Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Kembali Ke Alam Sembilan Surga


__ADS_3

Di kota ras manusia alam kegelapan.


Selama dua hari ini Lin Feng menghabiskan waktunya dengan mengatur kota yang seluruh penghuninya adalah ras manusia. Namun kota terbuka untuk ras lain asalkan mereka bersumpah mematuhi peraturan kota yang telah ditetapkan Lin Feng, dan tak seorangpun mampu merubah peraturan itu.


Peraturan kota dibuat untuk ditaati dan siapapun yang melanggar peraturan kota, siapapun itu dia akan mendapatkan hukuman setara dengan kesalahan yang dilakukannya.


Sekalipun yang melanggar adalah sang penguasa kota, hukum yang dibuat Lin Feng dengan sendirinya dapat memberi hukuman pada orang itu.


Sekarang setelah dua hari berlalu keadaan kota sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan dua hari yang lalu. Seluruh ras manusia telah melakukan pemilihan untuk memilih penguasa kota dan lima orang yang menjabat sebagai pembantu tugas penguasa. Semua ditentukan lewat pemilihan secara adil, dan semua orang berhak menentukan pilihannya sendiri.


“Sudah saatnya kita pergi dari alam ini, dan sepuluh tahun yang akan datang kita akan kembali untuk melihat perubahan serta perkembangan alam ini!” kata Lin Feng pada Lin Hua dan yang lainnya.


“Dengan keadaan beberapa hari ini yang semakin baik, aku yakin dalam sepuluh tahun kita tak akan lagi melihat keadaan menyedihkan alam ini,” ungkap Lin Hua.


Lin Feng dan yang lainnya mengangguk setuju, dan lagi semalam untuk pertama kalinya mereka semua melihat hujan turun di alam kegelapan. Menurut orang-orang yang tinggal di kota, hujan semalam adalah hujan paling bersih yang mereka rasakan selama puluhan bahkan ratusan tahun terakhir.


Biasanya air hujan yang turun tak terlihat bening, melainkan berwarna hitam dan jika diminum orang yang meminumnya akan mati saat itu juga. Air itu jelas beracun, dan racun yang terkandung di dalam air hujan saat itu dengan cepat mencemari lingkungan.


Sebagian besar kerusakan alam di alam kegelapan juga dikarenakan air itu, bukan karena peperangan yang sering terjadi di alam kegelapan.


“Aku telah memastikan mereka semua dalam keadaan baik-baik saja, dan sekarang kalau kita ingin kembali ke alam semesta, kita tak lagi perlu melakukan perjalanan lama selama berhari-hari!” Lin Feng melambaikan tangannya, dan muncullah gerbang portal di hadapan mereka.


“Gerbang portal ini terhubung dengan padang kehampaan, dan hanya dalam waktu singkat kita bisa sampai tempat itu,” kata Lin Feng menjelaskan kegunaan portal teleportasi yang dia buat.


Mendengar penjelasan Lin Feng semua orang menunjukkan senyuman senang karena tak lama lagi mereka akan kembali ke alam semesta, dan mereka yang ingin melangsungkan pernikahan dapat segera melakukannya.


Lin Feng sendiri juga tidak sabar untuk kembali ke alam semesta karena dia ingin mempersiapkan pesta pernikahan untuk mereka yang berarti untuknya, dan lagi dia juga penasaran dengan keadaan alam semesta setelah beberapa waktu dia tinggalkan.

__ADS_1


Sebelumnya mereka telah berpamitan pada seluruh manusia yang tinggal di kota, maupun mereka yang tinggal di kota peninggalan Zang Tongzhi.


Jadi, sekarang mereka bisa langsung memasuki portal dan kembali ke alam semesta. ‘Semoga kelak di masa yang akan datang aku bisa membuat mereka yang berada di alam ini dapat memiliki hubungan baik dengan mereka yang tinggal di alam semesta,’ kata Lin Feng dalam hati.


Para bawahan dan seluruh binatang kontrak Lin Feng lebih dulu memasuki portal. Untuk prajurit Dewa dan kelima pelayan Lin Hua, mereka telah kembali ke alam kehidupan, dan sekarang giliran Lin Feng dan Lin Hua yang memasuki portal.


“Swush...” Hanya dalam waktu singkat mereka telah berpindah tempat, dan terlihat oleh mereka padang kehampaan yang setelah berakhirnya peperangan besar rumput serta tumbuhan hijau lainnya mulai tumbuh di tempat ini.


Padang kehampaan yang semula merupakan tempat gersang selayaknya padang gurun tanpa kehidupan, sekarang mulai terlihat adanya tumbuhan hijau di berbagai tempat, dan beberapa binatang kecil mulai menempatkan diri mereka di padang kehampaan.


“Baiklah, sudah saatnya kita pulang dan aku sudah tidak sabar menanti datangnya hari bahagia untuk kalian semua!” kata Lin Feng dengan suara yang begitu jelas, lalu dengan menggandeng tangan Lin Hua dia begitu saja pergi meninggalkan yang lainnya.


“Entah kenapa aku melihat Tuan jauh lebih bersemangat daripada kita,” ungkap Xiong Hu melihat semangat yang dimiliki Lin Feng dalam mempersiapkan acara pernikahan untuk mereka semua.


Mendengar itu semua orang tersenyum, lalu Lin Wucin berkata, “Melihat semangat yang dimiliki Tuan, sebaiknya kita juga harus bersemangat, dan mari bersama-sama kita membantu Tuan!”


Semua orang setuju dengan itu dan mereka segera pergi menyusul Lin Feng dan Lin Hua yang telah jauh pergi meninggalkan mereka.


...----------------...


“Istriku, mereka semua sepertinya telah kembali! Mari kita siapkan acara untuk menyambut kedatangan mereka!” kata Lin Mofeng yang dapat merasakan keberadaan Lin Feng dan yang lainnya di alam sembilan surga.


“Swush...” Lin Feng dan Lin Hua tiba-tiba saja muncul di hadapan Lin Mofeng. “Ayah dan Ibu tidak perlu melakukan persiapan apapun untuk menyambut kita,” kata Lin Feng lalu dia dan Lin Hua memberi penghormatan pada Lin Mofeng dan Bing Hualing.


Lin Mofeng tersenyum. “Ternyata kalian datang lebih cepat dari perkiraanku.”


Lin Mofeng dan Bing Hualing menerima penghormatan putra dan menantu mereka, lalu bersama-sama mereka masuk menuju kediaman. Sementara itu, para binatang kontrak dan para bawahan Lin Feng, mereka saat ini pergi bermain-main di Kota Petir, kota terbesar di seluruh alam semesta.

__ADS_1


Selain menjadi kota terbesar, Kota Petir juga tempat dimana istana megah penguasa alam semesta berdiri, tapi sampai hari ini istana itu masih kosong.


Lin Feng yang merupakan pemilik istana itu, dia belum ada rencana menempatinya.


Dia merasa tinggal bersama anggota keluarga jauh lebih baik daripada harus tinggal di istana megah, tapi tak ada anggota keluarga yang menemaninya.


Xiong Hu dan Huang Zou yang sedang menikmati keindahan serta keramaian kota bersama pasangan mereka masing-masing, keberadaan mereka membuat iri banyak pria yang melihat bagaimana kecantikan pasangan mereka.


Namun dengan sikap acuh yang dimiliki Xiong Hu, dan yang lainnya. Mereka tak mempedulikan keberadaan orang lain, dan terus saja melakukan perjalanan menikmati keadaan kota.


Saat sampai di pusat keramaian kota, tiba-tiba saja lima pria muncul dan menghadang perjalanan Xiong Hu dan yang lainnya. Pandangan kelima pria hanya tertuju pada Xiao Lan dan ketiga saudarinya, dan tak satupun dari mereka memperhatikan keberadaan Xiong Hu dan Huang Zou.


"Nona-nona cantik, bagaimana kalau kalian ikut dengan kami bersenang-senang, daripada berjalan tak tentu arah bersama dua pria lemah?” kata salah satu pria, dan jelas mereka berlima dalam pengaruh alkohol.


Tak menganggap keberadaan mereka, Xiong Hu dan juga Huang Zou memilih membawa wanita mereka melewati jalan lain, tapi kelima pria lagi-lagi menghadang jalan mereka.


Saat Xiong Hu ingin maju memberi pelajaran pada mereka, Huang Zou dengan cepat mencegahnya. “Kita tidak perlu main kekerasan! Serahkan mereka padaku karena aku punya cara yang lebih baik untuk memberi pelajaran pada mereka!”


Huang Zou menggunakan teknik teleportasi, tapi dia tidak menggunakan teknik itu pada dirinya sendiri, melainkan dia gunakan pada lima pria yang tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya.


“Saudaraku, kemana kamu memindahkan mereka? Apa kamu hanya memindahkan mereka keluar dari kota ini?” tanya Xiong Hu penasaran.


Mendengarnya Huang Zou menggelengkan kepalanya. “Aku tak hanya memindahkan mereka keluar kota, tapi aku memindahkan mereka ke hutan binatang buas di ujung alam ini, dan aku rasa mereka saat ini sudah menjadi makanan binatang buas yang tinggal di tempat itu.”


Mengetahui itu, Xiong Hu dan yang lainnya tersenyum puas. “Kita tidak perlu turun tangan mengurusi mereka yang hanya akan membuat tangan kita kotor. Dengan mengirim mereka ke tempat itu, sama halnya dengan kita mengurangi keberadaan sampah tak berguna di alam ini,” ungkap Xiong Hu sembari tersenyum.


“Ancaman dari luar memang tak lagi ada, tapi alam semesta saat ini kembali mendapatkan ancaman dari dalam, terutama dari mereka yang merasa dirinya paling berkuasa!” ungkap Huang Zou.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2