Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Masalah Di Kedai


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Keberadaan Lin Feng, Lin Hua dan Lin Jia di dalam desa cukup menarik perhatian orang-orang yang melihat keberadaan mereka. Banyak wanita yang tentu saja tertarik dengan sosok Lin Feng meski tak terpancar aura agung dari dalam tubuhnya. Sedangkan para pria, tentu saja mereka tertarik pada sosok Lin Hua.


Meski Lin Hua menggunakan cadar dengan bahan lumayan tebal yang sanggup menyembunyikan wajahnya, tetap saja banyak sorot mata pria yang tertuju padanya. Mereka menatap Lin Hua seolah dapat melihat keindahan di balik cadarnya, bahkan ada yang terang-terangan mengarahkan pandangan pada lekuk tubuh Lin Hua.


“Abaikan saja mereka selama tidak mengganggu kita secara terang-terangan!” ujar Lin Feng yang mendapat balasan anggukan kepala dari Lin Hua.


“Namun, kalau mereka sudah melewati batas toleranku, aku bisa memastikan tak lagi ada hari esok untuk orang itu,” lanjutnya.


Mendengar itu Lin Hua menunjukkan senyuman di balik cadar tebalnya sambil mempererat genggaman tangannya, yang sedang menggenggam erat tangan Lin Feng.


Ketiganya terus saja melangkahkan kaki menyusuri jalanan desa, sampai akhirnya mereka sampai di kedai yang bersebelahan dengan sebuah penginapan tiga lanti yang keberadaannya cukup mencolok.


Ketiganya memasuki kedai baru setelahnya mereka menyewa salah satu kamar penginapan untuk menghabiskan malam, yang tak lama lagi datang.


Lin Hua dan Lin Jia duduk mengapit posisi duduk Lin Feng, dan langsung saja mereka memesan makanan serta minuman begitu pelayan menghampiri tempat duduk mereka. Meski saat ini banyak pasang mata memperhatikan mereka, ketiganya acuh dan mengabaikan keberadaan mereka.


Tak lama dua pelayan datang membawa makanan serta minuman pesanan mereka, yang seketika membuat tempat duduk mereka dipenuhi harum makanan yang menggugah selera.


“Tuan, apa kamu boleh bergabung?” tanya seorang wanita yang datang bersama seorang pria, dan dia meminta izin menempati tempat kosong yang berhadap-hadapan dengan tempat duduk Lin Feng.


Belum juga Lin Feng menjawab, pria yang datang bersama wanita itu langsung saja menarik kursi, dan dia begitu saja duduk di dekat Lin Hua.


“Nona cantik, bagaimana kalau kamu makan bersamaku daripada makan bersama pria lemah yang penampilannya biasa-biasa saja?” Terang-terangan di hadapan Lin Feng pria itu menggoda Lin Hua.


Lin Hua acuh dengan perkataan orang itu, bahkan dia mengabaikan keberadaannya. “Masih banyak tempat lain yang masih kosong. Jadi, sebaiknya Nona dan Tuan Muda pergi ke tempat itu daripada mengganggu kami!” kata Lin Feng.


“Brak...” Pria asing yang duduk di sebelah Lin Hua menggebrak meja, membuat makanan dan minuman di atas meja tumpah. “Kau, beraninya kau mengusir Tuan Muda ini, apa kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?” teriak kesal pria itu di hadapan Lin Feng.


“Aku tidak tahu dan tidak ingin mengetahuinya, yang aku tahu hal buruk segera terjadi padamu kalau tidak segera menghilang dari pandanganku!” kata Lin Feng yang tak lagi melanjutkan makan, dan sekarang dia mengarahkan sorot mata tajam pada pria yang menatap remeh keberadaannya.

__ADS_1


“Aku sarankan kamu segera pergi sebelum kesempatan itu tak lagi ada untukmu!” saran Lin Hua yang tiba-tiba saja sudah berada di sebelah Lin Jia, menjauhi pria asing yang sedang memancing kemarahan suaminya.


Melihat wanita di sebelahnya sudah berada di tempat lain, pria itu cukup terkejut dengan kecepatan perpindahan yang ditunjukkan wanita itu. Namun, apa yang dia lihat justru membuatnya semakin ingin memiliki wanita itu.


Dengan senyum sinis di wajahnya, pria itu mengarahkan pandangan meremehkan pada Lin Feng, kemudian dia berkata, “Apa yang bisa dilakukan pria lemah sepertimu pada Tuan Muda ini? Lemah tetap saja lemah, dan pada akhirnya kamu hanya bisa menundukkan kepala saat aku membawa wanitamu.”


“Swuusshh...” Aura Dewa Surgawi Bintang 3 terpencar dari dalam tubuh pria itu, dan dia mengarahkan seluruh tekanan aura kekuatannya ke arah Lin Feng.


“Apa sekarang kamu sudah tahu seberapa jauh perbedaan kekuatan diantara kita? Hanya Dewa Langit berani mengancamku, pada akhirnya kaulah yang ditakdirkan mati di tangan Tuan Muda ini!” Pria itu langsung saja melayangkan sebuah pukulan pada Lin Feng.


“Swuusshh... Plak... Boom...” Bukannya berhasil memukul sosok yang dianggapnya lemah, pria itu justru terpental mundur belasan langkah setelah serangannya disambut serangan lawan, yang jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan serangannya.


Tak mengalami luka serius, pria itu segera bangkit dan terlihat jelas pria itu sangat marah. “Berani memukulku, aku Jun Kong tidak pernah memberi kesempatan hidup pada orang yang telah membuatku terluka, sekalipun itu hanya luka goresan!” Jun Kong melesat maju mencoba memukul Lin Feng.


Namun, baru juga mengambil beberapa langkah maju, Lin Feng tiba-tiba muncul di belakangnya dan langsung memberi pukulan telak area belakang kepalanya, dan membuatnya jatuh tersungkur dengan wajah lebih dulu menghantam lantai.


“Sebelumnya aku sudah memberi kesempatan padamu, tapi kamu sendiri yang menyia-nyiakan kesempatan itu. Jadi, jangan menyalahkan aku, saat aku tak membiarkan kamu dapat menikmati indahnya hari esok!” Lin Feng berkata dingin.


Bukannya takut setelah mengetahui identitas Jun Kong, Lin Feng justru terkekeh pelah. “Menggunakan kekuatan keluarga untuk mengancamku, apa kamu pikir aku takut? Kalaupun kepala keluarga Jun ada di tempat ini, dengan senang hati aku menunjukkan kematian pria ini di hadapan kedua matanya!”


Sambil berkata Lin Feng tak segan menginjak kaki Jun Kong, dan kuatnya injakan yang dilakukannya membuat kaki pria itu patah.


“Anak muda, kamu memang memiliki kekuatan dan keberanian, tapi menyinggung keluarga Jun bukan sesuatu yang baik untukmu dan orang-orang di sekitarmu. Keluargamu bahkan bisa musnah bersama dengan kematianmu!” Pria tua yang duduk tak jauh dari tempat Lin Feng, dia memberitahu Lin Feng hal buruk yang bisa menimpanya jika berurusan dengan keluarga Jun.


Belum juga Lin Feng membalas, dua sosok berjubah putih dengan aura mendominasi tiba-tiba muncul di hadapan pria tua yang baru saja berkata pada Lin Feng.


“Pria tua, apa kamu pikir keluarga Jun mampu mengusik keluarga Tuan Muda kami? Kalau kamu berpikir seperti itu, kamu benar-benar meremehkan kekuatan keluarga Tuan Muda kami.” Salah satu pria berjubah putih menunjukkan lencana perak bergambar kilatan petir di hadapan pria tua, yang tubuhnya tiba-tiba gemetaran melihat lencana di hadapannya.


Pria itu segera berlutut di hadapan dua sosok berjubah putih, bukan hanya pria tua yang berlutut, tapi semua orang di tempat itu berlutut termasuk wanita pelayan Jun Kong.


Lin Feng, Lin Hua, serta Lin Jia tidak ikut berlutut seperti yang lainnya. Sedangkan Jun Kong, dirinya merasa hal buruk pasti terjadi padanya, dan sepertinya keluarganya juga bakal mengalami hal buruk akibat dari perbuatannya.


“Tuan Muda, sebaiknya apa yang hamba lakukan untuk mereka yang berada di tempat ini?” Mendengar salah satu sosok berjubah putih memanggil Lin Feng tuan muda, semua orang di tempat itu mulai menebak-nebak identitas Lin Feng.

__ADS_1


Lin Feng menatap kedua sosok berjubah putih sambil mengaktifkan mata Dewa miliknya. “Aku hanya ingin makan dan istirahat dengan tenang. Abaikan saja yang lainnya, tapi tidak untuk pria yang berasal dari keluarga Jun!” Jelas Lin Feng mengatakan semua itu. “Setelah ini temui aku di penginapan sebelah karena banyak yang ingin aku tanyakan pada kalian!” Lin Feng berkata melalui telepati pada dua sosok berjubah putih setelah dirinya memastikan mereka bukanlah sebuah ancaman.


Keduanya hanya menganggukkan kepala, kemudian mereka kembali duduk di tempatnya, tapi semua orang masih saja berlutut tak ada yang berani kembali ke tempat duduk mereka.


“Kalian semua bisa bangun dan melanjutkan makan serta minum dengan tenang! Aku hanya memiliki masalah dengan pemuda ini, tapi jika diantara kalian ada yang ingin membuat masalah denganku, aku tidak segan memberi perlakuan khusus padanya!” kata Lin Feng sambil menyeringai.


Semua orang yang semula ingin bangkit, segera saja mereka kembali berlutut setelah mendengar perkataan Lin Feng. “Tu... Tuan Muda, maafkan kami karena sebelumnya telah menyinggung perasaan Tuan Muda!” Pria tua mewakili semua orang meminta maaf pada Lin Feng.


“Sudahlah, lanjutkan apa yang ingin kalian lakukan!” Sosok Lin Feng, Lin Hua, Lin Jia, serta Jun Kong tiba-tiba saja menghilang dari tempat itu. Dua sosok berjubah putih yang melihat kepergian Lin Feng, mereka segera pergi ke penginapan sebelah.


Sedangkan pelayan Jun Kong, dia segera kembali ke keluarga Jun untuk melaporkan apa yang telah terjadi pada Jun Kong. “Tuan Muda Jun Kong telah menyinggung Tuan Muda dari keluarga Lin. Ini tentunya kabar buruk untuk keluarga Jun, yang dari sisi manapun bukanlah kekuatan yang mampu bersaing dengan keluarga Lin,” gumamnya sambil berlari menuju kediam keluarga Jun.


Sementara itu, di kedai yang menjadi kemunculan sosok agung dari keluarga Lin, semua orang di tempat itu dapat bernapas lega karena mereka semua terhindar dari hal buruk.


Pria tua yang sebelumnya meremehkan kekuatan keluarga Lin Feng, dia dapat bernapas lega, kemudian dia bergumam lirih, “Keluarga Lin terkenal kejam pada siapapun yang berani menyinggung kekuatan mereka, sangat beruntung hari ini mereka begitu saja membiarkan aku, setelah apa yang tadi aku katakan.”


Saat semua orang merasa lega karena terhindar dari hal buruk, tidak begitu dengan keluarga Jun yang baru saja mendengar kabar dari pelayan Jun Kong, yang mengabarkan perbuatan Jun Kong di salah satu kedai.


“Berani menyinggung salah satu Tuan Muda keluarga Lin? Apa anak bodoh itu ingin menghancurkan keluarga Jun?” Kepala keluarga Jun geram dengan apa yang telah dilakukan salah satu putranya, yang selama ini memang terkenal sering membuat kekacauan.


Selama ini dirinya tidak terlalu mempermasalahkan apa yang dilakukan Jun Kong karena semua kelakuan dapat ditutupi oleh kekuatan keluarga Jun, tapi menyinggung salah satu Tuan Muda keluarga Lin, tentu saja keluarga Jun tidak bisa menutupi apa yang telah dilakukannya.


Tak butuh waktu lama setelah tersebar kabar Jun Kong telah menyinggung salah satu Tuan Muda keluarga Lin, suasana keluarga Jun yang semula tenang, tiba-tiba saja berubah menjadi suasana penuh kepanikan.


Kepala keluarga dan para tetua sama sekali tidak bisa menenangkan keadaan karena mereka sendiri juga panik, dan tak tahu apa yang harus dilakukan.


“Menyinggung keluarga Lin adalah kunci kehancuran untuk keluarga Jun. Sekarang kunci telah terbuka, dan kita tinggal menunggu waktu kapan mereka datang menghancurkan keluarga ini. Lari juga percuma karena keluarga Lin ada di mana-mana, dan tak ada yang tau pasti keberadaan mereka.”


Kepala keluarga Jun pasrah dengan apa yang segera dihadapi keluarga Jun. Kehancuran total, itulah yang saat ini ada di bayangannya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2