih pergi melarikan diri setelah melihat kekuatan iblis dan monster yang datang menyerang kota.


Lin Feng, Lin Hua, Lin Baoshi serta Lin Yanran yang telah sampai di gerbang Kota Bambu Hijau, mereka melihat keadaan gerbang yang hampir runtuh, dan mayat kultivator yang tergeletak di mana-mana.


Ada sekitar lima puluh ribu monster yang mencoba meruntuhkan gerbang Kota Bambu Hijau, dan hanya tersisa belasan ribu kultivator yang saat ini sedang mencoba menahan mereka. Jumlah dan kekuatan sangat tidak sebanding, kalau Lin Feng dan yang lainnya tidak cepat memberi bantuan, bisa dipastikan Kota Bambu Hijau akan dikuasai iblis dan monster.


“Karena sudah berada di tempat ini, bagaimana kalau kita bunuh sebanyak-banyaknya iblis dan monster yang ada di tempat ini?” ujar Lin Feng dan segera ia membuat bola-bola api hitam seukuran kepala manusia, untuk menyerang iblis dan monster yang jumlahnya semakin bertambah.


Sepuluh bola api yang semula berputar-putar di atas Lin Feng, setelah Lin Feng menjentikkan tangannya, kesepuluh bola api segera melesat bagaikan kilatan cahaya menuju iblis dan monster yang berkumpul di depan gerbang kota.


“Boom... Boom... Boom...” Suara ledakan terdengar saat bola-bola api yang dibuat Lin Feng menghantam iblis serta monster di depan gerbang kota. Puluhan iblis dan belasan monster seketika mati terkena serangan bola api, serta ada puluhan lainnya yang terluka, tapi tak lama mereka mati di tangan para kultivator, yang melihat adanya kesempatan besar membunuh mereka yang terluka.


Dibuka oleh serangan Lin Feng, kini giliran Lin Hua dan dua orang lainnya maju menyerang musuh. Ketiganya tidak mengincar musuh di bagian depan, melainkan mereka mengincar musuh yang baru datang.


Menggunakan pedang yang telah terselimuti elemen api miliknya, Lin Hua langsung saja menyerang musuh dan secepat mungkin ia mencoba membunuh musuh yang datang. Di dekatnya, Lin Baoshi dan Lin Yanran juga berusaha secepat mungkin membunuh musuh yang datang.


Kedatangan Lin Feng dan tiga orang lainnya sedikit merubah jalannya pertarungan. Jika sebelumnya musuh dengan mudah mencapai benteng kota, kali ini dengan adanya bola-bola api yang diciptakan Lin Feng, musuh mulai kesulitan mendekati benteng kota.

__ADS_1


Apalagi dengan keberadaan Lin Hua dan dua orang lainnya yang menyerang sisi belakang musuh, membuat semakin sedikit musuh yang berhasil mencapai benteng Kota Bambu Hijau.


Lin Feng yang melihat jumlah musuh semakin berkurang, ia mulai berkeliling benteng, melihat keadaan para kultivator yang terluka dan memberi mereka pil pemulihan untuk memulihkan luka yang mereka alami. Tak lama berkeliling ia telah memberikan pil pemulihan pada seluruh kultivator yang terluka.


Memastikan mereka yang terluka dalam keadaan baik-baik saja Lin Feng membawa dirinya melayang ke langit, melihat keberadaan iblis dan monster yang masih berada di kejauhan. Jumlah mereka jauh lebih banyak dari yang terlihat di sekitaran Kota Bambu Hijau, dan sepertinya kali ini iblis dan monster benar-benar ingin menguasai Kota Bambu Hijau.


“Alam ini memang berada di bawah kendali iblis dan monster,” gumam Lin Feng yang dapat menghitung jumlah manusia di Kota Bambu Hijau, tak sebanding dengan jumlah iblis serta monster yang saat ini bergerak menuju kota. “Satu berbanding sepuluh, sungguh perbandingan yang terlampau jauh,” gumamnya dan begitu saja ia melesat menuju musuh di kejauhan.


Lin Hua dan orang lainnya melihat Lin Feng pergi menjauhi Kota Bambu Ungu, ada keinginan mereka menyusul Lin Feng, tapi melihat jumlah musuh yang belum seluruhnya berhasil mereka kalahkan, mereka harus lebih dulu membunuh seluruh musuh sebelum pergi menyusul Lin Feng.


Sementara itu, Lin Feng yang telah sampai di tempat tujuannya, ia masih melayang di langit, mencari sosok terkuat diantara ratusan ribu iblis dan monster yang berkumpul di bawahnya. “Jumlah dan kekuatan mereka sangat mengerikan,” gumamnya melihat jumlah serta kekuatan yang dimiliki para iblis dan monster.


Saat Lin Feng ingin bergerak menyerang pemimpin musuh, ia tiba-tiba berhenti bergerak begitu melihat sosok yang mendekat ke arahnya. “Oh, ternyata dia justru datang menghampiriku,” katanya melihat pemimpin musuh datang mendekatinya.


Pemimpin musuh adalah sosok iblis wanita dengan pakaian yang tak mampu menutupi keindahan tubuhnya, bahkan tanpa mata Dewa Lin Feng jelas melihat seluruh bagian tubuh wani iblis, yang saat ini menunjukkan senyuman menggoda saat muncul di hadapan Lin Feng.


“Manusia yang membuatku tertarik untuk memilikinya. Bagaimana kalau kamu menjadi pelayanku, dan setiap hari kamu bisa melakukan apapun pada tubuhku?” Iblis wanita mencoba menggoda Lin Feng, bahkan ia menyingkap pakaian tipisnya, menunjukkan buah dada kembar miliknya yang ukurannya lumayan besar.


Lin Feng menghela napa melihat apa yang ditunjukkan wanita iblis padanya. Sebagai pria normal tentu ia tertarik dengan keindahan yang tersaji di depan kedua matanya, tapi ia tahu keindahan itu bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki dan dinikmati.


"Jika semua itu kamu tunjukkan pada pria lain yang tidak bisa melihat wujud aslimu, aku yakin dengan senang hati mereka bakal menuruti keinginanmu. Namun, bagiku yang jelas bisa melihat wujud aslimu, sebenarnya di bawah sana aku merasakan ketegangan, tapi aku sadar kamu adalah iblis, dan yang aku lihat saat ini bukanlah wujud aslimu!” kata Lin Feng.

__ADS_1


Wanita iblis yang mendengar semua itu ia masih saja tersenyum dan berkata, “Sebenarnya aku sangat tertarik padamu, tapi karena kamu memilih menolak menjadi pelayanku, sebaiknya kamu mati dan setidaknya aku masih bisa menikmati tubuhmu.” Wanita iblis bersiap menyerang Lin Feng.


Tak tinggal diam melihat musuhnya yang bersiap melakukan serangan, Lin Feng juga melakukan persiapan dan pedang semesta yang memancarkan aura mengerikan telah muncul di tangannya.


Melihat dan merasakan aura pedang semesta di tangan Lin Feng, tubuh iblis wanita tiba-tiba bergetar dan ia merasakan rasa takut pada pedang yang ada di tangan Lin Feng. Bukan sekedar rasa takut yang ia rasakan, tapi ia merasa pedang itu tak lama lagi akan mengakhiri hidupnya.


“Pedang apa yang ada di tangannya? Hanya merasakan aura kekuatannya sudah membuat aku ketakutan seolah pedang itu tak lama lagi akan mengakhiri hidupku,” gumamnya pelan dan pandangannya tak lepas dari pedang yang ada di tangan Lin Feng.


Mengabaikan rasa takut yang dirasakannya, iblis wanita itu mengambil langkah pertamanya dan kemudian ia melesat maju menyerang Lin Feng. Tak buru-buru mengerahkan seluruh kekuatannya di serangan awal, ia hanya menggunakan seperempat kekuatannya, dan ingin melihat seberapa besar kekuatan lawan.


Muncul di belakang lawan, ia yakin Lin Feng yang menjadi lawannya belum menyadari keberadaannya, tapi saat kuku-kuku tajam miliknya hampir menyentuh tubuh Lin Feng, pria itu berhasil menahan serangannya, menggunakan pedang di tangannya.


“Apa kamu pikir aku tidak menyadari pergerakanmu? Salah besar jika kamu berpikir seperti itu karena jelas aku menyadari pergerakan yang kamu lakukan,” kata Lin Feng dan ia mengayunkan pedang di tangannya, membuat wanita iblis melompat mundur menjauh.


“Kamu tidak selemah perkiraanku! Kalau sudah seperti ini aku tak akan sungkan menggunakan seluruh kekuatanku untuk mengakhiri hidupmu.” Aura kuat dan mengerikan meledak dari tubuh wanita iblis, membuat Lin Feng sedikit tertekan oleh aura itu.


“Dengan aura ini setidaknya ia memiliki kekuatan setara tingkat Dewa Semesta Bintang 6, dan aku tak lagi bisa meremehkan kekuatan yang dimilikinya meski saat ini ia masih sedikit lebih lemah dariku!” Tak ingin setengah-setengah menghadap lawannya, Lin Feng kali ini menggunakan lebih dari setengah kekuatannya untuk menghadapinya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2