Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Kedatangan Gelombang Pertama Prajurit Alam Kegelapan


__ADS_3

Di ruang hampa yang memisahkan alam semesta dan alam kegelapan, tiga sosok bertubuh tinggi besar dengan sekujur tubuh berwarna hitam termasuk kedua mata mereka, mereka memimpin ratusan ribu prajurit kegelapan menyerang prajurit Dewa Agung, yang melindungi alam semesta.


Mereka adalah gelombang pertama kekuatan alam kegelapan yang sudah lebih dulu tiba di ruang hampa tempat tinggal prajurit Dewa Agung, dan saat ini mereka sedang berhadapan dengan puluhan ribu prajurit Dewa Agung.


"Swush... Swush... Swush...” Dua sosok Dewa Agung yang tersisa setelah kematian tiga Dewa Agung dalam pertempuran besar sebelumnya, mereka muncul tepat di hadapan tiga sosok pemimpin prajurit alam kegelapan.


Ketiga pemimpin prajurit alam kegelapan langsung saja menyerang dua Dewa Agung, yang kekuatannya telah kembali ke era kejayaan mereka di masa lalu.


Dengan kekuatan ranah setengah penguasa tingkat rendah, kedua Dewa Agung berusaha mengalahkan tiga pemimpin prajurit alam kegelapan yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 9.


Meaki masih berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 9, nyatanya kekuatan ketiganya mampu mengimbangi kekuatan kedua Dewa Agung, bahkan perlahan tapi pasti mereka mulai mendominasi jalannya pertempuran, membuat kedua Dewa Agung hanya bisa bertahan dari serangan mereka.


“Tingkat kultivasi mereka memang masih di tingkat Dewa Semesta, tapi kekuatan fisik mereka jauh lebih kuat dari kita yang semakin menua!” kata salah satu Dewa Agung.


“Kalau saja kekuatan fisik kita masih sama seperti jutaan tahun yang lalu, mengalahkan mereka bukan sesuatu yang sulit dilakukan.”


Kedua Dewa Agung berusaha mati-matian bertahan dari serangan musuh mereka, tapi tetap saja beberapa luka sudah mereka terima, dan membuat keduanya semakin kewalahan menghadapi musuh. Nasib prajurit Dewa Agung tak lebih baik dari mereka, ribuan dari mereka telah mati, banyak yang terluka, dan hanya tersisa setengah dari mereka yang masih sanggup menghadap prajurit alam kegelapan.


"Boom... Boom...”


Kedua Dewa Agung terpental saat serangan musuh gagal mereka hindari.


Darah segar menyembur keluar dari mulut keduanya, dan kesadaran mereka mulai terganggu. Meski luka dengan cepat kembali pulih, tapi kekuatan keduanya tidak begitu saja bisa pulih. Bertahan dari serangan musuh telah menguras banyak kekuatan mereka, dan kini yang tersisa tak lebih dari seperempat kekuatan mereka.


“Kita tak akan memenangkan peperangan ini, dan semoga saja kekuatan alam semesta mampu mengalahkan mereka!” kata Dewa Agung, dan tiba-tiba saja tubuhnya terselimuti kekuatan elemen api.


Dewa Agung satunya, tubuhnya telah diselimuti elemen cahaya, dan dia telah siap melakukan serangan terakhir.


“Setidaknya kita bisa membawa dua dari mereka mati bersama kita!” kata Dewa Agung yang seluruh tubuhnya telah diselimuti elemen cahaya, dan setelahnya dia melesat maju menghampiri salah satu pemimpin prajurit alam kegelapan.

__ADS_1


“Sial! Apa yang ingin kau lakukan?” teriak salah satu pemimpin prajurit alam kegelapan, saat Dewa Agung penguasa elemen cahaya erat memeluk tubuhnya.


“Mari kita mati bersama!”


“Boom...”


Ledakan besar terjadi, dan dalam ledakan itu Dewa Agung penguasa elemen cahaya musnah, begitu juga dengan salah satu pemimpin prajurit alam kegelapan, dan hal yang sama juga terjadi pada Dewa Agung penguasa elemen api dengan salah satu pemimpin prajurit alam kegelapan.


Prajurit Dewa Agung yang sekarat juga melakukan, seperti apa yang dilakukan pemimpin mereka, membuat ledakan terus terjadi.


Hanya dalam hitungan detik seluruh prajurit Dewa Agung musnah, membawa prajurit alam kegelapan yang menjadi lawan mereka.


Meski kehilangan dua rekan dan puluhan ribu prajurit, menjadi satu-satunya pemimpin prajurit alam kegelapan gelombang pertama yang masih hidup, tak berhenti menunggu bala bantuan, setelah memastikan Dewa Agung dan seluruh prajuritnya mati, dia langsung pergi melanjutkan perjalanan.


Dengan kecepatannya dan seluruh prajuritnya, butuh sepuluh hari lagi untuk sampai ke alam semesta, terutama sampai di alam sembilan surga.


...----------------...


Lin Feng mendengar semuanya dan dia tetap mencoba tenang meski baru saja mendengar kabar sangat buruk dan Lin Jia. Musuh utama sudah berada di depan mata, tapi dia justru masih disibukkan dengan urusan keluarga Suci Guo.


“Ayah, mereka sudah datang dan mungkin sebentar lagi akan sampai di tempat ini!” Yang dimaksud Lin Feng adalah Gui Ouyang dan Lin Huang.


"Swush... Swush...”


Guo Ouyang dan Lin Huang datang bersama orang-orang yang menemani mereka. Dengan tangan terbuka Lin Mofeng menyambut kedatangan mereka, dan membawa mereka masuk ke dalam aula yang mana di dalam aula sudah menanti Lin Junda, Lin Wucin, Bing Hualing, Lin Hua, Lin Luyao, dan Xiong Hu.


Semua orang segera menempati tempat duduk masing-masing, kecuali Lin Mofeng yang saat ini berdiri di hadapan semua orang.


“Aku mengundang kalian bukan karena ingin membahas buruknya hubungan diantara kita, tapi aku ingin membahas tentang keberadaan kekuatan dari alam kegelapan yang segera datang untuk menguasai alam semesta,” ungkap Lin Mofeng.

__ADS_1


“Mereka bukanlah orang-orang lemah, tapi bisa saja mereka lebih kuat dari kita semua yang berada di tempat ini. Melawan mereka yang ingin menguasai alam semesta dan memperbudak para manusia, tentu kita tidak bisa melawan secara terpisah karena itu hanya akan membuat mereka lebih mudah mengalahkan kita!”


“Alangkah baiknya jika kita menyatukan kekuatan, dan bersama-sama mengalahkan mereka! Untuk permasalahan diantara kita, kita bisa menyelesaikan setelah memenangkan peperangan melawan mereka!”


Guo Ouyang maupun Lin Huang mereka jelas tahu tentang kekuatan alam kegelapan, dan sebenarnya mereka juga tahu kalau alam kegelapan akan menyerang alam semesta. Namun mereka tidak menyangka kalau alam kegelapan sudah memulai penyerangan.


"Bagaimana aku bisa percaya pada kalian keluarga Lin, kalau alam kegelapan sudah mulai melakukan penyerangan?” tanya Guo Ouyang, yang tidak begitu saja percaya pada perkataan Lin Mofeng.


Lin Feng yang duduk di tempatnya, tiba-tiba dia melambangkan tangannya, menampilkan gambaran yang terjadi pada prajurit Dewa Agung dan kedua Dewa Agung yang selama ini menjaga garis pertahanan terluar alam semesta.


“Aku tidak perlu menjelaskan siapa yang menyerang prajurit Dewa Agung karena aku yakin kalian sudah tahu siapa mereka, hanya dengan melihat aura kekuatan mereka,” ungkap Lin Feng.


“Ini buruk, mereka berhasil mengalahkan dua Dewa Agung yang jelas lebih kuat dari kita. Jika mereka datang, jelas kita tidak dapat mengalahkan mereka!” kata Guo Ouyang, percaya jika alam kegelapan benar-benar telah melakukan penyerangan.


Lin Huang yang juga melihat semunya, dia kini tak lagi meragukan perkataan Lin Mofeng. Namun dia setuju dengan Guo Ouyang, jika kedua Dewa Agung saja kalah, bagaimana cara melawan mereka yang datang dari alam kegelapan, sedangkan dari apa yang dia tahu, tan ada kultivator di alam sembilan surga yang lebih kuat dibandingkan kedua Dewa Agung.


“Kekuatan dua Dewa Agung lebih kuat dari kita? Mungkin yang kamu maksud, kamukah yang lebih lemah dari mereka! Aku jelas tidak lebih lemah dari mereka,” kata Lin Mofeng dan dia sedikit mengeluarkan aura kekuatannya.


Meski hanya sedikit saja aura yang dikeluarkan Lin Mofeng. Guo Ouyang, Lin Huang, serta tiga orang bawahan mereka yang juga merasakan aura Lin Mofeng, tak ada yang tidak gemetar karena ketakutan.


"A-aura ini jauh lebih kuat dariku yang sudah berada di puncak tingkat Dewa Semesta. Jangan-jangan kekuatannya telah melampaui tingkat Dewa Semesta!” gumam pelan Guo Ouyang.


“Aku bisa mengatakan pada kalian kalau Dewa Agung yang telah tiada tak lebih kuat dariku.” kata Lin Mofeng sangat jelas. Kekuatannya merupakan pemberian putranya, dan sekarang dengan kekuatannya dia ingin menyatukan seluruh kekuatan di alam semesta untuk mengalahkan mereka, yang ingin menguasai alam semesta.


“Apa kalian tertarik memiliki kekuatan setara dengan ayahku? Kalau ingin, kalian cukup setia menjadi pengikut keluarga Lin, dan aku akan memberi kekuatan itu pada kalian!...“


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2