
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di Sekte Pedang Dewa.
“Tetua pertama, kenapa aku tidak merasakan tetua agung dan beberapa tetua di dalam sekte? Apa mereka ada kegiatan di luar sekte?” Jian Fushi, patriak Sekte Pedang Dewa bertanya pada tetua pertama sekte nya.
“Patriak, tetua agung, beberapa tetua, dan ribua murid sekte sedang pergi ke kediaman keluarga Lin. Kedatangan mereka ke keluarga itu adalah untuk membungkam mulut anggota keluarga Lin yang telah mengetahui rahasia besar sekte kita.”
Jian Fushi mengerutkan keningnya mendengar itu karena dia sama sekali belum pernah mendengar adanya keluarga Lin di Alam Dewa. “Apa keluarga Lin ini memiliki kekuatan untuk mempersulit sekte kita sampai tetua agung turun tangan langsung menghadapi mereka?” Jian Fushi penasaran dengan seberapa kuat keluarga Lin.
“Patriak, sebelumnya aku juga tidak tahu menahu tentang keluarga Lin, tapi setelah mendengar cerita tetua Jian Hun yang pernah mendatangi kediaman keluarga Lin, untuk menghancurkan keluarga itu memang membutuhkan kekuatan yang dimiliki tetua agung.”
“Keluarga Lin di pimpin oleh pemuda yang usianya belum genap dua puluh tahun, tapi kekuatannya sudah melampaui kekuatan tetuan Jian Hun. Bukan hanya pemimpin keluarga Lin yang kuat, tetua Jian Hun merasa banyak orang kuat di keluarga itu yang kekuatannya setara dengan para tetua sekte kita. Oleh karena itu, tetua agung memutuskan memimpin sendiri penyerangan ke keluarga Lin.” Tetua pertama mengakhiri ceritanya.
“Apa tetua Jian Hun tidak menceritakan bagaimana keluarga Lin mengetahui rahasia sekte kita?” Jian Fushi berharap mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.
“Tetua Jian Hun tidak tahu darimana keluarga Lin mengetahui rahasia sekte kita karena dia buru-buru meninggalkan kediaman keluarga Lin untuk menyelamatkan hidupnya.”
“Keluarga Lin ini, entah kenapa aku merasa ada kekuatan besar di belakang mereka, dan itu bukanlah kekuatan yang bisa sembarangan kita singgung.” Jian Fushi merasakan hal buruk akan terjadi pada sekte nya kalau berani menyinggung kekuatan di belakang keluarga Lin.
...----------------...
Sementara itu pertempuran di depan gerbang kediaman masih terus berlanjut, dan setelah beberapa waktu berlalu terlihat ribuan murid Sekte Pedang Dewa telah berubah menjadi mayat.
Sedangkan Jian Qiang yang menjadi lawan Lin Feng, pria itu sudah mengalami luka teramat parah, yang membuatnya tak lagi sanggup untuk berdiri. Jangankan untuk berdiri, menggerakkan bagian tubuhnya saja dia sudah tidak mampu melakukannya.
Jian Hun yang melihat keadaan Jian Qiang dan banyaknya murid sekte yang mati, dia merasa keputusan menyerang keluarga Lin adalah sebuah kesalahan.
__ADS_1
Sejak awal Jian Hun merasa keluarga Lin tidak sesederhana yang terlihat, dan semua itu terbukti dengan kekuatan yang ditunjukkan kepala keluarga Lin yang menjadi lawan Jian Qiang.
“Keluarga Lin memang tidak sesederhana yang terlihat. Mereka sangat baik dalam menyembunyikan kekuatan, dan dari sekumpulan orang yang dikatakan lemah mereka bisa menjadi mesin pembunuh saat dipertemukan dengan musuh.” Jian Hun yang menghadapi Lin Sang, dia sendiri bisa merasakan seberapa besar kekuatan yang dimiliki lawannya.
“Aku tahu pemuda ini belum mengeluarkan segenap kekuatannya, tapi dia benar-benar kuat, kekuatannya saat ini sudah jauh melampaui kekuatanku.” Berkali-kali terkena serangan Lin Sang membuatnya tahu kalau lawannya jauh lebih kuat dibandingkan dirinya.
“Aku hanya akan mati jika masih melanjutkan pertempuran dengannya.” Jian Hun mencoba mencari jalan untuk melarikan diri dari pertempurannya.
Jian Hun mengabaikan semua orang yang sama-sama berasal dari Sekte Pedang Dewa, saat ini yang dia pikirkan hanyalah pergi melarikan diri dan menyelamatkan hidupnya. Akan tetapi setelah melihat ke segela arah dia hanya menemukan satu jalan yang bisa dilewatinya untuk melarikan diri, tapi jalan itu dijaga wanita bercadar yang terlihat lemah dimatanya.
Senyum terlihat diwajahnya saat melihat keberadaan wanita bercadar yang tak lain adalah Yin Hua. “Sekalian aku bisa membawa wanita itu pergi bersamaku sambil melarikan diri dari tempat ini.” Mata Jian Hun sulit berkedip setelah melihat keberadaan Yin Hua.
Lin Sang yang sadar arah pandangan lawannya, dia hanya bisa menggelengkan kepala. “Apa dia berpikiran dapat melarikan diri dengan menerobos tempat yang dijaga Nona Hua? Kalau benar dia berpikiran seperti itu, aku yakin hidupnya tak akan berlangsung lama.”
Baru juga Lin Sang memikirkan apa yang ingin dilakukan Jian Hun, tiba-tiba saja dia melihat pria itu melesat ke arah Yin Hua. Saat berpikir Jian Hun ingin pergi melarikan diri dengan melewati Yin Hua, semua pemikiran Lin Sang terbantahkan saat dengan kedua matanya sendiri dia melihat Jian Hun justru mencoba memegang lengan Yin Hua.
Sementara itu Jian Hun yang mencoba memegang tangan Yin Hua, dia harus merelakan tangannya terpotong oleh pedang di tangan Yin Hua. “Selain suamiku, aku tidak memberi izin pria lain menyentuh tubuhku, meskipun itu hanya ujung rambutku!” Yin Hua kembali mengayunkan pedang di tangannya memotong satu lagi tangan Jian Hun.
“Argh...” Jian Hun mengerang kesakitan setelah kehilangan kedua tangannya hanya dalam kurun waktu dua kali tarikan napas.
‘Wanita ini, dia jauh lebih kuat dan lebih kejam dari pria yang sebelumnya aku hadapi.’ Jian Hun membatin, dan menyesal karena justru mendatangi sosok yang lebih kuat dari lawan sebelumnya.
“Apa ada pesan terakhir sebelum kematianmu? Kalau tidak ada, terima saja kematian yang kamu dapatkan karena berani datang kembali ke kediaman keluarga Lin setelah sebelumnya suamiku memberi kesempatan padamu untuk tetap hidup.” Yin Hua langsung saja mengayunkan pedang ditangannya memenggal kepala Jian Hun yang hanya diam tak memberi balasan perkataannya.
Lin Sang yang melihat semua itu hanya tersenyum karena sebelumnya dia sudah mengira Jian Hun hanya menghampiri kematiannya saat mendekati Yin Hua. “Nona Hua memang tidak suka bermain-main dengan musuh. Semua musuh hanya akan langsung menemui kematian saat berurusan dengannya.” Lin Sang bergumam dengan suara lirih.
Sementara itu pertempuran antara Lin Feng dan Jian Qiang sudah berakhir sejak tadi, tapi Jian Qiang masih hidup karena Lin Feng memberi kesempatan pada pria itu melihat langsung kematian seluruh murid Sekte Pedang Dewa yang dibawanya menyerang keluarga Lin.
“Tetua agung, bukannya sangat indah melihat kematian murid sektemu?” Lin Feng menggunakan kedua tangannya memaksa Jian Qiang melihat kematian murid Sekte Pedang Dewa di tangan anggota keluarga Lin.
__ADS_1
“Kau pasti mendapatkan balasan dari Patriak dan Leluhur Sekte Pedang Dewa!” Jian Qiang memecahkan sebuah giok berwarna biru dengan sisa kekuatannya.
Melihat itu Lin Feng tahu kalau Jian Qiang sedang memanggil bala bantuan. Bukannya takut, dia justru menanti sosok kuat seperti apa yang akan datang membantu Jian Qiang.
Sebelumnya Lin Feng hanya menunjukkan aura kekuatan tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 1, yang membuat Jian Qiang yakin leluhur Sekte Pedang Dewa dapat mengalahkannya. “Begitu leluhur datang, kamu hanya akan menjadi mainannya sebelum mati dan dijadikan sumber kekuatan untuk meningkatkan kekuatannya.”
Lin Feng yang mendengar itu ingin tertawa, tapi dia menahan diri untuk tidak tertawa. “Entah kenapa aku sangat yakin masih dapat melindungi keluarga Lin meskipun yang datang adalah leluhur Sekte Pedang Dewa.” Lin Feng mengatakan itu sambil mencengkeram leher Jian Qiang.
“Kau masih berada di tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 1, sedangkan leluhur Sekte Pedang Dewa sudah berada di tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 2. Dengan kekuatanmu, kau tidak akan pernah menang darinya!” Jian Qiang tidak tahu kalau Lin Feng belum menunjukkan kekuatan sejatinya.
Baru juga Jian Qiang berkata, Lin Feng merasa ada dua sosok yang mendekat ke tempatnya.
“Swusshh...” Angin sepoi-sepoi menerpa wajah Lin Feng saat dua sosok dengan aura yang begitu mendominasi tiba-tiba muncul dan berdiri hanya lima langkah di hadapannya.
“Akhirnya kalian datang juga. Dengan begini aku bisa mengakhiri hidup pria ini, dan melanjutkan permainan bersama kalian.” Lin Feng melempar Jian Qiang ke sembarangan arah, tapi pria itu masih hidup meskipun dalam keadaan sekarat.
“Kau, beraninya kau melakukan itu pada tetua agung sekteku. Aku Jian Fushi, patriak Sekte Pedang Dewa bersumpah akan mengakhiri hidupmu!” Jian Fushi ingin maju memyerang Lin Feng, tapi tindakannya dicegah oleh leluhur sekte.
“Dia bukan lawan yang bisa kamu hadapi dengan kekuatan yang belum stabil setelah berhasil menerobos tingkat Kaisar Dewa Langit. Sebaiknya kamu bantu tetua agung memulihkan diri, dan biarkan aku yang melawan dia!” Leluhur Sekte Pedang Dewa mengarahkan sorot mata tajam pada Lin Feng.
Dengan kekuatannya yang sebentar lagi akan menerobos tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 3, leluhur Sekte Pedang Dewa yakin dapat mengalahkan lawannya dengan kekuatannya.
Saat Jian Fushi ingin pergi memulihkan luka Jian Qiang, Yin Hua muncul di dekat Jian Qiang dan langsung mengayunkan pedang di tangannya mengakhiri hidup pria itu.
“Sebaiknya kalian berdua bersama-sama menghadapinya karena dia tidak selemah yang terlihat, dan meskipun kalian berdua aku tidak yakin kalian mampu mengalahkannya.” Yin Hua berkata pada Jian Fushi dan leluhur Sekte Pedang Dewa sambil menunjukkan senyuman remeh di wajahnya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1