Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Memiliki Sedikit Keberuntungan


__ADS_3

Long Hei, pemimpin dari orang-orang yang membawa Lin Feng dan Lin Hua ke Kota Naga, ia segera membawa keduanya menuju kediaman penguasa kota sekaligus penguasa ras Naga.


Kediaman penguasa kota tepat berada di tengah-tengah Kota Naga, dan dijaga ketat ribuan prajurit dengan kekuatan terlemah di tingkat Dewa Agung Bintang 4. Pemimpin prajurit penjaga sudah berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 3, dan itu membuat kagum Lin Feng saat mengetahuinya.


“Swuusshh... Swuusshh...” Long Hei, Lin Feng, serta Lin Jia, akhirnya mereka sampai di gerbang kediaman, dan kedatangan mereka disambut langsung oleh pemimpin prajurit penjaga.


“Ini sudah kesekian kalinya kamu kembali bersama seseorang yang menyerupai sosok suci, yang sedang dicari Penguasa. Long Hei, apa kamu kembali datang membawa seorang penipu?” tanya pemimpin prajurit penjaga dan tatapan sinis ia tujukan pada Long Hei dan Lin Feng.


“Aku yakin kali ini tidak salah membawa orang, oleh karena itu jangan halangi aku bertemu penguasa!” Long Hei membawa Lin Feng dan Lin Jia melewati pemimpin prajurit penjaga, tapi pemimpin prajurit penjaga tiba-tiba saja berpindah tempat, dan kembali menghadang jalan mereka.


“Kamu tidak perlu bertemu Penguasa! Sebaiknya segera pergi dari tempat ini, dan bawa penipu ini pergi bersamamu!” teriak pemimpin prajurit penjaga dan ia melepaskan aura yang ditujukan pada Long Hei dan dua orang yang bersamanya.


Long Hei yang lebih lemah dari pemimpin prajurit penjaga tentu saja ia merasa tidak nyaman dengan aura kekuatan orang itu. Sedangkan Lin Feng dan Lin Jia, keduanya terlihat biasa-biasa saja, bahkan mereka masih berdiri tenang di tempatnya.


Lin Feng yang sebelumnya tidak ingin meladeni apa yang dilakukan pemimpin prajurit penjaga, pada akhirnya ia meladeninya karena keberadaan orang itu sudah memakan banyak waktu berharganya.


Mengibaskan tangan mengirim aura kuat miliknya, aura kuat yang dikeluarkan pemimpin prajurit seketika lenyap, membuat pemilik aura itu kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.


“I-ini, apa sebenarnya yang terjadi? Siapa pemilik aura kuat yang mampu melawan aura kekuatanku?” Pemimpin prajurit penjaga dibuat kebingungan, tapi tak lama pandangannya tertuju pada sosok Lin Feng yang sebelumnya sempat melakukan gerakan kecil.


‘Aku tidak yakin kalau kekuatan barusan itu adalah miliknya. Untuk membuktikannya, sebaiknya aku kerahkan seluruh kekuatanku dan membuatnya bertekuk lutut di hadapanku!’ katanya membatin dan langsung saja aura kuat meledak dari tubuhnya, dan ia berusaha membuat Lin Feng bertekuk lutut di hadapannya.


Lin Feng yang merasakan aura pemimpin prajurit penjaga, ia hanya menggelengkan kepala dan hanya dengan menghentakkan kaki kanannya, aura kuat keluar dari tubuhnya, mengirim balik tekanan yang diarahkan pemimpin prajurit penjaga pada dirinya.

__ADS_1


"Ugh...” Pemimpin prajurit penjaga jatuh berlutut, tak kuasa bertahan dari aura kuat yang menyerangnya. Sekarang dia baru yakin jika pria berambut perak adalah pemilik aura kekuatan, yang jauh lebih kuat dari kekuatannya.


Lin Feng menjentikkan jari, dan seketika aura kekuatan yang menekan pemimpin prajurit penjaga menghilang. “Aku hanya ingin bertemu dengan penguasa kota, tapi jika kamu masih menghalang-halangi apa yang ingin aku lakukan, jangan salahkan aku jika aku bertindak kasar padamu!” kata Lin Feng tegas.


Pemimpin prajurit penjaga yang tahu kalau dirinya telah melakukan kesalahan, begitu bangkit berdiri, ia segera menyingkir dari jalan, dan membiarkan Long Hei serta dua orang lainnya berjalan melewatinya.


Long Hei mengarahkan Lin Feng dan Lin Jia menuju istana megah di kawasan pusat kediaman penguasa Kota Naga, para prajurit penjaga hanya mengawasi mereka dari kejauhan, dan begitu sampai di depan pintu istana megah tiba-tiba saja pintu di hadapan mereka terbuka dengan sendirinya.


Sosok pria berambut perak dan wanita perak muncul dari pintu yang telah terbuka lebar. Melihat kedatangan mereka, Long Hei segera berlutut. Sedangkan Lin Feng dan Lin Jia, mereka masih berdiri di tempatnya, dan tak sedikitpun mereka memiliki keinginan untuk berlutut.


Pria berambut perak, ia adalah Long Sheng, sedangkan wanita berambut perak adalah Long Nushi, mereka adalah pasangan suami istri penguasa Kota Naga, sekaligus penguasa tertinggi keluarga Long.


Long Sheng yang semula diam dan menunjukkan ekspresi ramah di wajahnya, tiba-tiba saja ia melesat maju menyerang Lin Feng. Dengan kekuatan tingkat Dewa Semesta Bintang 7, ia satu tingkat lebih kuat dari Lin Feng, tapi kekuatan belum cukup jika ia ingin menumbangkan Lin Feng.


Menyerang dengan tangan kosong Long Sheng mencoba menjatuhkan Lin Feng, tapi seluruh serangannya yang mengandalkan kecepatan serta kekuatan, semua serangannya berhasil ditangkis Lin Feng, bahkan sesekali Lin Feng melakukan serangan balik yang membuatnya kesulitan menghindarinya.


Kali ini serangannya lebih kuat dan lebih cepat dari sebelumnya, membuat Lin Feng mengeluarkan Qi elemen api miliknya untuk mengimbangi serangan Long Sheng. Api ungu Long Sheng berbenturan dengan api hitam milik Lin Feng, menghasilkan kekacauan di sekitar tempat pertarungan mereka.


Beruntung Lin Jia sudah terlebih dulu membuat array pembatas sehingga pertarungan mereka tidak merusak bangunan di sekitar. Apa yang dilakukan Lin Jia membuat kagum Long Nushi, yang sejak awal senantiasa mengamati gerak-gerik Lin Jia. Melihat apa yang dilakukan Lin Jia, Long Nushi yakin kemampuan array Lin Jia jauh lebih baik darinya.


“Aku tidak mengenalmu, kenapa kamu tiba-tiba menyerangku?” tanya Lin Feng yang sama sekali tidak kesulitan menghadapi seluruh serangan Long Sheng yang ditujukan padanya.


Bukannya langsung menjawab, Long Sheng justru menunjukkan senyuman di wajahnya dan setelahnya ia berkata, “Aku hanya menguji kekuatan serta kelayakan orang yang akan menerima warisan dari leluhur keluarga Long!”

__ADS_1


Mendengar jawaban Long Sheng, Lin Feng tak lagi menahan kekuatannya, dan ia ingin cepat menyelesaikan pertarungannya dengan Long Sheng.


Kerutan terlihat di kening Long Sheng saat ia merasakan peningkatan kekuatan Lin Feng, sampai akhirnya ia berkata, “Cukup! Kalau diteruskan aku pasti mati di tanganmu.”


Lin Feng tersenyum mendengarnya, dan begitu saja menghilangkan aura kekuatannya. “Hah, padahal aku sudah sangat bersemangat bertarung denganmu,” katanya.


“Hmmm, sepertinya aku telah melakukan kesalahan saat memiliki keinginan menguji kekuatanmu. Meski usiamu masih sangat muda, dalam kekuatan harus kuakui kalau kamu lebih kuat diriku,” ungkap Long Sheng.


Lin Feng dapat melihat raut kekecewaan di wajah Long Sheng, yang telah mengetahui seberapa besar kekuatannya. “Kakek Long Sheng tidak perlu kecewa. Kekuatan Kakek tidaklah lemah, dan kekuatan yang saat ini aku miliki, mungkin ini semua karena aku lebih beruntung dari kebanyakan orang.”


Bukannya menghilangkan kekecewaan yang dirasakan Long Sheng, perkataan Lin Feng justru memancing perasaan iri Long Sheng. “Hah, entah seberapa besar keberuntungan yang kamu miliki?” kata Long Sheng.


“Setiap orang memiliki keberuntungan yang berbeda-beda, dan aku sangat penasaran apa keberuntungan yang aku miliki dapat membuat warisan leluhur keluarga Long memilihku sebagai pemiliknya,” kata Lin Feng mulai penasaran dengan warisan leluhur keluarga Long.


Long Sheng tahu kedatangan Lin Feng adalah warisan leluhur keluarga Long, tapi dia merasa aneh pada Lin Feng yang telah mengenalnya padahal ia belum memperkenalkan dirinya.


“Kakek Long Sheng, mataku dapat melihat segalanya, termasuk apa yang saat ini ada dalam pikiran Kakek,” ungkap Lin Feng sambil menunjukkan kilatan emas di kedua matanya.


“Ma-mata Dewa! Pemilik kekuatan besar sekaligus pemilik kekuatan mata Dewa, entah kenapa aku semakin iri dengan keberuntungan yang kamu miliki,” kata Long Sheng mengetahui apa itu mata Dewa dan kekuatan yang tersimpan di dalamnya.


“Apa Kakek ingin memiliki sedikit keberuntungan yang aku miliki? Kalau kakek menginginkannya, segera bawa aku ke tempat keberadaan warisan leluhur keluarga Long! Terpilih atau tidaknya aku menjadi penerima warisan leluhur keluarga Long, aku berjanji akan membagi sedikit keberuntunganku pada Kakek!”


Membagi keberuntungan yang dimaksud Lin Feng adalah membantu Long Sheng menerobos tingkat yang lebih tinggi, yang mana pria itu telah lama mengalami kemacetan dalam peningkatan kekuatan.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2